INICIAR SESIÓN“Ah, om… tolong bantu aku, aku dilecehkan mereka….” Malam hari saat sedang bertugas di pos satpam, tak disangka diriku malah bertemu dengan primadona pabrik yang pakaiannya sudah berantakan. Wanita itu terengah-engah dan gemetaran di pelukanku, memintaku membantu mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya. Bagian bawah tubuhnya yang lembut dan terbuka terus bergesekan dengan celanaku. Sambil memainkan tubuhnya, aku merenggangkan kedua kakinya. Pemandangan indah yang biasanya hanya bisa kulihat melalui CCTV di malam hari, kini terpampang jelas tanpa halangan. “Jangan pakai benda itu lagi, om punya yang jauh lebih enak di sini, kamu mau?”
Ver másGwen kembali menangis kencang.“Kak, maafkan aku. Aku benar-benar terdesak dan nggak punya pilihan lain. Riko memeras dan memaksaku dengan foto-foto telanjangku. Kalau aku nggak menuruti kata-katanya, dia bakal menyebarkan foto-foto itu ke media sosial.”“Awanya aku hanya ingin berpacaran baik-baik dengannya, tapi nggak menyangka ternyata dia orang seperti itu.”“Uang dari kakak belum kupakai sama sekali, sekarang bakal kukembalikan semuanya.”Usai bicara, dia langsung mengembalikan uang satu miliar itu padaku. Begitu melihat uangnya kembali masuk ke rekening, hatiku terasa lega dan puas.Usai mentransfer uangnya, Gwen melempar ponselnya, lalu merebahkan diri di atas badanku sambil lanjut menangis.Aku bersandar setengah berbaring di sofa dan hanya menatapnya tanpa berbicara. Namun, sentuhan tubuhnya membuat bagian bawahku merespon jujur perlahan-lahan, membuat tenggorokanku terasa agak kering.“Kak, aku bakal menebus kesalahanku padamu.”Usai bicara, dia menyingkap bajunya, lalu mend
Keesokan harinya, saat pergantian shift, aku mulai berbagi cerita mesum dengan si Hardi.Hardi mengungkit kalau dia baru saja melihat seorang pemuda sedang bergumul dengan si primadona pabrik kami.“Stokingnya sampai robek, pria itu memang jago. Bentuk tubuhnya benar-benar menggoda, hari ini benar-benar cukup memuaskan mataku! Kamu nggak tahu saja, pria itu bilang kalau si primadona itu penipu.”“Entah dari siapa dia berhasil menipu uang satu miliar, terus kelihatannya mereka berdua berantem gara-gara nggak adil saat membagi uangnya.”Hatiku langsung menegang dan merinding. Satu miliar? Bukannya aku baru saja kasih satu miliar pada Gwen kemarin? Seharusnya tak mungkin….Aku langsung mencengkeram Hardi dan bertanya, “Kamu sudah kerja lama di sini, ‘kan? Kamu tahu soal ibu primadona yang lagi sakit?”Hardi memasang raut wajah pasrah dan menjawab, “Sakit apaan? Ibunya bahkan sudah lama meninggal. Dari mana kamu dapat kabar itu?”“Tapi kemarin dia sendiri yang bilang padaku kalau ibunya sa
Suara desahan itu langsung membangunkanku dari mimpi.Ternyata hanya mimpi.Sambil menahan gejolak gairah di dalam dada, aku menatap wajah di sampingku yang sedang tertidur tenang. Aku pun tak bisa tidur sepanjang sisa malam itu.Aku mulai mempertanyakan apakah diriku ini benar-benar seorang pria sejati. Pria sejati tak boleh melecehkan gadis polos dan harus bisa menahan diri.Namun, kalau terlalu mampu menahan nafsu, juga tak bisa dianggap sebagai pria sejati, ‘kan?Barulah saat fajar mulai menyingsing, aku perlahan-lahan tertidur lelap kembali.Begitu membuka mata lagi, sudah tidak ada orang di sampingku.Tercium aroma harum masakan di udara. Begitu bangun, aku baru tersadar hari sudah siang.Gwen sudah menyiapkan meja penuh hidangan dan menungguku bangun. Hatiku terasa hangat, belum pernah ada wanita yang dengan telaten menyiapkan makanan untukku sebelumnya.“Kakak sudah bangun? Cepat cuci wajah, lalu kita makan,” ujar Gwen sambil tersenyum manis, seketika seluruh tubuhnya seolah me
Setelah masalah itu selesai, waktu sudah menunjukkan jam tiga empat pagi dan pintu asrama pun sudah dikunci. Karena tak bisa pulang, aku hanya bisa membawa Gwen ke kontrakanku untuk menginap semalam.“Kamu tidur di kamarku saja, aku tidur di sofa ruang tamu.”Aku masih sangat menjaga perasaannya dan paham betul kalau urusan begini tak boleh terburu-buru.“Mana boleh begitu? Kak, kamu itu tuan rumah, harusnya tidur di kasur. Aku bisa tidur di sofa ruang tamu, nggak masalah.”Mendengar ucapanku, Gwen langsung membantah dan berebut denganku.Badannya yang mungil dan kepalanya yang mendongak saat berbicara membuatnya terlihat seperti keledai kecil yang keras kepala. Kok aku tak menyadarinya selama ini?“Kamu itu perempuan, sudah kewajibanku untuk mengalah. Ikuti saja kata-kataku. Kamu tidur di kasur, aku tidur di sofa.”Aku memeluk selimut sambil merapikan sofa dan mengganti sprei kasur untuknya.Begitu berbalik untuk keluar kamar, keledai kecil yang keras kepala ini menggigit bibirnya dan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.