Share

Modus

Author: Susi_miu
last update publish date: 2025-07-12 13:55:10

“Terima kasih tumpangannya. Kau bisa pergi sekarang.”

Memang tidak banyak percakapan selama perjalanan pulang. Moreau hanya bicara ketika mereka telah sampai di depan rumahnya. Dia bahkan terburu – buru membuka pintu mobil, lalu menapakkan kaki di halaman depan. Juga nyaris dengan langkah pasti meninggalkan Abihirt, tetapi tidak pernah menyangka bahwa pria itu akan terlalu cepat menyusul di belakang.

Andai saja keberadaan seseorang di balik punggungnya tidak mening
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjanjian Terlarang   Jurus Maut

    “Kau seharusnya menciumku di sini.”Masih dengan pernyataan yang sama dan kali ini Moreau bisa melihat sendiri bagaimana Abihirt menunjuk bibir sendiri untuk diberikan ciuman ringan. Rasanya, dia tidak bisa menahan diri selain mengeluarkan suara tawa yang keras. Untunglah, hanya senyum yang Moreau berikan, kemudian berkata, “Batas mencium-mu hanya satu kali. Aku sudah melakukannya,” sambil mengulurkan tangan menyentuh pipi Abihirt—tempat di mana dia menjatuhkan bibir; sesekali memberi sapuan ringan di sana.“Siapa yang bilang kalau menciumku ada batas limitnya?” Suara serak dan dalam Abihirt terdengar sedikit dengan nada geram. Akhirnya membuat kekehan Moreau mencuak samar ke permukaan.“Aku yang membuat aturan itu,” dia menjawab—sedikit harus menenangkan diri dari tawa yang perlahan – lahan menjadi lebih keras. Abihirt kembali terdengar menggeram. Benar – benar tak setuju terhadap apa pun yang dia katakan, sehingga buru – buru berkata, “Aku yang seharusn

  • Perjanjian Terlarang   Seharusnya di Sini

    “Apa kami sudah terlihat sangat siap untuk bersekolah, Mommy?” Tidak ada yang lebih indah dari menanggapi pertanyaan anak – anak dengan senyum. Seperti yang pernah dia bicarakan di rumah sakit; Moreau ditemani Lore dan Arias untuk membuka paket berisi keperluan sekolah si kembar. Mereka begitu senang melihat tas dan sepatu baru, bahkan tidak ragu – ragu untuk langsung mencobanya. “Kalian sangat menggemaskan. Tentu saja sudah sangat siap untuk bersekolah,” ucap Moreau, tidak hanya sekadar memberi pujian. Sebaliknya, ingin anak – anaknya bersemangat melakukan aktivitas baru mereka. Seharusnya tidak perlu ragu. Dia sendiri tahu bahwa si kembar memang sudah menunggu saat – saat seperti ini. Mereka tidak pernah mengecewakan siapa pun soal keinginan besar yang mereka miliki. “Apa yang sedang kalian lakukan?” Atmosfer terasa sedikit berbeda oleh kemunculan Abihirt. Moreau tidak pernah menyangka bahwa pria itu akan tiba – tiba bergabung dengan penampilan yang masih terlihat sediki

  • Perjanjian Terlarang   Protes Anak-anak

    “Mommy, kenapa setelah pulang dari rumah sakit Daddy menjadi sangat berbeda?”Sudah waktunya tidur, meski bukan sesuatu yang baru jika Moreau mendapati anak – anak mengajak bicara atau sekadar mengajukan pertanyaan seperti yang barusan Lore tanyakan. Apakah sungguh ada sesuatu yang tidak biasa dari Abihirt sehingga pria itu benar – benar meninggalkan petunjuk—tak akan bisa si kembar tahan, selain mengeluarkan semua dari isi kepala mereka?“Dia masih Daddy kalian. Apa yang berbeda?”Moreau menjatuhkan bokong persis di pinggir ranjang milik Lore, karena memang menyusul menyelimuti gadis kecil itu setelah Arias. Dia menatap si kembar secara bergantian. Posisi mereka sudah siap untuk tidur, tetapi keinginan membahas tentang ayah mereka masih terlalu besar.“Daddy tidak banyak bicara. Saat bermain pun, Daddy hanya melihat, tidak mau bergabung bersama kami. Biasanya Daddy tidak pernah menolak. Tadi harus Paman Roger yang menemani kami berdua,” tambah Arias—lebih rinci, leb

