/ Zaman Kuno / Perjalanan Sang Batara / 210.Bertaruh Waktu

공유

210.Bertaruh Waktu

작가: Gibran
last update 최신 업데이트: 2025-10-17 10:03:38

Mahadewi menjerit mendapati pakaian yang dia kenakan telah robek parah di bagian belakang sehingga membuat tubuhnya bagian atas terlihat.

Jaka Geni mulai geram karena hanya Mahadewi yang diserang. Terdengar suara berkelebat halus. Jaka mendengar itu dan menebak arah, lalu...

Grap!

Saat tangan kanan Rara Gendis akan merobek pakaian bawah Mahadewi, tangan Jaka langsung menangkap pergelangan tangan wanita itu.

Terkejut gerakannya bisa terbaca, Rara Gendis menatap Jaka Geni dengan marah. Di tambah melihat sang pendekar tersenyum meledek. Semakin marah lah wanita itu.

Dengan hentakkan kuat, cengkraman Jaka Geni langsung terlepas. Lalu telapak kiri wanita itu menghantam dada sebelah kiri Mahadewi hingga istri Jaka Geni dari alam gaib itu terpental beberapa tombak dari tempat dia berdiri.

Gerakan itu begitu cepat sampai hampir tidak terlihat. Namun saat Jaka melihat Mahadewi terpental dengan cepat dia serang wanita berpakaian hijau transparan tersebut menggunakan kakinya.

Rara Gendis
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Ashev Adjha
lama bener kelanjutannya, kalau mau di tamatin mending langusng di hapus aja, ganti dengan cerita lain
댓글 모두 보기

최신 챕터

  • Perjalanan Sang Batara   288.Iblis Putih

    Tiga orang itu saling tatap saat seorang mata-mata yang mereka kirim datang menghadap. Puluhan pendekar langsung tertuju kepada seorang Pendekar berpakaian putih yang baru saja datang. "Bagaimana? Apa kalian menemukannya?" tanya Ratu Lu Che. "Kami menemukannya, saat ini Huang Li tengah mengawasi mereka." ucap lelaki yang baru saja datang tersebut. Kun Long menyeringai lebar. "Baiklah, apakah kita akan berangkat sekarang?" tanyanya meminta pendapat. Shin si Iblis Putih diam tak menjawab. Dia tak bersuara sedikit pun. "Kita akan serang mereka bersama. Melihat kematian Sio Tong, pendekar asing bernama Jaka Geni itu bukanlah orang biasa. Bahkan sampai membuat Kaisar mengutus Yang Sian Kan putra Yang Jie. Itu pertanda orang asing ini pendekar yang berbahaya." ucap Ratu Lu Che menanggapi ucapan Kun Long. Shin tersenyum sinis. Mata merahnya sedikit menyala. Ratu Lu Che dan Kun Long saling tatap melihat senyuman Shin yang menurut mereka mempunyai makna tersendiri. "Apa kamu punya pend

  • Perjalanan Sang Batara   287.Para Pemburu

    Pendekar berpakaian putih itu bergetar mendengar ucapan Chang Yun yang mengandung ancaman untuknya. Di tambah pedangnya yang telah buntung membuat keberaniannya runtuh. Chang Yun mendekati orang tersebut. Dalam hatinya dia ingin tertawa saat melihat lelaki itu terkencing kencing melihat dia melangkah semakin dekat. "Siapa kalian!?" tanya Chang Yun menghardik. Wajah orang tersebut pucat seketika mendengar hardikan sangat gadis. "Kami... kami hanyalah pendekar biasa dari kota Yao Chang. Kami di suruh orang Serikat Teratai Biru untuk mencari kalian... kami tidak ada maksud menyerang atau berbuat jahat! kami hanya memata-matai kalian, itu saja!" ucap lelaki itu terbata-bata. Chang Yun menatap tajam ke arah lelaki tersebut. Pedang nya di acungkan ke kening lelaki berpakaian putih itu. Senyum kecil menyeruak di bibir gadis itu. Melihat senyum manis Chang Yun, lelaki itu pun membalas senyuman si gadis. Dan ternyata itu adalah senyuman terakhirnya sebelum mata pedang Chang Yun yang tela

