LOGINSetelah tiga hari, Xiao Chen bersiap untuk kembali ke sekte Heaven dan dia juga menerima permintaan maaf dari para tetua sekte Shengjian yang awalnya bermusuhan dengannya. Karena hal inilah Xiao Chen hanya bisa memaafkan mereka, sebab sekarang master sekte sudah kembali ke tangan Jiang Zaozi dan dia juga sudah punya hubungan dengan Jiang Ming’er. mempersulit mereka sama saja dengan mempersulit keluarganya sendiri di dalam lingkungan tersebut. “Nak, aku hanya membayar dua ratus dan seratusnya untukku!” Tapi saat Xiao Chen akan menerima bayaran, dia malah hanya menerima dua ratus dari tiga ratus yang telah dijanjikan. Tentu saja dia kesal dan bahkan Xiao Chen ingin langsung protes tapi Jiang Zaozi bilang kalau uang itu telah dia berikan kepada Jiang Ming’er sehingga Xiao Chen tidak berani meminta uang itu kembali.“Sialan, kau memang orang tua yang licik!” Kata Xiao Chen memahami kenapa tidak ada Jiang Ming’er di sisinya sekarang. ini sudah direncanakan oleh orang tua itu, agar uang ba
“Ini … apa maksudnya leluhur?” tanya Jiang Zaozi dengan ekspresi aneh memandang leluhur sekte Shengjian. Kali ini dia terkejut dan tidak tahu harus mengatakan apa saat melihat benda yang dilempar oleh leluhur padanya. Benda itu adalah tanda pengenal sekaligus bukti kalau dia adalah penguasa dari sekte Shengjian. Ini bisa dibilang dia kembali menjadi master sekte tapi statusnya sekarang lebih tinggi. Para tetua tidak berhak untuk mengambil tindakan padanya, hanya leluhur yang bisa memberi teguran maupun nasehat pada master sekte yang baru. Hanya saja, dia sudah tidak peduli dengan status sebagai master sekte tapi sekarang dia diberikan kembali status itu dengan kekuasaan yang lebih daripada sebelumnya. Matanya memandang ke arah sang adik yang tampaknya sudah menyadari hal ini. Atau bisa dikatakan adiknya sendiri yang melapor soal masalah tersebut kepada leluhur. Jelas kalau adiknya tidak ingin menjadi master sekte, masalah sebelumnya murni karena dia tidak ingin status master sekte tu
“Kalau Hanya begitu mungkin kita bisa melakukannya sekarang, tapi aku yakin. Kalau dalam harta ini ada semacam alat pelacak jadi … nak, kamu juga membuat masalah untukku!” Tiba-tiba saja ayah dari Jiang Ming'er sadar kalau dia juga jatuh dalam masalah karena telah melihat harta ini. Bahkan mungkin saja semua yang ada disini berada dalam bahaya karena ulah Xiao Chen, tapi Xiao Chen dengan cepat memberitahu kalau semua hal mengenai pelacakan sudah Xiao Chen hapus.“Aku sudah menghapus semuanya jadi mereka tidak akan bisa menemukan jejak semua ini!”” Kata Xiao Chen dengan senyuman, dia sudah bersiap dan sudah sejak lama sadar kalau ada jejak di semua harta ini. Dia sudah meminta bantuan kepada naga hitam untuk menghapus jejak tersebut, akibatnya pasti sekarang suku laut sedang kesulitan menemukan jejak harta ini.Ketiga dari keluarga Jiang itu menggelengkan kepala, siapa sangka anak muda ini benar-benar akan sepintar ini. Menghapus jejak, berarti sama saja dengan memberikan harta ini keb
“Jujur, sebenarnya apa yang membuatmu sangat ingin tahu soal suku laut? Kamu melakukan sesuatu bukan, saat bertemu dengan mereka?” Jiang Ming'er bukan orang bodoh, dia mengerti kalau Xiao Chen bertanya sesuatu yang seharusnya tidak ditanyakan pasti ada yang terjadi. Tentu saja, meskipun tidak terjadi pasti Xiao Chen yang terlebih dahulu membuat masalah. Xiao Chen memalingkan wajahnya, dia beralasan kalau ingin tahu saja karena saat itu dia merasakan kalau suku duyung mungkin bukan hanya suku biasa. Ini karena Xiao merasakan ada sosok yang cukup berpengaruh bersembunyi di dalam lautan dan itu membuat bahkan suku hiu tidak berani bertindak gegabah pada saat itu. Xiao Chen hanya menceritakan sedikit tentang yang dia lihat, sehingga tidak ada yang tahu kalau dia sebenarnya telah mencuri harta dari suku laut itu sendiri. Tapi bagaimana bisa Jiang Ming’er tidak tahu yang sebenarnya terjadi? Jadi Jiang Ming’er dengan sengaja bertanya apakah selama perjalanan Xiao Chen sangat senang dan baha
