مشاركة

31. Aaaaaa!

مؤلف: Rilla
last update تاريخ النشر: 2026-05-05 09:36:37

"Badan aku sakit semua." Ucapnya pelan.

Dirga paham bagaimana perasaan Mia saat ini. Bahkan saat Mia mengadu seperti ini padanya, ia tak marah sedikitpun atau beranggapan Mia mencari kesempatan padanya untuk bermanja.

Karena faktanya, ia sendiri menyukai cara Mia bersikap seperti itu padanya.

"Kamu ingin ke kamar?" Tawar Dirga.

Mia menggeleng. "Mau di sini aja. Aku minta maaf ya."

Dirga mengangguk , "Iya nggak apa-apa. Lagian kamu nggak salah apa-apa. Soal pekerjaan Aku di Surabaya, itu mem
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    99. Piknik

    Pagi hari menyambut kediaman Dirga dengan langit biru yang cerah dan udara yang terasa begitu segar. Sejak pukul enam pagi, Mia sudah sibuk mondar-mandir di dalam rumah memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Keranjang piknik yang ia persiapkan sejak semalam sudah berada di dekat pintu, lengkap dengan berbagai makanan, minuman, tikar, hingga kamera instan yang sengaja ia bawa untuk mengabadikan momen mereka.Sementara itu, Dirga yang baru selesai bersiap keluar dari kamar sambil mengenakan kaus putih polos dan celana chino berwarna krem. Penampilannya terlihat jauh lebih santai dibanding biasanya. Tidak ada jas mahal ataupun sepatu formal yang biasa melekat pada dirinya sebagai seorang direktur perusahaan besar. Hari ini, Dirga hanya ingin menjadi seorang suami yang menikmati waktu bersama istrinya."Sudah siap semuanya, Sayang?" tanya Dirga.Mia mengangguk antusias.Mia nampak tak sabar untuk segera sampai di tempat piknik. Walaupun mereka di sana tak sampai seharian, namun Mi

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    98. Kolam Berenang 21+

    Hari mulai berganti minggu, minggu pun mulai berganti bulan. Dan kini satu bulan sudah Mia dan Dirga menjadi sepasang suami istri. Waktu berjalan begitu cepat hingga terkadang Mia sendiri sulit percaya bahwa dirinya kini benar-benar menyandang status sebagai istri Dirga. Setelah hiruk-pikuk pernikahan mereka berakhir, kehidupan rumah tangga yang dijalani justru jauh lebih hangat dan menyenangkan daripada yang pernah ia bayangkan.Apalagi maminya Dirga. Walaupun wanita itu belum mau bertemu dengannya sepenuhnya, namun Sudah beberapa hari belakangan ini, mertuanya itu selalu mengirimkan makanan kesukaan Dirga ke rumah. Bukan itu saja, dalam makanan tersebut, kadang diselipkan beberapa buah yang memang bagus untuk kandungan. Dan Mia tahu buah itu dikhususkan untuknya.Di luar itu semua, yang jelas terlihat mencolok adalah perubahan dari sosok Dirga. Pria itu semakin manja, posesif, dan selalu mencari kesempatan untuk mengganggunya di sela-sela kesibukan. Jemari Dirga semakin nakal men

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    97. Dua kisah 21+

    Dua jam telah berlalu sejak pesta pernikahan mereka berakhir. Setelah mengantar para tamu penting, berpamitan dengan keluarga dan sahabat-sahabat mereka, Dirga akhirnya membawa Mia pulang ke rumah yang kini resmi menjadi tempat mereka memulai kehidupan baru sebagai suami dan istri. Kelelahan jelas terlihat di wajah keduanya, namun senyum bahagia tak pernah benar-benar hilang. Mia bahkan masih sesekali melirik cincin di jari manisnya seolah belum percaya bahwa hari yang selama ini hanya ada dalam mimpi akhirnya benar-benar terjadi.Mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan rumah. Dirga turun lebih dulu lalu berjalan mengitari mobil untuk membukakan pintu bagi Mia. Jemarinya langsung menggenggam tangan sang istri saat mereka berjalan berdampingan menuju pintu utama. Namun langkah mereka terhenti ketika sebuah kotak besar berlapis kertas hadiah berwarna krem terlihat tergeletak tepat di depan pintu rumah.Kening Dirga langsung berkerut. Instingnya sebagai pria yang terbiasa men

