Share

Bab 43

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-04-28 14:10:24

Di sisi lain, saat William tadi menerima telepon dari Laura ternyata di ruang kerjanya ada sang kakak yang sudah tiba di New York.

Ketegangan di dalam ruang kerja William menjadi semakin memanas. Di sana, Selena berdiri dengan wajah merah padam, sementara Paula hanya sebagai pendengar dan sekaligus menikmati pertengkaran antara kakak dan adik ini. Selena yang baru saja sampai dari perjalanannya ke New York dengan alasan ingin mengurus bisnisnya, secara tidak sengaja menangkap basah obrolan pan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Farkhani Farkhani
yahhh kasian amat nasibmu Laura,kapan sih terbongkarnya kebusukan paula
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 58

    William sengaja menambah durasi tugas luar kota untuk Paula menjadi lebih lama. Ia ingin memastikan wanita itu benar-benar tidak berada di sekitar sini saat dirinya menjemput hasil tes DNA yang krusial itu. Tanpa ia ketahui, Paula sudah menanam duri di balik punggungnya, namun saat ini fokus William hanya tertuju pada satu nama yang tak pernah benar-benar hilang dari hidupnya.Beberapa hari terakhir, detektif yang ia bayar diam-diam terus memberikan laporan perkembangan dari rumah sakit. Laporan itu menyebutkan bahwa tidak ada laki-laki mana pun yang datang menghampiri Laura. Detektif itu bahkan sudah memeriksa setiap sudut rekaman CCTV selama anak itu dirawat di sana. Hasilnya tetap nihil. Tidak ada siapa-siapa yang menemui Laura selain Paula dan para petugas medis yang berlalu-lalang menjalankan tugas. "Besok akan menjadi hari yang menentukan segalanya," gumam William pada dirinya sendiri seraya melangkah mondar-mandir di dalam ruang kerjanya yang luas dan mewah itu. Detak jantun

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 57

    Pintu ruang ICU terbuka membuat Laura dan Jessica mendongak untuk melihat siapa yang keluar. Brian ternyata yang keluar dan berjalan ke arah dua wanita yang sedang duduk di ruang tunggu. Bahkan untuk sekedar berdiri saja Laura tak sanggup. “Bagaimana keadaan putriku, dok?” tanya Laura lirih. Brian hanya melihat dari mimik mulutnya Laura saja karena suaranya benar-benar tidak terdengar.Brian menghela nafas panjang lalu memilih duduk di bangku yang berhadap-hadapan dengan Laura. “Dia masih bertahan. Dia anak yang kuat dan hebat. Kuharap esok pagi kondisinya menunjukkan kemajuan yang signifikan. Karena kalau tidak-” ucapan Brian terpotong.“Kalau tidak kenapa, dok?” desak Laura.“Terpaksa operasi kedua harus dilakukan dalam satu minggu ke depan.”Bahu Laura seketika melorot. Selain kondisi Aurora di dalam sana, hal yang sangat menakutkan yang harus ia dengar adalah tentang operasi kedua yang harus dipercepat. Di mana dirinya harus mendapatkan uang sebanyak itu? Brian yang menyadari

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 56

    Laura tak bisa lagi mengungkapkan rasa sakit yang ia rasakan sekarang. Selain ketakutan mengenai kondisi Aurora, dia juga takut kalau pihak rumah sakit diwajibkannya membayar dengan angka fantastis. Air matanya sampai kering di pipi saking lamanya dia menangis dan menatap pilu ke arah ruang ICU. Kenapa Aurora terlahir ke dunia kalau ujung-ujungnya harus menderita seperti ini? Kenapa tak sedikitpun Tuhan memberi celah untuk sang anak bisa bahagia dan terlepas dari rasa sakitnya? Rasanya Laura tak sanggup melewati semua ini sendirian.Pria yang harusnya ada di sampingnya justru memilih untuk membuangnya dan Aurora. Jessica menghampiri Laura dan duduk di samping Laura.“Bu,” panggil Jessica. Laura tak menoleh tapi air matanya mengalir deras membasahi wajahnya. Tubuhnya bergetar hebat membuat Jessica seketika memeluknya. Tangis Laura pecah dalam dekapan Jessica. “Kenapa nasibku dan nasib Aurora seperti ini? Aku ibu yang gagal. Bahkan aku tak bisa membuktikan pada William kalau Aurora a

