Short
Saat Bintang Meredup, Mimpi Pun Pupus

Saat Bintang Meredup, Mimpi Pun Pupus

Oleh:  SilasTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
21Bab
5Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Setelah menyadari bahwa Rian Atmaja tidak akan pernah mencintainya, Clara Gumelar mengajukan perceraian dan pergi membawa putra mereka, Alvian Atmaja. Namun, pria yang selama ini bersikap dingin itu tiba-tiba mulai mati-matian mengejarnya untuk mendapatkan kembali hatinya. Rian tidak lagi bersikap acuh. Setiap hari, dia sengaja menghadang mobil Clara, memohon agar dimaafkan. Seluruh waktu istirahatnya dihabiskan untuk menemani putra mereka. Dia juga menyiapkan berbagai kejutan dan hadiah. Bahkan, demi melindungi ibu dan anak itu, dia rela menerima satu tikaman dari para penculik hingga nyawanya berada di ujung tanduk. Atas permohonan sang putra, hati Clara akhirnya luluh. Dia pun setuju untuk menikah kembali dengan Rian. Namun, dalam perjalanan pulang setelah resmi menikah kembali, Clara dan putranya mengalami kecelakaan mobil. Setelah lebih dari belasan jam menjalani operasi penyelamatan, Clara kehilangan satu ginjal, sementara Alvian kehilangan penglihatannya. Keesokan harinya, setelah kecelakaan itu, saat Clara menggandeng putranya melewati ruang kerja dokter, tanpa sengaja mereka mendengar sebuah rahasia yang menggemparkan.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Rencana kecelakaan yang diatur Tuan Rian benar-benar sempurna. Bahkan polisi pun nggak menemukan kejanggalan."

"Benar. Kudengar cinta sejati Tuan Rian dan putranya mengalami kecelakaan. Yang satu mengalami pecah ginjal sehingga harus menjalani transplantasi ginjal, sedangkan yang satunya lagi mengalami cedera mata dan membutuhkan donor kornea. Kebetulan, cuma Nona Clara dan putranya yang cocok. Karena itu, Tuan Rian sengaja meminta rujuk agar setelah menikah lagi, dia bisa menandatangani persetujuan operasi sebagai anggota keluarga, lalu mendonorkan ginjal Nona Clara dan kornea mata putranya. Dia benar-benar sangat mencintai cinta pertamanya."

"Nona Clara juga malang sekali. Sampai sekarang, dia dan putranya masih nggak tahu apa-apa. Mereka bahkan nggak tahu kalau Tuan Rian saat ini lagi menemani Nona Tamara di kamar 304."

Seluruh tubuh Clara terasa membeku. Dia hampir tidak mampu berdiri tegak.

Dia tidak berani percaya bahwa kecelakaan itu ... ternyata dirancang sendiri oleh Rian?

Jadi, dia meminta rujuk juga karena ada tujuan tertentu?

Dengan langkah sempoyongan, Clara berpegangan pada dinding sambil berjalan menuju kamar pasien yang disebutkan dokter tadi.

Pintu kamar itu hanya tertutup setengah. Dari dalam terdengar suara yang begitu dikenalnya.

"Rian, pergilah melihat Clara dan anak itu." Suara Tamara terdengar selembut air. "Bagaimanapun juga, dia istrimu, dan Alvian ... juga anak kandungmu."

"Nggak perlu." Suara Rian terdengar sedingin es. "Mereka sudah nggak ada gunanya lagi."

Napas Clara seketika tercekat.

"Sebagai bentuk kompensasi, aku bakal melindungi mereka seumur hidup." Rian berhenti sejenak. Saat kembali berbicara, suaranya justru terdengar lembut. "Tapi cuma sebatas itu. Tamara, kau tahu betul bahwa orang yang kucintai adalah kau."

Tamara mengembuskan napas pelan. "Tapi Alvian, bagaimanapun juga ...."

"Kalau mencintai seseorang, kita juga bakal menyayangi orang yang dia sayangi." Rian memotong ucapannya. Suaranya rendah, tetapi penuh ketegasan. "Anakmu tentu jauh lebih penting daripada mereka."

Clara menutup mulutnya erat-erat, sementara air mata terus mengalir tanpa suara.

Selama ini dia memang tahu Rian tidak pernah mencintainya.

Namun, dia benar-benar tidak menyangka. Bahkan terhadap putra kandungnya sendiri ... dia bisa setega itu.

Rian dan Tamara adalah teman masa kecil yang tumbuh bersama.

Rian adalah pria yang terpandang dan penuh wibawa, sedangkan Tamara lembut bagaikan air. Semua orang mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang diciptakan untuk satu sama lain.

