共有

Bab 2

作者: C
"Kamu masih berani telepon aku? Kasihan banget Yasmin punya teman jalang kayak kamu! Pergi sana!"

Kata-katanya menyadarkanku, sepertinya aku mulai tahu apa alasannya.

Aku menenteng kado pemberian kemarin, lalu diam-diam menghindari satpam menuju kamar Yasmin.

Di depan Yasmin yang wajahnya penuh rasa jijik, aku berkata, "Apa kamu pikir aku gila harta karena menerima kado mahalmu? Sekarang aku balikin semuanya, aku cuma mau kita tetap temenan."

Kemarin aku memang merasa kado ini terlalu mewah dan sempat menolak, tapi Yasmin bilang kalau tidak kuterima berarti kami bukan teman baik.

Mungkin, waktu itu Yasmin cuma sedang mengetesku saja.

Yasmin melirik kado itu dan menatapku seolah aku ini sampah.

"Barang begini sih nggak ada harganya buat aku. Aku bilang sekali lagi ya, pergi! Atau aku lapor polisi karena kamu masuk tanpa izin. Suamiku itu orang berkuasa dan sayang banget sama aku, mending kamu siap-siap masuk penjara aja."

Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Yasmin menekan nomor polisi.

Sebelum panggilannya tersambung, aku pun pergi.

Tanpa membawa kado itu.

Namun, belum jauh aku melangkah, kado itu dilempar keluar seperti sampah.

"Barang sampah, orang sampah! Bawa pergi barang-barang yang udah kamu sentuh ini!"

Aku memungut kado itu, lagi pula tidak ada orang yang mau rugi soal uang. Cuti beberapa hari ditambah tiket pesawat sudah memakan biaya yang tidak sedikit.

Aku pun memilih penerbangan sore untuk pulang.

Karena kalau aku pulang sore, aku bisa langsung balik ke sini kalau Yasmin mendadak membutuhkanku.

Aku menceritakan hal ini pada pacarku.

Aku lalu mengirimkan foto saat aku mencoba gaun pengiring hari pertama, saat aku dan Yasmin masih bercanda bersama.

[Lihat deh bajunya, nggak seksi dan nggak mencolok. Rambutku juga cuma dicepol biar nggak menyaingi pengantin. Aku pakai perhiasan simpel biar sopan tapi nggak berlebihan, bahkan aku nggak pakai sepatu hak tinggi biar lebih pendek dari Yasmin. Semuanya udah aku pikirin, tapi kenapa ya!]

Pacarku membalas dengan emotikon peluk.

[Kalau kita merasa nggak salah, berarti memang pertemanannya yang bermasalah. Jangan terlalu dipikirin, pulang aja ya. Nanti malam aku traktir makan biar kamu bisa rileks.]

Aku menghela napas.

Dalam hati, aku masih berharap mendapat pesan dari Yasmin.

Namun, sampai pengumuman naik pesawat terdengar, Yasmin tidak juga mengirim pesan.

Aku pun memulai perjalanan pulang.

Dengan lunglai aku kembali ke kontrakanku.

Pacarku yang janji mau jemput ternyata batal karena ada dinas mendadak.

Janji makan malam pun diundur entah sampai kapan.

Teman sekamarku sejak kuliah, Chika, melihatku lesu lalu bertanya, "Kamu kenapa? Pernikahannya nggak seru, ya?"

Aku menceritakan semuanya pada dia.

Dia membelalak kaget. "Kok bisa begitu?"

Aku juga tidak tahu kenapa bisa begitu, aku pun menghela napas panjang. "Aku capek, mau tidur duluan. Kamu istirahat juga ya."

Chika mengangguk.

Besok paginya saat aku bangun, sudah ada sarapan di meja dan memo dari Chika: [Semangat ya, aku berangkat kerja dulu.]

Hatiku terasa hangat.

Dulu waktu baru lulus dan belum punya uang, kami merasa cocok lalu mulai sewa tempat bareng. Setelah aku punya uang pun kami tetap tinggal bareng, ketulusan memang akan dibalas ketulusan.

