共有

Pergi Setelah Dimaki Jalang
Pergi Setelah Dimaki Jalang
作者: C

Bab 1

作者: C
"Yasmin, kamu lagi bercanda, 'kan? Di hari bahagia begini, jangan akting deh, aku takut."

Aku tertawa kecil sambil mencoba bertanya, lalu mendekat dan memegang Yasmin untuk mengakhiri "lelucon" yang terasa sangat nyata ini.

Namun, Yasmin justru mundur dan menjauh dariku. "Siapa yang bercanda sama kamu? Pergi sekarang, atau aku panggil satpam ya!"

Tanganku kaku di udara dan pikiranku kosong. Aku mulai merenungkan kesalahan apa yang sudah kuperbuat.

Namun, sampai Yasmin mengambil ponsel untuk memanggil satpam pun, aku tetap tidak paham.

Rasanya sesak sekali. Aku pun bertanya padanya, "Apa aku ada salah? Apa ada adat di sini yang aku nggak tahu, terus bikin kamu tersinggung? Aku bisa minta maaf kok, jangan marah dong."

Yasmin memang menikah ke tempat yang sangat jauh. Jaraknya sekitar 400 kilometer dari kota kami, jadi wajar kalau ada aturan yang tidak aku mengerti.

Sambil berpikir begitu, aku menatap Yasmin dengan tulus seolah itu adalah harapan terakhirku.

"Coba kasih tahu aku salahnya di mana."

Tapi Yasmin justru menatapku dengan tatapan benci. "Nggak ada urusannya sama adat. Aku nggak ngomong terus terang tuh karena masih kasih kamu muka aja. Pak, seret dia keluar! Aku nggak mau lihat kamu lagi selamanya!"

Padahal baru kemarin kami tidur di ranjang yang sama sambil mengobrolkan masa kecil. Dia bahkan mengkhawatirkanku yang kelelahan dan memesankan kamar agar aku bisa istirahat. Baru pisah tiga jam, kenapa sikapnya berubah drastis begini?

Satpam mendekatiku, aku menggeleng dan menatap Yasmin dengan memelas. "Aku nggak tahu salahku apa kalau kamu nggak kasih tahu. Aku minta maaf ya, tapi ini hari terpenting dalam hidupmu, tolong jangan usir aku. Kamu cuma punya satu pengiring, kalau aku pergi, kamu nanti gimana?"

Begitu aku selesai bicara, Yasmin langsung maju dan menarik gaun pengiring yang kupakai. "Lepas gaunnya!"

Dia mendorong penata riasnya ke depan. "Urusan begini sih, semua cewek juga bisa, nggak harus kamu! Camilla, mending kamu pergi sekarang, aku nggak punya waktu buat ladenin kamu. Riasanku belum selesai, tahu! Pernikahanku bisa hancur gara-gara kamu! Jalang!"

Aku memegangi gaun itu sekuat tenaga agar tidak telanjang di depan umum.

Kata jalang itu benar-benar menguras seluruh kekuatanku.

Aku menatap Yasmin dengan lemas, lalu mengambil kipas tangan buatan sendiri yang kukerjakan hingga begadang beberapa malam dari dalam tas, terus meletakkannya di meja.

"Selamat atas pernikahanmu. Gaun ini bakal aku balikin sebentar lagi."

Yasmin segera mengambil kipas itu. Aku kira ada harapan, jadi aku buru-buru bicara, "Kipas itu kubuat lama banget sampai tanganku melepuh, ini model yang kamu suka, 'kan?"

Detik berikutnya, dia membanting kipas itu ke lantai hingga hancur berkeping-keping di depanku.

Sambil menunjuk ke arah pintu, dia berucap dingin, "Pergi!"

Aku kembali ke kamar, melepas gaun itu, lalu mengirim pesan pada Yasmin.

[Aku masih di hotel, kalau kamu butuh apa-apa, panggil aku aja ya.]

Namun, yang kulihat hanyalah tanda seru merah, pesannya tidak terkirim karena Yasmin sudah memblokirku.

Aku pun berbaring di tempat tidur dengan perasaan hancur.

