Share

Bab 53

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-05-02 21:24:30

“Loh, kok ada pak William malam-malam begini?” Jessica syok melihat William di ruang kerja calon suaminya.

“Ada urusan sedikit,” jawab William.

“Baik, Pak. Saya permisi dulu,” pamit Jessica, dia membatalkan niatnya untuk beristirahat sebentar di ruang kerja sang kekasih. Brian tidak akan memberitahu siapapun mengenai kedatangan William ke rumah sakit. Dia akan menyembunyikan soal mengambil sampel DNA Aurora.

Sementara itu, Brian ada di ruangan bayi. Dia menatap bayi malang yang menangis tanpa h
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Najwa Alhuda
semangattt berkarya Thor update bab terbaru nya yaaaaa ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Penyesalan Suami Posesif   Happy Ending

    Sekitar jam sebelas siang dua stroller bayi yang seharga dengan mobil sudah berjajar di ruang keluarga. William dan keluarganya sudah berpenampilan rapi siap menyambut kedatangan Selena dan calon suaminya. Sebetulnya Soraya sudah tahu siapa yang akan melamar anak angkatnya, hanya saja ia enggan memberitahu William karena kata Selena ia akan memberi kejutan buat adiknya itu. “Selamat siang semua,” suara nyempreng Selena mulai terdengar dan masuk ke dalam rumah. Disusul oleh Aldo. William mengerti heran karena asisten kesayangannya ini tiba-tiba datang ke rumah padahal dirinya tidak ada memberi tugas apapun di saat weekend. “Duduk, Al,” ucap William. “Terima kasih, Tuan.”Selena mulai menyapa keluarganya dan mencium pipinya termasuk kedua keponakannya. Tapi saat ia akan mencium William, pria itu selalu menolaknya katanya merasa geli dicium oleh Kakak angkatnya itu. Karena tak berhasil menghargai William, Selena pun akhirnya duduk di samping Aldo dan menggenggam tangan Aldo membuat ma

  • Penyesalan Suami Posesif   Seperti Bayi

    William dan Laura duduk berdampingan di meja makan yang luas tanpa sekat pembatas, langsung menghadap ke arah taman dalam rumah mereka yang megah. Keduanya begitu lahap menikmati hidangan roti tangkup isi daging dan telur dadar gulung buatan Soraya. Masakan sang mama memang selalu menjadi hidangan kesukaan mereka berdua sejak dulu. Seketika itu juga, seluruh sudut rumah terasa begitu hangat, seolah dialiri oleh getaran kasih sayang yang teramat melimpah. Canda tawa yang renyah terus saja terlontar dari mulut keduanya, susul-menyusul tanpa henti. Mereka saling melemparkan pujian satu sama lain dengan pandangan mata yang berkaca-kaca karena bahagia, persis seperti sepasang kekasih yang baru saja melangsungkan pernikahan dan tengah hanyut menikmati masa-masa indah kebersamaan berdua. Di sela-sela obrolan yang kian mendalam, mereka saling menautkan jemari, mengikat janji suci di dalam hati masing-masing untuk tidak akan pernah lagi mengulang lembaran kelam yang penuh kesalahan di masa

  • Penyesalan Suami Posesif   Suka ASI

    Laura terus mendesah saat sang suami melahap dadanya menghisap ASI milik si kembar. Untung saja ASInya melimpah sehingga sang anak masih punya banyak stok ASI sehingga iya tak perlu khawatir ketika sang suami terus menikmati ASI itu. Sejak kelahiran Aurora memang William sangat doyan sekali menghisap ASI istrinya. Demi apapun rasanya sangat nikmat membuat William ketagihan dan setiap kali melihat bayi-bayinya minum ASI dari sumbernya William seperti ingin berebut bareng 2 buah hatinya.“Sayaaaaaang, aku udah gak tahan,” desah Laura, saat tangan suaminya dengan liar masuk ke bagian intimnya. William langsung melepaskan semua pakaiannya dan segera melakukan penyatuan. Kegiatan panas itu benar-benar berlangsung sampai dua ronde. Dan tepat ronde kedua berakhir tangisan kedua bayinya mulai terdengar sangat merdu di telinga keduanya. William bangkit dari tubuh Laura dan berkata, “biar aku saja, sayang, yang ke kamar Baby Twin's. Kamu tidur aja,” William mengecup bibir sang istri, lalu mem

