LOGINIstri bos di perusahaan terlalu seksi. Dia menjulurkan satu kaki berbalut stoking di depan mataku dan mengayunkannya. Aku benar-benar tidak tahan, jadi diam-diam memotret satu foto. Kemudian, aku berlari ke kamar mandi sambil membayangkan kaki indah istri bos. Saat baru setengah jalan, tiba-tiba istri bos membuka pintu dan menatapku dengan kaget. "Wow! Punyamu kok besar banget? Tadi kamu diam-diam memotretku buat apa?" Aku kaget, buru-buru memakai kembali celanaku. Istri bos malah menatapku dengan tatapan penuh kemenangan. "Tamatlah kamu, aku bakal kasih tahu bosmu." Tak lama kemudian, bos datang. Kukira dia mau mencari masalah denganku, siapa sangka dia malah menyelipkan 20 juta ke tanganku. "Istriku masih belum hamil sampai sekarang. Kamu 'kan kuat, bantu aku dong."
View More"Iko, kerja bagus. Perempuan ini biasanya pura-pura serius, nggak disangka begitu genit. Kalau bukan karena kondisi tubuhku nggak memungkinkan dan nggak bisa memuaskannya, dia juga nggak akan mencari kamu."Pikiranku kacau. "Bos ... sebenarnya kamu mau apa?"Bos mengeluarkan sebatang rokok dari saku, menyalakannya, mengisap dalam-dalam, lalu mengembuskan asap."Mau apa? Aku ingin mendapatkan bukti Acha berselingkuh! Ini dia." Setelah berkata begitu, dia mengeluarkan ponsel dan memotret kami."Dengan foto ini, ditambah anak di perutmu nanti, dua bukti ini sudah cukup untuk membuktikan kamu berselingkuh. Nanti kalau aku usir kamu keluar, jangan bilang aku kejam."Dia tersenyum, senyumannya membuat bulu kudukku merinding. Aku kaget, jelas sekali bos sedang memanfaatkanku!Acha langsung runtuh dan menangis keras. "Kamu gila! Kamu benar-benar gila!"Bos sama sekali tidak peduli. Dia berjalan mendekat, mencubit dagu Acha, memaksanya menatap dirinya."Gila? Istriku, bukannya kamu juga menikma
Wajah Acha seketika memerah. Rasa malu dan marah bercampur menjadi satu. "Ka ... kamu ngaco! Aku nggak begitu!""Ada atau nggak, kamu sendiri yang paling tahu."Aku melepaskan tangannya, lalu mengeluarkan sebuah kartu dari saku. Itu sebenarnya kartu cadangan hotel di sekitar yang kubeli secara asal di minimarket bawah semalam, sama sekali tidak dipakai, tetapi sengaja kugoyangkan."Malam ini bos nggak pulang. Aku sudah pesan kamar hotel. Aku tunggu kamu datang. Kalau kamu nggak datang, aku akan kirim foto semalam ke grup perusahaan. Biar semua orang lihat gimana istri bos di kamar mandi."Padahal aku sama sekali tidak memotret. Semalam aku sibuk menikmati, mana sempat ambil foto. Namun, trik menakut-nakuti seperti ini biasanya selalu berhasil.Acha benar-benar panik. Dia menggigit bibirnya yang memucat kuat-kuat, matanya berkaca-kaca. "Ka ... kamu nggak tahu malu!""Pria yang nggak nakal, wanita nggak bakal suka." Aku terkekeh-kekeh, membuka kotak makan, mengambil sepotong daging, dan
Memikirkan sampai di situ, aku tak kuasa merinding, telapak tanganku mulai berkeringat.Saat aku sedang melamun, pintu didorong terbuka. Yang masuk bukan Acha, melainkan bos.Di tangannya ada sebuah berkas, wajahnya muram. "Iko, ikut aku ke kantorku."Jantungku langsung berdegup kencang. Habislah! Jangan-jangan bos semalam cuma berpura-pura? Sekarang mau mencari masalah denganku?Aku menguatkan diri dan mengikuti di belakangnya. Begitu masuk ke ruangannya, bos langsung mengunci pintu."Bos ... ada apa?" Suaraku sampai bergetar.Bos melempar berkas ke meja, menunjukku dan memaki, "Kamu ini sebenarnya cowok atau bukan? Sudah repot-repot semalaman, tapi nggak ada hasil. Mau mempermainkanku ya?"Aku terpaku, otakku belum sempat mencerna. "Hah?"Bos membuka laci dengan kesal, mengeluarkan setumpuk uang lagi, lalu menepuknya dengan keras di meja. "Semalam istriku bilang kamu sama sekali nggak masuk! Kamu nggak mampu atau merasa uangnya kurang?"Baru saat itu aku tersadar, ternyata pada saat-
Kemarin, aku bahkan tidak berani membayangkan hal-hal seperti ini.Pagi tadi aku hanya diam-diam memotret satu foto, lalu lari ke toilet untuk menyelesaikan secara diam-diam. Tak kusangka malam ini, aku bisa berada di atas tubuh Acha, mempermainkannya dengan bebas.Acha akhirnya tidak bisa menahan diri lagi. Dia menahan suara di tenggorokannya sambil mengerang pelan.Aku belum pernah menikmati wanita secantik ini. Sudah tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaanku sekarang.Dapat uang, dapat wanita. Nikmat!Kapan pria merasa paling nikmat? Saat tangan kiri memegang uang, tangan kanan memegang wanita!Setelah satu jam, aku merasakan tubuhku menegang. Bos menyuruhku membantunya punya anak, tentu aku tidak boleh mengecewakan kepercayaannya.Semua "modal" kuserahkan pada Acha, tidak menyisakan sedikit pun. Tubuh Acha juga bergetar. Dia menyadari apa yang kulakukan.Dia menatapku dengan kaget. "Iko, kamu gila! Kamu tahu kamu ngapain?"Aku menarik celana, lalu tersenyum santai. "Te












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.