Short
Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

بواسطة:  Liamمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
6فصول
2وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Di dalam terowongan, aku terdesak arus manusia hingga ke sudut bus, tubuhku menempel erat pada seorang pria asing yang tampan. Tubuhnya panas membara. Jari-jarinya yang kasar dengan sedikit kapalan perlahan menyusuri kulitku yang terbuka. Aku menggigit bibir menahan napas gemetar. Seiring guncangan busnya, tubuhku terus-menerus terhantam ke dalam pelukannya. Di dekat telingaku terdengar suara kekehan pria itu yang perlahan menjadi serak. Tidak lama kemudian, aku merasakan jarinya sedikit demi sedikit mulai menyusup ke bagian tubuhku yang paling tersembunyi. Ada sesuatu yang sudah menekan area sensitifku dari balik pakaian, mengikuti irama guncangan bus dan terus-menerus menghantam di sana ….

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Namaku Sellen. Aku sudah setahun menikah, tetapi suamiku, Vino, adalah tipe manusia yang sibuk pergi ke berbagai penjuru dunia demi proyek kerjanya.

Manisnya masa pengantin baru bahkan belum sempat benar-benar kunikmati, diriku sudah harus menjalani hidup seperti janda yang ditinggal suaminya.

Sahabatku, Bella, sudah berkali-kali menasihatiku, “Sellen, kamu tidak bisa terus memanjakan Vino seperti ini. Kehidupan suami istri yang tidak harmonis cepat atau lambat pasti bermasalah. Lihatlah dirimu, baru berusia 25 tahun tetapi sudah seperti perempuan kesepian yang mengurung diri di kamar.”

Aku hanya bisa tersenyum pahit.

Bukannya Vino tidak mencintaiku. Dia hanya terlalu sibuk. Setiap kali pulang dinas, dia sudah lelah setengah mati dan langsung tertidur begitu menyentuh kasur. Kalaupun ada sedikit kemesraan, semuanya selalu terburu-buru, seolah hanya menyelesaikan kewajiban.

Api dalam tubuhku sudah dia nyalakan, tetapi tidak pernah benar-benar dipadamkan.

Lama-kelamaan, api itu berubah menjadi kegelisahan panas yang tidak punya tempat untuk diluapkan dan berkecamuk liar di dalam tubuhku.

Hari ini ulang tahun ibuku, jadi aku harus pulang ke rumah orang tuaku.

Sebelum berangkat, aku berdiri sangat lama di depan lemari pakaian. Seperti kerasukan sesuatu, aku mengambil gaun satin bertali yang baru kubeli.

Warna hijau tuanya membuat kulitku tampak semakin putih. Roknya pendek, nyaris hanya menutupi garis bokong dan memperlihatkan kedua kakiku tanpa malu-malu.

Yang lebih gawat lagi, demi mencocokkan dengan gaun ini, aku memakai thong.

Di cermin, tulang selangkaku tampak indah, lekuk dadaku samar terlihat, pinggangku ramping, dan pinggulku terangkat sempurna.

Bahkan aku sendiri berdebar saat melihatnya.

“Berdandan seperti ini, apa kamu tidak takut dimangsa orang di jalan?” gumamku pada bayangan di cermin. Namun di dalam hatiku ada sedikit rasa puas yang tersembunyi, seperti bentuk balas dendam kecil.

Vino selalu berkata aku terlalu konservatif. Kalau begitu, akan kutunjukkan seberapa “terbuka” diriku sebenarnya.

Walaupun dia sedang berada di belahan bumi lain dan jelas tidak akan melihatnya.

Di perjalanan menuju terminal, aku menikmati tatapan kagum orang-orang di sekitarku. Perasaan diperhatikan seperti itu sedikit mengisi kekosongan di hatiku.

Tetapi begitu naik bus, aku langsung menyesal.

Ini adalah akhir pekan. Busnya penuh sesak, bahkan hampir tidak ada tempat berpijak. Sambil membawa koper, aku terdorong ke sana-sini oleh kerumunan sebelum akhirnya berhasil menemukan sedikit ruang di tengah lorong untuk berdiri.

Udara bercampur bau keringat, mie instan, dan parfum murahan membuatku mual.

Pakaianku hari ini, di situasi seperti ini, benar-benar seperti sasaran empuk.

Aku refleks merapatkan kedua kaki dan menyilangkan tangan di depan dada, berusaha mengurangi keberadaanku.

Bus mulai berjalan dan tiba-tiba berguncang keras.

