Share

62. Rumor

Author: Mastuti Rheny
last update publish date: 2023-04-10 07:07:41

Gamal langsung pergi tanpa menjawab pertanyaanku.

Akhir-akhir sikap Gamal menjadi penuh misterius, bukan hanya menjadi sangat posesif dan pencemburu.

Sepeninggalan Gamal, aku hanya mampu membisu dengan menarik nafas panjang sembari memandang pada kartu hitam dengan limit tak terbatas yang kini ada di tanganku.

“Apa aku sekarang beneran sudah menjadi orang kaya?”

Aku bertanya sendiri.

Tapi kemudian ingatanku langsung teringat pada bunda. Sejak dulu aku selalu ingin untuk membahagiakan wanita yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Nim Ranah
klu itu Sherly maka Mala harus membatalkan pertunangan ny, sekalian batalkan pernikahan,
goodnovel comment avatar
Nim Ranah
Sherly ya, kok bisa sih
goodnovel comment avatar
Yanie Abdullah
ceritanya jangn berbalit belit dong , justru bikin ilfil yang baca .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Perawan Rasa Janda   124. Istri Yang Bahagia

    Sungguh aku tak menduga kalau Sherly akan mengambil jalan pintas yang jelas begitu bodoh.Ketika mendengar berita kematiannya karena bunuh diri, aku benar-benar tak habis pikir.Jadi ini rencana yang sempat dia isyaratkan beberapa waktu lalu, ketika kami berbicara setelah pernikahan ayah dengan bunda.Sherly lebih memilih mati dengan masih mempertahankan kecantikan yang selalu ia banggakan."Sherly, bangun ... !"Lola terus meraung di samping jenazah putri kesayangan, alih-alih mengaji demi menentramkan jiwa anaknya yang sudah berpindah alam.Bunda yang berada di sampingku, hanya melirik sekilas pada mantan madunya. Beliau lebih memilih untuk kembali meneruskan membaca surat Yasin.Aku juga tetap khusyu dengan bacaanku, mengabaikan tangisan Lola yang sudah terasa sangat mengganggu.Sampai akhirnya Sisca mendekat untuk menenangkan. Ketika Lola masih saja menjerit histeris, pada akhirnya Sisca memaksa mamanya untuk beranjak pergi."Ma, ayo ke atas saja, Mama bisa sepuasnya menangis di s

  • Perawan Rasa Janda   123. Proyek Penting

    “Kenapa, Mas?” Aku bertanya dengan penuh rasa penasaran. “Aku tak mau kamu tertulari penyakit kotor yang diderita wanita itu saat ini.” Aku terkesiap dengan wajah terperangah ketika mendengar apa yang dikatakan Gamal. “Maksud kamu apa Mas?” Gamal menatapku lurus. “Kemarin sebelum Tony berangkat ke Eropa untuk berobat, dia mengaku padaku kalau beberapa hari sebelum sakit dia sudah tidur dengan Sherly. Jadi aku menyarankan pada mantan saudara tiri kamu ini untuk melakukan pemeriksaan.” Gamal lalu menegaskan tatapannya pada Sherly yang sedang mendengus kesal padaku. “Perlu kamu tahu kalau sebenarnya Tony terinfeksi HIV, dan dia sekarang harus mendapatkan perawatan insentif di Jerman.” Sekarang malah Sherly yang tampak sangat terkejut dengan kedua matanya membeliak tajam ke arah Gamal.

  • Perawan Rasa Janda   122. Bantuan Gamal Untuk Sherly

    Aku dan Gamal benar-benar tak lagi bisa menghindari permintaan Umi Risa. Pada akhirnya kami mengantar beliau ke rumah sakit menemui Tony yang sekarang tampak semakin melemah bila dibanding saat kami terakhir kali melihatnya beberapa hari lalu.Umi Risa terus saja menjatuhkan air matanya, menjadi sangat tega melihat keadaan putra pertamanya yang sangat kesakitan.Ketika melihat kedatangan Umi Risa bersama kami berdua, Tony yang kian tirus itu tampak sangat kaget bahkan hanya bisa terperangah untuk beberapa saat dengan tatapan yang agak menegas ke arah Gamal sebagai isyarat ketidaksetujuannya atas keputusan Gamal untuk membawa Umi Risa ke rumah sakit.“Aku sudah tidak bisa menutupinya terlalu lama dari Umi,” ucap Gamal seakan menjawab pertanyaan yang terlontar dari tatapan Tony yang tajam.Tony menjawabnya dengan sebuah tarikan nafas panjang sembari ia menggerakkan kepalanya ke samping sepe

