LOGINAku adalah Gadis Suci terakhir dari Suku Pegunungan Salju, yang mampu memanjatkan permohonan kepada para dewa atas nama orang lain. Harganya, setiap kali aku mengabulkan satu permohonan, tubuhku akan kembali menjadi lebih muda. Saat bertunangan dengan Charlie, usiaku dua puluh delapan tahun. Pada tahun ketiga pertunangan kami, dia mengalami kecelakaan pesawat dan berada di ambang kematian. Untuk pertama kalinya, aku memanjatkan permohonan kepada para dewa. Dia pun selamat. Sementara usiaku kembali menjadi dua puluh tiga tahun. Pada tahun kelima pertunangan kami, perusahaannya bangkrut dan dia nekat melompat dari gedung. Untuk kedua kalinya, aku memanjatkan permohonan. Dia kembali kaya. Sementara usiaku berubah menjadi delapan belas tahun. Pada tahun ketujuh pertunangan kami, dia membawa pulang seorang wanita yang mengidap penyakit mematikan, lalu berlutut di hadapanku memohon agar aku menyelamatkannya. Aku menggeleng. "Aku nggak bisa nyelamatin dia." "Kalau aku panjatkan permohonan sekali lagi, usiaku akan kembali jadi tiga tahun." "Kalau itu terjadi, aku bukan lagi tunanganmu, dan aku juga nggak akan mengingatmu." Namun Charlie hanya mencibir. "Dua kali kamu nyelamatin aku dan kamu tetap baik-baik saja. Masa menyelamatin dia sekali saja bisa bikin kamu mati? Janice, jangan tutupin sikapmu yang nggak berperasaan dengan alasan yang terdengar begitu mulia." Pada akhirnya, dia berdiri di tepi tebing Gunung Suci dan mempertaruhkan nyawanya sendiri demi memaksaku mengalah. Dan akhirnya aku tetap menyelamatkannya. Keesokan harinya, wanita itu sembuh total. Charlie memeluknya dengan penuh kelembutan. Lalu dia mengangkat wajahnya dan berkata kepadaku, "Setelah kondisinya benar-benar stabil, aku akan datang untuk nikahin kamu." Aku menatap kedua tanganku yang telah mengecil seperti tangan seorang anak kecil, lalu berbalik pergi. Tidak perlu. Tiga hari lagi, aku akan berubah menjadi seorang bayi.
View MoreSetiap tarikan napasnya disertai semburan darah kental.Dia berguling-guling dalam ilusi karena kesakitan. Jeritan pilunya tercekat di tenggorokan hingga tak mampu keluar.Seketika, pemandangan berganti. Sebuah garis waktu lain pun terbentang.Di sana, Charlie tidak pernah ada.Janice tidak pernah bertunangan, tidak pernah memanjatkan permohonan untuk siapa pun, apalagi mengorbankan hidupnya hingga berubah menjadi bayi yang bahkan tak mampu berbicara.Di kaki Pegunungan Salju, dia mengenakan gaun putih dengan gelang tua peninggalan Ibunya melingkar di pergelangan tangan. Angin berembus menyapu padang rumput, sementara dia tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya, hidup bebas tanpa beban.Hidupnya berjalan damai dan tenang.Charlie menatap wajah yang dipenuhi senyum itu, sementara air matanya menetes ke punggung tangannya.Cinta yang selama ini begitu dibanggakannya, ternyata dibangun di atas pengorbanan Janice yang terus dikuras hingga tak bersisa.Dia telah mempertaruhkan
Begitu kesabarannya habis, Charlie pasti akan kembali memohon kepadanya.Wendy tidak ingin lagi menjalani hari-hari miskin yang dipenuhi penyakit, sampai-sampai membeli sekotak obat khusus pun harus diperhitungkan dengan cermat.Dia menegakkan tubuh, lalu pandangannya jatuh pada altar permohonan di samping.Kertas-kertas permohonan yang berserakan dan pena ritual masih tergeletak di sana.Sebuah pikiran yang begitu nekat tiba-tiba muncul di benaknya.Berdoa memohon di Ruang Permohonan milik orang lain benar-benar tindakan yang sangat berisiko.Dia meraih pena itu, lalu mencoret-coret selembar kertas dengan tulisan yang berantakan.[Jadikan Janice selamanya bayi bisu yang tidak bisa berbicara.]Setelah selesai menulis, dia menggigit ujung jari telunjuknya hingga berdarah, lalu menempelkan darah itu pada kertas permohonan.Cahaya merah baru saja mulai menyala.Tiba-tiba pintu ditendang hingga terbuka dan menghantam dinding dengan suara keras.Charlie berdiri di ambang pintu.Dasi di lehe
Darahku mengalir dari pergelangan tangan ke alur permohonan.Setiap tetes yang jatuh membuat wajahku makin pucat.Pemandangan berganti. Di aula perjamuan yang mewah, Charlie menyerahkan segelas sampanye yang melambangkan kemenangan kepada Wendy.Dia tersenyum, sementara aku menanggung kesakitan.Tubuhnya di masa kini begitu tersiksa hingga sulit bernapas. Jari-jarinya mencengkeram karpet erat-erat sampai kuku-kukunya retak.Akhirnya dia mengerti.Saat dulu aku menelepon dan berkata bahwa aku kedinginan, aku bukan sedang bermanja-manja atau mencari perhatiannya.Aku benar-benar hampir mati membeku.Wendy semula masih merasa lega karena kesehatannya tidak ikut diambil.Namun ketika mendengar kabar melalui ponsel bahwa perusahaan Charlie telah runtuh, dia langsung terpaku.Dia buru-buru menghampiri dan mengguncang bahu Charlie.Kalimat pertama yang keluar dari mulutnya bukan menanyakan keadaannya, melainkan bagaimana mereka akan membayar biaya pengobatan yang sangat mahal setelah ini.Dia
Charlie mengangkat kepalanya. Tatapannya pada Wendy tidak lagi menyimpan kelembutan seperti dulu. Dia menunjuk ke arah pintu."Keluar."Charlie menggendongku dari ranjang bayi, lalu kembali memasuki Ruang Permohonan.Dia mendudukkanku di atas bantalan doa yang empuk, sementara dirinya berdiri canggung di depan altar permohonan.Dia sedang berusaha mencari cara untuk mengembalikanku seperti semula.Dia meniru semua yang dulu kulakukan. Telapak tangannya disayat, lalu darahnya dioleskan ke altar permohonan.Altar kuno itu memancarkan cahaya merah.Beberapa baris tulisan kuno berwarna kekuningan perlahan muncul melayang di udara. Itulah satu-satunya cara untuk membalikkan semuanya.Pihak yang menerima permohonan harus mengembalikan semua yang telah diperoleh.Hanya dengan begitu, roda takdir yang terbalik dapat kembali ke jalurnya.Pertama, mengembalikan nyawa Charlie yang diperpanjang setelah kecelakaan pesawat.Kedua, mengembalikan karier dan kekayaan Charlie yang didapat kembali setel


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.