แชร์

Bab 4

ผู้เขียน: Dixie
Di dalam kamar mandi, uap air menyelimuti seluruh ruangan.

Dalam kondisi telanjang, aku berdiri di depan cermin. Air terpancar mengenai sekujur tubuhku, membuatku merasa geli.

Mengingat kembali sentuhan kakak tiriku, kehangatan tangan pria itu membuatku terbuai. Sambil menggigit bibirku, aku bersandar di dinding yang dingin sekaligus basah itu, seakan-akan dengan cara seperti inilah aku baru bisa menenangkan gejolak hatiku.

Secara naluriah, aku mengarahkan tanganku ke bagian bawah tubuhku. Melihat pantulan diriku sendiri di cermin, kulit putih, paras cantik dan kaki jenjang itu membuatku tersipu.

Terutama dua buah gundukan indah itu, seakan-akan membentuk pusaran-pusaran air yang mengalir dengan cepat dari puncaknya.

Sambil mengusap-usap diriku sendiri, aku mendesah pelan.

Aku ingin sekali kakak tiriku menyentuhku lagi, membantuku merasakan kenikmatan itu lagi.

Selain itu, setiap kali mengingat hal yang mungkin akan terjadi nanti malam, aku menjadi kesulitan mengendalikan gairah yang bergejolak dalam hatiku. Aku pun menyentuh celana dalamku yang sudah lama basah itu.

Tepat pada saat sensasi kenikmatan itu akan menyelimuti seluruh tubuhku, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka.

Hatiku mencelus, aku buru-buru menutupi tubuhku sendiri sambil berteriak, "Jangan masuk! Aku lagi mandi!"

Kakak tiriku muncul di depan pintu, tatapannya tertuju pada tubuhku. Seolah-olah sudah terpaku pada tubuhku, dia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya.

Aku menutupi diriku sendiri, hanya bisa menutupi bagian-bagian yang agak sensitif.

Sambil mengangkat alisnya, kakak tiriku menatapku dan berkata, "Bukankah sudah kubilang aku akan memberimu pengobatan? Saat mandilah yang paling efektif."

Saat itu juga, wajahku dan telingaku langsung memerah. Aku buru-buru berbalik.

Sementara itu, kakak tiriku berjalan menghampiriku dengan tenang, lalu berkata, "Chika, ada apa? Apa kamu nggak butuh pengobatan dariku lagi?"

Sambil menutupi wajahku, aku mengalihkan pandanganku ke arahnya melalui celah-celah jari-jariku.

Dengan cepat, kakak tiriku melepaskan pakaiannya, bahkan celana dalam pun dilemparnya ke bawah kaki.

Di dalam kamar mandi yang diliputi uap panas ini, pakaian berserakan di lantai.

Postur tubuh sempurna seorang pria terpampang nyata di hadapanku. Tanpa kusadari, aku menelan air liurku, berbagai adegan vulgar pun berkecamuk di dalam benakku, tubuhku juga ikut terasa seperti terbakar.

"Nggak ... nggak apa-apa."

"Chika, rileks saja, Kakak akan membantumu merasakan kenikmatan."

Dia mengulurkan tangannya dan menyentuh wajahku, ujung jarinya yang kasar bergesekan dengan daun telingaku.

Kemudian, dia menarik lenganku dengan kasar, lalu menekanku di atas mesin cuci yang tak jauh dari sana.

Dua gundukanku menempel pada mesin cuci, hawa dingin merangsang tubuhku, membuatku gemetaran. Aku ingin meronta, tetapi tertahan di sana dengan kuat.

Tangan kakak tiriku itu menelusuri tubuhku dengan liar, memberikan sensasi tekanan yang ringan ataupun kuat di bagian-bagian bawah tubuhku yang sensitif.

"Ini terlalu berlebihan, pelan sedikit, aku nggak akan sanggup menahannya, Kak Evan."

Mendengar ucapanku, kakak tiriku langsung memukuli bokongku yang bulat sempurna itu dengan kuat.

Aku mengatupkan bibirku dengan rapat, mendesah kesakitan.

"Kamu jahat sekali, jangan ...."

Tangan kakak tiriku menekan bagian belakang pinggangku, menekanku ke bawah dengan kuat, sedangkan bokongku mengarah tepat di antara kedua kakinya.

Aku tidak bisa menahan diri dan gemetaran. "Kak Evan ... aku takut ...."

Ini adalah pertama kalinya aku buka-bukaan seperti ini dengan lawan jenis, apalagi postur tubuh kakak tiriku ini adalah yang paling bagus di antara para pria.

Ditambah lagi dengan hubungan antara kami berdua, aku merasa gugup sekaligus terangsang.

Kakak tiriku membungkuk, mencium paha putih dan mulusku yang masih terus gemetaran itu.