  • Perawan Rasa Janda   121. Kecemasan Umi Risa

    “Lalu dia kenapa sampai menangis seperti itu?”Aku tak bisa lagi menahan rasa penasaranku.“Kenapa kamu tak tanyakan saja sama dia?”Aku mendesah jengah melihat sikap suamiku yang masih saja sarkas dan sinis pada kakaknya yang bahkan sekarang masih saja menangis dengan sangat sedih.Aku langsung menegaskan tatapanku pada Gamal yang kemudian malah menanggapiku dengan kedikan di kedua bahunya.Tanpa menunggu lama aku langsung mendekati Tony, berusaha menenangkan pria itu sebisanya.“Jangan menakutkan apapun, percayalah Tuhan itu Maha Pengasih. Aku yakin kalau kamu bertobat dengan sungguh-sungguh Allah pasti akan mengampuni kamu.”Setelah itu aku mulai mengambil sekotak tisu dari atas nakas dekat ranjang dan menariknya beberapa lembar untuk aku ulurkan pada Tony yang sekarang sudah menatap ke

  • Perawan Rasa Janda   120. Permintaan Tony

    “Siapa sih Mas yang sakit?”Aku semakin tak sabar dan terus penasaran.Tapi kemudian Gamal malah menarik nafasnya sangat dalam.“Kamu bilang kemarin aku harus memperbaiki hubunganku dengan kakakku.”Aku sedikit mengernyitkan dahi.“Jadi Mas Tony sekarang yang sedang sakit? Dia sakit apa?” Aku segera mengunggah tebakanku.Gamal malah melirik tajam ke samping ke arahku yang juga sedang melekatkan tatapanku padanya.“Udah aku bilang jangan panggil dia Mas ... “Aku mendesah jengah. Dalam keadaan seperti ini Gamal masih saja posesif dan di depanku malah seringkali bersikap terlalu manja seperti anak kecil.“Iya, iya maksud aku Tony, dia sakit apa?” tanyaku lagi.“Penyakit yang aku yakin pasti akan membuatnya insyaf

  • Perawan Rasa Janda   119. Semakin Possesif

    Semua orang bersungguh-sungguh saling tarik menarik tali tambang, benar-benar berusaha untuk menjadi pemenang.Aku bersama timku yang tampak sangat antusias berusaha untuk memenangkan perlombaan.Sementara pihak Ela juga tak mau mengalah.Semua gigih berjuang hingga akhirnya aku bersama timku berhasil mengalahkan tim Ela.Tapi meski aku menang aku kemudian malah tak bisa menyeimbangkan diri, dan jatuh tersungkur, yang tak pernah aku sangka malah membuat semua orang panik, termasuk juga Gamal yang langsung mendekat untuk membawa tubuhku ke dalam gendongannya.Sikap Gamal yang terlalu berlebihan malah membuatku risih sendiri terlebih saat melihat tatapan iri dari karyawan Gamal yang lain.“Mas, turunkan aku, aku nggak apa-apa!” sergahku kesal dengan kedua kakiku bergelinjang meminta suamiku untuk menurunkan aku dari gendongannya.

  • Perawan Rasa Janda   45. Membatalkan Perjodohan

    “Mala ...!”Tanpa menunggu lama aku langsung menghampiri gadis itu yang malam ini malah memakai pakaian pelayan.Sejenak aku abaikan tatapan abi dan umi yang ikut mengalihkan perhatian pada Mala yang saat ini tampak sibuk meminta maaf pada kakak tiriku, yang sekarang aku lihat malah memindai dengan sa

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Perawan Rasa Janda   40. Kejutan Di Pesta Ultah

    “Aku datang bersama calon istriku.”Gamal mengucapkan dengan sangat yakin tanpa keraguan.Aku terbeliak lugas kala mendengar apa yang baru saja diucapkannya.Tapi tatapan Gamal masih saja tak berpaling dariku.

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Perawan Rasa Janda   39. Calon Istri

    “Katakan kenapa Bunda kamu merana?”Gamal kembali mencecarku.Aku mendesah jengah, lalu berjengit tipis.“Sudahlah Pak lupakan soal itu, aku mau menikmati makan malam istimewa ini. Untuk malam ini aja aku nggak mau menguli

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Perawan Rasa Janda   38. Kriteria Calon Suami

    “Imbalan apa Pak?”Aku mendengus gelisah sekarang.“Bapak jangan macam-macam ya.”Hatiku sekarang malah dipenuhi prasangka buruk.Lelaki berambut tebal itu langsung menyergapku dengan tatapannya ya

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status