LOGINSetelah terdengar siulan keras itu, melesat satu sosok bayangan putih ke arah Sentana. Melihat serangan yang sangat cepat itu, Sentana menghindar sambil lepaskan serangan Jarum Setan ke arah bayangan putih itu. Namun semua jarum itu mental terkena pukulan tangan kosong yang pendekar berbaju putih itu lancarkan.
Sosok berbaju putih itu berdiri tegak membelakangi Dewi Mentari. Gadis itu dengan samar melihat satu sosok pemuda gondrong dengan ikat kepala biru. Pandangan nya makin terasaLu Che gelisah tak bisa memejamkan mata. Beberapa kali dia pindah posisi tidur namun tetap saja gelisah. Dia menatap langit-langit kamarnya. "Jika kakak Jaka berada di sini, mungkin aku akan tenang." pikir gadis itu. Ingatannya terbayang kembali saat dia dan pemuda itu melakukan hubungan badan. Wajahnya seketika memerah, dan senyum mengembang di bibirnya. "Dia sangat luar biasa..."Sementara itu Chang Yun pun tak bisa tidur karena gelisah. Dia pun memikirkan hal yang sama. Li Mey membuka matanya mendengar Chang Yun yang beberapa kali membuang nafas dengan suara keras. "Kenapa kak?" tanya Li Mey. Chang Yun menoleh.Dia tersenyum tawar. "Tidak apa-apa adik Mey," jawab nya. Li Mey tersenyum lalu membelai rambut Chang Yun dengan lembut. "Aku tahu kakak memikirkan kakak Jaka, dan juga pertolongan Lu Che beberapa hari yang lalu. Lebih baik kakak berunding dengan kak Lu Che agar kalian bisa menyelesaikan masalah hati ini dengan baik. Kalau melihat kakak Jaka Geni yang tampan dan sebaik
Kerajaan Sui gempar saat mendengar berita satu juta lebih prajurit yang di kerah kan untuk menaklukan Kerajaan Silla, Baekje dan Goryeo kalah. Bahkan yang lebih memalukan lagi kekalahan mereka terjadi saat mereka masih berada di Kerajaan Goryeo. Pasukan yang begitu banyak harus bertahan hidup dari serangan pasukan pertahanan Goryeo dan bencana kelaparan.Mendengar kabar itu murka lah Kaisar Yang. Dia menyuruh Menteri Li Yuan memecahkan permasalahan itu. Terutama masalah kelaparan. Karena gudang penyimpan makanan mereka di bakar oleh penyusup. Sehingga mereka kesulitan. Penyusup dari Goryeo yang di perintahkan oleh Panglima Yu Shin, berhasil membakar beberapa gudang makanan prajurit Yang. Karena para prajurit terlalu sibuk memikirkan perang, mereka tidak menyangka bahwa musuh akan membakar gudang penyimpanan. Kelemahan terbesar dalam peperangan besar dan prajurit yang sangat banyak adalah makanan. Saat sumber makanan terhenti, maka dalam hitungan hari semua akan berakhir. Setelah g
Saat Siluman Ular Putih Xian Hui menerjang, Jaka Geni teringat pada sepasang ular pemberian Nyai Lanjar waktu berada di laut Utara. "Lang dan Ling keluar lah!" teriak Jaka. Tiba-tiba tubuh Jaka Geni bersinar putih kekuningan. Lalu dari mulutnya melesat dia makhluk kecil yang panjang. Saat berada di luar tubuh Jaka, makhluk itu berubah menjadi ular raksasa berwarna putih kekuningan. Ular bernama Lang langsung menerkam Xian Hui dengan taringnya. Mereka bergumul dan saling gigit. Sementara Ling melingkari tubuh Jaka Geni. "Ular sebesar ini berada di dalam tubuhku?" batin Jaka tak percaya. Lang menerjang dengan keras membuat tubuh Xian Hui terpental dan menabrak pohon hingga tumbang. Pertarungan mereka terdengar bergemuruh karena tubuh dua ular yang sama-sama besar. Xian Hui tak percaya akan bertemu ular yang tidak kalah besarnya. Di tambah Lang sangat ganas dan tak mau di ajak berbicara. Beberapa kali Xian Hui mencoba tetap saja dia gagal seolah ular itu tidak mengerti apa yang dia
