Share

Mimpi Buruk Airin (10)

Adrian mendorong pintu kamar Airin. Ia melihat Airin menangis dalam mimpinya. Dengan cepat Adrian berusaha membangunkan kakak iparnya.

“Kak, Kak Rin… Kak Rin, Banguun…” Adrian menguncang-guncang badan Airin. Hingga beberapa menit berlalu, Airin pun berhasil dibangunkan.

“Kak… sudah, tidak apa-apa, Kak…” Adrian mengusap wajah Airin yang berpeluh dan bercampur air mata.

“Kakak mimpi buruk?”

Airin nampak mengatur napasnya, lalu mengangguk.

“Aku ambilkan air minum, ya?” Adrian berlalu meninggalkan Airin yang tercenung.

“Mimpi itu datang lagi… kenapa, mimpi itu selalu datang akhir-akhir ini?” Airin bertanya dalam hati.

Adrian kembali dengan segelas air dan memberikannya kepada Airin. “Minumlah, Kak.”

Airin menerima air itu lalu menandaskannya.

“Adrian, sudah. Aku tidak apa-apa, kok. Kamu tidur lagi saja,” ujar Airin.

“Kakak yakin?”

Airin mengangguk. Adrian pun tersenyum, lalu pergi meninggalkan Airin sendiri di kamarnya.

Malam itu, Airin dan Adrian sama-sama tidak dapat memejam
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status