Share

Harga Sebuah Pilihan

Author: Von Hsu
last update publish date: 2025-12-18 09:00:00

POV Angela

Aku tidak menyangka akan tertangkap seperti ini. 

Tatapan Aaron tetap tertuju padaku. Tidak terkejut. Tidak juga marah. Justru itu yang membuat dadaku menegang. 

"Aaron..."

"Kau dengar telepon itu?" tanyaku. 

"Pembacaan naskah hari senin?" jawabnya datar, suaranya sedikit serak, tapi tetap tegas. 

Aku menghela napas pelan. "Aku tidak berniat menyembunyikannya."

"Tapi kau melakukannya," katanya. Sebuah batuk tipis

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Dia Menemukanku

    POV AngelaPertanyaan demi pertanyaan menghujaniku tanpa jeda. Aku menundukkan kepala dan terus berjalan.Tapi itu tidak membuat mereka mundur."Angela!""Satu komentar saja!"Seseorang berjalan mundur tepat di depanku sambil terus memotret.Akibatnya, jalanku terhalang. Aku terpaksa berhenti.Kilat kamera kembali meledak dari segala arah.Aku mencoba bergerak ke kiri.Mereka ikut bergeser.Aku mencoba ke kanan.Mereka melakukan hal yang sama.Rasanya seperti terjebak di tengah badai lampu kilat, teriakan, dan pertanyaan yang datang bertubi-tubi dari segala arah."Angela, jawab pertanyaannya!"Aku menggenggam koper itu semakin erat.Mobil yang kupesan masih terparkir di depan sana. Begitu dekat. Namun sekarang rasanya seperti berada bermil-mil jauhnya.Para paparazzi terus memojokkanku, membuatku nyaris tidak ada ruang untuk bergerak.Detak jantungku semakin c

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Yang Kutinggalkan

    POV AngelaBeberapa menit kemudian, aku menyadari Aaron tidak sedang membuat satu hidangan saja.Dia membuat beberapa.Karena penasaran, aku berdiri dan berjalan mendekatinya di dapur. Aku terpana melihat pemandangan di depanku.Di atas kitchen island sudah tersaji beberapa potong roti sourdough panggang, grilled chicken dan roasted potatoes.Sementara itu, sepanci sup ayam hangat sedang mendidih di atas kompor.Aku memandang semuanya dengan tak percaya selama beberapa saat. Bahkan cara dia menata makanannya terlihat sangat profesional."Jadi kau bisa memasak."Dia tidak menjawab.Pandanganku beralih ke freezer besar di sampingku."Aku ingat pernah melihat banyak wadah makanan berlabel di freezermu. Ada nama makanan dan tanggalnya. Itu masakanmu?""Bukan," jawabnya singkat."Jadi, siapa yang menyiapkannya?""Seorang koki.""Aku

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Tak Ada yang Namanya Privasi

    POV AngelaAku melihat Aaron langsung berbalik ke arahku.Aku masih berusaha berpura-pura seolah tidak ada yang salah sementara gelombang mual menghantamku lagi sampai aku tidak bisa menahannya.Satu tanganku langsung bertumpu pada dinding bata sementara tangan satunya menutupi mulutku.“Ugh..."Aku membungkuk dan akhirnya muntah.Napasku menjadi tidak beraturan saat aku berusaha menenangkan diri.Beberapa detik kemudian, Aaron sudah berdiri tepat di depanku.“Ada apa denganmu?”Aku cepat-cepat menyeka mulutku lalu memaksa diri berdiri tegak.“Tidak apa-apa.”Ekspresinya tetap dingin. Dia hanya menatapku selama beberapa detik.Lalu perkataannya kali ini menghantamku.“Kita ke rumah sakit.”Mataku langsung membelalak.“Apa?”“Tidak.” Aku cepat-cepat menggeleng. “Tidak perlu.”