Dia seperti sedang memainkan sebuah mainan langka, terus-menerus menyentuh titik-titik sensitif tubuhku yang bisa membuatku melayang.

Aku tidak bisa menahan diri lagi. Makin lama, suara desahan yang keluar dari mulutku makin besar. Selain itu, tanpa kusadari aku juga meliukkan pinggangku, seolah-olah memohon untuk diberi sensasi yang lebih menyenangkan lagi.

"Kak Evan, aku merasa sangat nggak nyaman. Kumohon, cepat bantu aku, beri aku kenikmatan, ya? Aku sudah nggak bisa tahan lagi."

Kakak tiriku tertawa rendah, lalu memutar arah.

Dia mencubit wajahku, memaksaku untuk membuka mulut, lalu menekan bagian belakang kepalaku.

Wajahku memerah dan diliputi rasa panas.

Kakak tiriku berjalan ke arah belakangku, mengangkat bokongku yang putih dan mulus itu, lalu mengarah tepat ke titik sensitifku yang paling lembut itu ....

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 9

    Ponselku terus bergetar, napasku kian tidak teratur, sekujur tubuhku gemetaran.Pesan yang tak terhitung jumlahnya melintasi layar ponselku secepat kilat. Bahkan hanya dengan melihat sekilas saja, aku sudah bisa tahu apa isi video-video tersebut.Dengan tangan gemetaran, aku mengetikkan beberapa kata di layar ponselku.[Sebenarnya siapa kamu?]Namun, orang di ujung telepon itu tidak mengirimkan pesan balasan.Aku melihat video-video itu dengan cepat.Benar saja, sesuai dugaanku, hal yang kulakukan dengan kakak tiriku sudah direkam orang dan diekspos di mading curhat.Namun, yang anehnya adalah hanya ada aku yang terlihat di video-video itu, sedangkan wajah dua orang pria lainnya tidak terlihat jelas.Kini aku benar-benar sudah menjadi orang terkenal di kampusku.Tepat pada saat aku sedang memeriksa video-video itu, dari waktu ke waktu ada dua orang teman sekelasku yang datang menunjukku sambil mengkritikku."Eh, coba kamu lihat, bukankah dia adalah wanita dalam video?""Cepat! Ayo cepa

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 8

    Sensasi melanggar hal terlarang ini benar-benar membuat orang melayang.Kalaupun itu adalah siksaan kasar yang kudapatkan dari kakak tiriku, sepertinya aku juga tidak bisa terlepas darinya lagi.Aku ingin hanyut dalam momen seperti ini dengannya selamanya.Namun hari ini, aku harus kembali ke kampus dan kuliah seperti biasa.Pelatihan militer sudah berakhir. Dengan wajah berseri, aku muncul di kelas. Teman-teman sekelas saling melempar pandangan, lalu mengalihkan pandangan mereka ke arahku.Sorot mata memperhatikan yang aneh tertuju padaku, membuatku merasa sangat tidak nyaman.Aku melihat ke arah tempat duduk yang kosong di kelas, ingin mencari sebuah tempat duduk di dekat jendela secara acak dan duduk. Namun, saat aku berjalan ke arah tempat duduk kosong itu, teman sekelas wanita yang duduk di samping itu tiba-tiba saja meletakkan tasnya di atas kursi dengan kasar."Maaf, di sini sudah ada orang."Mendengar ucapan ini. Aku hanya menganggapnya sebagai sebuah kebetulan. Setelah menguca

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 7

    Aku tunggu kamu pulang.Ya. Bisa-bisanya aku mulai menantikan kakak tiriku terus memberikan kenikmatan seperti itu padaku.Tak lama kemudian, aku menerima pesan balasan dari kakak tiriku.[Dasar penggoda.]Hanya dua kata singkat itu saja terasa seperti telah menyentuh titik paling sensitifku. Aku menelan air liurku. Dengan tubuh yang sudah lemas akibat terangsang, aku meletakkan ponselku.Ini adalah pertama kalinya aku merasakan kebahagiaan sebagai wanita penggoda.Kalau berhubungan intim dengan pria senikmat itu, aku bersedia terus melakukannya.Aku membereskan semuanya di rumah seorang diri. Dengan mengambil pisau cukur, aku mencukur semua bulu di alat vitalku. Kemudian, aku mandi, bahkan menyemprotkan parfum ke tubuhku, lalu menunggu orang yang kunantikan pulang.Namun, tidak tahu sudah berapa lama berlalu, bahkan langit sudah gelap.Di dalam ruangan yang gelap gulita, aku membuka mataku perlahan.Aku tertidur!Pasti karena malam sebelumnya terlalu kelelahan.Aku beranjak duduk, lal

