LOGINBeberapa hari berlalu, situasi di istana semakin kacau. Para delegasi dari kerajaan Olso datang mengajukan penolakan atas permintaan kekaisaran Utara yang menuntut ganti rugi tak masuk akal. Bagi mereka, Raja Rubellian hanya melakukan kesalahan kecil dengan menyelinap ke Grand Duchy. Alasan itu terasa masuk akal, mengingat hampir semua orang di kekaisaran Utara tahu bahwa Grand Duchess Griceliene Lorens memiliki hubungan persahabatan dengan sang raja. Namun, Kaisar Michael Lorens malah menjatuhkan denda yang sangat berat: Raja Rubellian ditahan di istana pengasingan sampai mampu membayar seratus pistol sihir dan uang satu miliar emas. Tindakan itu sungguh tak masuk akal. Kaisar Michael sendiri menyadari bahwa keputusannya terlalu berlebihan dan tergolong gegabah. Namun, karena Raja Rubellian mengaku sebagai selingkuhan Griceliene, hubungan Kaisar Michael dengan wanita itu menjadi semakin rumit, dan semua rencananya terancam gagal.Rokan menghela napas, merasakan frustrasi yang
Setelah keributan itu, rumor baru mulai bermunculan untuk membersihkan nama Grand Duke Lorens. Di dalam kamarnya, Griceliene membanting semua barang-barangnya yang ada di atas meja dengan marah. Dari balik pintu, Camille menyaksikan sisi baru yang ditunjukkan istrinya. Sebelum kehilangan ingatan, Griceliene adalah wanita bermartabat tinggi yang tak pernah memperlihatkan amarahnya. Setelah kehilangan ingatan, dia hanya menunjukkan sisi polos dan lembutnya. Camille belum pernah melihat kemarahan Griceliene meledak seperti ini. Namun, hal itu bukanya membuat Camille tambah membenci istrinya, tapi malah membuatnya semakin jatuh cinta. Awalnya, Camille tak percaya saat mendapat informasi dari kepala guild rahasia yang pernah ia selamatkan tentang gerak-gerik mencurigakan istrinya. Namun hari ini, akhirnya dia tahu bahwa selama ini istrinya hanya berpura-pura menyayanginya. Setelah kehilangan ingatan, Griceliene memang tak pernah memiliki perasaan apa pun padanya.Walaupun merasa se
Griceliene berdiri kaku, tubuhnya sulit digerakkan. Pandangannya liar para bangsawan membuatnya Dejavu dan merasa sangat tak nyaman dengan keadaan ini. Ia balas menatap ke arah balkon yang penuh dengan para bangsawan berpakaian megah. Bahkan sebagian dari mengintip dari balik tiang-tiang marmer, bisik-bisik dan tatapan penuh penilaian melingkupi udara. Di depan Griceliene, Grand Duke Camille berdiri tegap, wajahnya menahan senyum dingin yang menyembunyikan rencana liciknya. "Celine, dengan cara keji pun akan aku lakukan. Yang terpenting, aku nggak akan pernah melepaskan mu," gumam Camille dalam hatinya, tekadnya semakin kuat. Ia tahu, sebentar lagi ia akan berperang dengan kerajaan Altis meninggalkan Griceliene, berkat kekuatannya dan infomasi dari seorang kepala guild rahasia yang pernah di tolongnya. Camille bisa mengetahui pergerakan mencurigakan istrinya, dan rencana yang sebelumnya istrinya yang di susun bersama kaisar. "Kamu sepertinya salah paham, aku tidak seling
Griceliene menoleh, ia menatap wajah pria yang tak asing itu dengan ekspresi bingung. "Ayo, ikut denganku sekarang! Aku membawa perlengkapan sihir teleportasi tingkat tinggi," pinta pria itu. Griceliene menatap tubuh pria itu dari atas sampai bawah, dari penampilannya Griceliene menyimpulkan bahwa pria yang menemuinya itu bukanlah penampilan bangsawan biasa. "Si- siapa?" Tanya Griceliene tanpa sadar. Rubellian sedikit mendengar info dari mata-mata yang ia tempatkan di sekitar Griceliene, kalau sikap wanita itu berubah. "Ini aku Rubellian, apakah kamu benar-benar melupakanku?" Ekspresi kebingungan yang di tunjukkan oleh Griceliene, membuat Rubellian merasa gemas dan tanpa sadar ia mendekat lalu meletakkan telapak tangannya ke pipi Griceliene. Sontak Griceliene memundurkan tubuhnya, namun sebelum itu ia menampar pipi pria itu sangat keras. Sontak saja beberapa pengawal bayangan Rubellian keluar dari tempat persembunyian dan bersiap untuk menangkap Griceliene. Namun dengan