“Aku benar-benar ingin menghajarmu nak!” Kata ayah dari Jiang Ming'er kesal melihat Xiao Chen yang memang bermain dengan anaknya. Dia sekarang sadar kalau telah di tipu oleh Xiao Chen dan Jiang Ming'er, mungkin mereka sudah bersama sejak hari kemarin dan tidak ada yang mengetahuinya. Itu juga jadi kesempatan untuk mereka berdua, Jiang Ming'er sedikit menundukkan kepalanya karena malu. Tentu saja dia sangat jarang bisa berbohong apalagi dengan yang dikatakan oleh Xiao Chen sendiri kepada ayahnya. Sang ibu juga hanya menghela nafas dan menepuk pundak anaknya, ini juga tidak jadi masalah baginya. Selama anaknya benar-benar suka, apa salahnya membiarkan Xiao Chen dengan anaknya? Dia malah tidak senang dengan tuan muda sekte boneka, karena pemuda itu benar-benar buruk. Dia tidak suka bahkan lebih tidak suka dengan aturan dari sekte boneka yang selalu saja menganggap diri mereka hebat dari sekte lain. Xiao Chen mencoba untuk mencari alasan tapi baik paman maupun ayah dari Jiang Ming'er sud
Yang seharusnya tidak boleh diambil sebelum waktunya, tapi sekarang semua benar-benar percuma. Karena semuanya telah hilang dari tubuh Jiang Ming'er dan antara sekte Shengjian dengan sekte boneka sudah tidak ada lagi hubungan satu sama lain. Meskipun dia tidak tahu apa alasannya … tapi dia merasa kalau semua sudah diketahui oleh kakak laki-laki, hanya saja dia tetap masih berusaha untuk diam dan hanya fokus mencoba menyembuhkan Jiang Ming'er. Dia ingin mengetahui kenapa kakaknya benar-benar memutus hubungan mereka dengan sekte boneka? Dan apa yang sebenarnya disembunyikan oleh kakak laki-lakinya itu? Di saat yang sama, Xiao Chen sudah pulih dan dia benar-benar merasa kalau keuntungannya lebih besar daripada saat berada di keluarga Yang. Jiang Ming'er yang selalu menemaninya, membuat Xiao Chen merasa lega juga dalam hati dan dari kondisi Jiang Ming'er yang sudah pulih … Xiao Chen berencana untuk kembali ke sekte Heaven, tapi di hari itu …. Sosok ayah dari Jiang Ming'er malah datang de
“Haaa… Dia mungkin akan mencari tahu sendiri nantinya!” Kata tetua agung menghela nafas tidak berdaya saat melihat ke arah Xiao Chen yang sudah menghilang dari pandangannya tersebut. Mendengar ucapan dari tetua agung, ekspresi dari kedua tetua juga ikut menghela nafas. Mereka memang bisa melihat k
Dia benar-benar tidak senang dengan sikap Xiao Chen yang masih sangat santai bahkan setelah dia bicara dengan serius mengenai ancaman dari generasi muda yang menganggap Xiao Chen sendiri sebagai musuh abadi mereka. Mu Biyu malah terlihat menggelengkan kepalanya, Xiao Chen bukan orang yang peduli de
Xiao Chen yang telah mengetahui semuanya langsung benar-benar terdiam, dia tidak tahu kalau dirinya akan benar-benar tertidur selama itu. Bahkan sampai sebulan, setelah menyadarinya pun Xiao Chen akhirnya diminta untuk kembali karena untuk persiapan turnamen generasi muda juga akan segera dimulai.
Mendengar wanita itu tertawa, Mu Biyu benar-benar tidak dapat memahami tujuan dari wanita itu datang padanya. Tapi dia ingin bertanya lebih lagi, “Apakah masa depannya tidak bisa diubah? Apakah tidak ada pilihan lain?” Pertanyaan yang membuat wanita cantik itu tersenyum menatap Mu Biyu. “Mengubah







