แชร์

Bab 3

ผู้เขียน: Dixie
Mendengar ucapanku, tubuh kakak tiriku jelas menegang, bahkan napasnya juga mulai tidak teratur.

Perutku menempel padanya, rasa tidak berdaya itu kembali menyelimutiku. Rasanya seperti ada api yang bergairah sedang menelan kemampuanku untuk berpikir jernih.

Aku meliukkan pinggangku. Jelas-jelas kakak tiriku belum melakukan apa pun, tetapi seperti sudah menyulut gairah dalam diriku.

Pria dewasa jauh lebih menarik daripada para pria di kampus.

Apalagi seorang pria jantan yang biasanya suka berolahraga seperti kakak tiriku ini.

Saat aku hanyut dalam pemikiranku sendiri, aku sama sekali tidak memperhatikan sorot mata anehnya.

Dia menggendongku, berjalan ke arah alat olahraganya, lalu membaringkanku di sana dengan baik.

"Lakukan beberapa kali baring duduk dulu, kamu sudah terlalu lama nggak olahraga."

Gaun piamaku tersingkap, mengekspos pahaku.

Seiring dengan pergerakanku, pakaianku terus terangkat naik, dua gundukan di dadaku terlihat sangat jelas.

"Cepat lakukan!"

Napasku mulai tidak teratur, wajahku juga mulai memerah. Piamaku mulai kusut, tubuhku melemas seperti sama sekali tidak bertenaga.

Sorot mata bergairah kakak tiriku itu tertuju pada dua gundukanku yang terus bergoyang dari waktu ke waktu, seolah-olah dia akan mengulurkan tangannya untuk meremas kapan saja.

Sorot mata bergairah itu terasa seperti terus membakar kulitku, sama seperti teman-teman sekelas pria di kampus yang berniat buruk padaku.

Hanya sesaat saja, kepalaku seperti berdengung, sekujur tubuhku terasa lemas.

Aku sama sekali tidak bertenaga lagi. Dengan bulir-bulir air mata menggenangi kedua mataku, aku berkata, "Kak Evan, aku merasa sangat nggak nyaman. Rasa nggak berdaya itu kembali menyelimutiku.”

Kakak tiriku itu menarik napas dalam-dalam, lalu mengulurkan tangannya untuk menarikku berdiri.

Kemudian, dia berdiri di belakangku, tangan besar hangatnya memijat-mijat leherku, bahuku, bahkan tulang selangkaku dengan lembut.

"Apa kamu sudah merasa lebih rileks?"

Napas hangatnya terasa di daun telingaku. Aku ingin menghindar, tetapi dia menahanku di tempat. Dengan wajah memerah dan mata setengah terpejam, aku menggelengkan kepalaku dan berkata dengan suara seperti suara bisikan angin, "Nggak, aku masih merasa sangat nggak nyaman."

Sebelum aku selesai berbicara, tangan kakak tiriku itu sudah menjamah bagian depan tubuhku, menggenggam gundukan manis yang sedang bergoyang naik turun karena napasku yang makin tidak teratur.

Sontak saja itu membuatku berteriak kaget. Aku merasa seperti ada aliran listrik yang menyengat sekujur tubuhku. Sensasi itu sudah membuat kepalaku nyaris seperti akan meledak.

Sambil menggigit bibirku, sekujur tubuhku gemetaran, suara desahan itu kutahan di tenggorokanku.

Sepertinya kakak tiriku itu juga sudah menyadarinya, kekuatan yang dikerahkan pada tangannya makin besar. "Chika, dengarkan Kakak. Mendesah saja. Kalau kamu mendesah, Kakak baru bisa tahu kamu merasa nyaman atau nggak."

Mendengar ucapannya, aku membuka mataku, jantungku berpacu dengan cepat.

Ini adalah pertama kalinya aku kontak fisik seintim ini dengan lawan jenis, apalagi orang itu adalah kakak tiriku sendiri.

Ini benar-benar memalukan.

Namun, pergerakan tangannya membuatku merasa sangat nyaman. Aku menempel pada dadanya, mencoba untuk mengatur napasku.

Napas berat kakak tiriku itu seperti terngiang-ngiang di telingaku, menyulut gairahku, membuatku mulai kehilangan akal sehatku.

Aku tidak bisa menahan diri lagi, dan mulai mengeluarkan suara desahan seksi yang membuat orang menggila.