Aku kehilangan keseimbangan dan berseru pelan saat tubuhku terjatuh ke belakang tanpa kendali.

Namun aku tidak terjatuh seperti yang kubayangkan.

Sebuah tangan besar yang kuat menopang pinggangku dengan stabil lalu menarikku kembali.

Telapak tangan itu lebar dan hangat. Bahkan melalui kain satin tipis, panasnya terasa seperti hendak membakar kulitku.

“Hati-hati.” Suara pria yang rendah dan dalam terdengar dari atas kepalaku.

Aku segera berdiri tegak lalu menoleh ke belakang untuk mengucapkan terima kasih.

Di belakangku berdiri seorang pria, kira-kira berusia 35 atau 36 tahun. Ia mengenakan kemeja putih yang disetrika rapi, lengan bajunya digulung dengan sangat teratur, memperlihatkan pergelangan tangan yang kuat dan sebuah jam tangan mahal.

Tubuhnya sangat tinggi. Walaupun sudah mengenakan sepatu hak tinggi, kepalaku hanya sampai di bawah dagunya.

Wajahnya mungkin tidak bisa disebut sangat tampan, tetapi keseluruhan penampilannya memancarkan pesona pria dewasa yang sulit dijelaskan. Terutama sepasang matanya yang dalam, seperti kolam sunyi yang menyimpan banyak cerita.

“Terima kasih,” kataku pelan dengan wajah memerah.

Dia hanya mengangguk tipis. Tatapannya menyapu wajahku sekilas sebelum menarik kembali tangannya, seolah sentuhan tadi hanyalah kecelakaan kecil yang tak berarti.

Namun bagian pinggangku yang sempat disentuhnya terasa seperti dialiri listrik, mati rasa sekaligus geli.

Aku segera membalikkan badan lagi dan jantungku berdetak kacau.

Penumpang di dalam bus semakin banyak. Dalam dorong-dorongan itu, jarak di antara kami terus terhimpit hingga nyaris lenyap.

Pada akhirnya, punggungku hampir sepenuhnya menempel pada dadanya.

Aku bisa merasakan dengan jelas otot hangat dan kokoh di balik kemejanya. Meski terhalang dua lapis kain, aroma khas pria dewasa bercampur samar bau tembakau dan aftershave bernuansa kayu itu tetap menyeruak kasar ke rongga hidungku.

Seluruh tubuhku langsung menegang.

Kami terlalu dekat.

Begitu dekat hingga aku bisa merasakan detak jantungnya yang stabil dan kuat, juga naik turun dadanya setiap kali bernapas.

Yang lebih mematikan, seiring dengan guncangan kendaraan, aku merasa bokongku berkali-kali menyentuh sesuatu yang keras dan panas.

Dari bentuk dan kerasnya, itu jelas bukan ponsel ataupun dompet.

Wajahku langsung memanas seolah terbakar.

Selama 25 tahun hidupku, selain dengan Vino, aku belum pernah sedekat ini dengan pria lain.

Rasa malu langsung menelanku seperti ombak besar. Aku berusaha keras mencoba bergeser sedikit ke depan, walaupun hanya 1 cm.

Tetapi orang-orang di depan berhimpitan seperti tembok. Aku sama sekali tidak punya ruang untuk melarikan diri.

Aku hanya bisa berdiri kaku, tubuhku menegang seperti busur yang ditarik penuh, mencoba melawan sensasi memusingkan itu.

Aku terus meyakinkan diri sendiri bahwa dia pasti tidak sengaja. Bus ini terlalu penuh. Semua ini hanyalah kecelakaan.

Ya … hanya kecelakaan.

Tetapi kenapa dia tidak mundur sedikit?

Jika dia memiringkan tubuh sedikit saja, pasti ada ruang di antara kami.

Namun dia tidak melakukannya.

Dia tetap berdiri kokoh di belakangku seperti pohon besar yang berakar kuat, menggunakan tubuh lebarnya untuk sepenuhnya menyelimuti diriku dalam aroma dan panas tubuhnya.

Aku merasa seperti ikan yang terjebak dalam jaring tak terlihat. Semakin berusaha melepaskan diri, semakin erat aku terlilit.

Keramaian di sekitarku perlahan terasa menjauh. Di duniaku saat itu, yang tersisa hanya tubuh panas di belakangku … dan alat keras di balikku, tepatnya di depan bokongku yang semakin sulit untuk diabaikan.

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
6 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status