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Hanya Teman

    POV AaronSaat aku kembali ke rumah malam harinya, aku melepaskan dasiku sambil masuk ke dalam rumah. Aku menghempaskan tubuhku ke sofa. Tubuhku sudah lelah setelah hari yang panjang tetapi pikiranku terus terbayang Angela.Aku berjalan lebih jauh ke dalam rumah untuk menemukannya tetapi dia tidak ada di mana-mana.Aku langsung mengeluarkan ponselku.Panggilan itu langsung tersambung setelah dering kedua."Di mana dia?""Di sebuah private members club di West Hollywood.""Dengan siapa?""Sendirian.""Kirim alamatnya," kataku sebelum mengambil kunci mobil dari meja."Ya, Tuan."***Kurang dari tiga puluh menit kemudian, aku berjalan memasuki private club itu dan berhenti di depan salah satu ruangan.Begitu aku masuk, kedua wanita itu langsung menoleh ke arahku.Angela membeku sementara ekspresi Lyla langsung berubah seketika.Tatapan

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Sepuluh Juta untuk Pergi

    POV AngelaNama Lyla langsung muncul di layar ponselku.“Halo?""Ayo kita ketemu."“Sekarang?”“Ya."Aku memejamkan mata sebentar.“Lyla, paparazzi ada di mana-mana sekarang.”“Aku tahu.” Nada suaranya langsung berubah tajam. “Itu kenapa aku sudah memilih tempat yang privat."“Aku akan mengirimkan alamatnya,” lanjutnya cepat. “Gunakan pintu belakang. Tidak akan ada yang melihatmu.Sebelum aku sempat menjawab, teleponnya langsung terputus.***Malam itu, sekitar empat puluh menit kemudian, mobil yang kutumpangi berhenti di belakang sebuah private members club di West Hollywood.Tempat itu cukup terkenal di kalangan selebriti karena paparazzi tidak bisa sembarangan masuk.Aku langsung mengenakan hoodie dan topi sebelum turun dari mobil.Seorang staff segera membawaku masuk lewat pintu belakang tanpa banya

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Untuk Pertama Kalinya, Aku Ingin Hidup Normal

    POV Angela“Aku lelah, Beth.”Beth langsung terdiam.“Aku benar-benar lelah.”Ruangan kembali sunyi beberapa detik.Lalu Beth berjalan mendekat dan duduk di sampingku.“Dengar.” Nada suaranya jauh lebih lembut sekarang. “Kalau kau ingin break, fine. Kalau kau ingin menjauh dari Hollywood untuk sementara, aku akan mendukungmu.”“Tapi jangan membuat keputusan besar saat hidupmu sedang berantakan seperti sekarang.” Beth menatapku lurus. “Karena begitu semuanya tenang nanti… mungkin kau akan menyesal meninggalkan hal yang sebenarnya masih kau cintai.”Aku hanya diam.Beth memperhatikanku beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas pelan."Dan jujur saja... aku rasa kau tidak cuma mencoba lari dari Hollywood sekarang.""Kau juga mencoba lari dari Aaron, kan?""Aku tahu kau tidak ingin melibatkannya," lanjutnya. "Tapi k

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Aku Belum Selesai Denganmu (POV Aaron)

    POV AaronAku tidak bergerak saat dia pergi. Seharusnya itu tidak berarti apa-apa. Tapi sialnya, pikiranku terus kembali ke ekspresi wajahnya tadi, cara matanya berubah saat melihat Lyla di kamarku.Rahangku mengeras. Bukan rasa bersalah. Bukan penyesalan. Aku tahu persis aku tidak

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Malam Aku Memanggil Namanya (POV Ian)

    POV IanAku mengangkat pandanganku padanya.Ibuku berdiri di depanku dengan postur tenang, sepenuhnya terkendali.“Jangan sampai kau mengacaukan semuanya lagi.”Aku menghela napas pelan. “Tidak akan.”"Bagus."Dia menatapku beberap

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Tidak Ada Awal Baru (POV Aaron)

    POV Aaron“Terima kasih,” katanya.“Karena menyelamatkanku dari Ian tadi.”Aku tidak langsung menjawab.Kami hanya saling menatap beberapa detik. Lalu tangannya perlahan terangkat. Biasanya aku akan menepisnya. Aku tidak suka disentuh apalagi ol

  • Perangkap Dendam Tuan Miliarder   Pria di Bar

    POV AngelaBeth menatap mobil itu lagi.“Oke,” lanjutnya. “Jadi kau menang lotre… atau diam-diam jadi miliarder dan lupa memberi tahu aku?”Aku terkekeh pelan. “Ya. Persis begitu."“Aku serius.” Dia menyilangkan ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status