Beranda / Fantasi / Perjalanan Petualang Terkuat / 2. Aku Mengalahkanmu, Sistem!

Share

2. Aku Mengalahkanmu, Sistem!

Penulis: Ideabadar
last update Tanggal publikasi: 2024-08-13 09:15:42

Kilauan cahaya menyala di langit, Wira kaget melihat pemandangan di langit. Apa yang sebenarnya terjadi?

Gempa berhenti, meja yang semua saling berderak dan bertabrakan sudah kembali normal. Semua mahasiswa di kelas itu bangkit dari tiarap. Semuanya saling memandang dan kebingungan. Mereka mulai bergerak kembali ke tempatnya masing-masing.

Namun ...

TEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!

Suara terompet lagi! Suara itu kembali membuat gendang telinga Wira dan lainnya terasa sakit. Suara seperti terompet raksasa itu terdengar dari atas, seperti suara dari langit dan seolah langit akan menghancurkan bumi. Semua yang mendengarkan suara kedua terompet dahsyat itu, menjadi ketakutan. Sepanjang suara terompet terdengar, ruangan mereka di lantai dua ikut bergetar, keca di jendela bergetar dan menimbulkan gesekan karena ikut terguncang.

”Apakah ini adalah hari kiamat!” teriak pria di pojok ruangan sambil menutup kedua telinganya dan jongkok dengan tubuh menggigil.

”Kiamat?” seorang wanita yang mendengar kata kiamat kaget, benarkah ini kiamat! Dia hanya pernah dengar bahwa kiamat terjadi dengan adanya tiupan sangkakala atau terompet.

”Tidak, ini bukan kiamat! Ini pasti hanya suara ledakan mesin!”

Sementara, Roni dan gengnya berkumpul di tengah. Mereka juga panik.

”Apakah aku sedang bermimpi!” teriak Malin pada Reka dan lainnnya.

Wira memegang ujung meja, tangan satunya memegang pundak Bisma yang terlihat ketakuatan.

”Apa ini kiamat, Wira?” Bisma ketakutan.

”Tenanglah, kita akan melihat situasi lebih dahulu.”

Salim juga terlihat bingung, dan masih berdiri memegangi meja di sampingnya. Dan, suara terompet raksasa itu berhenti bersuara. Dua kali suara terompet, langit bercahaya cukup silau dan para mahasiwa mulai berdiri kembali. Mereka bergerak menuju samping jendela dan melihat masing-masing ke luar.

Klap!

Semua kaget, langit menjadi gelap gulita, bahkan seperti malam tanpa ada sedikit pun pencahayaan. Tak terlihat apapun, semua dipenuhi dengan kegelapan. Siang telah berubah menjadi malam tanpa ada pencahayaan.

Wira mengeluarkan Handphone dari saku celananya, mencoba menghidupkan Hp tapi hal itu sia-sia karena hp tak menyala sama sekali. Hanya terdengar riuh suara tiap mahasiswa di sekitar Wira yang kebingungan dan panik.

”Wira, semua gelap, ini tidak mungkin kiamat bukan?” suara Bisma.

”Tenang, Bisma! Aku sedang mencari tahu.”

Saat Wira meraba meja di depannya, saat itu tiba-tiba cahay bersinar sangat terang dari atas dan menyedot tubuh Wira menjadi nanar dipenuhi cahaya. Ini adalah ...

Splash! Klap!

Pandangan Wira mulai kembali dan cahaya masih berkilauan, dimana ini? Wira berada dalam sebuah ruangan serba putih dan sebuah layar portabel muncul di depan Wira. Ada tulisan yang terlihat dengan jelas seperti dalam tulisan layar komputer. Apakah Wira bermimpi? Dia mengucek matanya sekali lagi dan membaca tulisan itu.

[Petualang Wira, selamat datang untuk mengaktifkan kekuatan anda]

Apa ini?

Tulisan bergerak dan berganti dengan tulisan lainnya.

