Share

Bab 630

Author: Kael_99
Ghanief berkata dengan nada kesal. Walaupun baru sadar, ketika memarahi orang, wibawanya tetap membuat banyak orang refleks merasa takut.

Tadi Bizael memaki Gisela "jalang", juga mengatakan Gisela dan Bradford adalah "pasangan anjing". Ghanief tentu harus meminta penjelasan demi cucunya dan penyelamatnya.

"Ayah, ini ...." Bizael langsung memasang wajah serbasalah.

Tadi dia menginjak-injak harga diri Gisela, sekarang justru harus meminta maaf padanya. Ditambah lagi ada perbedaan generasi di antar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 634

    "Kakek ini bicara apa sih? Kakek pasti bisa panjang umur sampai ratusan tahun, nggak boleh bicara seperti itu!" Setelah mendengarnya, Gisela langsung mengerucutkan bibirnya."Pak Ghanief, kondisi tubuhmu sekarang pada dasarnya sudah nggak ada masalah besar. Hal lain aku nggak berani jamin, tapi hidup 20 atau 30 tahun lagi seharusnya bukan masalah." Bradford juga ikut menenangkan Ghanief."Jangan pikir macam-macam, maksudku bukan itu. Kali ini aku nggak mati, aku juga nggak akan melakukan hal bodoh lagi. Karena langit memilih membiarkanku yang tua ini tetap hidup, tentu aku harus bertarung dengan beberapa orang sampai tetes darah terakhir." Ghanief melambaikan tangan sambil menjelaskan.Saat berbicara, sorot matanya berkilat-kilat. Jelas, dia sudah mengambil keputusan yang bulat."Kakek, biar aku pulang dan bantu Kakek." Melihat rambut Ghanief yang sudah memutih seluruhnya, Gisela langsung mengutarakan isi hatinya."Nggak, kamu nggak boleh pulang ke rumah. Kamu cukup fokus pada urusanmu

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 633

    "Haha, bagus kalau sudah cerai!"Siapa sangka, setelah mendengar kata "cerai", mata Ghanief langsung berbinar-binar. Soal Bradford yang mengatakan sudah punya pacar pun seolah-olah langsung diabaikan oleh Ghanief.Walaupun Ghanief tidak menyangka Bradford sudah bercerai di usia semuda itu, hal ini justru sesuai keinginannya.Saat berbicara, pandangan Ghanief terus bolak-balik antara Bradford dan Gisela. Ekspresinya semakin lama semakin puas."Kakek, jangan asal ngomong!" Gisela akhirnya menyadari ada yang tidak beres."Kakek nggak bilang apa-apa kok. Hehe, anak muda memang gampang malu. Kakek paham, Kakek sangat paham!" jawab Ghanief sambil tersenyum menyipit.Saat ini, Ghanief jelas sudah tenggelam dalam khayalannya sendiri. Faktanya, dalam pandangan Ghanief, Bradford pasti punya niat terhadap Gisela.Bukan saudara, bukan kenalan lama, baru pertama kali bertemu sudah memberi keuntungan sebesar itu kepada Gisela. Kalau bukan ada maksud, itu baru aneh.Ghanief sangat percaya diri pada p

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 632

    Kalau diumumkan secara langsung, pelakunya pasti akan waspada, bahkan bisa menimbulkan masalah yang tidak perlu.Mendengar itu, Gisela tanpa sadar menutup mulutnya. Dia benar-benar tidak menyangka, Keluarga Massaid yang tampak tenang di permukaan, ternyata menyimpan kemelut rahasia yang begitu gelap.Berbeda dengan Gisela, setelah mendengar penjelasan Bradford, Ghanief menghela napas panjang. Saat ini, Ghanief bersandar pelan di kepala ranjang. Kedua matanya jelas tampak agak kosong.Walaupun tanpa air mata, Bradford dan Gisela yang duduk di sampingnya tetap bisa merasakan kesedihan yang memancar dari tubuh Ghanief."Kakek, apa ada sesuatu yang nggak Kakek ceritakan padaku?" Perubahan sikap Ghanief membuat Gisela tiba-tiba menyadari sesuatu.Sejak orang tuanya meninggal, Gisela menjadi jarang tinggal di rumah Keluarga Massaid karena dia sangat sibuk di Paviliun Mapel.Kejadian hari ini memaksanya menyadari satu hal. Keluarga Massaid sekarang hanya terlihat tenang di permukaan. Di balik

