"Yasmin, kamu lagi bercanda, 'kan? Di hari bahagia begini, jangan akting deh, aku takut."Aku tertawa kecil sambil mencoba bertanya, lalu mendekat dan memegang Yasmin untuk mengakhiri "lelucon" yang terasa sangat nyata ini.Namun, Yasmin justru mundur dan menjauh dariku. "Siapa yang bercanda sama kamu? Pergi sekarang, atau aku panggil satpam ya!"Tanganku kaku di udara dan pikiranku kosong. Aku mulai merenungkan kesalahan apa yang sudah kuperbuat.Namun, sampai Yasmin mengambil ponsel untuk memanggil satpam pun, aku tetap tidak paham.Rasanya sesak sekali. Aku pun bertanya padanya, "Apa aku ada salah? Apa ada adat di sini yang aku nggak tahu, terus bikin kamu tersinggung? Aku bisa minta maaf kok, jangan marah dong."Yasmin memang menikah ke tempat yang sangat jauh. Jaraknya sekitar 400 kilometer dari kota kami, jadi wajar kalau ada aturan yang tidak aku mengerti.Sambil berpikir begitu, aku menatap Yasmin dengan tulus seolah itu adalah harapan terakhirku."Coba kasih tahu aku salahnya
続きを読む