Short
Bos Cantik Pemicu Khayalan Nakal

Bos Cantik Pemicu Khayalan Nakal

By:  RichyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
4.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Istri bos di perusahaan terlalu seksi. Dia menjulurkan satu kaki berbalut stoking di depan mataku dan mengayunkannya. Aku benar-benar tidak tahan, jadi diam-diam memotret satu foto. Kemudian, aku berlari ke kamar mandi sambil membayangkan kaki indah istri bos. Saat baru setengah jalan, tiba-tiba istri bos membuka pintu dan menatapku dengan kaget. "Wow! Punyamu kok besar banget? Tadi kamu diam-diam memotretku buat apa?" Aku kaget, buru-buru memakai kembali celanaku. Istri bos malah menatapku dengan tatapan penuh kemenangan. "Tamatlah kamu, aku bakal kasih tahu bosmu." Tak lama kemudian, bos datang. Kukira dia mau mencari masalah denganku, siapa sangka dia malah menyelipkan 20 juta ke tanganku. "Istriku masih belum hamil sampai sekarang. Kamu 'kan kuat, bantu aku dong."

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Iko, aku bekerja di sebuah perusahaan milik pasangan suami istri.

Istri bos, Acha, duduk tepat di sampingku. Setiap hari dia mengenakan rok ketat yang membungkus pinggul. Kedua kakinya putih dan panjang.

Yang paling mematikan, dia sering melepas sepatu, lalu kaki indah berbalut stoking yang tampak putih kemerahan itu akan bergoyang-goyang tepat di depan mataku.

Aku pria muda yang sedang penuh gairah, mana mungkin bisa menahan godaan seperti ini!

Hari ini benar-benar tidak tahan. Aku bergegas masuk ke kamar mandi, ingin menyelesaikannya. Siapa sangka, aksiku malah dipergoki langsung oleh bos.

Aku bahkan sudah siap dipecat, tetapi siapa tahu bos justru memberiku uang dan menyuruhku meniduri istrinya!

Melihat setumpuk uang merah itu, aku merasa seperti sedang bermimpi.

Melihatku ragu, bosku mengernyit. "Kenapa? Kamu nggak merasa istriku cantik?"

"Bukan, bukan. Aku hanya ...." Aku buru-buru melambaikan tangan, tetapi belum selesai bicara, bosku sudah menyela.

"Apa? Aku sudah periksa ke rumah sakit. Aku mandul, nggak bisa punya anak. Tadi aku dengar dari istriku, kamu cukup kuat, jadi aku ingin kamu bantu supaya kami bisa dapat anak."

Aku benar-benar tidak habis pikir, sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan ini, bagaimana aku tidak tahu kalau bosku punya fetish seperti ini?

Kalau begitu, tentu saja aku tidak akan menolak. Aku mengambil uang itu, lalu bertanya, "Bu Acha tahu soal ini?"

Bos berdecak, lalu berkata dengan ragu, "Dia belum tahu. Dulu aku pernah bilang soal ini. Dia nggak setuju. Jadi urusan ini bakal sulit."

Aku teringat kalimat yang Acha ucapkan saat melihatku. "Wow! Punyamu kok besar banget?"

Sepertinya bos tidak bisa memuaskannya. Wanita seperti ini justru paling haus di dalam hatinya.

Aku pun menepuk dada dan menjamin, "Tenang saja, urusan ini serahkan padaku."

Setelah keluar dari kamar mandi, Acha masih menatapku dengan ekspresi penuh ejekan.

Aku tertawa dalam hati. Sekarang kamu mentertawakanku, nanti malam aku buat kamu menangis.

Saat malam tiba, aku pergi ke toko bunga membeli beberapa buket, lalu datang ke rumah Acha untuk meminta maaf.

Pintu dibuka. Acha mengenakan sandal merah muda, sepuluh jari kakinya seperti buah anggur, berkilau di balik stoking.

Terutama bagian dadanya yang besar. Sepertinya begitu sampai di rumah, dia langsung melepas bra. Melalui atasan tipis, terlihat dua tonjolan samar yang membuat darahku mendidih dan kemaluanku menegang.

Dia melihatku, lalu bertanya dengan nada kesal, "Kamu ngapain ke sini? Belum dipecat ya?"

Aku memegang bunga dan berkata, "Maaf banget soal siang tadi. Aku khusus datang untuk minta maaf."

Sudut bibirnya sedikit melengkung naik. "Lumayan tahu diri juga. Masuklah, siapa tahu kalau aku lagi senang, kamu bisa tetap kerja di perusahaan."

Aku mengganti sandal, lalu mengikuti Acha masuk ke rumah.

Bosku duduk di sofa. Dia melihatku, tampak sangat puas dengan kedatanganku.

Karena tanganku memegang bunga, tidak leluasa mengambil barang, aku pun berkata kepada Acha, "Bu Bos, aku juga bawa hadiah lain buat kamu. Ada di saku celanaku. Tolong ambilkan ya."

Sambil berkata begitu, aku memiringkan badan, memperlihatkan saku kiri celanaku. Acha tidak banyak pikir, langsung memasukkan tangan untuk mengambil.

"Bawa apa lagi nih buat aku?"

Aku tersenyum licik. Saat tangannya masuk, aku memutar badan. Tepat sasaran, Acha langsung menggenggam kemaluanku yang sedang menegang.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status