Partager

Penyesalan di Ujung Cinta
Penyesalan di Ujung Cinta
Auteur: Starry Sky

Bab 1

Auteur: Starry Sky
Saat itu aku sudah tidak sanggup lagi berdiri di sana dan terus menguping. Aku langsung berbalik pergi lalu pulang ke rumah ibuku untuk menginap semalam.

Malam itu, aku sama sekali tidak bisa tidur.

Aku tidak pernah menyangka, hanya dari sebuah makan malam keluarga, kebenaran yang begitu menyakitkan bisa terbongkar.

Keesokan paginya, dengan kepala yang masih pusing karena semalaman tidak tidur, aku bangun dan bersiap pulang untuk mengambil beberapa keperluan sebelum pergi menemani putriku di rumah sakit.

Namun, begitu masuk ke rumah, aku melihat Mikho juga baru bangun tidur. Dia hanya bertanya santai, "Rara mana? Nginap lagi di rumah neneknya dan nggak mau pulang?"

Melihat sikapnya yang begitu tenang, dadaku terasa sesak sampai sulit bernapas.

"Mikho, putri kita udah enam tahun. Apa kamu pernah benar-benar peduli sama dia?"

"Kamu ngelantur apa lagi sih? Semalam 'kan Juan jatuh didorong Rara sampai dahinya terbentur. Aku cuma nganter dia ke rumah sakit, memangnya salah?"

Mendengar itu, hatiku langsung tersentak dan segera membalas, "Padahal jelas-jelas Juan yang sengaja main petasan di balkon, bahkan dia ngelempar petasan itu ke dekat kaki Rara. Rara kaget dan ketakutan, makanya dia refleks dorong Juan yang terus narik-narik dia."

"Dan lagi, bukan cuma Juan yang terluka. Putri kamu sendiri juga terluka, kamu tahu nggak?"

Mikho mulai terlihat tidak sabar.

"Cuma lecet sedikit, 'kan? Tinggal diobatin dan istirahat beberapa hari juga sembuh. Jangan lebay deh."

"Mikho!"

Melihat ekspresinya yang penuh rasa kesal, hatiku makin terasa dingin dan putus asa.

"Jadi menurut kamu, semua ini salah putri kita?"

"Bukannya memang begitu? Juan itu anak laki-laki, wajar kalau lebih usil. Rara 'kan anak perempuan, masa nggak bisa ngalah sedikit?"

"Lagian namanya juga anak kecil, pasti ada aja jatuh atau terluka sedikit. Kalau Rara nggak ikut-ikutan mendekat, memangnya Juan bakal ngelempar petasan ke dia?"

Saat mendengar itu, akhirnya aku sadar kalau Mikho benar-benar mencintai Kirana. Sampai-sampai dia memperlakukan Juan seperti anak kandungnya sendiri.

Mungkin ini yang disebut mencintai seseorang sampai ikut menyayangi semua yang berkaitan dengan orang itu.

Aku tersenyum pahit, lalu menarik napas panjang untuk menenangkan diri sebelum berkata dengan nada datar, "Aku ngerti."

Mendengar jawabanku, Mikho sempat terdiam. Dia merasa ada yang aneh, karena biasanya aku pasti sudah marah besar dan ribut panjang.

Setelah berpikir sejenak, dia malah mengira sikap tenangku sekarang karena aku sudah lebih dewasa dan bisa mengerti keadaan.

"Apaan sih, jangan bilang kamu cemburu cuma gara-gara semalam aku ninggalin kalian demi ngantar Juan ke rumah sakit. Sampai sekarang masih dipermasalahin juga, kamu terlalu picik."

Selama sepuluh tahun penuh, dia tidak pernah mau jujur padaku. Kalau saja aku tidak mendengarnya sendiri secara tidak sengaja, entah sampai kapan dia masih akan terus membohongiku.

Seumur hidup?

"Kalau kamu maunya mikir begitu, aku juga nggak bisa apa-apa."

