Short
Jebakan Satpam Yang Menyamar

Jebakan Satpam Yang Menyamar

By:  TomiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10Chapters
2.9Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Ah, om… tolong bantu aku, aku dilecehkan mereka….” Malam hari saat sedang bertugas di pos satpam, tak disangka diriku malah bertemu dengan primadona pabrik yang pakaiannya sudah berantakan. Wanita itu terengah-engah dan gemetaran di pelukanku, memintaku membantu mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya. Bagian bawah tubuhnya yang lembut dan terbuka terus bergesekan dengan celanaku. Sambil memainkan tubuhnya, aku merenggangkan kedua kakinya. Pemandangan indah yang biasanya hanya bisa kulihat melalui CCTV di malam hari, kini terpampang jelas tanpa halangan. “Jangan pakai benda itu lagi, om punya yang jauh lebih enak di sini, kamu mau?”

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Jefri, berusia lima puluh tahun dan bekerja sebagai satpam penjaga malam di sebuah pabrik elektronik.

Tak disangka, pabrik ini jauh lebih seru dari yang kubayangkan.

Setiap malam tiba, aku selalu mengunci pintu dan menyalakan layar CCTV….

Di layar itulah, adegan-adegan gairah yang menegangkan cukup sering bermunculan.

Aku juga baru menyadarinya. Setiap kali lampu dimatikan menjelang dini hari, selalu ada beberapa pria dan wanita yang diam-diam keluar dari asrama. Mereka mencari gajebo terpencil atau area perpohonan rindang, lalu langsung bermain sambil bersandar di tiang atau batang pohon.

Mereka jelas sudah tak kuat setelah menahannya seharian, jadi asal ketemu tempat sepi, langsung bergumul begitu saja. Mengandalkan situasi yang sepi, para wanita yang tampilannya sopan di siang hari pun berubah jadi sangat berani. Suara desahan mereka semakin lama semakin keras, ucapan apapun bisa terlontar dari mulut mereka.

Terlebih lagi, karena di malam hari tak kelihatan apa-apa, para wanita ini mau diajak kerja sama dalam posisi apapun dan main dengan sangat liar.

Namun, aku bisa melihat semuanya dengan sangat jelas dari kamera CCTV.

Setiap kali melihat tubuh-tubuh mulus dan putih di layar itu, mendengar desahan nakal para wanita di setiap hentakan, bahkan saat mereka diposisikan dalam gaya yang memalukan di depan kamera hingga area sensitif mereka yang basah terpampang jelas….

Hal itu membuat diriku yang sudah lama tak menyentuh wanita, perlahan-lahan mulai kehilangan kendali. Rekaman CCTV malam hari pun jadi hal yang paling kutunggu-tunggu setiap harinya.

Sambil menonton layar dan melihat para wanita itu mendesah nikmat saat dipermainkan, aku ikut membelai benda milikku sendiri.

Meski hanya pelampiasan sesaat, begitu mulai membayangkan diriku yang sedang bermain dengan para wanita itu, benda milikku langsung menegang hebat dan memberiku kenikmatan luar biasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Hari ini, aku sedang asik-asiknya menonton, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuatku terkejut setengah mati hingga langsung melemas.

Sensasi kenikmatan yang terputus ini membuatku sangat jengkel. Baru saja aku hendak berdiri untuk memeriksa situasi, tiba-tiba pintunya dibuka dengan paksa.

Aroma harum menyengat langsung menyerang. Saat menunduk, aku melihat seorang gadis dengan pakaian terbuka dan wajah merona terhuyung-huyung jatuh ke dalam pelukanku. Dia menempel erat padaku seolah-olah menemukan seorang penyelamat.

Wajah gadis itu penuh air mata dan pakaiannya tampak seperti habis dirobek.

Kancing bagian depannya sudah terlepas, memamerkan bagian tepi renda bermotif bunga di dalamnya. Renda itu menopang dadanya hingga tampak bulat sempurna.

Air matanya mengalir dan tenggelam di celah dadanya. Pandanganku yang mengikuti tetesan air mata itu sempat menangkap sekilas puncak berwarna merah muda yang menyegarkan.

Aku mengalihkan pandangan ke bawah dan melihat sepasang kaki jenjang yang putih dalam posisi menjepit rapat. Roknya sangat pendek dan bagian dalamnya tampak kosong, hanya terlihat samar-samar sedikit benang hitam dengan sedikit kilauan air.

Dia seperti sedang berusaha menahan sesuatu. Dia menatapku dengan matanya yang sayu, sementara kakinya menggesek pelan bagian dalam celanaku.

“Om… tolong aku… aku… hm… aku sudah nggak kuat….”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status