Sementara Clara hanyalah asisten pribadi Rian.

Selama bertahun-tahun, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri betapa besar cinta Rian kepada Tamara. Wanita itu diperlakukan bak permata yang selalu berada di telapak tangannya.

Demi Tamara, Rian pernah menyalakan pesta kembang api selama tiga hari tiga malam di seluruh kota. Dia juga menamai seluruh merek di bawah grup perusahaannya dengan nama Tamara, menghabiskan uang dalam jumlah fantastis untuk memborong seluruh perhiasan di sebuah lelang hanya demi membuatnya tersenyum. Singkatnya, dia memanjakan Tamara sepenuh hati.

Sayangnya, hati Tamara telah menjadi milik orang lain. Dia menolak cinta Rian, lalu pergi ke luar negeri dan menikah dengan cinta pertamanya.

Sejak saat itu, Rian menghabiskan hari-harinya dalam mabuk. Hingga pada suatu malam, karena pengaruh alkohol, dia salah mengira Clara sebagai orang lain, dan tanpa disengaja mereka pun berhubungan badan.

Setelah malam itu, Clara hamil. Begitu Nyonya Atmaja mengetahui kabar tersebut, dia segera mengambil keputusan agar mereka berdua menikah.

Selama lima tahun menjalani pernikahan, Rian bahkan tidak pernah benar-benar memandang Clara.

Saat Alvian lahir, dia bahkan tidak masuk ke ruang bersalin.

Rian bahkan tidak mengizinkan Alvian memanggilnya ayah.

Namun, tepat setelah Clara putus asa dan mengajukan perceraian, Rian tiba-tiba berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda.

Dia mengejar Clara dengan begitu gigih. Bahkan demi menyelamatkannya, Rian hampir kehilangan nyawa dalam kebakaran.

Sambil memeluk Clara dan Alvian, untuk pertama kalinya dia berkata dengan lembut, "Aku mencintai kalian. Maukah kalian memaafkanku?"

Alvian begitu bahagia hingga semalaman tidak bisa tidur. Sambil memeluk leher Clara, dia berbisik pelan, "Ibu, ayah bilang dia mencintai kita. Kita maafkan ayah, ya?"

Hati Clara pun luluh.

Dia mengira Rian benar-benar telah berubah.

Ternyata ... semua itu hanyalah kebohongan.

Rian rujuk dengannya semata-mata demi kecelakaan itu.

Agar dia bisa secara sah mengambil ginjal Clara dan merenggut kedua mata putra mereka.

Tubuh Alvian di sampingnya juga bergetar hebat.

Anak itu ternyata ikut mendengarnya!

"Ibu ...." tanya Alvian dengan suara bergetar menahan tangis, "Mataku ... benar-benar diambil ayah?"

Pertanyaan itu bagaikan ribuan jarum yang menusuk jantung Clara.

Dia teringat kembali pada hari kecelakaan itu. Saat itu, Rian menggendong Alvian yang wajahnya berlumuran darah sambil berlari memasuki rumah sakit dengan teriakan penuh keputusasaan.

Dia juga teringat bagaimana Rian berlutut semalaman di depan ruang operasi, memohon agar dokter menyelamatkan mata putra mereka.

Ternyata ... semuanya hanyalah sandiwara!

Clara tidak sanggup menahannya lagi. Dia segera menggendong Alvian dan berlari pergi.

Dia menerobos masuk ke tangga darurat. Di ruang tangga yang remang-remang, air matanya mengalir deras tanpa henti.

"Alvian, dia bukan ayahmu lagi. Mulai sekarang, dia nggak bakal pernah menjadi ayahmu lagi."

"Ibu bakal membawamu pergi, pergi sejauh mungkin. Seperti film Superman yang paling kau sukai, kita bakal berganti identitas dan memulai hidup yang baru, agar Rian nggak pernah bisa menemukan kita lagi. Bagaimana?"

Alvian memeluk leher Clara erat-erat. Tubuh kecilnya masih gemetar. "Kalau ... kalau begitu, apa nanti Superman bakal punya mata baru?"

Air mata Clara jatuh membasahi rambut tipis putranya. "Tentu. Ibu berjanji, apa pun yang terjadi, Ibu pasti bakal membuatmu bisa melihat lagi."

Clara menatap ke luar jendela. Perlahan, sebuah rencana nekat mulai terbentuk di benaknya.

Karena Rian begitu mencintai Tamara.

Jadi, dia akan membuat Rian menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana dia dan putra mereka ....

Sama-sama “mati” di tangan wanita yang paling dicintainya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
21 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status