LOGINSaat pembicaraan mereka sudah mulai keluar jalur, Mia sengaja mengalihkan kembali pembicaraan mereka tentang peperangan yang saat ini masih terus berlanjut. Mia sengaja mencari dalam ingatannya, apa yang harus ia bicarakan selanjutnya agar menarik. "Oh iya, Martis, apakah kau tau? Airen baru saja membuat tawaran yang mengejutkan dunia." Martis mulai kembali berpikir akan peperangan. "Apa itu?" tanyanya menyahuti Mia. Mia menjawab, kali ini dengan nada yang lebih serius, "Negara itu menawarkan jalur minyak gratis bagi negara mana pun yang mengusir duta besar Mamarika Surikat dan Isriwil...!" Mia masih terus lanjut berbicara, "Bukan dengan rudal. Bukan dengan drone. Kali ini Airen menggunakan senjata yang berbeda, tekanan diplomatik dan ekonomi yang memaksa negara-negara di dunia untuk memilih pihak dengan cepat." ucap Mia dengan tegas. Kemudian Mia terus berbicara pada Martis, guna memberikan informasi yang terjadi saat ini di dunia mereka. "Akan tetapi Negara tetangga ada yang
Setelah membaca banyak informasi yang akurat, Lancelot kemudian mencoba berpikir dan menghitung pasukan Mamarika saat ini. "Tepat pada saat ini, jika aku tidak salah hitung, total dua ribu lima ratus delapan puluh satu tentara Mamarika telah tewas dalam serangan balik dari tentara Airen ke beberapa pangakalan Mamarika yg berada di beberapa negara timur tengah." Lancelot sedikit memiringkan kepalanya dan melihat ke atas, "Dan aku juga baca sesuai data, bahwa ada total seribu empat ratus rakyat Isriwil dan petinggi IDF serta petinggi Isriwil turut tewas dalam rentetan serangan ke haifa." Pikiran Lancelot akan peperangan ini semakin dalam. Dia bahkan sampai menghitung semua pasukan kedua belah pihak yang gugur dan yang masih tersisa. Lancelot lanjut dengan pikirannya, "Lalu kemarin Airen sudah meluncurkan tiga ratus rudal fatah dan rudal seijil serta lima ratus pesawat tanpa awak untuk dikirim ke tol ivav. Yang aku tau, amunisi nya itu gak main-main! Seberat tiga ton dan..., bum...
Selepasnya bertemu dengan jendral Valdo, kemudian Lancelot kembali ke kediamannya. Di sana, ternyata ada seorang Gadis yang telah menunggunya. Padahal, mereka berdua belum menikah, akan tetapi mereka memang sudah bertunangan. Walaupun demikian, sebenarnya Lancelot masih belum ingin tinggal bersama dengannya. Namun, Gadis cantik yang kelihatannya galak, jutek, rewel, dan bandel di mata orang itu, sepertinya sudah ingin cepat-cepat ke pelaminan. Sehingga membuatnya akhir-akhir ini terus mendatangi kediaman Lancelot.Dan saat Lancelot masuk ke rumahnya sendiri, ia kembali dibuat terkejut. Karena melihat isi rumah yang biasanya ia tata dengan rapih, kini tengah menjadi pemandangan yang tidak biasa ia lihat dengan kedua matanya."Astaga ...! Apa yang kau lakukan?" Lancelot menarik tubuh seorang Gadis. Dan tanpa sengaja, saat ia menariknya, Gadis itu justru bersemayam dengan nyaman di dadanya yang bidang dan kekar itu."UPS...! Sorry ...!" ucap Gadis itu, yang kemudian ia mulai memainkan a
Keesokan harinya Lancelot kembali mendapatkan kabar bahwa, Otoritas Airen, kembali melakukan serangan telak terhadap Mamarika dan Zionajis Isriwil. Setelah melakukan serangan militer secara telak ke wilayah Isriwil dan sejumlah pangkalan militer Mamarika di Timur Tengah, kini Airen melakukan serangan ekonomi dan politik telak pada Mamarika dan zionajis Isriwil dengan menerapkan protokol pelintasan selat Hormouz. Airen, telah memberikan syarat mengusir Dubes Mamarika dan Isriwil bagi Negara-negara yang menginginkan kapalnya bisa melewati selat tersebut. Sebagaimana diketahui, selat Hormouz merupakan jalur pelayaran paling sibuk di dunia, dimana 20 % suplai cadangan minyak dunia melalui jalur ini. Airen telah menerapkan blokade dan memberikan syarat bagi negara-negara yang ingin melintasi jalur strategis tersebut. Airen menyatakan bahwa negara-negara (terutama Arap dan Eroba) yang mengusir duta besar (dubes) Mamarika dan Isriwil dari wilayah mereka, akan diizinkan melintasi Selat Ho