Selama ini, setiap kami bertengkar, Mikho selalu memakai kalimat itu untuk mengakhiri perdebatan. Sekarang melihat sikapnya yang tidak sabar, aku tiba-tiba merasa sangat lelah dan tidak ingin terus berdebat dengannya.

Jadi kali ini, aku juga memakai kalimat itu untuk membalasnya.

Ternyata kalau sudah tidak ada cinta, orang bisa dengan mudah mengucapkan kata-kata tidak bertanggung jawab seperti ini.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Penyesalan di Ujung Cinta   Bab 11

    "Dia yang duluan gangguin istriku, sampai-sampai istriku ngalamin tanda-tanda keguguran!""Dia yang lebih dulu berjanji mau nikahin aku!"….Melihat mereka saling menyerang dan membongkar begitu banyak kebenaran, hatiku terasa sangat dingin, sementara kedua tanganku tanpa sadar mengepal erat."Harap tenang!"Setelah hakim mengetukkan palu peringatan, akhirnya Kirana berhenti berdebat dengan Mikho.Setelah mempertimbangkan seluruh bukti dan pengakuan dari kedua pihak, hakim pun memberikan putusan akhir.Pada akhirnya, Mikho dinyatakan bersalah atas tindak penganiayaan dan perampokan rumah, lalu dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara.Karena gugatan perceraianku juga masih dalam proses persidangan, setelah putusan kasus ini keluar, gugatan ceraiku pun segera diproses.Tak lama kemudian, perceraian kami resmi dikabulkan.Sementara itu, Kirana sebagai rekan pelaku dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.Setelah keluar dari pengadilan dan melihat sinar matahari yang menyilaukan di luar, aku

  • Penyesalan di Ujung Cinta   Bab 10

    "Wanda, aku tahu aku salah. Tolong maafin aku, aku nggak mau masuk penjara."Melihat dirinya serapuh itu, ada kepuasan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Aku mati-matian menahan senyum di bibirku, lalu memasang wajah serba salah."Aku juga nggak mau kamu masuk penjara. Bagaimanapun juga kita masih punya Rara. Kalau ayahnya punya catatan kriminal, masa depan dia pasti ikut kena dampaknya.""Iya, iya … Rara nggak boleh punya ayah mantan narapidana. Wanda, tolong lepasin aku kali ini."Setelah mendengar perkataanku, mata Mikho yang tadinya suram mendadak kembali berbinar. Dia langsung berlutut dan maju beberapa langkah ke arahku dengan wajah penuh harap."Cuma … semua bukti sudah telanjur aku serahkan. Yonan juga pasti nggak akan bantu aku.""Wanda, aku benar-benar nggak bisa masuk penjara.""Aku tahu. Bagaimanapun juga kamu tetap ayahnya Rara, jadi aku juga berharap .… "Aku sengaja menggantung kalimatku. Begitu melihat sudut bibir Mikho mulai terangkat,dia langsung merasa paham ma

  • Penyesalan di Ujung Cinta   Bab 9

    Saat menggugat Kirana, aku sudah memperkirakan bahwa dia akan menggunakan Yonan untuk menekanku. Karena itu, sejak beberapa hari dirawat di rumah sakit, aku sengaja mengajak Yonan bertemu di sebuah kafe di seberang pengadilan.Benar saja, Yonan menolak pertemuan itu. Alasannya, sibuk bekerja dan tidak punya waktu karena sedang rapat.Saat aku mengira akan sulit mendapatkan sesuatu dari Yonan, tanpa diduga dia sendiri justru yang menyerahkan bukti itu kepadaku.Pria yang mengaku sedang rapat itu ternyata sedang berpelukan dengan seorang wanita cantik di sudut jalan tak jauh dari pengadilan. Sebelum berpisah, mereka bahkan sempat berciuman, dan Yonan secara refleks menepuk pantat wanita itu.Keduanya tampak begitu mesra sampai seolah tak menyadari orang-orang yang lalu-lalang di sekitar mereka.Aku langsung memotret adegan penuh keambiguan itu lalu mengirimkannya kepada Yonan. Begitu menerima fotonya, Yonan langsung mendongak dan mulai melihat ke sekeliling. Setelah tidak menemukan keber