Aku menghabiskan sarapannya, mengirim foto pada Chika, lalu bersiap pergi ke kantor.

Atasanku hanya memberiku cuti dua hari karena aku orang penting di kantor. Kalau hari ini tidak masuk, gajiku akan dipotong.

Begitu masuk ke ruang rapat, aku melihat Direktur Utama, Bu Janice yang jarang muncul.

Aku tersenyum sambil mengangguk padanya, dia juga membalas senyumku.

Namun, siapa sangka, baru saja aku duduk ....

Wajah Bu Janice langsung berubah dan dia menggebrak meja sambil berdiri.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 8

    Dokter segera masuk ke halaman, lalu menyuntikkan obat dariku ke tubuh Chika sesuai instruksi.Chika meronta gila-gilaan. "Mau apa kamu! Berani sentuh aku, lihat saja! Aku nggak bakal lepasin kamu habis keluar nanti!"Dokter tidak terpengaruh ancaman itu.Dia terus menyuntik."Aaah! Jangan sentuh aku!"Tidak peduli seberapa keras Chika melawan, akhirnya seluruh cairan itu masuk ke tubuhnya tanpa sisa.Chika terus mengendus tubuhnya sendiri. "Kamu suntik obat apa? Kenapa badanku jadi bau bunga pir begini?""Iya, itu bau bunga pir. Bukannya kamu kasih parfum bau ini ke aku? Aku pikir kamu suka, jadi aku balikin berkali-kali lipat. Bau ini bakal masuk ke tulangmu dan nggak akan hilang selamanya.""Camilla! Dasar jalang! Tega-teganya kamu begini sama aku!"Tatapanku yang tajam menghujam Chika, seketika dia terdiam ketakutan."Aku perlu ingetin ya, mulai sekarang, kamulah yang jadi jalang itu."Selesai bicara, aku berbalik dan pergi.Terdengar suara dari arah pintu. "Chika, kamu udah boleh

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 7

    Ruang privat di sini tidak ada kamera pengawas, jadi tidak ada bukti yang bisa menunjukkan kalau aku sudah menampar Chika.Orang-orang di sini adalah temanku. Sekarang mereka semua menatapku dengan penuh rasa bersalah karena sudah salah paham."Nggak akan ada orang yang mau jadi saksimu."Chika melihat sekeliling, lalu bertanya untuk memastikan, "Kalian beneran nggak mau bantu aku?"Jawabannya sudah sangat jelas.Aku pun berbalik pergi untuk mengemas barang-barangku, aku tidak mau lagi tinggal serumah dengan Chika.Calvin mengejarku.Dia memegang tanganku sambil minta maaf, "Maafin aku, harusnya aku nggak percaya omongan orang lain. Tapi ini semua karena kamu terlalu cantik, aku jadi nggak punya rasa aman. Ayo kita nikah aja, Camilla, ya?"Rasa sakit akibat hantaman bunga di tubuhku tadi belum juga hilang.Aku menepis tangan Calvin. "Calvin, kamu itu nggak cinta sama aku. Sesuai kemauan kamu, kita putus."Calvin terus mengikutiku dengan wajah memelas. "Aku cinta kamu." Dia mengulurkan

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 6

    "Kemarin, kamu kirim pesan ke Yasmin, bilang kalau aku udah nidurin pria, pria yang penting banget buat dia.""Hari ini kamu kirim pesan ke Direktur Utama kantor aku, bilang kalau aku tidur sama pria yang juga penting banget buat beliau.""Satu jam lalu, kamu kirim pesan ke Calvin, bilang kalau aku selingkuh.""Chika, kenapa kamu tega banget lakuin ini ke aku?!"Yasmin mengira aku ada main dengan suaminya, makanya dia memutuskan hubungan denganku.Bu Janice mengira aku menjalin hubungan dengan Pak Jacky, makanya aku dipecat.Aku menatap Calvin. "Kenapa kamu nggak tanya apa-apa dan langsung percaya omongan busuk Chika?"Pupil mata Calvin membesar.Dia menatapku. "Awalnya aku nggak percaya, aku pikir ada orang yang mau ngadu domba kita. Tapi pas aku dekat denganmu, memang ada bau laki-laki! Kamu bikin aku mual!"Calvin pun menarik napas dalam.Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat."Awalnya aku nggak mau terus terang, aku mau jaga martabat kita berdua. Tapi kamu? Kamu udah tahu badanmu bau