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 6

    Malam ini, aku sudah lupa sebenarnya diriku sudah mengalami berapa ronde siksaan.Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku tertidur.Saat aku bangun, sudah siang keesokan harinya, tidak ada seorang pun di rumah.Sambil memijat-mijat pinggangku yang terasa pegal dan sakit, dengan memaksakan diri menopang tubuhku yang sudah nyaris remuk itu, aku beranjak duduk perlahan-lahan.Di atas ranjang yang besar dan lembut itu, bekas kemerahan, gigitan dan memar di tubuh telanjangku, menunjukkan dengan jelas betapa gila dan kasarnya pria itu di ranjang pada malam sebelumnya. Aku menarik napas dalam-dalam, lalu menyalakan ponselku.Saat itu juga, aku melihat pesan dari kakakku.[Aku sudah membantumu minta izin dari kampus, istirahatlah dengan baik, makanan sudah disiapkan di dapur.]Setelah mengirimkan pesan belasan singkat "oke", aku pun berjalan ke kamar mandi untuk mandi.Di pantulan cermin, aku melihat wajahku berseri. Tidak tidur sepanjang malam, bukan hanya tidak ada lingkaran hitam di mataku, so

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 5

    Sentuhan pria itu membuatku gemetaran. Sambil berpegangan pada mesin cuci, aku merasakan sensasi kenikmatan yang membuatku melayang.Air sabun mengalir dari atas menuju ke bawah tubuhku, membawakan sensasi rasa geli.Aku sudah tidak bisa membedakan yang di wajahku itu adalah air mata, atau air dari pancuran lagi. Tubuh kecilku ini bergetar dengan sangat kencang.Aku meronta, mengulurkan tanganku untuk mendorong.Suara-suara desahan kecil berpadu dengan suara air mengalir, menggema di dalam kamar mandi.Suara desahan seperti itu sangatlah menyulut gairah di lingkungan tertutup seperti ini."Kak Evan, ja ... jangan, aku nggak sanggup lagi. Aku nggak mau kamu bantu aku lagi ... sakit sekali ...."Bukankah sangat aneh? Jelas-jelas terasa sakit, tetapi malah bisa membuatku merasakan kenikmatan yang tiada taranya, membuatku merasa candu.Api gairah dalam hatiku itu seakan-akan mulai padam sedikit demi sedikit.Namun, saat api gairah tersebut sudah sepenuhnya lenyap, yang kurasakan seperti a

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 4

    Di dalam kamar mandi, uap air menyelimuti seluruh ruangan.Dalam kondisi telanjang, aku berdiri di depan cermin. Air terpancar mengenai sekujur tubuhku, membuatku merasa geli.Mengingat kembali sentuhan kakak tiriku, kehangatan tangan pria itu membuatku terbuai. Sambil menggigit bibirku, aku bersandar di dinding yang dingin sekaligus basah itu, seakan-akan dengan cara seperti inilah aku baru bisa menenangkan gejolak hatiku.Secara naluriah, aku mengarahkan tanganku ke bagian bawah tubuhku. Melihat pantulan diriku sendiri di cermin, kulit putih, paras cantik dan kaki jenjang itu membuatku tersipu.Terutama dua buah gundukan indah itu, seakan-akan membentuk pusaran-pusaran air yang mengalir dengan cepat dari puncaknya.Sambil mengusap-usap diriku sendiri, aku mendesah pelan.Aku ingin sekali kakak tiriku menyentuhku lagi, membantuku merasakan kenikmatan itu lagi.Selain itu, setiap kali mengingat hal yang mungkin akan terjadi nanti malam, aku menjadi kesulitan mengendalikan gairah yang b

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 3

    Mendengar ucapanku, tubuh kakak tiriku jelas menegang, bahkan napasnya juga mulai tidak teratur.Perutku menempel padanya, rasa tidak berdaya itu kembali menyelimutiku. Rasanya seperti ada api yang bergairah sedang menelan kemampuanku untuk berpikir jernih.Aku meliukkan pinggangku. Jelas-jelas kaka

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 2

    Namaku Jesika Luwanto, aku baru masuk kuliah.Karena wajahku yang luar biasa cantik, dan postur tubuhku yang luar biasa bagus, saat baru mulai kuliah saja aku sudah menjadi Primadona Kampus.Hingga saat pelatihan militer, seiring dengan mendengar perintah dari pelatih, aku berlari-lari kecil di lapa

  • Pengobatan Menggairahkan Kakak Tiri   Bab 1

    "Pelan ... pelan sedikit. Ini terlalu berlebihan. Aku nggak sanggup menahannya lagi ...."Tangan kakak tiriku itu diselimuti dengan sabun mandi yang licin. Dia mengusap-usap dadaku dengan gerakan tidak teratur, membuatnya menjadi berbagai macam bentuk."Chika, Kakak sedang membantu memberimu pengoba

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status