Keesokan harinya, Lancelot mendapat kabar dari pasukan Airen kembali melontarkan pernyataan provokatif yang menyasar jantung pertahanan Isriwil. Penasihat senior pemimpin tertinggi Airen, Mayjen YaYa Rohim Sapavi, mengeklaim bahwa pihaknya memiliki data intelijen yang sangat presisi. Data intelijen itu mencakup lokasi persis di mana Perdana Menteri Isriwil Benjamin Setanyahu menggelar pertemuan-pertemuannya. Lancelot pun melamun sejenak, namun dalam benak pikirnya ia terus memikirkan bagaimana caranya membantu mereka yang sedang dijajah...? Lalu Lancelot teringat bahwa dia pernah melihat sebuah wawancara televisi pada Selasa (3/3/2026), Safavi menegaskan bahwa serangan udara yang dilancarkan Mamarika dan Isriwil belakangan ini tidak memberikan dampak signifikan bagi pertahanan Negeri Airen. Brak...! Tak sengaja, Lancelot justru membuat minuman yang ada di mejanya tumpah, tangannya mengepal erat, dan dalam hati berkata, 'Sial...! Aku telat! Bahkan tanpa bantuan dari kami pun Airen
Dan beberapa hari kemudian, setelah semua yang diucapkan oleh Ali Larijani kepada Lancelot telah disampaikan ke seluruh penjuru, Lancelot pun mendapat laporan mengejutkan datang dari surat kabar Isriwil. "Apa-apaan ini?" tanya Lancelot seraya membaca berita dari salah satu media Internasional. "Kenapa sekarang pemerintahan Dunald Trompet secara resmi telah mengajukan proposal gencatan senjata kepada pihak Airen?" Lancelot semakin serius membaca kabar berita itu. "Langkah diplomasi yang terkesan mendadak ini mengejutkan banyak pihak, mengingat retorika agresif yang sebelumnya dilontarkan oleh pihak Mamarika. Namun, upaya damai ini sepertinya justru menemui jalan buntu setelah pihak Airen secara tegas menolak tawaran tersebut dan memilih untuk terus melanjutkan konfrontasi militer di berbagai kawasan." Lancelot semakin merasa salut kepada pasukan Airen setelah membaca berita yang menghebohkan Dunia itu. Dan ternyata, setelah Lancelot selidiki lebih lanjut, alasan di balik pengajuan
Odele memukuli wajah Anton beberapa kali. Martis awalnya ingin menghentikan Odele melakukan itu. Namun Martis tidak berani dan hanya diam menyaksikan Anton yang disiksa."Bagaimana, Martis? Apa kau juga mau membantuku memukulinya? Dia sangat keras kepala. Dia belum juga mau membuka suara. Mulutnya ra
Martis merasakan sakit yang luar biasa ketika tubuhnya tersambar oleh petir tadi. Tapi sepertinya Martis tidak mati. Walaupun ia mati, ini kan hanya di dalam mimpi saja."Bangunlah, Anah muda," ucap seorang Pria.Ternyata ada seorang pria bertubuh kekar dan berpakaian serba putih di hadapan Martis. Na
Keempat orang itu berusaha memukul Martis. Namun kenyataannya, kecepatan Martis bergerak sangatlah cepat."Aku di sini, hehe," ucap Martis.Siuw!Bugh!Martis malah terlihat seperti bermain-main dengan empat orang itu. Memang inilah yang Martis inginkan. Ia sengaja menguras tenaga keempat orang itu deng
Yang tak disangka oleh Martis adalah tindakan Mia."Hey...! Kalian..., para Kelitih! Keluarlah!" teriak Mia.Martis langsung menarik lengan Mia."Mi-mia..., apa yang kau lakukan?" bisik Martis."Bukankah kita ingin menghajar Kelitih? Langsung saja panggil mereka keluar. Jadi kita tidak perlu repot-repot