  • Perjalanan Sang Batara   286.Serangan Pagi Buta

    Mata Jaka Geni terbuka. Telinganya yang sudah terlatih mendengar satu gerakan. Dia menoleh ke arah Chang Yun yang masih terlelap. Jaka menutup tubuh Chang Yun yang terbuka. Kemudian dia memakai pakaiannya. "Apakah orang Serikat Teratai Biru lagi? cepat sekali mereka melacak keberadaan ku," batin Jaka Geni. Perlahan Jaka menggeser tubuhnya dan menuju ke arah pintu yang terbuat dari anyaman bambu. Dengan tanpa suara Jaka membuka pintu tersebut. Kepalanya nongol untuk melihat ke bawah. Matanya berkilat hijau saat dia merapal ilmu Segoro Gaib. Pemuda itu tersenyum. Dia melihat ada beberapa orang mendekam di semak yang ada di seberang sungai. Dan ada lagi dua orang lainnya yang sudah berada tak jauh dari pohon dimana gubuknya berada. "Sepertinya kalian mencari mati datang ke sini, aku akan menuntun kalian mereka menemui pencabut nyawa," ucap Jaka dalam hati. Jaka mengambil dua baru kecil yang dia bawa ke atas. Biasanya Jaka melempar burung di pagi hari dari atas pohon itu. Tapi kali i

  • Perjalanan Sang Batara   285.Asmara Gadis Petir

    Setelah berhari-hari berlatih di hutan Yao Chang, akhirnya Chang Yun berhasil menguasai kekuatan petir tahap ke tujuh. Itu artinya dia siap mendalami pelatihan yang lebih keras lagi. Yaitu berlatih Ajian Gledek Sambar Nyawa. Jaka Geni bangga dengan pencapaian Chang Yun yang menurutnya luar biasa. Padahal dia sendiri butuh beberapa tahun membangkitkan kekuatan petir yang dari awal sudah ada di dalam tubuhnya. Eyang Mahameru hanya menuntun nya untuk membangkitkan kekuatan tersebut. Dan setelah bangkit pun Jaka harus berjuang meningkatkan kekuatannya. Namun latihannya sedikit terhambat karena adanya kekuatan api hijau yang ada di dalam tubuhnya. Dua kekuatan itu sedikit berbenturan yang membuatnya sulit berkembang. Namun akhirnya berkat sang Mahaguru, dia berhasil menguasai dua kekuatan yang saat ini dia jadikan andalan saat bertarung. Gurunya pun mempunyai dua kekuatan yang sama. Hanya saja, Eyang Mahameru harus berlatih keras seperti Chang Yun. Karena pada dasarnya mereka tak memil

  • Perjalanan Sang Batara   284. Jejak Tabib Dewa(2)

    Para prajurit itu semakin naik ke atas bukit. Utari Dewi baru merasakan hawa kehadirannya setelah jarak mereka cukup dekat. "Celaka!" seru gadis itu dalam hati. Dia segera memakai pakaiannya lalu melesat kembali ke dalam hutan. Para prajurit pun sampai di tempat Utari mandi tadi. Mereka celingukan setelah melihat jejak air di sekitar pinggiran sungai. "Apakah ada hewan yang baru saja mandi?" tanya salah satu di antara mereka. "Jejak kaki ini seperti kaki manusia. Hewan apa yang mempunyai jejak seperti ini?" tanya yang lain menyahuti. Mereka pun saling berpandangan. Lalu sama-sama mengangguk dan berjalan mengikuti jejak kaki tersebut. Utari Dewi berhenti berlari di sebuah tempat. Dia melihat semak belukar tak jauh dari nya. Dengan cepat Utari menyibak semak itu dan masuk. Tanpa dia sangka, dia melihat sebuah goa di balik semak-semak. Dengan perasaan ragu Utari pun masuk ke dalam goa tersebut. Para prajurit Istana Luoyang kehilangan jejak Utari. Mereka celingukan di tempat yan

  • Perjalanan Sang Batara   283. Jejak Tabib Dewa

    Yang Sian Kan yang belum pernah melihat jurus Li Shimin yang bernama Bayangan Ganda, tidak menyadari apa yang akan terjadi. Saat Yang Sian Kan menyerang dengan kekuatan Roda Api miliknya, Li Shimin melompat ke udara. Lalu dengan teriakan keras tubuhnya melesat bagaikan anak panah ke arah Yang Sian Kan. Tubuhnya di selimuti petir biru. Tanpa rasa takut, Yang Sian langsung mengerahkan pukulan sakti miliknya ke arah Li Shimin. Roda Api besar melesat ke arah Li Shimin.Namun pemuda itu berhasil berkelit dengan cepat meski tengah melesat di udara. Yang Sian Kan terkejut melihat gerakan Li Shimin yang sangat aneh itu. Namun dia terlalu terpaku pada gerakan Li Shimin hingga tanpa dia sadari, putra kedua Li Yuan itu telah berada tepat di hadapannya dengan jurus Bayangan Ganda. Li Shimin menghantam ke depan dengan tangan kirinya. Saat itulah, Yang Sian Kan terkejut. Dia melihat betapa banyaknya tangan Li Shimin yang mengarah kepadanya. Semua tangan itu berselimut api merah dan petir biru.

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status