Beranda / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 875. Dia adalah mata-mata

Share

875. Dia adalah mata-mata

Penulis: Rendi OP
last update Tanggal publikasi: 2025-01-13 06:57:24

Ternyata Martis menarik lengan baju pria yang ia curigainya itu sampai sobek. Setelah sobek, terdapat sebuah simbol pada lengan pria itu. Dengan melihat simbol itu, semua pasukan Orien Six yang ada di sana tentu saja mengetahui apa arti dari simbol itu.

"Hah...?!" Alpin mendekati pria itu untuk memastikan apakah simbol itu asli, atau palsu. "Ini asli! Kau...! Ternyata benar...! Kau adalah mata-mata dari Konsorsium Umbra!" Alpin nampak sangat marah. "Cepat, ringkus dia! Dan masukkan ke dalam sel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengendali Sistem Terkuat   1075. PENYESALAN DENGAN RASA DUKA

    Di atas bukit batu gersang di luar goa, angin sore berembus sangat kencang dan liar, menyapu debu-debu hitam serta membawa aroma belerang yang menyengat. Uap panas yang keluar dari tubuh Martis membakar udara di sekitarnya, membuat pandangan di sekeliling tebing tampak membias bergelombang. Martis melayang tenang di angkasa, dipeluk oleh pendaran Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang berpendar kian pekat dan pekat. Jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai megah ditiup angin, memancarkan aura penumpasan mutlak yang tak terbatasi oleh hukum bumi. Di bawah kakinya, Torgar sang Penghisap Jiwa terbaring mengerang di atas tanah hitam gersang. Seluruh raga Torgar telah hancur total. Tulang dadanya remuk miring, wajah parutnya bersimbah darah hitam kental yang berbau busuk, dan urat-urat jiwanya bergetar hebat akibat pendaran api suci Martis yang merusak sistem sihir hitamnya. Pria yang tadinya begitu sombong, kejam, dan meremehkan nyawa anak-anak kecil kini hanya bisa merayap bagaika

  • Pengendali Sistem Terkuat   1074. MURKA

    Ujung pisau ritual berukir tengkorak itu tinggal berjarak seujung kuku dari dada Lina kecil. Torgar sang Penghisap Jiwa tertawa melengking keji, matanya yang merah menyala memancarkan kegilaan mutlak saat membayangkan esensi Yin-Yang murni meletup keluar untuk diserapnya. "Mati kau, Bocah!" jerit Torgar penuh nafsu membunuh! "JANGAAAANN! JANGAN SENTUH ADIKKU!" teriak Rian histeris seraya memaksakan raga kecilnya bergerak, namun rantai hitam menahannya tanpa ampun. "Hahaha! Tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian!" gelak Torgar kian menjadi-jadi. Namun, tepat pada detik terakhir yang teramat kritis itu— BOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMM!!! Dinding batu goa bagian depan mendadak hancur berkeping-keping dalam satu ledakan dahsyat yang teramat mengerikan. Serpihan batu raksasa beterbangan bagaikan peluru, memotong arus mantra empat kultivator sesat secara mendadak. Kepulan debu batu dan uap panas membumbung tinggi, menyelimuti seisi ruangan goa. Sebelum Torgar sempat mereaksikan matan

  • Pengendali Sistem Terkuat   1073. RITUAL KELAM DI LEMBAH BAYANGAN

    Jaringan benang hitam dari Jala Penghisap Jiwa mengerat semakin kuat, meremas raga kecil Rian dan Lina tanpa ampun. Setiap kali benang-benang sihir itu bergetar, hawa dingin yang amat beracun merayap menembus pori-pori kulit, menusuk meridian, dan membakar saluran daya batin mereka dari dalam. Rian berusaha memaksakan matanya tetap terbuka. Jemari tangannya yang gemetar dan bersimbah darah dingin mencengkeram erat benang jala yang mengiris kulitnya, mencoba sekuat tenaga menahan beban sihir agar tidak mengenai Lina yang mendekap erat di dadanya. "L-Lina... Bertahanlah, Adikku... Kakak... Kakak ada di sini..." bisik Rian dengan suara parau yang amat tipis. Napasnya tersengal-sengal, dadanya naik turun menahan rasa sakit luar biasa. "Kak Rian... Sakit sekali..." tangis Lina kecil sesenggukan. Suaranya kian melemah, bibir kecilnya membiru hebat akibat terpaan racun jiwa. "Hahaha! Jangan membuang-buang tenagamu, Bocah!" gelak salah seorang anak buah Torgar seraya menarik tali jala