Sama sekali tidak mengerti kenapa semua ini terjadi.

Namun, yang datang kemudian justru pengusiran, Yasmin menyuruh satpam untuk mengusirku.

Sambil membawa koper, aku menatap foto sambutan pernikahan mereka di tengah embusan angin dingin.

Aku menelepon mempelai pria, ingin menanyakan alasannya, karena kalaupun harus mati, aku ingin mati dengan tenang.

Telepon tersambung, tapi mempelai pria yang biasanya bersikap sangat sopan padaku itu tiba-tiba mengancam.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 8

    Dokter segera masuk ke halaman, lalu menyuntikkan obat dariku ke tubuh Chika sesuai instruksi.Chika meronta gila-gilaan. "Mau apa kamu! Berani sentuh aku, lihat saja! Aku nggak bakal lepasin kamu habis keluar nanti!"Dokter tidak terpengaruh ancaman itu.Dia terus menyuntik."Aaah! Jangan sentuh aku!"Tidak peduli seberapa keras Chika melawan, akhirnya seluruh cairan itu masuk ke tubuhnya tanpa sisa.Chika terus mengendus tubuhnya sendiri. "Kamu suntik obat apa? Kenapa badanku jadi bau bunga pir begini?""Iya, itu bau bunga pir. Bukannya kamu kasih parfum bau ini ke aku? Aku pikir kamu suka, jadi aku balikin berkali-kali lipat. Bau ini bakal masuk ke tulangmu dan nggak akan hilang selamanya.""Camilla! Dasar jalang! Tega-teganya kamu begini sama aku!"Tatapanku yang tajam menghujam Chika, seketika dia terdiam ketakutan."Aku perlu ingetin ya, mulai sekarang, kamulah yang jadi jalang itu."Selesai bicara, aku berbalik dan pergi.Terdengar suara dari arah pintu. "Chika, kamu udah boleh

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 7

    Ruang privat di sini tidak ada kamera pengawas, jadi tidak ada bukti yang bisa menunjukkan kalau aku sudah menampar Chika.Orang-orang di sini adalah temanku. Sekarang mereka semua menatapku dengan penuh rasa bersalah karena sudah salah paham."Nggak akan ada orang yang mau jadi saksimu."Chika melihat sekeliling, lalu bertanya untuk memastikan, "Kalian beneran nggak mau bantu aku?"Jawabannya sudah sangat jelas.Aku pun berbalik pergi untuk mengemas barang-barangku, aku tidak mau lagi tinggal serumah dengan Chika.Calvin mengejarku.Dia memegang tanganku sambil minta maaf, "Maafin aku, harusnya aku nggak percaya omongan orang lain. Tapi ini semua karena kamu terlalu cantik, aku jadi nggak punya rasa aman. Ayo kita nikah aja, Camilla, ya?"Rasa sakit akibat hantaman bunga di tubuhku tadi belum juga hilang.Aku menepis tangan Calvin. "Calvin, kamu itu nggak cinta sama aku. Sesuai kemauan kamu, kita putus."Calvin terus mengikutiku dengan wajah memelas. "Aku cinta kamu." Dia mengulurkan

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 6

    "Kemarin, kamu kirim pesan ke Yasmin, bilang kalau aku udah nidurin pria, pria yang penting banget buat dia.""Hari ini kamu kirim pesan ke Direktur Utama kantor aku, bilang kalau aku tidur sama pria yang juga penting banget buat beliau.""Satu jam lalu, kamu kirim pesan ke Calvin, bilang kalau aku selingkuh.""Chika, kenapa kamu tega banget lakuin ini ke aku?!"Yasmin mengira aku ada main dengan suaminya, makanya dia memutuskan hubungan denganku.Bu Janice mengira aku menjalin hubungan dengan Pak Jacky, makanya aku dipecat.Aku menatap Calvin. "Kenapa kamu nggak tanya apa-apa dan langsung percaya omongan busuk Chika?"Pupil mata Calvin membesar.Dia menatapku. "Awalnya aku nggak percaya, aku pikir ada orang yang mau ngadu domba kita. Tapi pas aku dekat denganmu, memang ada bau laki-laki! Kamu bikin aku mual!"Calvin pun menarik napas dalam.Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat."Awalnya aku nggak mau terus terang, aku mau jaga martabat kita berdua. Tapi kamu? Kamu udah tahu badanmu bau