[Petualang, silakan memilih kemampuanmu di akhir kehancuran semesta]

[Waktumu hanya 60 detik untuk memilih]

Kenapa ini mirip sekali dengan permainan? Wira kebingungan dan masih melotot, melihat tulisan bercahaya di depannya. Wira menggerakkan tangannya untuk menyentuh portabel layar tersebut, tapi tangannya menembus portabel tersebut.

Ini nyata!

[Waktu untuk memilih dimulai dalam 60 detik]

[Petualang, ambil pilihan anda sekarang, 59]

[Petualang, ambil pilihan anda sekarang, 58]

[Petualang, ambil pilihan anda sekarang, 57]

Meskipun Wira bingung, dia melihat waktu terus berjalan, bersamaan dengan itu kotak-kotak bercahaya muncul mengelilingi Wira. Kotak-kotak itu terus berputar dan bergerak, berganti posisi, memenuhi semua ruangan di sekitar Wira.

Jadi, ini benar-benar seperti permainan, apa ini yang dikatakan Paman Gani bahwa kiamat terjadi? Surat terakhir dari paman Gani, apakah dia tahu bahwa hal ini akan terjadi?

[Petualang, ambil pilihan anda sekarang, waktu tersisa 00.45 detik]

[Petualang yang tidak memilih memiliki konsekuensi tersendiri, kematian sedang mengintai anda]

Tidak ada waktu lama untuk berpikir seperti orang cupu! Jika memang hidup sudah berubah, maka permainan adalah jalan satu-satunya untuk menjadi kuat. Wira tersenyum, saatnya untuk menyala! Aku akan memilih!

Wira melihat semua kotak-kotak itu dengan cepat, dia melihat ada tulisan yang terlihat di dalam kotak-kotak tersebut; Warrior, Blacksmith, Mage, Sihir Nova, Elastikal, Marksman, Pertahanan, Healthy, Jiwa Pahlawan, Jiwa Iblis, Benih Dewa, Assassin, Pembuat Obat, Pemilih Senjata, Tinju Kehancuran, Maniak Senjata, Rantai Iblis, Manipulasi, Kamuflase, Speed Voltra, Swordmaster, Pengendali Air.

Terlalu banyak, sial waktunya semakin sempit! Wira melihat sekilas semuanya, dia harus memilih kemampuan yang kuat yang mampu untuk bisa menjadi yang terhebat.

[Petualang, ambil pilihan anda sekarang, 29 Detik]

Semua kekuatan-kekuatan itu sangat hebat! Tergantung siapa yang memilikinya. Seperti di dalam game, bukan siapa Hero yang kamu mainkan, tetapi bagaimana kamu menggunakan skillnya dengan baik, timing yang tepat, dan cara yang benar untuk mengcounternya. Kemampuan ada di dalam kotak-kotak itu tak lagi dipedulikan Wira, matanya terpejam sejenak. Saat dia membuka matanya, ada satu kotak yang menarik perhatiannya. Ya!

Sebuah kotak putih tanpa memiliki tulisan kemampuan di dalamnya, kemampuan apa di dalam kotak yang hanya bercahaya putih semata itu? Menarik! Biasanya ada kotak ajaib yang ada di dalam game yang memiliki misteri untuk siapapun Player yang mendapatkannya.

Wira akan bertaruh!

Dan, tangan Wira segera maju memilih kotak putih tanpa kemampuan itu. Saat itu, bukan terbuka sebuah kemampuan yang didapatkan Wira. Melainkan, pilihan lagi yang tertulis jelas di depan Wira.

[Anda memilih tiga pilihan, Pilihlah sesuai kemampuan anda, Petualang! Apapun yang anda pilih, akan menyebabkan tingkat kesulitannya berbeda]

[Pilihan; Expert, Normal, Mudah]

Apa lagi ini?

[Petualang, segera ambil pilihan anda, waktu anda tersisa 15 detik]

Tangan Wira sedikit ragu, tapi dia meyakinkan dirinya. Pahlawan akan ditempa dengan ujian yang berat hingga dia menjadi kuat. Emas perlu dibersihkan dengan cara dibakar untuk menjadi berlian tidak bernilai!

