Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 876. Freya dan Alpha Vs Pria jelek yang kuat

Share

876. Freya dan Alpha Vs Pria jelek yang kuat

Author: Rendi OP
last update Petsa ng paglalathala: 2025-01-13 07:58:48

Martis yang nampak imbang dengan lawannya, hal itu juga terjadi pada Freya dan Alpha. Freya dan Alpha menghadapi lawan yang tangguh. Walaupun dua lawan satu, Freya dan Alpha mengalami pertarungan sengit yang sehingga mereka berdua memutuskan untuk mengeluarkan kartu As mereka, yaitu kekuatan Supernatural yang mereka latih dengan sungguh-sungguh dalam beberapa waktu yang lalu.

"Alpha, siapkan teknik terkuat milikmu. Kau harus berkonsentrasi melihat pergerakannya. Sementara Aku akan mengalihkan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pengendali Sistem Terkuat   1055. DUO YIN-YANG

    Hasrat dan rasa lapar yang membara terhadap Rumput Jiwa Suci Purba akhirnya meruntuhkan seluruh harga diri Lele Kembar Yin-Yang. Makanan langka yang hanya tumbuh seribu tahun sekali itu terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja oleh dua penunggu danau tersebut. Ikan Lele Hitam dan Ikan Lele Putih saling menatap pasrah, menghela napas panjang seraya menggoyangkan kumis panjang mereka secara lemas. "Baiklah... demi rumput ajaib itu, kami menyerah!" seru Ikan Lele Hitam dengan suara pasrah. "Kami akan menari tarian ikan lumpur konyol itu!" tambah Ikan Lele Putih seraya memanyunkan bibirnya. Estias menyeringai lebar hingga deretan gigi batunya terlihat jelas. Ia memegang seikat rumput ungu keemasan di atas dadanya, sementara Brakas melipat tangan di dada seraya pasang mata dengan raut wajah paling puas. "Ayo! Tunjukkan tarian terbaik kalian!" seru Estias penuh semangat. SPLASH! Kedua ikan lele melayang di udara beberapa inci di atas rumput. Ikan Lele Hitam mulai meliuk

  • Pengendali Sistem Terkuat   1054. RUMPUT AJAIB KUNO

    Perdebatan sengit di tengah Danau Yin-Yang Cahaya Abadi telah berlangsung hampir satu jam penuh. Matahari kian tinggi memancarkan sinar hangatnya, membiaskan pendaran perak di permukaan air. Estias dan Brakas berdiri dengan napas tersengal-sengal, memegangi pinggang batu mereka. Wajah dua raksasa setinggi tiga setengah meter itu nampak begitu lelah, bukan karena bertarung fisik melawan musuh kuat, melainkan karena kewalahan meladeni omelan beruntun tanpa henti dari dua ekor lele ajaib berkumis. "A-Abang Estias..." bisik Brakas seraya mengusap peluh di kening perunggunya, "lidahku rasanya kram... aku sudah kehabisan kata-kata untuk membalas lele putih itu." Estias memanyunkan bibirnya konyol, mengibaskan tangan batunya ke udara. "Sudahlah, Brakas! Otak batuku bisa pecah kalau terus mendengarkan Lele Hitam itu berceramahi tentang kerapian lumpur! Kita keluar saja!" Dengan langkah gontai yang dipenuhi rasa kalah debat, Estias dan Brakas akhirnya berjalan gontai keluar dari dana

  • Pengendali Sistem Terkuat   1053. PERDEBATAN

    Suasana damai di Lembah Mata Air Cahaya yang tadinya dipenuhi gelak tawa Lancelot dan Martis mendadak berubah menjadi aneh. Di tengah danau perak yang dangkal, Estias dan Brakas masih sibuk bergoyang konyol seraya mengepakkan tangan batu mereka di atas air. Lumpur perak celemotan di sekujur wajah dan zirah batu kedua raksasa tersebut. Namun, saat Estias hendak melompat untuk memamerkan Gaya Seluncur Lumpur berikutnya, gerakan kakinya mendadak terhenti kaku. "Ehh?" Estias melotot konyol, menunduk menatap dasar air danau yang jernih. "Brakas... kau menyenggol kakiku pakai jempol batumu ya?" Brakas yang sedang berdiri di sebelahnya menggelengkan kepala dengan cepat, matanya ikut melotot bingung. "Tidak, Abang! Kakiku dari tadi diam di atas batu! Tapi... rasanya ada sesuatu yang licin dan kumisan sedang menggosok-gosok betisku!" WUSSS-SPLASH! Belum sempat dua raksasa itu melangkah mundur, permukaan air danau perak meletup halus. Dua ekor ikan lele raksasa berukuran sepanjang dua