Dia tersentak, lalu mengulurkan tangannya ke celana dalamku yang sudah basah sedari tadi. Dia menjilat daun telingaku, sensasi beriak melintasi seluruh tubuhku.

"Kak Evan, sekarang aku masih merasa sangat nggak nyaman. Bagaimana ini?"

Dia menjilat bibirnya, membuka lapisan penghalang terakhir, lalu berbisik di telingaku, "Kalau begitu, nanti malam ... nanti malam Kakak akan memberimu pengobatan lagi, ya? Kamu itu terlalu sensitif. Kalau nggak diberi pengobatan, bisa jatuh sakit."

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 9

    Ponselku terus bergetar, napasku kian tidak teratur, sekujur tubuhku gemetaran.Pesan yang tak terhitung jumlahnya melintasi layar ponselku secepat kilat. Bahkan hanya dengan melihat sekilas saja, aku sudah bisa tahu apa isi video-video tersebut.Dengan tangan gemetaran, aku mengetikkan beberapa kata di layar ponselku.[Sebenarnya siapa kamu?]Namun, orang di ujung telepon itu tidak mengirimkan pesan balasan.Aku melihat video-video itu dengan cepat.Benar saja, sesuai dugaanku, hal yang kulakukan dengan kakak tiriku sudah direkam orang dan diekspos di mading curhat.Namun, yang anehnya adalah hanya ada aku yang terlihat di video-video itu, sedangkan wajah dua orang pria lainnya tidak terlihat jelas.Kini aku benar-benar sudah menjadi orang terkenal di kampusku.Tepat pada saat aku sedang memeriksa video-video itu, dari waktu ke waktu ada dua orang teman sekelasku yang datang menunjukku sambil mengkritikku."Eh, coba kamu lihat, bukankah dia adalah wanita dalam video?""Cepat! Ayo cepa

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 8

    Sensasi melanggar hal terlarang ini benar-benar membuat orang melayang.Kalaupun itu adalah siksaan kasar yang kudapatkan dari kakak tiriku, sepertinya aku juga tidak bisa terlepas darinya lagi.Aku ingin hanyut dalam momen seperti ini dengannya selamanya.Namun hari ini, aku harus kembali ke kampus dan kuliah seperti biasa.Pelatihan militer sudah berakhir. Dengan wajah berseri, aku muncul di kelas. Teman-teman sekelas saling melempar pandangan, lalu mengalihkan pandangan mereka ke arahku.Sorot mata memperhatikan yang aneh tertuju padaku, membuatku merasa sangat tidak nyaman.Aku melihat ke arah tempat duduk yang kosong di kelas, ingin mencari sebuah tempat duduk di dekat jendela secara acak dan duduk. Namun, saat aku berjalan ke arah tempat duduk kosong itu, teman sekelas wanita yang duduk di samping itu tiba-tiba saja meletakkan tasnya di atas kursi dengan kasar."Maaf, di sini sudah ada orang."Mendengar ucapan ini. Aku hanya menganggapnya sebagai sebuah kebetulan. Setelah menguca

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 7

    Aku tunggu kamu pulang.Ya. Bisa-bisanya aku mulai menantikan kakak tiriku terus memberikan kenikmatan seperti itu padaku.Tak lama kemudian, aku menerima pesan balasan dari kakak tiriku.[Dasar penggoda.]Hanya dua kata singkat itu saja terasa seperti telah menyentuh titik paling sensitifku. Aku menelan air liurku. Dengan tubuh yang sudah lemas akibat terangsang, aku meletakkan ponselku.Ini adalah pertama kalinya aku merasakan kebahagiaan sebagai wanita penggoda.Kalau berhubungan intim dengan pria senikmat itu, aku bersedia terus melakukannya.Aku membereskan semuanya di rumah seorang diri. Dengan mengambil pisau cukur, aku mencukur semua bulu di alat vitalku. Kemudian, aku mandi, bahkan menyemprotkan parfum ke tubuhku, lalu menunggu orang yang kunantikan pulang.Namun, tidak tahu sudah berapa lama berlalu, bahkan langit sudah gelap.Di dalam ruangan yang gelap gulita, aku membuka mataku perlahan.Aku tertidur!Pasti karena malam sebelumnya terlalu kelelahan.Aku beranjak duduk, lal

