Share

Bab 7

Penulis: Tia
Sebelum gugatan resmi diajukan, pengacaraku menjadwalkan satu kali perundingan terakhir.

Pertemuan itu berlangsung di kantor pengacara.

Kali ini, Kenzo akhirnya bersedia berkompromi dan menyetujui perceraian secara baik-baik. Dia mengenakan pakaian formal, setelan hitam dengan dasi abu-abu tua.

Dasi itu dulu kubelikan untuknya.

Waktu itu, aku pernah berkata bahwa warna abu-abu membuatnya terlihat lebih berwibawa.

Baru belakangan aku tahu, ternyata bukan aku yang menyukai warna abu-abu.

Yuna-lah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengkhianatan di Balik Boneka Kelinci   Bab 9

    Setelah bercerai, aku pindah ke sebuah apartemen kecil di selatan kota.Aku membeli seprai merah, cangkir merah, dan sebuah payung merah untuk diriku sendiri.Saat pertama kali datang ke rumahku, temanku tertawa dan berkata aku seperti sedang merayakan Tahun Baru sekali lagi.Aku mengangguk. "Memang benar.""Merayakannya lagi dari awal."Gaun pengantin itu tidak kuperbaiki.Renda lama peninggalan Ibu kusimpan terpisah dan tidak pernah lagi kujahitkan ke pakaian apa pun.Aku juga tidak menjadikannya benda kenang-kenangan.Renda itu terbaring tenang di dalam sebuah kotak kayu, seperti dulu Ibu diam-diam mencintaiku.Yuna akhirnya pergi.Kudengar dia menghapus semua unggahan di media sosialnya.Ada juga yang bilang dia pernah mendatangi Kenzo, tetapi ditolak dan tidak diizinkan masuk.Aku tidak pernah memastikan kebenarannya.Bagaimanapun juga, apa pun akhir kisahnya dengan Kenzo, itu sudah tidak ada hubungannya denganku.Sedangkan Kenzo ....Dia tidak pernah datang mencariku lagi.Dia ha

  • Pengkhianatan di Balik Boneka Kelinci   Bab 8

    Setelah mengajukan perceraian, kami sepakat untuk datang bersama mengambil akta cerai.Di depan kantor catatan sipil, dia berdiri di bawah tangga sambil membawa sebotol soda jeruk.Embun membasahi permukaan botol kaca itu.Saat aku mendekat, suaranya terdengar begitu pelan."Giana."Aku mengangguk."Masuklah."Namun, dia tetap berdiri di tempatnya."Aku sampai harus pergi ke beberapa tempat untuk dapatkan ini.""Dulu, ini minuman kesukaanmu."Aku menatap botol soda itu.Dulu, aku pasti akan menerimanya.Hanya karena dia masih mengingat sedikit kenangan dari masa lalu, aku akan memaklumi semua luka yang telah diberikannya.Namun, sekarang aku hanya berkata, "Aku sudah nggak minum yang manis."Dia tertegun.Aku tersenyum tipis."Manusia bisa berubah."Jemari yang menggenggam botol itu perlahan memutih."Kalau begitu, akan kuingat lagi.""Apa yang sekarang kamu sukai dan nggak kamu sukai, akan kupelajari lagi dari awal."Aku menatapnya."Kamu tahu apa yang paling nggak aku sukai sekarang?

  • Pengkhianatan di Balik Boneka Kelinci   Bab 7

    Sebelum gugatan resmi diajukan, pengacaraku menjadwalkan satu kali perundingan terakhir.Pertemuan itu berlangsung di kantor pengacara.Kali ini, Kenzo akhirnya bersedia berkompromi dan menyetujui perceraian secara baik-baik. Dia mengenakan pakaian formal, setelan hitam dengan dasi abu-abu tua.Dasi itu dulu kubelikan untuknya.Waktu itu, aku pernah berkata bahwa warna abu-abu membuatnya terlihat lebih berwibawa.Baru belakangan aku tahu, ternyata bukan aku yang menyukai warna abu-abu.Yuna-lah yang menyukainya.Di ruang rapat, pengacara mendorong rancangan pembagian harta ke hadapanku."Pak Kenzo bersedia melepaskan rumah yang diperoleh selama pernikahan beserta seluruh tabungannya."Aku menjawab, "Bagi saja sesuai ketentuan hukum."Kenzo langsung mengangkat kepala."Giana, aku mau kasih semuanya padamu."Aku menatapnya."Berikan saja pada Yuna.""Dia suka barang-barangmu.""Aku sudah nggak suka."Wajahnya seketika pucat."Aku dan dia sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi.""Itu urusa