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 5

    Aku mengepalkan tangan sekuat tenaga dan berlari kembali ke ruang privat seperti orang gila, aku harus menuntut keadilan.Di dalam ruangan, Chika sedang duduk di samping pacarku, pura-pura membelaku, "Kamu sama Camilla udah pacaran bertahun-tahun, bahkan udah mau nikah, nggak bisa dong diputusin gitu aja."Kedatanganku langsung menarik perhatian semua orang yang ada di sana.Chika berhenti bicara dan menatapku dengan wajah khawatir. "Kamu nggak apa-apa? Wajahmu pucat banget, ayo kita pulang bareng."Melihat kepura-puraan Chika yang seolah peduli padaku ....Aku langsung melayangkan tamparan keras tepat ke wajahnya.Plak!Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring dan tajam.Semua orang yang ada di sana langsung tertegun.Calvin langsung berdiri dan membentakku, "Habis kamu pergi, Chika terus bujuk aku biar baikan sama kamu! Dia setulus itu sama kamu, tapi begini cara kamu balas dia? Camilla, kenapa kamu jadi jahat begini?"Chika memegangi pipinya sambil berkaca-kaca. "Nggak apa-apa, C

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 4

    Pesona dewasa Calvin membuatku merasa jauh lebih tenang, hatiku pun tidak lagi terasa sesak.Aku sedang memilih ruang privat di restoran, berencana untuk bicara empat mata dengan Calvin.Tiba-tiba ponselku dibombardir pesan dari teman-teman kami.[Kak, sampai ketemu nanti malam ya. Jangan sedih lagi, nanti Kak Calvin ikut sedih lho.][Kak, malam ini kita seru-seruan aja, lupain semua masalahmu.][Kak, kamu itu orang hebat, perusahaan rugi banget mecat kamu. Jangan sedih, kamu bakal sukses di mana pun.]....Pesan penyemangat itu membuat rasa sedihku hampir hilang sepenuhnya.Aku membawa barang-barangku lalu pulang ke kontrakan naik taksi.Aku pun langsung tidur.Sore harinya, Chika pulang saat aku hendak berangkat.Aku memegang tangannya dan bersandar di bahunya. "Hari ini aku dipecat dari kantor.""Hah?" Chika terkejut. "Kamu lagi sial banget ya akhir-akhir ini? Gimana kalau besok aku temenin kamu ke tempat ibadah?"Aku menghela napas lalu bermanja padanya. "Tapi untunglah, kamu masih

  • Pergi Setelah Dimaki Jalang   Bab 3

    Dia pun menunjukku dengan ekspresi penuh amarah."Kamu, keluar dari kantor, saya pecat kamu!"Aku terpaku.Kejadian ini mirip sekali dengan yang kemarin sampai aku tidak tahu harus merespons apa, lalu bertanya, "Kenapa? Apa ada masalah dengan proyeknya?"Bu Janice menggeleng. "Proyek berjalan sangat lancar.""Apa karena aku ambil cuti?""Cuti itu disetujui Pak Jacky, sudah sesuai prosedur.""Lalu kenapa saya dipecat? Saya nggak salah, Bu.""Camilla, saya ini pimpinan, kalau saya bilang pecat ya pecat. Urus pesangon kamu ke HRD, dalam lima menit pergi dari kantor saya!"Bu Janice duduk di kursi sambil terengah-engah karena marah.Biasanya dia wanita yang sangat ramah, dia menganggap semua karyawan seperti anaknya sendiri.Meski ada yang salah pun, kalau bukan masalah besar pasti diberi kesempatan, apalagi aku sama sekali tidak bersalah.Ditambah lagi, prestasiku selalu jadi nomor satu di kantor.Dia bahkan berencana mengirimku ke luar negeri untuk urusan bisnis dan pelatihan.Dia janji

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status