LOGINGelang di tangan Wira yang sebelumnya memiliki aura mematikan yang hitam, kini mulai berubah menjada hitam keemasan. Gejolak yang ada pada energi Gelang Semesta terpengaruh oleh energi pemiliknya dan kini gejolak energi itu mereda karena energi Wira yang stabil. Wira kini berdiri di atas batu dan mengatur pernapasan eneginya dengan baik. Energi masuk dan naik terasa ringan, dan kerusakan sebelumnya yang bertentangan di dalam tubuhnya sudah tidak membuat sakit pada seluruh jaringan tubuhnya.Wind-Phantom Core yang merupakan energi kekuatan Wira sebelumnya kini berdenyut dengan baik dan penguasaan Wira pada kemampuan elemen dan kecepatan semakin tajam.”Wira ..., kamu selamat. Kamu terlihat sehat!” Bisma sangat senang dan menepuk pundak sahabatnya tersebut.Wira tersenyum dan tangannya kini bertemu dengan sahabatnya itu seperti biasanya.Plak!Wira juga melihat ke teman-temannya yang lain yaitu Pangeran Harry dan Lylia. ”Terima kasih semuanya, aku merasa tidak ada lagi ledakan dalam tub
Wira gemetar, kekuatan yang sudah dibangun sejak dimulai kehancuran dunia tiba-tiba hilang. Ada cahaya biru yang meledak dari windows status yang serin dilihat Wira. Status itu menguap seperti layar tulisan yang pecah. Wira kehilangan keseimbangan, dan dia memegangi kepalanya. Jika kekuatannya hilang, sama artinya dia menjadi manusia biasa!Status!Wira mencoba memanggil status petualangnya, tapi nihil tidak keluar. Tidak ada angka ataupun skill yang terlihat, dan juga tidak ada indikator mana atau kemampuan gandanya. Apakah kesalahan ini karena dirinya egois mengambil dua kekuatan sekaligus dan mencoba mengakali sistem?"Wira!" Bisma refleks menangkap bahu sahabatnya. Dia menatap Avatar dengan mata membelalak penuh emosi. "Apa yang baru saja Anda lakukan?! Wira sedang kritis! Kenapa Anda justru menghancurkan sistemnya?!""Tenangkan dirimu, Pemuda," ucap Avatar datar. Suaranya tidak kencang, namun memiliki getaran gaib yang seketika mengunci gerak Bisma. Avatar berdiri tegak dengan jub
Suara mendesis terdengar mengerikan, suara itu dari kawanan monster parasit dari Setan Hitam yang berupa tentakel-tentakel hitam. Suara mendesis itu derdengar dari sekitar desa mati yang sudah ditinggalkan penghuninya. Tentakel itu menyerang dan mengincar target, Wira!Wosh!Pangeran Harry melompat dengan pedangnya dan menggunakan energi lapis energi keemasan dan menebas dengan cepat.Slash! Slash!"Kalian tak bisa menyentuhnya!" teriak Harry. Tebasan presisi milik sang Swordmaster memotong puluhan tentakel hitam itu menjadi beberapa bagian sebelum sempat menjangkau Wira. Darah hitam berbau sangit menyembur dan pecah, membakar lantai aspal di bawahnya.Lylia menyatukan kedua telapak tangannya. Sihir angin murni bertiup kencang, memutar pusaran badai kecil yang menghempaskan puluhan parasit yang mencoba melompat dari reruntuhan ruko. "Bisma, bawa Wira kembali ke kendaraan! Kita tidak bisa membuang waktu bertarung di sini!""Siap!" Bisma tanpa ragu memapah Wira, memanggul setengah beban
Kota Bogor yang panas.Suara kendaraan militer terdengar berat, melintasi jalanan terjal perbatasan dan menghindari beberapa kawanan monster. Langit perbatasan kota Bogor sudah dilewati, bekas pertempuran melawan pasukan Beast yang dipimpin Setan Hitam berada di belakang. Aroma busuk masih tercium sehingga mengundang beberapa monster pemangsa mendekati sisa-sisa pertempuran.Keputusan cepat akhirnya diambil agar segera menyelesaikan skema buruk yang bisa terjadi. Pengungsi yang berjumlah lebih dari seribu orang tidak mungkin dibiarkan bertahan lebih lama di area terbuka. Kapten Nagita dan Letnan Tio berdiri di depan pintu belakang truk taktis, memeriksa kesiapan amunisi serta personel militer yang tersisa."Kalian tidak perlu khawatir," kata Kapten Nagita, suaranya terdengar mantap menembus kebisingan suara mesin yang menggerung pelan. "Markas Utama Perlindungan Militer di sektor barat dijaga ketat oleh dua batalyon penuh. Ada dinding penahan energi dan sistem otomatis yang dibangun be