Aku akan memilih!

[Petualang, anda memilih Expert, hadiah dan ujian akan sangat berat untuk ras rendah manusia seperti anda]

[Apa anda yakin? Anda tidak akan berubah pikiran, Petualang!]

Sialan! Sistem ini benar-benar meremehkan dan mempermainkanku! Geram Wira.

[Petualang, waktu anda tinggal 9 detik. Silakan pilih kotak kemampuan yang anda inginkan. Kemampuan yang anda pilih akan disesuaikan dengan tingkat expert yang anda sudah pilih sebelumnya]

[Pilihlah satu kemampuan Petualang, waktu anda tersisa 6 detik]

”Sistem gila! Kamu benar-benar memaksaku!” Wira sudah tidak sabar dan berteriak sendiri.

[Pilihlah satu kemampuan anda, Petualang]

[Petualang, Waktu anda tersisa 3 detik]

”Aku tidak akan menurutimu, sistem gila! Aku adalah Wira, aku adalah pahlawan dalam permainan ini!”

[Petualang, waktu anda tersisa 1 detik]

”Aku tidak peduli!”

Di saat waktu tersisa dan hampir mendekati nol, Wira melakukan sesuatu yang melawan sistem. Dia mengambil dua kotak kemampuan dengan dua tangannya, tangan kiri ke samping kiri, menekan salah satu kotak kemampuan, dan tangan kanannya memilih satu kemampuan lainnya di sisi kanan.

”Lihatlah, aku melawanmu, Sistem Gila! Ha.. ha. Ha..!”

[Petualang, anda melakukan pelanggaran. Anda telah memilih dua kemampuan sekaligus. Anda adalah ras manusia rendah di seluruh alam semesta. Tubuh anda bisa hancur dengan kemampuan yang melebihi kapasitas kemampuan anda]

Wira tersenyum, dia tak peduli apapun tulisan yang ditunjukkan sistem.

”Aku sudah mengalahkanmu, Sistem!”

[Anda memilih kemampuan, Elemental Angin dan Pembunuh]

[Petualang, ambillah resikomu jika tubuhmu hancur karena kekuatan yang anda pilih]

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Perjalanan Petualang Terkuat   67. Lembaran Baru Takdir Manusia

    Seluruh dunia mendengar penjelasan Wira, hal itu sebagai jawaban dari pertanyaan mereka tentang sistem yang menghilang. Lalu … monster yang tersisa sudah dibersihkan meskipun mungkin masih ada yang bersembunyi. Setidaknya, tidak ada portal yang muncul menunjukkan keterlibatan dewa celestial memang sudah dihancurkan.Langit malam bumi kini terlihat bersih, Bintang-bintang bersinar terang di seluruh penjuru dunia. Yah, semua orang menikmati malam sunyi tanpa ketakutan dan juga dimulainya pemulihan terhadap kondisi kiamat yang mengerikan yang sudah terjadi.Di lapangan pengungsian, para warga masih diidentifikasi oleh petugas dan akan dimulainya pemetaan agar kondisi dunia dapat dipulihkan. Bisma berdiri di depan kedua orangtuanya, mereka saling bercerita tentang banyak hal. Kedua orangtua Bisma sangat khawatir karena puteranya terus bertarung memasuki portal bersama dengan temannya, Wira. Namun, di satu sisi mereka bangga karena puteranya menjadi seorang pahlawan yang melawan para celest