  • Penyesalan di Ujung Cinta   Bab 8

    Setelah itu dia langsung berlutut di samping ranjangku dengan wajah penuh penyesalan. "Wanda, aku tahu aku salah. Kita jangan cerai ya, maafin aku kali ini."Bahkan sebelum aku sempat membuka mulut, ayahku lebih dulu memarahinya, "Mikho! Setelah cerai baru kamu nyesal, memangnya kamu nggak malu? Dulu waktu aku serahkan putriku sama kamu, gimana janjimu sama aku? Apa kamu udah nepatin?""Aku ingat, Yah, aku nggak lupa. Kasih aku satu kesempatan lagi, aku pasti akan jaga Wanda dengan baik dan nggak akan biarin dia terluka atau nangis lagi.""Pergi!"Ayahku sudah muak mendengar janji-janjinya. Dia langsung mencengkeram kerah baju Mikho dan hendak mengusirnya keluar, untungnya polisi segera menghentikannya.Saat itu kepalaku mulai terasa sakit karena keributan mereka, jadi aku pun angkat bicara, "Tunggu sebentar. Pak Polisi, aku akan panggil pengacaraku. Dia bisa buktiin kalau hubungan pernikahan kami memang udah hancur."Polisi pun setuju. Setelah itu aku langsung menelepon Pak Willy, dan

  • Penyesalan di Ujung Cinta   Bab 7

    Kebetulan hasil visum dari dokter juga baru saja keluar. Setelah pemeriksaan menyeluruh, luka yang kualami dinyatakan sebagai penganiayaan ringan.Itu berarti Mikho kemungkinan besar akan menghadapi hukuman penjara hingga 6 bulan.Akan tetapi, yang kuinginkan bukan hanya itu."Pak Polisi, aku ingin melaporkan Mikho dan Kirana atas percobaan pencurian harta bawaanku sebelum menikah. Waktu aku memergoki mereka, Mikho sengaja mendorongku hingga menyebabkan pendarahan hebat dan keguguran.""Wanda, kamu ngomong apa sih!"Mendengar perkataanku, Mikho langsung panik. Dia hendak menarik lenganku, tetapi ayahku segera menghalanginya."Pak, Pak Polisi, dia ngarang! Dia itu istriku, mana mungkin aku berniat celakain dia? Lagi pula luka itu juga bukan karena aku dorong. Aku cuma nyentuh dia sedikit, nggak mungkin sampai bikin luka separah itu."Mikho segera berusaha melepaskan diri dari tanggung jawab, tapi polisi tentu tidak mudah dibohongi."Tenang dulu. Kita masih perlu bukti untuk memastikan a

  • Penyesalan di Ujung Cinta   Bab 6

    Sambil berbicara, orang tuaku langsung mendorong Mikho ke hadapan dokter."Gimana sih kamu jadi suami! Udah bikin istrimu sampai ngalamin tanda-tanda keguguran, sekarang malah didorong lagi sampai jatuh dan pendarahan hebat sampai keguguran. Lalu kamu sama sekali nggak peduli? Apa hati nurani kamu udah hilang?!"Dokter itu langsung memarahi Mikho habis-habisan. Suara tegurannya bahkan menarik perhatian orang-orang di sekitar untuk menonton."Astaga, pria ini keterlaluan sekali. Bagaimana bisa tega mendorong istrinya yang sedang hamil?""Iya, tadi aku juga lihat. Dia malah gendong anak selingkuhannya sambil nemanin selingkuhannya ganti perban. Dari tadi tatapannya lembut banget. Ih, sekarang kalau dipikir-pikir, menjijikkan!""Dasar bajingan, cepat mati saja!"Semua orang bergantian memarahi Mikho sampai dia tak sanggup mengangkat wajahnya.Sementara itu, untuk menghindari agar dirinya tidak ikut terkena imbas, Kirana juga memeluk Juan dan bersembunyi di tengah kerumunan tanpa berani be

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status