Camille merasa bingung. Saat ini, puluhan bangsawan yang menjadi faksi pendukungnya berkumpul di kediamannya."Kenapa mereka semua ada di sini?" ucap Camille dengan nada frustrasi. Sementara itu, Griceliene justru memasang senyum puas, tanpa ada sedikit pun tanda kecewa atau sedih di wajah cantiknya. Padahal, Camille sudah memiliki rencana, diam-diam ia berniat menyerahkan bayi yang dilahirkan Loria kepada keluarga lain untuk diadopsi. Bagaimanapun juga, Griceliene juga sedang mengandung anaknya sekarang. Selain anak dari wanita itu, Camille tak akan mengakui anak dari wanita lain—apalagi Loria, yang hamil dengan cara licik. Ia sadar, meski sudah menjelaskan kepada para bangsawan pendukungnya bahwa Loria melakukan hal tercela demi bisa hamil, para bangsawan itu pasti akan mencari celah kelemahannya untuk menjatuhkannya kembali.Mereka tetap tidak akan peduli fakta yang ada, yang penting Loria melahirkan darah dagingnya. "Maafkan aku istriku, kita belum sempat membahas tentang Lo
Beberapa hari berlalu, semua pejabat yang hadir dalam rapat pembahasan perang dengan Kerajaan Altis tampak bungkam. Semua itu karena Duke Tristan Vale, yang berhasil menundukkan Grand Duke Camille Lorens saat pria itu menolak untuk berperang. Tristan tak peduli menggunakan kekuatannya secara berlebihan, meski hal itu menimbulkan efek samping yang memotong umurnya. Camille sendiri terbaring di kamarnya selama beberapa hari, meminta para pelayan merahasiakan kondisinya dari sang istri. Selain tidak ingin membuat wanita itu khawatir, ia juga takut dirinya kehilangan kendali. Kekalahannya saat bertarung melawan Tristan membuatnya terpukul. Ia mulai mempercayai ucapan Tristan bahwa pria itu adalah dirinya di kehidupan sebelumnya. Namun, saat berduel secara teknik berpedang dan kekuatan swordmaster yang ditunjukkan Tristan bukan hanya mirip, tapi sama persis, bahkan lebih sempurna."Celine, kalau aku pergi berperang bersama Duke Tristan ... Dan membiarkanmu tetap di sini bersama deng
"Apa?" Kata Griceliene terkejut. Setelah mendapatkan segelintir fakta dari Tristan tentang suaminya, lalu Dirian yang menjadikan dirinya bahan transaksi untuk mendapatkan keuntungan. Griceliene merasa sulit untuk mempercayai orang, ternyata semua kebaikan orang yang mendekatinya dan terlihat sa
Kereta kuda berhentu perlahan di depan gerbang besar yang kini berdiri megah. Ekspresi Griceliene yang semula bersinar malu-malu berubah menjadi kerut kening penuh keraguan. Ia menatap tajam ke arah suaminya yang berdiri di sana dengan senyum hangat namun matanya menyimpan sesuatu yang tak teru
Griceliene menghembuskan napas kasar, tingkah suaminya semakin lama terlihat tidak normal, kalau begini terus. Ia bisa yakin, akhir hidupnya pasti akan sama dengan yang di katakan oleh Tristan. Kecemburuan dan rasa posesif yang tidak sehat. Bagaimana pun juga, ia tidak ingin hidupnya berakhir si
Dari awal, intuisinya mengatakan ada yang tidak beres, walaupun Griceliene tipe orang yang tidak mudah percaya dengan rumor yang keluar dari mulut orang tanpa melihatnya sendiri. Namun, waktu mendengar rumor buruk tentang suaminya, ia merasa itu bukanlah sebuah rumor belaka. Hatinya kadang berden