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 631

    Bizael tahu betul sifat ayahnya. Kalau dia hanya asal meminta maaf, Ghanief pasti akan menyuruhnya mengulang sampai benar-benar puas.Jadi, ketika Bizael meminta maaf kepada Gisela dan Bradford, meskipun tidak bisa disebut sepenuhnya tulus, setidaknya di permukaan masih terlihat cukup beritikad baik.Sama seperti Gisela, Bradford juga tidak menggubris Bizael. Paman Gisela ini sangat penuh perhitungan. Bradford tidak memiliki kesan baik sedikit pun terhadapnya.Terlebih lagi, mengenai sakit parah Ghanief kali ini, Bradford memiliki satu dugaan yang cukup mengerikan.Setelah Bizael selesai berbicara, Ghanief langsung melambaikan tangan, memberi isyarat agar dia pergi. Melihat itu, Bizael pun meninggalkan ruangan tanpa menoleh lagi."Bradford, semua ini salahku karena nggak mendidik anak dengan baik, sampai membuatmu dan Gisela dirugikan." Setelah Bizael pergi, Ghanief juga menyampaikan permintaan maafnya kepada Bradford.Mendengar itu, Bradford segera mengatakan tidak apa-apa. Ini adalah

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 630

    Ghanief berkata dengan nada kesal. Walaupun baru sadar, ketika memarahi orang, wibawanya tetap membuat banyak orang refleks merasa takut.Tadi Bizael memaki Gisela "jalang", juga mengatakan Gisela dan Bradford adalah "pasangan anjing". Ghanief tentu harus meminta penjelasan demi cucunya dan penyelamatnya."Ayah, ini ...." Bizael langsung memasang wajah serbasalah.Tadi dia menginjak-injak harga diri Gisela, sekarang justru harus meminta maaf padanya. Ditambah lagi ada perbedaan generasi di antara mereka, Bizael merasa tidak sanggup menurunkan harga dirinya."Nggak usah banyak bicara! Kamu mau minta maaf atau nggak?" Ghanief memotong dengan tidak sabar.Melihat wajah marah Ghanief, Bizael langsung ciut. Fondasi Keluarga Massaid dibangun sendiri oleh Ghanief. Selama Ghanief masih hidup, Bizael tidak bisa menentang kehendaknya.Bizael melirik sekeliling. Anggota Keluarga Massaid satu per satu mengalihkan pandangan."Gisela, maaf! Tadi Paman terlalu cemas, jadi bicara tanpa pikir panjang!

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 629

    Dalam perjalanan menuju rumah Keluarga Massaid tadi, Gisela benar-benar takut dirinya tidak akan pernah bisa bertemu kakeknya lagi.Ghanief yang sejak kecil menyaksikan Gisela tumbuh dewasa, seketika memahami isi hati cucunya."Gisela, jangan nangis, Kakek yang salah. Mulai sekarang, Kakek pasti nggak akan menakutimu lagi." Ghanief mengusap kepala Gisela, kali ini juga sudah tidak ada niat bercanda.Melihat adegan mengharukan ini, mata anggota Keluarga Massaid lainnya pun memerah.Di tengah kerumunan, Bizael melirik putranya, lalu di wajahnya muncul rasa tidak rela yang sulit dijelaskan.Setelah dihibur oleh Ghanief, Gisela perlahan berhenti menangis."Di mana penyelamatku? Kalian minggir sedikit, jangan menghalanginya!" Setelah menenangkan Gisela, Ghanief mulai mencari sosok Bradford.Ghanief tahu betul, dirinya hari ini bisa kembali dari ambang kematian sepenuhnya berkat Bradford.Setelah diingatkan oleh Ghanief, semua orang baru teringat pada pahlawan terbesar hari ini.Begitu orang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status