  • Pengendali Sistem Terkuat   1072. PERANGKAP HITAM

    Dua komet cahaya Hitam Onyx dan Putih Mutiara membelah angkasa Desa Lembah Asri dengan kecepatan yang teramat dahsyat. Di atas punggung raksasa Duo Naga Lele Purba, Rian dan Lina menggenggam erat sisik-sisik naga guru mereka, mata mereka yang tajam menatap lurus ke arah gerbang kayu utama desa. Namun, saat kedua naga lele mendarat melayang di udara tepat di atas gerbang, pemandangan mengerikan di bawah sana seketika membuat Rian dan Lina terperanjat horor! Brakas terbaring kaku di atas tanah berdebu. Kulit perunggu merahnya kini hampir seluruhnya berubah menjadi hitam pekat akibat racun mematikan yang merayap cepat menyiksa meridiannya. Napas raksasa itu bertiup sangat tipis dan parau. Di dekatnya, burung Phoenix ajaib milik Martis, Ignis yang terkulai bersimbah darah. Bulu-bulu emasnya yang biasa berpendar megah kini redup dan dipenuhi jarum-jarum racun hitam. Ignis tidak dapat bergerak bebas saat bertarung karena dipaksa harus berdiri pasang badan dan membentengi raga Brakas

  • Pengendali Sistem Terkuat   1071. PERTEMPURAN DI GERBANG

    Estias berlari kencang membelah jalanan Desa Lembah Asri. Langkah kakinya yang berat memicu guncangan gempa kecil di sepanjang rumah-rumah warga. Air mata amarah bercampur cemas mengucur deras melintasi wajah batunya yang retak-retak. Bayangan tubuh Brakas yang terkulai bersimbah racun hitam serta Ignis yang terhempas demi membentengi adiknya terus membayangi benak raksasa Dominion tersebut. "MARTIS! MARTIS, TOLONG!" jerit Estias histeris saat mendarat keras di halaman depan rumah kayu. Namun, suasana halaman rumah terasa lengang. Pintu depan terbuka pelan, tetapi sosok Martis dan Mia sama sekali tidak terlihat di sana. Rupanya, pagi itu Martis dan Mia sedang pergi ke wilayah bukit utara untuk mengambil pasokan kayu purba dan herbal langka. Pintu rumah mendadak terbuka lebar. Rafaela melangkah keluar bersama Rian dan Lina. Melihat kondisi Estias yang bersimbah peluh, dengan zirah batu emas retak-retak dan bercak darah di tangannya, raut wajah anggun Rafaela seketika berubah ce

  • Pengendali Sistem Terkuat   1070. SERANGAN

    Keesokan harinya, sinar mentari pagi membias hangat di sekeliling kawasan hutan rimba yang tak jauh dari Desa Lembah Asri. Suasana hutan terasa sejuk oleh embusan angin segar dan gemericik air sungai. Estias dan Brakas melangkah santai menyusuri rimbunnya pepohonan purba seraya membawa kapak pemburu dan tali tambang. Dua raksasa Dominion itu sedang berburu hewan buruan untuk menambah pasokan bahan makanan pesta desa. Di pinggang mereka, dua kendi giok yang kini telah menjadi milik Rian dan Lina tak lagi tergantung, membuat Estias dan Brakas berjalan lebih bebas. Namun, di tengah perjalanan mereka, lima sosok berjubahkan kain abu-abu seperti bayangan busuk mendadak muncul dari balik semak-semak lebat, itu adalah Torgar sang Penghisap Jiwa beserta empat pengembara sesatnya. Awalnya, Estias dan Brakas sama sekali tidak menghiraukan kehadiran kelima pengembara asing tersebut. Dua raksasa setinggi tiga setengah meter itu hanya menganggap mereka sebagai pengelana biasa yang tersesat

  • Pengendali Sistem Terkuat   28. Mulai bergerak

    Akhirnya pengintai yang berhasil Martis tangkap langsung dibawa oleh Odele untuk diinterogasi.Namun nampaknya, kali ini orang itu benar-benar mengunci mulutnya dengan rapat. Setiap kali diancam dan bahkan dipukuli, orang itu hanya menyeringai. Dan lagi, ia seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.Od

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   17. Bekerja sama

    Martis memukuli wajah Anton sampai wajah Anton menjadi babak belur.Beberapa menit kemudian Martis berhenti untuk menarik nafas sejenak.Ternyata Anton belum juga kalah. Anton masih bisa bangkit. Namun sayangnya, Martis tidak membiarkan Anton untuk memulihkan dirinya. Martis takut kalau Anton mengguna

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   16. Serangan bertubi-tubi

    Kali ini Martis terlihat agak kesulitan mengindari serangan dari Anton.Nampaknya kekuatan elemen api Anton berbeda dari kekuatan elemen api yang biasanya. Bagaimana tidak? Martis sudah mencoba elemen tanah dan elemen besi untuk menghalau kekuatan api Anton. Akan tetapi, hasilnya tetap sama saja. Api

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   961. Aidit terluka

    Jeritan minta tolong itu menggema di tengah derasnya hujan dan gemuruh petir. Martis berlari sekencang mungkin ke arah sumber suara dengan jantungnya yang berdebar-debar. Saat Martis tiba, ia melihat tenda Aidit sudah porak-poranda, kainnya terkoyak dan tercabik-cabik oleh tubuh raksasa anaconda it

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status