  • Perjanjian Terlarang   Berbaikan

    “Kau bisa menunggu sampai besok pagi,” ucap Moreau, sedikit memutuskan untuk mengenyakkan punggung di sandaran kursi. Mereka mungkin tidak akan membicarakan apa pun lagi. Setidaknya dia merasa seperti itu. Tidak menduga ternyata Abihirt akan tiba – tiba mengajukan pertanyaan. “Kau tidak marah kepadaku lagi?”Bagus. Sekarang mereka akan memulai percakapan tentang hubungan yang sedikit rapuh. “Haruskah aku?” tanya Moreau sedikit dengan nada menyindir. Ya, haruskah dia benar – benar marah kepada Abihirt dan bersikap tidak peduli sebagaimana itu yang pernah dia lakukan?“Jangan. Aku takut.”Namun, pernyataan pria tersebut membuat sesuatu dalam diri Moreau seperti menghadapi krisis singkat. Dia lebih tergelitik karena Abihirt benar – benar menjabarkan sesuatu yang tampak sangat jelas di mata kelabu pria itu.“Jika kau memang takut, bisakah katakan mengapa membatalkan pernikahan kita secara sepihak?”Tidak ada yang salah jika Moreau melihat ini sebagai k

  • Perjanjian Terlarang   Jujur

    “Sekarang kau bisa memulai ceritamu dari awal.”Moreau tahu ini terkesan terburu – buru ketika dia mendesak Abihirt setelah dokter baru meninggalkan mereka berdua di sini. Namun, jika berharap bisa menunggu lebih lama. Dia rasa itu bukan prospek bagus. Abihirt cenderung menghindari kontak mata. Sedikit setidaknya meninggalkan perasaan tak terduga dan Moreau melihat tindakan tersebut sebagai propaganda yang perlu diselesaikan dengan cepat.“Di mana Lore dan Arias?”Dia bercedak secara naluriah, karena Abihirt berusaha menghindari topik pembicaraan intens dengan mengalihkannya kepada anak – anak.“Mereka sedang bersama Caroline. Sekarang katakan, apa yang sebenarnya terjadi? Aku melihat seseorang memukulmu dari belakang. Lalu membawamu pergi.”Moreau tidak akan berhenti. Barangkali apa yang baru saja dia katakan sedikit memberi Abihirt kejutan.Hingga pria itu tampak mengernyit dan berkata, “Kau tahu dari mana?”Ntahlah, semacam ada ketakutan yang Moreau se

  • Perjanjian Terlarang   Khawatir

    “Aku tahu kau khawatir mengenai kondisi Abi. Tapi, buru – buru menghubungi pihak berwajib ... kurasa, bukan keputusan yang tepat. Aku tahu Abi. Dia mahir. Kau pasti juga tahu itu. Sebaiknya kita tunggu beberapa saat lagi. Atau mungkin ... saat Roger tiba, dia akan memberikan pendapatnya.”Sebenarnya, Moreau tidak setuju jika mereka harus menunggu lebih lama. Namun, apa pun yang Roki katakan barangkali benar. Mereka tahu Abihirt memiliki bekal ilmu bela diri. Mungkin menunggu sedikit lebih lama tidak akan menjadi masalah. Lagi pula, Roger sedang dalam perjalanan ke Italia. Mereka bisa berdiskusi intens tentang hilangnya Abihirt dan bersama – sama melakukan pencarian.“Oh, Tuhan! Moreau!”Suara teriakan Caroline terdengar menggelegar. Moreau terkejut. Secara naluriah melirik Roki untuk kemudian berlari ke halaman depan. Sebuah pemandangan tak terduga ketika mendapati Caroline tampak menahan beban berat dari tubuh Abihirt. Pria itu berjalan tersaruk – saruk dengan kead

  • Perjanjian Terlarang   Akhiri Semua di Sini

    “Pergilah. Kau tidak disambut di sini. Juan hanya keluar berbelanja sebentar. Sebelum dia kembali, kau sebaiknya tinggalkan tempat ini,” ucap Moreau sinis. Dia menyingkirkan sentuhan tangan Abihirt dengan kasar. Seandainya, cukup tega mendorong pria itu tanpa memikirkan kemungkinan yang lain. Mun

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Perjanjian Terlarang   Fakta Demi Fakta

    “Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan. Mengapa Abi harus membalaskan dendam? Apa motivasinya?” Moreau nyaris kehilangan kendali terhadap kebutuhan mempertahankan kestabilan suara. Tidak ingin Barbara menyadari rasa takut yang menyelinap seperti suatu aliran deras. Kali ini, dia menatap ibun

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Perjanjian Terlarang   Lagi ....

    “Kau bisa lanjutkan apa yang ingin kau katakan, Mom,” ucap Moreau setelah tubuh Juan hilang dari pandangan. Dalam sekejap Barbara berdecih sinis, kemudian wanita itu berkata, “Aku takut kau tidak bersedia memanggilku dengan sebutan ‘mom’ lagi setelah mengetahui kebenaran ini.” “Kebenara

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Perjanjian Terlarang   Racun

    “Kau sudah berani menampakkan batang hidung-mu di sini?" Betapa suara Barbara begitu sinis setelah apa yang dia hadapi beberapa waktu terakhir. Ini merupakan hari ulang tahunnya, tetapi semua peristiwa yang terjadi memberi kejutan tidak diinginkan. Lama tidak melakukan kontak apa pun

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status