Share

Bab 2

Penulis: Dixie
Namaku Jesika Luwanto, aku baru masuk kuliah.

Karena wajahku yang luar biasa cantik, dan postur tubuhku yang luar biasa bagus, saat baru mulai kuliah saja aku sudah menjadi Primadona Kampus.

Hingga saat pelatihan militer, seiring dengan mendengar perintah dari pelatih, aku berlari-lari kecil di lapangan. Seiring dengan pergerakanku, dua gundukan indah di dadaku juga ikut bergoyang ke arah atas dan bawah. Walaupun aku memakai dalaman, pucuk dari gundukanku itu tetap tergesek dari waktu ke waktu.

Sambil menggigit bibirku, wajahku memerah.

Tatapan aneh teman-teman sekelas pria di sekeliling, tertuju padaku dengan terang-terangan. Mereka membuat isyarat tangan seolah-olah sedang membicarakan soal tubuhku.

"Oh, goyang ke atas, goyang ke bawah! Mungkin dua telapak tangan pun nggak cukup untuk menggenggamnya. Kalau sampai mengenai wajah, mungkin bisa langsung buat sesak napas."

"Ukuran sebesar itu, kalau dimainkan, pasti sangat menyenangkan. Oh, benar-benar wanita penggoda!"

Bahkan saat waktu istirahat pelatihan, ada banyak pria yang sok akrab dan mendekatiku, lalu mencoba-coba untuk menyentuh tubuhku.

Merasakan tatapan-tatapan agresif itu tertuju padaku, aku selalu merasakan jantungku berdetak lebih kencang, wajahku juga mulai terasa pantas tanpa kusadari.

Namun, terlepas dari apakah mereka sengaja atau tidak sengaja, dalam situasi terangsang seperti ini, makin lama tubuhku makin terasa tidak nyaman.

Setiap kali suhu tubuhku meningkat, tubuhku terasa seperti terbakar. Dalam lubuk hatiku, tiba-tiba seperti muncul seekor hewan buas yang mengerang dengan keras di dalam sangkar, mencoba untuk menerobos pembatas besi itu.

Terutama pada saat larut malam yang tenang, aku selalu berbaring di atas kasurku, memeluk bonekaku dengan erat sambil menggesek-gesekkannya ke tubuhku sendiri. Kedua kakiku mengapit selimut dengan erat, mencoba untuk mendapatkan sedikit kenyamanan.

Justru karena inilah, aku sangat membenci pelatihan militer, bahkan tanpa memedulikan ketidaksenangan pelatih, aku tetap bersikeras izin pulang rumah untuk menghindari pelatihan yang tersisa lima hari itu.

Namun, siapa sangka saat aku sedang memuaskan diriku sendiri, Evan Jusman, kakak tiriku mendorong pintu kamar hingga terbuka.

Aku sama sekali tidak menyadarinya hingga selimutku dibuka. Kemudian, tangan besar kakak tiriku itu menarik leherku, lalu menarik keluar benda yang terapit di kedua kakiku.

Saat aku meronta, piamaku melorot ke bawah, membuat kulit putihku terekspos. Piama sutra asli itu longgar, bahkan samar-samar seperti bisa terlihat dalaman berwarna merah muda.

"Jesika, baru mulai kuliah saja kamu sudah pura-pura sakit buat absen. Pelatihmu bahkan sudah sampai meneleponku!"

"Kamu mau membuatku mati kesal, 'kan?"

Kakak tiriku itu melirikku sekilas, lalu menghindari tatapanku.

Namun, buah jakunnya tampak bergulir, Hasrat yang melintasi matanya tidak bisa menipu.

Aku sudah tumbuh menjadi wanita dewasa sepenuhnya. Tidak ada seorang pria pun yang bisa menolak postur tubuh seperti ini.

Duduk di atas tempat tidur, aku mendongak untuk menatapnya. Sorot mata penuh harap langsung kutujukan padanya.

"Kak Evan, aku benar-benar nggak ingin ikut pelatihan militer."

Suara semanis maduku terdengar menyelimuti seluruh ruangan.

Napasnya langsung tercekat, tapi dia tetap menarikku turun dari ranjang. Telapak tangan kasar itu bergesekan dengan pergelangan tanganku, terasa geli, juga membuat sesuatu dalam hatiku ikut tersulut.

Dia membuka lemari pakaian, lalu mengeluarkan pakaian yang biasa kukenakan secara acak, dan melemparkannya ke tubuhku.