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 6

    Malam ini, aku sudah lupa sebenarnya diriku sudah mengalami berapa ronde siksaan.Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku tertidur.Saat aku bangun, sudah siang keesokan harinya, tidak ada seorang pun di rumah.Sambil memijat-mijat pinggangku yang terasa pegal dan sakit, dengan memaksakan diri menopang tubuhku yang sudah nyaris remuk itu, aku beranjak duduk perlahan-lahan.Di atas ranjang yang besar dan lembut itu, bekas kemerahan, gigitan dan memar di tubuh telanjangku, menunjukkan dengan jelas betapa gila dan kasarnya pria itu di ranjang pada malam sebelumnya. Aku menarik napas dalam-dalam, lalu menyalakan ponselku.Saat itu juga, aku melihat pesan dari kakakku.[Aku sudah membantumu minta izin dari kampus, istirahatlah dengan baik, makanan sudah disiapkan di dapur.]Setelah mengirimkan pesan belasan singkat "oke", aku pun berjalan ke kamar mandi untuk mandi.Di pantulan cermin, aku melihat wajahku berseri. Tidak tidur sepanjang malam, bukan hanya tidak ada lingkaran hitam di mataku, so

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 5

    Sentuhan pria itu membuatku gemetaran. Sambil berpegangan pada mesin cuci, aku merasakan sensasi kenikmatan yang membuatku melayang.Air sabun mengalir dari atas menuju ke bawah tubuhku, membawakan sensasi rasa geli.Aku sudah tidak bisa membedakan yang di wajahku itu adalah air mata, atau air dari pancuran lagi. Tubuh kecilku ini bergetar dengan sangat kencang.Aku meronta, mengulurkan tanganku untuk mendorong.Suara-suara desahan kecil berpadu dengan suara air mengalir, menggema di dalam kamar mandi.Suara desahan seperti itu sangatlah menyulut gairah di lingkungan tertutup seperti ini."Kak Evan, ja ... jangan, aku nggak sanggup lagi. Aku nggak mau kamu bantu aku lagi ... sakit sekali ...."Bukankah sangat aneh? Jelas-jelas terasa sakit, tetapi malah bisa membuatku merasakan kenikmatan yang tiada taranya, membuatku merasa candu.Api gairah dalam hatiku itu seakan-akan mulai padam sedikit demi sedikit.Namun, saat api gairah tersebut sudah sepenuhnya lenyap, yang kurasakan seperti a

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 4

    Di dalam kamar mandi, uap air menyelimuti seluruh ruangan.Dalam kondisi telanjang, aku berdiri di depan cermin. Air terpancar mengenai sekujur tubuhku, membuatku merasa geli.Mengingat kembali sentuhan kakak tiriku, kehangatan tangan pria itu membuatku terbuai. Sambil menggigit bibirku, aku bersandar di dinding yang dingin sekaligus basah itu, seakan-akan dengan cara seperti inilah aku baru bisa menenangkan gejolak hatiku.Secara naluriah, aku mengarahkan tanganku ke bagian bawah tubuhku. Melihat pantulan diriku sendiri di cermin, kulit putih, paras cantik dan kaki jenjang itu membuatku tersipu.Terutama dua buah gundukan indah itu, seakan-akan membentuk pusaran-pusaran air yang mengalir dengan cepat dari puncaknya.Sambil mengusap-usap diriku sendiri, aku mendesah pelan.Aku ingin sekali kakak tiriku menyentuhku lagi, membantuku merasakan kenikmatan itu lagi.Selain itu, setiap kali mengingat hal yang mungkin akan terjadi nanti malam, aku menjadi kesulitan mengendalikan gairah yang b

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 2

    Namaku Jesika Luwanto, aku baru masuk kuliah.Karena wajahku yang luar biasa cantik, dan postur tubuhku yang luar biasa bagus, saat baru mulai kuliah saja aku sudah menjadi Primadona Kampus.Hingga saat pelatihan militer, seiring dengan mendengar perintah dari pelatih, aku berlari-lari kecil di lapa

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 1

    "Pelan ... pelan sedikit. Ini terlalu berlebihan. Aku nggak sanggup menahannya lagi ...."Tangan kakak tiriku itu diselimuti dengan sabun mandi yang licin. Dia mengusap-usap dadaku dengan gerakan tidak teratur, membuatnya menjadi berbagai macam bentuk."Chika, Kakak sedang membantu memberimu pengoba

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status