  • Penyesalan Suami Posesif   Minta Jatah

    Kebahagiaan yang dinantikan Laura dan William akhirnya benar-benar nyata, bahkan jauh lebih indah dari yang pernah mereka bayangkan. Rumah besar yang dulunya terasa sepi, sekarang mendadak penuh dengan suara tangis berisik yang justru terdengar seperti melodi paling merdu di telinga mereka. Kini usia si kembar sudah menginjak bulan kedua. Pipi mereka mulai berisi membuat Grandma dan Grandpa-nya memilih menetap di New York karena tak bisa berjauhan dengan si kembar.Menjadi orang tua baru buat Leonardo dan Leonora ternyata membawa corak baru yang luar biasa dalam hidup pasangan ini. Mereka seperti tidak ingin kehilangan satu detik pun untuk melewatkan tumbuh kembang sepasang malaikat kecil yang menggemaskan itu.Walaupun William sudah menyiapkan dua orang pengasuh bayi yang siap sedia setiap saat, Laura sama sekali tidak mau menjadi ibu yang tinggal terima beres. Menurut Laura, pelukan dan aroma tubuh ibu kandung adalah hal yang paling berharga untuk anak-anaknya. Laura tetap memandika

  • Penyesalan Suami Posesif   Merayu

    “Aku minta maaf sama kamu, benar-benar minta maaf atas kesalahanku,” ucap Paula lagi dengan suara yang tersendek-sendek di antara napasnya yang terasa berat.Laura mengusap lelehan air mata yang terus-menerus membasahi wajah sahabatnya itu. Padahal, di saat yang bersamaan, air matanya sendiri seolah menolak untuk berhenti mengalir, mengucur deras melintasi pipinya dan membasahi wajah cantiknya yang kini kelihatan begitu pias. Kesedihan yang teramat mendalam begitu jelas tergambar dari sepasang matanya yang sembap.Paula lantas menolehkan kepalanya, mengarahkan pandangan matanya ke ambang pintu. Di sana, William masih berdiri, seolah tidak akan membiarkan istrinya sendirian di sana. Pria itu hanya terus menatap lurus ke arah dua wanita yang kini memilih jalan untuk saling menghapus dendam dan memaafkan satu sama lain.“Pak William, tolong maafkan saya. Saya minta ampun sudah lancang masuk ke dalam rumah tangga Anda dan nyaris menghancurkannya. Saya benar-benar salah,” ujar wanita itu d

  • Penyesalan Suami Posesif   Tangisan Penyesalan

    “Sayang, aku mau minta izin buat ketemu sama Paula,” ucap Laura meminta izin pada sang suami.William mengurai pelukannya lantas bertanya, “Buat apa sih, sayang, ketemu sama dia lagi? Udah deh, anggap nggak kenal lagi sama dia.”William menatap lekat wajah istrinya, ada gurat kecemasan yang mendalam di matanya. Pria itu hanya takut istrinya kenapa-napa jika nekat untuk tetap bertemu dengan Paula—wanita yang nyaris menghancurkan kehidupan mereka, mengoyak kedamaian yang baru saja mereka bangun kembali, dan hampir merenggut segalanya dari hidup mereka. “Aku kan sahabatnya, sayang. Aku pengen ketemu aja sama dia, pengen ngobrol. Siapa tahu dia bisa bertobat,” ujar Laura dengan suara yang melembut, mencoba mengikis ketegangan yang mendadak menyeruak di antara mereka.Namun, William menggeleng. Amarah dan rasa trauma menguasai dirinya tentang Paula. “Tapi sayang, mungkin saja sekarang dia jauh lebih membenci kamu dari sebelumnya. Aku menjebloskannya ke penjara, sementara hubungan kita sud

  • Penyesalan Suami Posesif   Penyesalan Seumur Hidupku

    Kabar bahwa Laura melahirkan anak kembar langsung tersebar luas bagai angin dalam sekejap. Di New York, nama William punya daya pengaruh yang luar biasa besar, bahkan jauh melebihi pamor artis papan atas mana pun. Tak heran jika berita bahagia tentang lahirnya penerus keluarga Harrington ini langsu

  • Penyesalan Suami Posesif   Baby Twin's

    “Mama suruh masuk. Aku mau ditemani Mama juga,” lirih Laura menahan sakit perutnya. Air matanya terus menganak sungai membuat William makin panik. “Kalau ibu mau operasi sesar masih memungkinkan kok, Bu,” dokter memberi pilihan pada Laura.“Nggak, dok. Saya mau lahir normal,” jawab Laura. “Baik,”

  • Penyesalan Suami Posesif   Saling Memaafkan

    "William," pekiknya lagi, berusaha sekuat tenaga menguasai debaran jantungnya yang terasa mau copot. Kedua kakinya mendadak lemas bagai kehilangan tulang, namun dorongan rasa panik membuatnya tetap memaksa diri melangkah menuju kerumunan orang yang tengah mengerubungi bangkai mobil itu.Baru saja i

  • Penyesalan Suami Posesif   Kecelakaan Maut

    Malam semakin larut, namun sepasang mata Laura masih saja menatap kosong ke arah langit-langit kamar yang sunyi. Tubuhnya berulang kali berbalik ke kiri dan ke kanan di atas ranjang, mencoba mencari posisi nyaman yang tidak kunjung ia temukan. Rasa kantuk seperti enggan datang, sengaja membiarkan p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status