"Ganti pakaian. Aku akan mengantarmu kembali ke kampus."

Selesai berbicara, dia langsung berbalik, tidak menatapku lagi. Aku melempar pakaian itu ke lantai. Kemudian, aku menarik tangannya dengan manja seperti seekor anak kucing, lalu menggesek-gesekkannya ke dadaku yang lembut dan berkata dengan ekspresi sedih, "Kak Evan, para pria di kampus menindasku. Mereka menyentuhku, membuatku merasa sangat nggak nyaman. Bagian sini terasa sangat sesak."

Sambil berbicara, aku mengulurkan tanganku untuk menunjuk dadaku yang sedikit bergetar.

"Kak Evan, bantu aku, ya?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 9

    Ponselku terus bergetar, napasku kian tidak teratur, sekujur tubuhku gemetaran.Pesan yang tak terhitung jumlahnya melintasi layar ponselku secepat kilat. Bahkan hanya dengan melihat sekilas saja, aku sudah bisa tahu apa isi video-video tersebut.Dengan tangan gemetaran, aku mengetikkan beberapa kata di layar ponselku.[Sebenarnya siapa kamu?]Namun, orang di ujung telepon itu tidak mengirimkan pesan balasan.Aku melihat video-video itu dengan cepat.Benar saja, sesuai dugaanku, hal yang kulakukan dengan kakak tiriku sudah direkam orang dan diekspos di mading curhat.Namun, yang anehnya adalah hanya ada aku yang terlihat di video-video itu, sedangkan wajah dua orang pria lainnya tidak terlihat jelas.Kini aku benar-benar sudah menjadi orang terkenal di kampusku.Tepat pada saat aku sedang memeriksa video-video itu, dari waktu ke waktu ada dua orang teman sekelasku yang datang menunjukku sambil mengkritikku."Eh, coba kamu lihat, bukankah dia adalah wanita dalam video?""Cepat! Ayo cepa

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 8

    Sensasi melanggar hal terlarang ini benar-benar membuat orang melayang.Kalaupun itu adalah siksaan kasar yang kudapatkan dari kakak tiriku, sepertinya aku juga tidak bisa terlepas darinya lagi.Aku ingin hanyut dalam momen seperti ini dengannya selamanya.Namun hari ini, aku harus kembali ke kampus dan kuliah seperti biasa.Pelatihan militer sudah berakhir. Dengan wajah berseri, aku muncul di kelas. Teman-teman sekelas saling melempar pandangan, lalu mengalihkan pandangan mereka ke arahku.Sorot mata memperhatikan yang aneh tertuju padaku, membuatku merasa sangat tidak nyaman.Aku melihat ke arah tempat duduk yang kosong di kelas, ingin mencari sebuah tempat duduk di dekat jendela secara acak dan duduk. Namun, saat aku berjalan ke arah tempat duduk kosong itu, teman sekelas wanita yang duduk di samping itu tiba-tiba saja meletakkan tasnya di atas kursi dengan kasar."Maaf, di sini sudah ada orang."Mendengar ucapan ini. Aku hanya menganggapnya sebagai sebuah kebetulan. Setelah menguca

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 7

    Aku tunggu kamu pulang.Ya. Bisa-bisanya aku mulai menantikan kakak tiriku terus memberikan kenikmatan seperti itu padaku.Tak lama kemudian, aku menerima pesan balasan dari kakak tiriku.[Dasar penggoda.]Hanya dua kata singkat itu saja terasa seperti telah menyentuh titik paling sensitifku. Aku menelan air liurku. Dengan tubuh yang sudah lemas akibat terangsang, aku meletakkan ponselku.Ini adalah pertama kalinya aku merasakan kebahagiaan sebagai wanita penggoda.Kalau berhubungan intim dengan pria senikmat itu, aku bersedia terus melakukannya.Aku membereskan semuanya di rumah seorang diri. Dengan mengambil pisau cukur, aku mencukur semua bulu di alat vitalku. Kemudian, aku mandi, bahkan menyemprotkan parfum ke tubuhku, lalu menunggu orang yang kunantikan pulang.Namun, tidak tahu sudah berapa lama berlalu, bahkan langit sudah gelap.Di dalam ruangan yang gelap gulita, aku membuka mataku perlahan.Aku tertidur!Pasti karena malam sebelumnya terlalu kelelahan.Aku beranjak duduk, lal