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    96. Cucu untuk Mami

    Aula utama Hotel Daisy siang itu berubah menjadi lautan cahaya yang begitu memukau. Langit-langit tinggi dihiasi ribuan kristal yang menggantung bak bintang-bintang, memantulkan kilauan lampu ke seluruh ruangan. Hamparan bunga mawar putih, peony, dan anggrek memenuhi setiap sudut aula, menciptakan suasana yang elegan sekaligus hangat. Para tamu undangan dari kalangan pebisnis, sahabat, hingga keluarga memenuhi kursi-kursi yang telah disusun rapi menghadap altar megah yang berdiri di ujung ruangan.Di balik pintu khusus pengantin, Mia berdiri terpaku di depan cermin besar. Gaun pernikahan yang membalut tubuhnya tampak begitu sempurna. Gaun itu didesain dengan potongan off-shoulder yang memperlihatkan leher jenjangnya dengan anggun. Ribuan kristal Swarovski dijahit tangan memenuhi bagian dada hingga menjuntai ke rok panjang berlapis tulle yang mengembang megah. Ekor gaunnya membentang beberapa meter di belakangnya, sementara veil transparan bertabur mutiara halus menutupi sebagian ram

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    95. Melepaskan

    Mia mengikuti kemana maminya Dirga pergi. Dan wanita itu melangkah menuju kolam berenang samping rumah."Tante.." panggil Mia membuat maminya Dirga terkejut.Wanita itu langsung memutar tubuhnya dan menatap Mia tajam."Mau apa anda ke sini." Tanyanya geram.Mia belum mau menjawab. Ia menatap wanita itu dengan seksama.Ia menghela napas panjang."Pada dasarnya, tak ada seorangpun manusia yang ingin dilahirkan jika hanya untuk menjadi permainan dunia." Ucap Mia memulai."Aku tahu masa laluku tak membuat siapapun suka. Tapi itu bukan salahku. Lahir dari rahim seorang pelacur bukan keinginanku. Jika aku bisa meminta pada Tuhan, aku ingin lahir dari rahim mu, tante. Karena aku bisa melihat se sayang apa Tante sama Dirga."Suasana hening seketika. "Aku hanya seorang anak yang menjadi korban jahatnya orang tua. Aku juga nggak mau hidup seperti ini. Aku bahkan sudah beberapa kali bunuh diri namun tetap tak mati. Dari situ aku tahu kalau Tuhan memang ingin aku bertahan."Mia melangkah semakin

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    94. Berharap Restu

    Setelah melamar Mia, Maminya Dirga mendengar kabar itu dan ia bertengkar hebat dengan Dirga.Satu bulan berlalu sejak pertemuan terakhir yang penuh ketegangan itu. Selama satu bulan pula, Dirga tak pernah berhenti mendatangi mamanya. Lima kali pria itu datang dengan tujuan yang sama, meminta restu untuk menikahi Mia. Namun lima kali pula ia pulang dengan jawaban yang sama; penolakan.Akan tetapi, Dirga bukan lagi pria yang mudah goyah oleh penolakan. Ia sudah terlalu lama hidup mengikuti keinginan orang lain. Kali ini berbeda. Restu memang ia harapkan, tetapi bukan sesuatu yang akan menentukan langkahnya. Tujuannya sederhana, ia hanya ingin memberitahukan kepada mamanya bahwa wanita yang dicintainya akan segera menjadi istrinya.Di sisi lain, segala sesuatu berjalan jauh lebih baik dari yang ia bayangkan. Rasya berdiri di belakangnya tanpa ragu. Bahkan pria itu ikut membantu mencari keberadaan ayah Mia yang selama bertahun-tahun sulit ditemukan. Ketika akhirnya pertemuan itu terjadi,

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    27. Lakukanlah

    Dirga sudah berada di kamarnya. Sudah hampir satu jam ia hanya berbaring di atas tempat tidur dan otaknya tak pernah berhenti memikirkan permintaan Mia tadi padanya.Permintaan Mia membuatnya tertegun. Tak pernah dalam hidupnya ada seseorang yang memintanya untuk tetap hidup, bahkan orang tuanya sa

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    26. Kalau kamu pergi, aku sama siapa?

    "Pokoknya Amira nggak mau tahu, Dirga harus jadi suami Amira. Papi tahu kan aku cinta banget sama dia pi. Masa papi nggak bisa sih bikin kakek sama papinya Dirga bujuk Dirga buat nikah sama Aku.""Papi tahu Ra, tapi kamu tahu sendiri Dirga itu bagaimana. Sudah hampir satu tahun ini kita usaha tapi

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    25. Prengat prengut (+)

    Jangan memulai jika tak ingin menetapkan rasa____Dirga terbangun pagi-pagi sekali. Ia melirik ke samping sudah tak ada Mia. Ia masih ingat, setelah menikmati indahnya pantai semalam, ia meminta Mia untuk tidur bersamanya. Hanya tidur, tidak lebih.Namun pagi ini Mia tak ada di sampingnya.Dirga

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    24. Temani Aku Dulu

    Mia menggeleng, "Aku ingin melakukannya sendiri. Dengan uangku sendiri. Saat ini, aku tahu, aku tak punya apa-apa. Aku tak bisa mewujudkan mimpi-mimpiku. Bahkan untuk membayangkannya saja sudah membuatku pusing. Tapi, selama pikiranku belum memutuskan untuk mati, sehebat apapun hantaman hidupku, tu

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status