  • Perjalanan Petualang Terkuat   66. Pulangnya Para Pahlawan

    Aroma khas tanah setelah hujan tercium, dedaunan jatuh karena hembusan angin yang menerpa. Hujan pasca guncangan perang semesta yang terjadi menimbulkan suara gaduh di seluruh planet di semesta. Rintik hujan yang tersisa masih sesekali jatuh dan menimpa apapun yang ditemuinya, pendar Cahaya yang memekakkan telah terganti dengan hawa damai yang sejuk. Begitu tenang suasana seolah kiamat tidak pernah ada di bumi.Splash! WOOOONGG! WHOSH!Portal keemasan muncul dan memuntahkan para pejuang yang sudah bertarung mati-matian di Aethel, mereka mendarat di Lembah Kabut tempat semula mereka memasuki istana para celestial. Martha duduk dan lukanya sudah dibalut dengan energi healer, tapi dia masih merasakan sakit, sementara Bisma juga terluka karena kelelahan. Lylia dan Kakaknya, Harry saling berpandangan dan akhirnya senyum mereka terukir.Mereka berhasil!Saat itu, Wira turun dan datang berlutut serta masih memeluk Ibunya yang tak pernah ditemuinya sejak pertemuan terakhir saat dia kecil.IBU

  • Perjalanan Petualang Terkuat   Bab 65. Runtuhnya Takhta Aethelgard

    Sinar laser raksasa, Ragnarok Ray melesat seperti pusaran energi badai yang membakar apapun dan mengarah pada Wira. Gelombang panas menghancurkan kekosongan dan apapun yang ditemui, energi kosmik mengerikan itu terlihat memiliki kekuatan penghancur maksimal.“Apa kita akan mati!” Bisma memegang kepalanya, sedangkan energi kosmik penghancur itu semakin dekat.“Tidak akan, Bisma! Kamu tahu, kita selalu melawan takdir selama ini!”Whosh!Wira melesat meninggalkan Bisma, dia menuju gelombang kosmik raksasa itu dengan pedang penghancur dewa. Dia lurus menghadang serangan puncak tersebut.Maju! Wind-Phantom Step: Ultimate God-Slayer Charge!Wira menerjang dengan memutar dan mengarahkan pedangnya, melebur semua kekuatan di tubuhnya mengikuti alur Wind-Void Domain. God-Slayer Blade di kedua tangannya memancarkan pendaran tiga warna; hitam pekat, perak tajam, dan emas murni dan membentuk perisai berbentuk pasak angin yang membelah pilar Ragnarok Ray menjadi dua bagian secara absolut!BRRRRRRRR

  • Perjalanan Petualang Terkuat   64. Pertarungan Puncak Membelah Dimensi

    Pedang Pembunuh Dewa, God-Slayer Blade tercipta dari dagger Wira. Jadi, selama ini ayahnya yang mengarahkan dirinya untuk mendapatkan belati Matic untuk dapat menyerap energi para monster yang dibunuhnya. Entitas apapun yang diserap Matic, Adalah pemicu dari God-Dlayer Blade? Tiga warnah berpendar dari God Slayer Blade; hitam pekat bagai bayangan, perak tajam dari Phantom wind yaitu kekuatan angin, dan emas berkilauan dari Source Core. Kombinasi yang tepat untuk menyatukan kekuatan Wira.Kekuatan pedang milik Wira tidak hanya memotong udah, melainkan mengoyak struktur energi domain dari bunker inti Aethel, tekanan energi dari Kristal-kristal di Aethel tak mampu menahan energi dari pedang God Slayer Blade.BRUSH!Sang Raja para dewa, Aethelgard mundur, wajah tampan yang semula bersinar berubah penuh murka dengan kulit wajah menegang karena kaget dengan kekuatan pedang Wira.“Kau … manusia fana! Selama ini kalian kami jaga agar terus hidup di dunia kalian, tapi kalian sungguh berani men