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 55

    Sesuai rencana yang sudah ia susun bersama Selena, Paula mulai membuntuti mobil William sejak pria itu meninggalkan pelataran gedung kantor. Dengan menjaga jarak yang cukup jauh agar tidak memancing kecurigaan sopir baru William, ia terus menempel di belakang. Jantungnya berdegup kencang, antara rasa takut ketahuan dan rasa penasaran yang luar biasa mengganggu hari-harinya. Dari arah jalan yang dilewati oleh mobil William sepertinya pria itu tidak langsung pulang.Ternyata, mobil mewah itu berhenti tepat di depan restoran yang berada persis di seberang rumah sakit—tempat yang ia tahu menjadi lokasi Laura mencari nafkah. Hati Paula mendidih seketika. Rasa cemburu membakar hatinya melihat William sengaja meluangkan waktu di tempat itu. Ia yakin betul, William pasti datang untuk memantau keberadaan wanita sialan itu."Benar-benar keterlaluan. Mau apa lagi dia ke sini?" geram Paula sambil mencengkeram kemudi mobilnya.Namun, pengamatannya terhenti saat ia melihat seorang pria berpenampi

  • Penyesalan Suami Posesif   BAB 54

    Sudah tiga hari lamanya hubungan William dengan Paula mulai merenggang. Paula merasa atasannya itu sengaja menjaga jarak darinya. Tak ada lagi perintah apa pun yang ia terima selain yang berhubungan dengan urusan kantor. Biasanya, segala bentuk urusan William, baik itu pekerjaan maupun masalah pribadi, selalu melibatkan dirinya. Namun sekarang, keadaannya benar-benar berubah total.Paula melirik arloji di pergelangan tangannya. Biasanya jam segini William sudah memanggilnya dan memberikan instruksi yang seabrek. Namun akhir-akhir ini, dia benar-benar hanya mengerjakan tugas murni sebagai sekretaris. Itu pun tidak penuh, karena sebagian pekerjaan kadang dilimpahkan oleh William kepada staf lain dengan alasan agar lebih cepat beres.William berubah menjadi sosok yang dingin dan sangat irit bicara. Pria itu seolah menarik diri ke dalam tempurung yang tidak bisa ditembus oleh siapa pun, termasuk Paula yang selama ini merasa paling tahu segala seluk-beluk atasannya tersebut. Setiap kali

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 53

    “Loh, kok ada pak William malam-malam begini?” Jessica syok melihat William di ruang kerja calon suaminya.“Ada urusan sedikit,” jawab William.“Baik, Pak. Saya permisi dulu,” pamit Jessica, dia membatalkan niatnya untuk beristirahat sebentar di ruang kerja sang kekasih. Brian tidak akan memberitahu siapapun mengenai kedatangan William ke rumah sakit. Dia akan menyembunyikan soal mengambil sampel DNA Aurora.Sementara itu, Brian ada di ruangan bayi. Dia menatap bayi malang yang menangis tanpa henti. Sudah diberi ASI tapi tetap tak mau diam. Laura hanya bisa menangis saat Brian memeriksa bayinya. “Sayang, cup cup cup. Jangan nangis dong. Uncle dokter datang buat jagain kamu. Apanya yang sakit? Perutnya?” Brian menyentuh perut bayi itu, “apa giginya? Eh Uncle lupa Aurora gak punya gigi. Jangan nangis ya, kasihan Mama tuh. Tubuhnya tinggal tulang dan kulit aja, Aurora harus berjuang ya, nak,” ucap Brian. Seketika tangisan Aurora mereda. Pun dengan tangisan Laura.Lantas Brian menatap k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status