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 5

    Aku mengepalkan tangan sekuat tenaga dan berlari kembali ke ruang privat seperti orang gila, aku harus menuntut keadilan.Di dalam ruangan, Chika sedang duduk di samping pacarku, pura-pura membelaku, "Kamu sama Camilla udah pacaran bertahun-tahun, bahkan udah mau nikah, nggak bisa dong diputusin gitu aja."Kedatanganku langsung menarik perhatian semua orang yang ada di sana.Chika berhenti bicara dan menatapku dengan wajah khawatir. "Kamu nggak apa-apa? Wajahmu pucat banget, ayo kita pulang bareng."Melihat kepura-puraan Chika yang seolah peduli padaku ....Aku langsung melayangkan tamparan keras tepat ke wajahnya.Plak!Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring dan tajam.Semua orang yang ada di sana langsung tertegun.Calvin langsung berdiri dan membentakku, "Habis kamu pergi, Chika terus bujuk aku biar baikan sama kamu! Dia setulus itu sama kamu, tapi begini cara kamu balas dia? Camilla, kenapa kamu jadi jahat begini?"Chika memegangi pipinya sambil berkaca-kaca. "Nggak apa-apa, C

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 4

    Pesona dewasa Calvin membuatku merasa jauh lebih tenang, hatiku pun tidak lagi terasa sesak.Aku sedang memilih ruang privat di restoran, berencana untuk bicara empat mata dengan Calvin.Tiba-tiba ponselku dibombardir pesan dari teman-teman kami.[Kak, sampai ketemu nanti malam ya. Jangan sedih lagi, nanti Kak Calvin ikut sedih lho.][Kak, malam ini kita seru-seruan aja, lupain semua masalahmu.][Kak, kamu itu orang hebat, perusahaan rugi banget mecat kamu. Jangan sedih, kamu bakal sukses di mana pun.]....Pesan penyemangat itu membuat rasa sedihku hampir hilang sepenuhnya.Aku membawa barang-barangku lalu pulang ke kontrakan naik taksi.Aku pun langsung tidur.Sore harinya, Chika pulang saat aku hendak berangkat.Aku memegang tangannya dan bersandar di bahunya. "Hari ini aku dipecat dari kantor.""Hah?" Chika terkejut. "Kamu lagi sial banget ya akhir-akhir ini? Gimana kalau besok aku temenin kamu ke tempat ibadah?"Aku menghela napas lalu bermanja padanya. "Tapi untunglah, kamu masih

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 3

    Dia pun menunjukku dengan ekspresi penuh amarah."Kamu, keluar dari kantor, saya pecat kamu!"Aku terpaku.Kejadian ini mirip sekali dengan yang kemarin sampai aku tidak tahu harus merespons apa, lalu bertanya, "Kenapa? Apa ada masalah dengan proyeknya?"Bu Janice menggeleng. "Proyek berjalan sangat lancar.""Apa karena aku ambil cuti?""Cuti itu disetujui Pak Jacky, sudah sesuai prosedur.""Lalu kenapa saya dipecat? Saya nggak salah, Bu.""Camilla, saya ini pimpinan, kalau saya bilang pecat ya pecat. Urus pesangon kamu ke HRD, dalam lima menit pergi dari kantor saya!"Bu Janice duduk di kursi sambil terengah-engah karena marah.Biasanya dia wanita yang sangat ramah, dia menganggap semua karyawan seperti anaknya sendiri.Meski ada yang salah pun, kalau bukan masalah besar pasti diberi kesempatan, apalagi aku sama sekali tidak bersalah.Ditambah lagi, prestasiku selalu jadi nomor satu di kantor.Dia bahkan berencana mengirimku ke luar negeri untuk urusan bisnis dan pelatihan.Dia janji

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status