Share

Bab 5

Author: Ungu
“Kak, kamu bercanda, ‘kan? Di sini benar-benar menyediakan layanan istimewa? Kamu nggak rugi kalau nggak menerima bayaran?”

Meskipun tadi sudah sempat menebaknya, mendengarnya secara langsung dari mulutnya tetap saja membuatku sangat terkejut.

Di tempat ini, Lusy bahkan tak perlu lagi menutup gairah dan hasratnya, dia malah dengan inisiatif menyodorkan diri untuk menggoda.

“Kok kamu polos sekali? Tempat refleksi dan pijat zaman sekarang, mana ada yang murni jualan jasa urut? Semua itu ada paket
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjalanan Kehidupan Yang Panjang   Bab 10

    “Kamu asal bicara apa, sih? Mana mungkin Anton ada di sini? Itu suara mainanku. Aku baru beli mainan baru, kamu bisa lihat sendiri kalau ke sini nanti.”Liana segera memotong pembicaraan sambil perlahan berdiri berniat berpindah posisi.Namun, begitu dia berdiri, kembali terdengar suara letupan mirip seperti tutup botol yang dibuka, “Pop!”Aku melihat area sensitifnya sampai tak sanggup merapat kembali karena sudah meregang terlalu lebar.“Aku nggak percaya, cepat tunjukkan padaku, buka kameranya!” Tentu saja Charles tak semudah itu dibodohi. Aku pun bangkit dari ranjang dan memberi isyarat pada Liana untuk membuka kameranya.Liana mengiyakan sambil mengambil sebuah mainan berukuran besar dari laci meja nakas untuk menggantikannya.“Coba lihat sendiri, ini mainan, ‘kan? Mana ada Anton di sini? Bisa-bisanya malah berhalusinasi.”Sambil berbicara, Liana memberi isyarat tangan menyuruhku berjongkok, lalu mengarahkan kameranya memutar mengelilingi ruangan untuk diperlihatkan pada Charles.

  • Perjalanan Kehidupan Yang Panjang   Bab 9

    “Kok ada yang mengetuk pintu rumahmu? Jangan-jangan Charles?” Hatiku tersentak kaget, tapi merasa agak lega karena itu bukan suara pintu yang dibuka.“Bukan Charles, dia punya kunci. Dia nggak mungkin mengetuk pintu kalau mau masuk. Mungkin petugas apartemen atau tetangga, nggak perlu dipedulikan, ayo kita lanjut saja.”Liana tak berencana keluar untuk memeriksanya. Dia malah menarikku untuk melanjutkannya.Aku merasa tidak tenang. Bagaimana kalau Charles tak membawa kunci? Kalau pintu terus-terusan diketuk, mana ada gairah untuk melanjutkannya?Aku pun menyuruhnya menelepon Charles untuk memastikan, baru lanjut lagi setelah yakin kalau orang di luar itu bukanlah Charles.Liana meneleponnya dan baru diangkat setelah beberapa saat, terdengar suara yang agak berisik di balik telepon. Hatiku pun terasa agak lega, sepertinya orang di luar memang bukan Charles. Baguslah kalau begitu.Aku memberi isyarat agar dia menutup teleponnya, tapi siapa sangka, Liana malah menajamkan senyuman nakal da

  • Perjalanan Kehidupan Yang Panjang   Bab 8

    “Sshh… agak pelan! Aku lagi menyetir, kamu mau kecelakaan?”Liana adalah tipe wanita liar dan agresif. Dia seperti ingin langsung menelannya bulat-bulat, benar-benar berbanding terbalik dengan kelembutan Lusy.Hal ini membuatku agak kewalahan, bahkan sampai hampir salah menginjak pedal rem.Barulah Liana sadar untuk menahan gairahnya sedikit. Gerakannya berganti-ganti antara sentuhan lembut dan desakan kuat. Terkadang rasanya seperti bulu halus yang menggelitik hati, terkadang seperti hantaman keras tepat di jantung.Ditambah lagi situasi sedang berada di dalam mobil dengan kendaraan berlalu lalang, rasanya sungguh menegangkan.Belum sampai di rumahnya, aku sudah tak sanggup menahannya dan meluapkannya sekali. Karena sudah terlalu lama dipendam, meski tadi sudah sempat melepaskannya bersama Lusy, jumlah yang keluar tetap saja tak sedikit.Leher dan wajah Liana bahkan sampai terkena cipratannya, membuatnya terlihat berantakan.“Kak, kamu sudah menahannya berapa hari, sih? Aku sampai ham