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 6

    Malam ini, aku sudah lupa sebenarnya diriku sudah mengalami berapa ronde siksaan.Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku tertidur.Saat aku bangun, sudah siang keesokan harinya, tidak ada seorang pun di rumah.Sambil memijat-mijat pinggangku yang terasa pegal dan sakit, dengan memaksakan diri menopang tubuhku yang sudah nyaris remuk itu, aku beranjak duduk perlahan-lahan.Di atas ranjang yang besar dan lembut itu, bekas kemerahan, gigitan dan memar di tubuh telanjangku, menunjukkan dengan jelas betapa gila dan kasarnya pria itu di ranjang pada malam sebelumnya. Aku menarik napas dalam-dalam, lalu menyalakan ponselku.Saat itu juga, aku melihat pesan dari kakakku.[Aku sudah membantumu minta izin dari kampus, istirahatlah dengan baik, makanan sudah disiapkan di dapur.]Setelah mengirimkan pesan belasan singkat "oke", aku pun berjalan ke kamar mandi untuk mandi.Di pantulan cermin, aku melihat wajahku berseri. Tidak tidur sepanjang malam, bukan hanya tidak ada lingkaran hitam di mataku, so

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 5

    Sentuhan pria itu membuatku gemetaran. Sambil berpegangan pada mesin cuci, aku merasakan sensasi kenikmatan yang membuatku melayang.Air sabun mengalir dari atas menuju ke bawah tubuhku, membawakan sensasi rasa geli.Aku sudah tidak bisa membedakan yang di wajahku itu adalah air mata, atau air dari pancuran lagi. Tubuh kecilku ini bergetar dengan sangat kencang.Aku meronta, mengulurkan tanganku untuk mendorong.Suara-suara desahan kecil berpadu dengan suara air mengalir, menggema di dalam kamar mandi.Suara desahan seperti itu sangatlah menyulut gairah di lingkungan tertutup seperti ini."Kak Evan, ja ... jangan, aku nggak sanggup lagi. Aku nggak mau kamu bantu aku lagi ... sakit sekali ...."Bukankah sangat aneh? Jelas-jelas terasa sakit, tetapi malah bisa membuatku merasakan kenikmatan yang tiada taranya, membuatku merasa candu.Api gairah dalam hatiku itu seakan-akan mulai padam sedikit demi sedikit.Namun, saat api gairah tersebut sudah sepenuhnya lenyap, yang kurasakan seperti a

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 4

    Di dalam kamar mandi, uap air menyelimuti seluruh ruangan.Dalam kondisi telanjang, aku berdiri di depan cermin. Air terpancar mengenai sekujur tubuhku, membuatku merasa geli.Mengingat kembali sentuhan kakak tiriku, kehangatan tangan pria itu membuatku terbuai. Sambil menggigit bibirku, aku bersandar di dinding yang dingin sekaligus basah itu, seakan-akan dengan cara seperti inilah aku baru bisa menenangkan gejolak hatiku.Secara naluriah, aku mengarahkan tanganku ke bagian bawah tubuhku. Melihat pantulan diriku sendiri di cermin, kulit putih, paras cantik dan kaki jenjang itu membuatku tersipu.Terutama dua buah gundukan indah itu, seakan-akan membentuk pusaran-pusaran air yang mengalir dengan cepat dari puncaknya.Sambil mengusap-usap diriku sendiri, aku mendesah pelan.Aku ingin sekali kakak tiriku menyentuhku lagi, membantuku merasakan kenikmatan itu lagi.Selain itu, setiap kali mengingat hal yang mungkin akan terjadi nanti malam, aku menjadi kesulitan mengendalikan gairah yang b

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 3

    Mendengar ucapanku, tubuh kakak tiriku jelas menegang, bahkan napasnya juga mulai tidak teratur.Perutku menempel padanya, rasa tidak berdaya itu kembali menyelimutiku. Rasanya seperti ada api yang bergairah sedang menelan kemampuanku untuk berpikir jernih.Aku meliukkan pinggangku. Jelas-jelas kaka

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 1

    "Pelan ... pelan sedikit. Ini terlalu berlebihan. Aku nggak sanggup menahannya lagi ...."Tangan kakak tiriku itu diselimuti dengan sabun mandi yang licin. Dia mengusap-usap dadaku dengan gerakan tidak teratur, membuatnya menjadi berbagai macam bentuk."Chika, Kakak sedang membantu memberimu pengoba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status