  • Pengendali Sistem Terkuat   1052. ILMU PEDANG SUCI

    Pusaran cahaya keemasan membawa Martis, Lancelot, Estias, dan Brakas kembali ke kedamaian Lembah Mata Air Cahaya. Setelah memusnahkan sisa-sisa armada Klan Pemburu Jiwa dengan tebasan pedang dimensi peraknya, Lancelot terkulai lemas di dalam pelukan Martis. Energi di dalam inti jiwanya terkuras habis hingga batas terbawah akibat memaksakan teknik tingkat suci yang nampak belum sepenuhnya sempurna secara beruntun. Martis merebahkan tubuh Lancelot secara perlahan di atas padang rumput hijau yang empuk, tepat di tepi air danau perak yang menenangkan. Pendaran Api Suci Hijau Zamrud menyelimuti raga Lancelot secara halus, lalu menutrisi otot-otot dan meridian yang tegang. "Istirahatlah sejenak, Lancelot," ujar Martis lembut. "Kau telah mengerahkan seluruh kemampuanmu." Lancelot mengangguk pelan dengan wajah yang masih sedikit pucat. "Maafkan aku, Ayah... Aliran energiku ternyata masih belum cukup stabil untuk menopang tebasan dimensi secara berulang." Martis menyunggingkan senyum

  • Pengendali Sistem Terkuat   1051. SANG KSATRIA PERAK

    Sinar matahari pagi menerobos celah-celah tebing di sekitar Lembah Mata Air Cahaya. Hawa dingin di perbatasan Sektor Barat berangsur-angsur menghangat oleh pendaran aura keemasan yang memancar dari raga Martis. Kondisi kesehatan Martis, Estias, dan Brakas kini telah pulih total 100%, bahkan aliran meridian mereka terasa jauh lebih jernih dan selaras dari sebelumnya. Martis berdiri di tepi tebing, memandang jauh ke arah horizon angkasa Sektor Perbatasan Alam Bahtera. Mata Penglihat Kehampaan di mata keemasannya menangkap gelombang sinyal keberadaan sisa-sisa armada Klan Pemburu Jiwa yang melayang kian mendekat menuju daratan Benua Utama. "Pasukan musuh yang tersisa tidak melarikan diri," ujar Martis dingin. "Mereka sedang mengonsolidasikan kekuatan di atas lembah perbatasan." Estias menghantamkan dua tinju batunya hingga memicu gelombang kejutan. "Hahaha! Bagus sekali! Aku belum sempat membalas racun busuk panglima mereka! Ayo kita ratakan kapal-kapal kayu hitam itu!" Brakas m

  • Pengendali Sistem Terkuat   1050. MATA AIR CAHAYA

    Pusaran kilat perak membelah angkasa Benua Utama dengan kecepatan yang melampaui batas angin. Lancelot memacu seluruh daya batinnya, memeluk tubuh Martis dengan satu tangan seraya menopang pusaran sihir pelindung yang membawa raga raksasa Estias dan Brakas. Di belakang mereka, kejaran sisa-sisa armada Klan Pemburu Jiwa perlahan menghilang ditelan jarak. "Tahan sebentar, Ayah... Uncle Estias, Uncle Brakas..." bisik Lancelot seraya menatap cemas raut wajah ketiga orang di dekatnya yang kian memucat akibat Racun Pemusnah Jiwa Purba. Lancelot mengarahkan laju terbangnya menuju ke arah pegunungan tersembunyi di perbatasan Sektor Barat, sebuah wilayah yang baru saja ia jelajahi selama pengembaraannya. Di tengah himpitan bukit-bukit batu purba yang tertutup kabut tebal, terdapat sebuah lembah terisolasi yang menyimpan Mata Air Cahaya Abadi, suaka penyembuhan purba yang tak sengaja ditemukan Lancelot beberapa minggu lalu. BOOM! Lancelot mendarat cepat di dasar lembah. Suhu udara di

  • Pengendali Sistem Terkuat   409. Raja Mutan

    Seiring dengan berjalannya waktu, Dr. X semakin tampak lemah dan terdesak. Martis dengan kekuatan Elysium terus menyerang tanpa henti. Setiap serangan yang dilancarkan oleh Martis tampaknya berhasil membuat Dr. X semakin terpojok."Kali ini aku tidak akan memberimu kesempatan untuk memulihkan diri,"

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Pengendali Sistem Terkuat   13. Tugas dadakan lagi?

    Martis langsung bersiap akan menuju toko kue milik orang tuanya itu."Martis, biar Ayah saja yang ke sana. Kau tetaplah di sini saja," ucap Marten yang ingin mencegah Martis pergi. Marten khawatir akan terjadi sesuatu pada anak kesayangannya ini."Tidak Ayah! Mungkin tadi belum cukup untuk membuat mer

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   28. Mulai bergerak

    Akhirnya pengintai yang berhasil Martis tangkap langsung dibawa oleh Odele untuk diinterogasi.Namun nampaknya, kali ini orang itu benar-benar mengunci mulutnya dengan rapat. Setiap kali diancam dan bahkan dipukuli, orang itu hanya menyeringai. Dan lagi, ia seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.Od

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   30. Lawan tambahan

    Martis memukuli Marco tanpa henti. Tiap pukulan itu kini mulai terasa berat bagi Marco."Ada apa dengan Anak ini? Sial! Kenapa kekuatannya sangat terasa berbeda?" gumam Marco.Tapi Marco masih sanggup menangkis dan menahan semua pukulan Martis. Martis belum berhasil melukai Marco."Boost!" gumam Martis

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status