Share

Bab 99

Author: Wardana
last update publish date: 2026-03-01 10:00:57

Melihat Lucas bergegas ke arah lokasi kecelakaan, Melly langsung merasa kesal. Dia kan bukan polisi, ngapain ikut campur segala?

"Mas Tameng kesana tuh, kita lihat yuk?"

Rainy merasa Lucas pasti lagi menuju sesuatu yang menarik, jadi dia menarik tangan Melly, ngajak ikut Lucas.

"Enggak mau! Kalau mau, pergi sendiri aja!"

Melly masih belum selesai marah sama Lucas. Sekarang lihat dia malah ikut campur urusan orang lain, ya makin kesal dong.

"Yah... ya udah deh, kita belanja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 133

    Selasa pagi, Lucas karena ada janji dengan Roy, merasa kurang pas kalau naik mobil Paman Pelix.Untuk sementara, Lucas tidak mau Roy tahu soal urusannya sekarang. Gimana tidak malu, mereka yang selalu menganggap "Eagle" itu seperti dewa, ternyata sekarang malah ikut main rumah-rumahan sama anak orang kaya di sini. Rasanya cukup bikin gengsi jatuh.Lucas makin yakin kalau dia kena tipu sama si kakek di rumah. Tugas ini beneran bisa bikin hidup nyaman seumur hidup?Sampai sekarang, Lucas juga belum tahu sebenarnya dia harus ngapain. Lagi pula, kemarin pagi waktu naik mobil saja sudah ketahuan sama Kevin, dan dia jadi curiga. Kalau begini terus, masalah pasti muncul.Dia sih tidak terlalu peduli, tapi masalahnya dua cewek itu bakalan punya pendapat apa, tidak bisa ditebak.Jadi, habis nyiapin sarapan buat Melly dan Rainy, Lucas cuma ninggalin secarik kertas bilang dia ada urusan dan bakal pergi duluan, tidak bakal naik mobil Paman Pelix hari ini.Keluar dari kom

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 134

    "Dasar sialan, siapa yang berani lempar aku keluar seperti ini? Mau cari mati, ya? aku hajar kamu habis-habisan!"Preman itu bangkit dari lantai halte, sambil mengusap pantatnya yang terasa sakit akibat jatuh. Dia langsung melontarkan sumpah serapah ke arah bus yang sudah pergi menjauh.Langsung saja, omelannya bikin orang-orang di halte, dari yang muda sampai yang tua, ketawa ngakak."Ketawa apaan, ha? Pada mau cari masalah, ya?"Preman itu jadi malu sendiri, sambil melotot ke arah orang-orang di halte, lalu pergi dengan langkah serba salah.Di dalam bus, Tania cuma diam dan tidak peduliin Lucas. Dia menunduk tanpa berkata apa-apa, tidak jelas lagi mikirin apa.Lucas berdiri di sebelahnya, sambil menghirup aroma wangi khas cewek yang datang dari Tania. Otaknya mulai melayang-layang ke hal-hal yang tidak benar.Harus diakui, Tania emang luar biasa. Tingginya hampir 170 cm, lebih tinggi dari Melly dan Rainy. Badannya juga lebih ramping dan Sindy. Kalau dib

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 132

    Setelah jam pulang sekolah, Tania tidak berani berlama-lama di sekolah dan langsung berlari keluar."Mama!"Tania menepuk-nepuk dadanya yang kecil sambil melihat ke belakang dengan cemas. Untungnya, orang jahat itu tidak mengejarnya. Kalau sampai dia mengikuti, Tania benar-benar tidak tahu harus berbuat apa."Tania, sudah pulang sekolah?"Ibunya Tania sedang menyalakan arang di panggangan. Setiap jam segini, biasanya anak-anak kelas tiga SMA sudah pulang, dan saat seperti ini selalu ada cukup banyak pembeli."Cepat taruh tasmu, bantuin mama."Karena jam pulang kelas tiga SMA lebih sore, mereka sering melewati jam makan malam. Jadi, banyak murid yang akan membeli makanan di sekitar sekolah buat ganjal perut sebelum makan di rumah."Iya, Ma. Tapi kok Mama kelihatan senang banget hari ini? Lagi ramai ya jualannya?"Tania merasa heran melihat ibunya tampak sangat ceria."Hehe, Lucas bilang dia punya resep bumbu sate bakar ala Orleans. Besok dia mau ka