Sementara itu di kawasan Selatan di daerah Kerajaan Nang Yue, para urusan dari Kaisar Yang Sui mendirikan perkemahan di perbatasan Sui dan Kerajaan Nang Yue. Kerajaan Nang Yue memberontak dari Dinasti Sui. Mereka tidak sudi hanya mengirim upeti namun perdagangan mereka anjlok. Tidak ada keuntungan sama sekali yang masuk ke dalam Kerajaan Nang Yue, yang di pimpin oleh Raja Champa. Li Jian Cheng alias Cheng-cheng kakak dari Li Shimin, menjadi urusan Kaisar. Namun Li Mi,paman Cheng-cheng atau adik dari Menteri Pertahanan Li Yuan ikut serta atas perintah Kaisar untuk mengawasi pekerjaan Cheng-cheng. Cheng merasa dirinya dicurigai karena pasukan Kerajaan yang berada di bawah kendalinya lebih dari lima puluh ribu prajurit. Tujuan dia memang membantu para pasukan yang kalah dalam pertempuran melawan pasukan Champa. Di tambah hawa panas di Kerajaan Nang Yue membuat mereka kekurangan cairan. Sementara air bersih sangat sulit di jumpai di kawasan yang kering kerontang itu. Ribuan prajurit
Xian Hui terus mendesak Jaka Geni dengan serangan serangan tenaga dalam. Jaka yang berusaha menghindar akhirnya mau tak mau harus berhadapan secara langsung. Meski dengan tangan kosong, Xian Hui tetap bisa mengimbangi Jaka Geni yang menggunakan golok hijau. "Kamu bukan orang Zhuo Guo! Bagaimana bisa orang asing sepertimu nyasar di tanah ini dan berbuat dosa seenaknya!?" hardik Xian Hui. Jaka Geni nyengir saja tanpa bersalah sedikit pun. "Aku datang dari jauh bukan berniat untuk enak-enak di tempatmu kek! Itu hanyalah kebetulan tanpa di sengaja! Harusnya kamu maklum saja dengan jiwa muda sepertiku ini!" balas Jaka. "Anak muda sialan! Aku belum puas jika belum menghukum dirimu!" teriak Xian Hui semakin gencar menyerang Jaka. Jaka semakin kelabakan. Kekuatan racun es milik Xian Hui sangat sakti. Dia harus menghindari serangan-serangan berbahaya itu sekaligus menangkis nya. "Gawat...!" pikir Jaka. Gerakan Xian Hui semakin menjadi-jadi. Sekejap dia menghilang menjadi asap putih dan
Jaka Geni bersama tiga gadis itu makan ikan bakar bersama. Mereka terlihat sangat kelaparan. Terbukti dengan puluhan ekor ikan bakar berukuran sedang habis di lahap dalam sekejap. "Ternyata kamu ahli dalam membuat makanan," puji Lu Che sambil tersenyum. Chang Yun yang merasa cemburu pada wanita itu langsung menyahut. "Kakak Jaka memang ahli dalam memasak, dia juga ahli di semua hal. Hanya saja kamu kurang begitu paham." kata Chang Yun. Panas wajah Lu Che mendengar cemooh gadis itu. Dia segera menyahut ucapan panas Chang Yun. "Oh ya?Aku kira,kamu tahu semua yang Kakak Jaka lakukan. Apakah kamu tahu, apa yang kami lakukan di luar sana?" tanya Lu Che tak kalah panas. Mata Chang Yun melotot. "Kau!" hardik nya marah. Lu Che tertawa kecil melihat Chang Yun kesal. Jaka Geni yang berada di dekat mulut goa menoleh sesaat, namun dia kembali acuh tak acuh. Dia tangah sibuk menutup lubang-lubang kecil di pintu masuk. "Dia paling suka dengan bermain di dalam air, apakah kamu pernah melaku