  • Perjalanan Kehidupan Yang Panjang   Bab 7

    Melihat foto profil yang familiar itu, aku dan Lusy sama-sama tersentak kaget.Aku langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh Lusy, lalu segera mengangkat panggilan video tersebut.“Sayang, ada apa meneleponku jam segini? Lagi nggak sibuk?” Aku hanya mengarahkan kamera ke wajahku, khawatir kalau dia sadar bahwa aku sedang tak memakai baju.“Sayang, aku harus pulang mendadak karena ada urusan, tapi malah tabrakan dengan orang di tengah jalan. Cepat ke sini, bantu aku mengurusnya. Ada urusan mendesak yang masih menungguku.”Aku melihat suasana di sekitar istriku yang tampak kacau. Di samping istriku berdiri seorang wanita, yang sepertinya adalah wanita yang bertabrakan dengannya.Kebetulan sekali, aku kenal dengan wanita itu. Dia adalah Liana, teman tidur Charles di luar. Kami pernah bertemu beberapa kali dan bahkan pernah makan bersama.Liana benar-benar wanita pemikat sejati. Waktu masih berhubungan dengan Charles, dia tak jarang diam-diam menggodaku, berniat melahap kami berdua sek

  • Perjalanan Kehidupan Yang Panjang   Bab 6

    Aku kira bakal bisa menerjang masuk dengan lancar, tapi siapa sangka malah tertahan di tengah jalan.Sepertinya Lusy benar-benar mengeluarkan modal untuk perawatan tubuhnya. Di usianya sekarang, ternyata bagian itu masih begitu rapat, hingga benda milikku tersangkut tepat di gerbang depannya.Setelah susah payah maju selangkah, aku malah terjepit di tengah jalan. Rasanya perih bercampur nikmat yang luar biasa, hingga aku tak sanggup menahannya dan melontarkan jeritan.Jeritanku berhasil membuat Lusy tersentak kaget. Karena panik, cengkeraman bagian intimnya malah semakin menjepit erat, hampir saja mematahkan benda milikku di dalam.“Ssh… agak pelan, kalau sampai patah benaran, kebahagiaanmu seterusnya bisa ikut melayang.”Karena suaraku sudah terlanjur dikenali, aku pun tak berpura-pura lagi. Aku langsung melepas masker dan berbicara padanya menggunakan suara asliku.“Kok… kok kamu bisa masuk ke sini? Kamu membuntutiku?”Lusy rasanya ingin menangis saat itu juga. Dia pasti sangat malu

  • Perjalanan Kehidupan Yang Panjang   Bab 5

    “Kak, kamu bercanda, ‘kan? Di sini benar-benar menyediakan layanan istimewa? Kamu nggak rugi kalau nggak menerima bayaran?”Meskipun tadi sudah sempat menebaknya, mendengarnya secara langsung dari mulutnya tetap saja membuatku sangat terkejut.Di tempat ini, Lusy bahkan tak perlu lagi menutup gairah dan hasratnya, dia malah dengan inisiatif menyodorkan diri untuk menggoda.“Kok kamu polos sekali? Tempat refleksi dan pijat zaman sekarang, mana ada yang murni jualan jasa urut? Semua itu ada paket terselubungnya.”“Asal kamu mau, mereka pasti punya layanan istimewa. Saat kamu dipijat, mereka akan memancing informasi pribadi, sekaligus melihat ukuran benda milikmu. Kalau kamu memenuhi kriteria, mereka akan langsung terang-terangan menawarkan layanan istimewa itu.”“Sebenarnya tarifku mahal sekali, tapi karena merasa cocok denganmu hari ini, kukasih gratis saja. Apalagi bendamu yang besar ini jadi nilai tambah tersendiri, aku suka sekali.”Tangan halus Lusy sudah mendarat di sana, mencengke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status