Bara menang melawan Setan Hitam dan membuat daging raksasa Beast itu tak lagi bergerak di tanah lapang, di perbatasan kota. Tubuh raksasa itu terbakar dan tercium bau gosong menyengat sehingga menimpali suasana area para pengungsi yang selamat. Mereka mencium bau gosong itu di atas rumput yang juga sebagian besar terbakar. Beberapa pengungsi yang selamat masih terduduk lemas, napas mereka memburu di antara isak tangis ketakutan dan rasa syukur yang tertahan.Kapten Nagita dan Letnan Tio bergerak cepat menyisir barisan warga, memastikan tidak ada lagi sisa-sisa beast berjaket hitam yang bersembunyi. Sementara itu, Bisma dan Pangeran Harry baru saja menyarungkan senjata mereka, bernapas lega seraya menatap Bisma yang sedang memeluk erat kedua orang tuanya.Semua tampak berakhir dengan baik. Wira berdiri tegak di tengah padang pertempuran, menatap gundukan abu bekas tempat Setan Hitam tewas.[Penyerapan otomatis selesai][Anda membunuh Petualang Khusus: Setan Hitam][5.000 Kristal diakumu
Di hari kehancuran, membunuh seorang manusia sudah menjadi hal biasa demi keuntungannya. Namun, selama ini Wira tak pernah ingin melakukannya hanya untuk menjadi kuat. Namun, dia punya alasan untuk membunuh seorang manusia jika mereka sudah tak memiliki perbedaan dengan monster.Seperti manusia di depannya yang kini telah menjelma menjadi monster dan membunuh orang lain demi kekuatan!”Aku Setan Merah dan aku merasakan energimu sangat kuat. Aku akan menjadi lebih kuat lagi dengan menyerap energimu!”Wosh!Serangan senjata terjadi, sayap-sayap Setan Hitam memiliki senjata di setiap sela ruas. Serangan senjata tajam itu mengarah pada Wira. Namun, Wira mampu menghindari serangan itu dengan baik dan mengambil sisi lain. Kecepatannya sudah meningkat pesat, pertarungan demi pertarungan membuatnya semakin terlatih. Wira mundur karena dorongan energi, serangan datang lagi dan Wira menangkis dengan daggernya.Bang! Brush! Klang!Mereka terus bertukar serangan, bahkan dampak energi keduanya mem
Makhluk tinggi itu datang ke arah Wira, benturan tubuh mereka terjadi dan membuat para mahasiswa lainnya ada yang menutup matanya.Slap!Brush!Wira terdorong ke belakang dan tubuh monster kurus tinggi itu menimpa Wira, suaranyanya terdengar menyayat.KUUUUKKKKK! (Sakit, sakit ....)Bruk! Kepala mo
Klap![Status petualang; Wira][Bertahan hidup adalah tujuan anda di awal kehancuran dunia. Tingkatkan kekuatan anda dan naikkan kemampuan anda untuk mempersiapkan tahap kehancuran dunia selanjutnya]Wira membaca status jendela dengan kemampuannya sebagai Petualang. Saat itu, empat orang yang sela
”Cepat keluarkan senjatamu, Wira! hadapi monster-monster belalang itu!” Bisma memegangi lengan Wira cukup kuat.Capit-capit tiga belalang besar itu terus bergerak, terbuka dan tertutup. Suara bertemunya antar ujung capit terdengar menyeramkan dan ruangan kelas itu menjadi mencekam karena suara capi
Wira telah melakukan pelanggaran karena memilih dua kotak, tapi Wira tidak peduli dengan hal itu.[Anda memilih kemampuan, Elemental Angin dan Pembunuh]Splash!Tulisan di atas adalah tulisan terakhir yang dilihat Wira, dan matanya menjadi nanar karena gelap kembali menyelubung di depannya. Ruangan