  • Perjalanan Petualang Terkuat   63. Kebenaran di Balik Source Core

    Delapan bentuk pedang raksasa bercahaya mengelilingi Aehtelgard, berputar dengan pelan hingga semakin cepat. Pedang – pedang itu seperti beresonansi dengan energi fisik sempurna mode tempur milik Aethelgard. Zirah tempur dan mode wujud sempurna Aethelgard membuat domain wind void milik Wira bergetar, dia mampu merasakan energi destruktif yang siap menghancurkan Wira. Sosok penguasa sejati yang selama ini menyerap energi dari dunia di semesta ini memang memiliki kekuatan yang menakutkan. Udara di dalam Bunker Inti tertekan hingga batas maksimal, memicu retakan-retakan dimensi berukuran mikro di sekitar pilar Source Core.“Kamu sangat beruntung, Manusia hina! Kamu melihat wujud tempurku yang sempurna, dan matilah dengan kebanggaan!” Aethelgard meraung dan mulai menyerang.BOOOOOOOOOOMMMM!Dua dari delapan pedang cahaya raksasa meluncur menukik dari angkasa, membelah atmosfer bunker dengan kecepatan yang melampaui logika waktu!SWISH!Wira tak mau diam saja, serangan itu sangat berbahaya.

  • Perjalanan Petualang Terkuat   62. Domain vs Otoritas Dewa

    Wira di lantai kaca inti bunker menyadari rekan-rekannya dalam bahaya, jeritan Bisma terdengar meneriakkan Martha yang pastinya mereka mengalami luka. Namun, Wira di sini sedang berhadapan dengan pemimpin para dewa. Dia tidak mungkin sembarangan pergi, karena musuh yang sebenarnya, boss para dewa ada di sini. Dewa sialan! Mereka selalu saja mengatasnamakan kebaikan manusia demi kepentingan mereka sendiri.Wira merasakan energi Martha berdenyut lemah dari energi sense energi miliknya. Namun, Wira yakin mereka pasti bisa bertahan. Kini, suara dan sense Wira tidak lagi bergantung pada sistem, dia mampu merasakan energi elemental angin dengan baik. Hembusan angin dari luar inti bunker mampu dirasakan Wira dan mengabarkan apa yang terjadi para rekan-rekannya dengan baik.DRRRRTTT!Wira Bersiap dan dagger miliknya bergetar, dia tahu bahwa ketenangan ini adalah persiapan persiapan perang mati-matian melawan raja para dewa. Energi kegelapan yang menyelimuti dagger matic berdenyut, memancarkan

  • Perjalanan Petualang Terkuat   1. Wira dan Hari Aneh!

    Tangan wanita itu memegang kepala anak kecil yang baru berumur lima tahun, dia mengecup kening bocah lelaki itu.”Wira, Ibu pergi tidak akan lama. Ibu harus menjemput Ayahmu, kamu ikut bibimu selama Ibu pergi ya.”Senyuman wanita itu menguatkan putra satu-satunya, dia harus pergi. Wanita itu, Rania

  • Perjalanan Petualang Terkuat   6. Selamat, Anda Resmi Menjadi Pembunuh

    Makhluk tinggi itu datang ke arah Wira, benturan tubuh mereka terjadi dan membuat para mahasiswa lainnya ada yang menutup matanya.Slap!Brush!Wira terdorong ke belakang dan tubuh monster kurus tinggi itu menimpa Wira, suaranyanya terdengar menyayat.KUUUUKKKKK! (Sakit, sakit ....)Bruk! Kepala mo

  • Perjalanan Petualang Terkuat   5. Saatnya Menyala, Bisma!

    Klap![Status petualang; Wira][Bertahan hidup adalah tujuan anda di awal kehancuran dunia. Tingkatkan kekuatan anda dan naikkan kemampuan anda untuk mempersiapkan tahap kehancuran dunia selanjutnya]Wira membaca status jendela dengan kemampuannya sebagai Petualang. Saat itu, empat orang yang sela

  • Perjalanan Petualang Terkuat   4. Petualangan Baru Dimulai

    ”Cepat keluarkan senjatamu, Wira! hadapi monster-monster belalang itu!” Bisma memegangi lengan Wira cukup kuat.Capit-capit tiga belalang besar itu terus bergerak, terbuka dan tertutup. Suara bertemunya antar ujung capit terdengar menyeramkan dan ruangan kelas itu menjadi mencekam karena suara capi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status