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 131

    Setelah diingatkan oleh Roy, baru deh Rainita kepikiran. Memang bener, si tersangka itu sempat ngilang beberapa bulan sebelum akhirnya ketangkep."Kak Roy, maksudnya...?" Rainita agak ragu-ragu nangkep maksudnya."Kasus ini bisa ditunda dulu. Tunggu sampe pelakunya lengah, baru kita bisa bergerak," kata Roy. "Kalau tidak, kamu buru-buru pun tidak bakal ada hasilnya.""Eh, tapi Kak Roy, saya sudah kadung bikin janji sama atasan buat nyelesain kasus ini..."Rainita langsung kelihatan serba salah. Kalau tahu kasusnya rumit gini, mana mungkin dia sok-sokan bikin janji seperti gitu? Malah bikin susah diri sendiri!"Ya ampun..."Roy cuma bisa geleng-geleng kepala. Rainita ini emang punya nyali, tapi terlalu gegabah. Janji seperti gitu, dia sendiri aja tidak bakal berani ngelakuin.Masalahnya, kasus ini memang ruwet. Di baliknya ada kepentingan besar yang tidak keliatan dari permukaan.Siapa itu Surya Dexen?Dia tuh pengusaha terkenal di seluruh provinsi

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 130

    "Katanya kabar baik tidak ke mana-mana, tapi kabar buruk nyebar sejauh mungkin. Bahkan anak-anak kelas 3-C sebelah sudah pada dengar soal aksi gila Lucas!Siang itu, Tania sebenarnya pengen tidur sebentar, tapi dia tidak bisa tidur. Di kepalanya terus keputar muka Lucas yang menyebalkan itu.Dia mengusap pelipisnya yang agak pegal dan matanya yang masih merah gara-gara habis nangis. Dia coba buka buku buat baca sebentar, tapi malah dengar suara orang ngobrol tidak jauh dari situ. Kayaknya ada yang nyebut nama Lucas.Jantung Tania langsung berdegup tidak karuan. Dia sendiri juga tidak ngerti kenapa dia perhatian banget sama nama itu. Mungkin dia cuma takut orang-orang lagi ngomongin soal Lucas yang ngejar-ngejar dia?"Eh, kamu tahu tidak? Barusan aku ke toilet, terus lihat anak baru di kelas 3-A sebelah, yang baru pindahan itu, dia nendang kursinya Ryan sampe kebalik! Ryan jatuhnya langsung kayak kepiting terbalik!"Cowok itu cerita dengan semangat ke temen-temenn

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 129

    "Bos, kamu ini pakai 'melalui jalur belakang' ya, hehe. Sepertinya, ibu Tania lumayan suka sama kamu!"Kevin menatap Lucas dengan tatapan penuh arti, "Hehe, kamu memberi resep itu, langsung bikin kamu lebih dekat sama ibu Tania!""Aku lihat kamu tiap hari makan bakar-bakaran, rasanya biasa aja. Aku perbaiki biar aku juga nyaman makan."Lucas menepuk kepala Kevin, "Kamu mikir apa sih?""Hehe, tidak ada, tidak ada."Kevin menggeleng, “Ya sudah, kalau untuk diri sendiri juga tidak masalah.”Lucas hanya tersenyum dan menggeleng, tidak membalas. Di mata Kevin, dia pasti lagi ngejar Tania, kan?Tapi Lucas tidak ada niat buat jelasin. Toh, hari ini dia sudah sesumbar di depan Tania, kalau dijelasin malah tidak masuk akal.Pas jam istirahat siang, area kelas 3 SMA lebih tenang dibanding kelas 1 dan 2 yang ramai dan berisik.Lucas dan Kevin berdiri di ujung koridor dekat jendela. Sinar matahari bulan Maret yang terang tapi tidak terlalu panas menyinari tub

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status