  • Pengkhianatan di Balik Boneka Kelinci   Bab 6

    Yuna segera mengunggah sesuatu di akun media sosialnya.Sembilan foto sekaligus dalam satu unggahan.Setiap pakaian milik kelinci abu-abu itu ditata di bagian tengah, seolah sengaja dipamerkan.Ada setelan kerja, gaun ala putri kerajaan, jas dokter, hingga gaun pengantin mini.Keterangannya berbunyi, [Ada kebersamaan yang seharusnya tidak disalahpahami.]Unggahan itu sengaja disembunyikannya dariku.Namun, dia lupa bahwa kami memiliki terlalu banyak teman yang sama.Tak lama kemudian, tangkapan layar unggahan itu sudah dikirim ke ponselku.Seorang teman bahkan meneleponku dengan marah."Giana, dia sudah gila, ya?""Mau aku suruh orang memakinya?"Aku menjawab tenang, "Nggak perlu.""Biarkan saja dia mengunggahnya."Dua jam kemudian, unggahan itu tersebar di internet.Awalnya, orang-orang hanya menganggapnya sebagai tontonan untuk hiburan.Sampai seseorang mulai menguliknya dan menemukan bahwa setiap pakaian boneka yang dipamerkan Yuna ternyata persis sama dengan paket bertema yang pern

  • Pengkhianatan di Balik Boneka Kelinci   Bab 5

    Pada hari ketiga setelah meninggalkan rumah, aku pergi ke tempat perawatan gaun pengantin.Pegawai toko membentangkan gaun pengantinku di atas kain lembut.Satu sudut tudung pengantinnya hilang, menyisakan tepian yang kasar dan berjumbai.Dia mengenakan sarung tangan putih, lalu memeriksanya cukup lama sebelum akhirnya menggeleng."Renda lama ini nggak mungkin dikembaliin sepenuhnya seperti semula.""Kalau hanya renda biasa, masih bisa diganti.""Tapi Anda bilang ini peninggalan keluarga. Jadi, kami nggak menyarankan Anda perbaiki sembarangan."Aku menatap bagian yang hilang itu sejenak, lalu mengangguk."Tolong buatin surat keterangan kerusakannya."Pegawai itu tampak tertegun."Anda mau ngajuin ganti rugi?""Bukan."Aku menutup kotak gaun pengantin itu."Aku cuma mau nyimpan buktinya."Baru saja aku selesai bicara, lonceng angin di pintu berbunyi.Kenzo berdiri di luar.Kelihatannya dia tidak tidur semalaman. Kemejanya kusut, sementara bayangan jambang mulai terlihat di dagunya.Di t

  • Pengkhianatan di Balik Boneka Kelinci   Bab 4

    Pada hari aku pindah, Kenzo tidak pulang.Dia hanya mengirim satu pesan.[Yuna sedang nggak sehat. Aku akan pulang nanti. Tenangkan dirimu. Jangan lagi bahas perceraian hanya karena sedang emosi.]Aku menatap pesan itu lama, lalu tersenyum.Sampai sekarang, dia masih mengira aku hanya sedang menunggunya pulang agar dia bisa membujukku.Ketika perusahaan jasa pindahan membunyikan bel, aku baru saja menutup kardus terakhir.Aku tidak menghancurkan barang-barang atau menggunting foto-foto kami.Aku hanya memasukkan salinan surat nikah, dokumen properti, riwayat transaksi rekening, dan kotak gaun pengantin ke dalam sebuah map, satu per satu.Sementara itu, semua pemberian Kenzo kutinggalkan di atas lemari dekat pintu masuk.Kalung, parfum, tas, jam tangan.Di bawah masing-masing barang, kuselipkan secarik catatan.[Yuna yang bantu memilih.][Yuna juga punya yang sama.][Yuna suka aroma ini.][Yuna bilang warna abu-abu cocok untukku.]Catatan terakhir kutaruh di bawah kalung kelinci itu.[G

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status