مشاركة

Pernyataan

مؤلف: Susi_miu
last update تاريخ النشر: 2024-11-01 12:47:04

Seketika udara terasa dingin, mencekik, selagi Barbara menunggu Abihirt menambahkan jawaban signifikan. Iris kelabu itu tak terbaca, meskipun gerakan bibir suaminya perlahan menegaskan sesuatu.

“Bukan kebiasaanku menilai seseorang cantik atau tidak. Kau salah jika berpikir aku seperti itu.”

Ungkapan Abihirt tidak singkat, tetapi terlalu riskan jika Barbara tidak benar – benar memasukkannya ke dalam daftar serius. Dia bahkan hanya bisa diam membeku ketika pria itu berjalan pergi. B
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Perjanjian Terlarang   Keluarga Kecil

    Melihat kondisi Abihirt yang terlihat jauh lebih buruk dari biasanya. Moreau tidak bisa setuju begitu saja. Mengangkat tubuh Lore dan Arias di waktu bersamaan jelas akan memberi pria itu beban yang berat.“Kemarilah, Lore, biar Mommy yang menggendongmu.” Dia sudah mengulurkan tangan; berharap peran mereka akan impas, tetapi ternyata ... Abihirt menunjukkan sikap sanksi. “Kau sedang hamil. Aku tidak ingin kau melakukan sesuatu yang berat,” ucap pria itu. Secara langsung—pelan ... menyingkirkan lengannya. Kemudian mengangkat tubuh si kembar, meski sempat terlihat kesulitan.“Sekarang di mana kameranya?”Lagi. Moreau buru – buru mengerjap begitu Abihirt memberi petunjuk agar mereka segera mengambil gambar bersama. Insting menuntun sekadar mengarahkan kamera depan seraya menyerahkan senyum. Begitu pula respons anak – anak; sudut bibir mereka melekuk sangat lebar.Namun, hal berulang kali di tengah situasi seperti ini sering kali membuat Moreau merasa sedikit kesal.

  • Perjanjian Terlarang   Dia Datang

    Jujur, sulit merayu anak-anak karena ayah mereka tidak dapat hadir, tetapi Moreau sangat bersyukur masih bisa memborong si kembar untuk bersiap – siap. Mereka sudah berada di sini; di taman sekolah sambil menunggu pertemuan pertama dimulai.Lore dan Arias benar tentang kekhawatiran yang menjadi poin penting mengapa saat ini mereka sangat cemberut. Bahwa banyak sepasang orang tua murid hadir menemani anak mereka. Itu sebabnya dia memilih untuk membawa si kembar menunggu di pojokan, meski keputusan tersebut tidak sepenuhnya bisa menutupi pemandangan mereka dari beberapa hal tidak diinginkan.Sesaat, Moreau tersenyum tipis, berusaha membujuk anak – anaknya agar tidak terus – terusan menekuk wajah. Mula – mula menyentuh pipi mereka secara bergantian. Tidak ada hasil. Namun, dia tidak menyerah begitu saja. Segera mengeluarkan ponsel dan berkata, “Mommy ingin mengambil gambar kalian berdua di sini. Kalian yakin akan terus menunjukkan ekspresi seperti ini?”Masih tidak ada tang

  • Perjanjian Terlarang   Video Call

    “Mommy, kenapa Daddy belum kembali juga? Besok kami sudah masuk sekolak pertama kami dan Daddy tidak di sini untuk menemani kita pergi ke sekolah bersama – sama.”Jantung Moreau seperti diremas paksa mendengar pertanyaan Lore dan bagaimana gadis kecil itu bicara dengan nada begitu sedih. Tidak ada kabar spesifik dari Abihirt. Terakhir kali mereka melakukan komunikasi adalah ... saat dia mengirimkan pesan dan pria itu membalas dengan rekaman suara.Moreau tidak tahu ada urusan apa antara Abihirt dan keyboard di ponsel pria itu. Dia merasa sangat aneh, karena—selama ini, yang dia tahu ... Abihirt nyaris tidak pernah menargetkan voice note sebagai metode instan.“Bagaimana kalau kalian masuk sekolah bersama Mommy saja?” tanyanya, sudah cukup hati – hati supaya Lore dan Arias bisa diajak berkompromi. Ekspresi wajah mereka luar biasa cemberut. Sedikit, paling tidak membuat Moreau merasa bersalah dan kasihan. Abihirt sama sekali tidak memberi petunjuk bahwa pria itu—mungkin, s

  • Perjanjian Terlarang   Memastikan

    “Kau yakin benar – benar akan pergi?”Ntah mengapa sesuatu dalam diri Moreau masih terlalu ragu harus membiarkan Abihirt meninggalkan rumahnya. Pelbagai keperluan sudah disiapkan dan barusan pria itu menarik resleting koper dengan pelbagai keperluan di dalam sana. “Gabriel sudah ada di sini, Mommy. Aku tidak bisa mengurungkan niatku begitu saja,” Abihirt bicara diliputi mata kelabu yang menatap serius ke arahnya.Yang tidak Moreau mengerti adalah ... dia sama sekali tidak diberi petunjuk tentang keberadaan Gabriel. Abihirt sama sekali tak membahas apa pun tentang pria itu.“Bagaimana bisa Gabriel sudah ada di sini?” tanyanya. Setiap apa pun tindakan Abihirt memang perlu diselidiki lebih serius. Tanpa hitungan yang tepat, semua terasa mengejutkan.“Aku memang sudah menghubunginya sejak semalam,” pria itu menambahkan. Membuat beberapa bagian terasa lebih masuk akal. Moreau tidak bisa menyangkal jika Abihirt telah memastikan kebutuhan pria itu lebih detil. Keberada

  • Perjanjian Terlarang   Izin Pergi

    Begitu banyak protes ingin keluar; wajah tidak berdosa Abihirt membuat semua makin runyam. Hanya saja, Moreau masih ingat tujuan awalnya. Merasa ini adalah kesempatan sehingga dia mulai mengambil tindakan, nyaris kembali menarik ujung kaus miliki pria itu, tetapi Abihirt lebih dulu mencekal kedua pergelangan tangannya untuk disingkirkan ke atas kepala—nyaris menyentuh sandaran ranjang.“Kau merobek bajuku, tapi tidak membiarkanku membuka pakaianmu. Ini tidak adil,” ucap Moreau dengan nada protes. Dia menggeliat untuk dilepaskan, tetapi Abihirt justru mengambil tindakan menjatuhkan mulut ke permukaan dadanya, yang masih dalam balutan bra.“Abi, lepaskan aku!” ucap Moreau lagi. Kali ini benar – benar menuntut Abihirt supaya melakukan apa yang dia ingin.Ironi. Pria itu lebih tahu bagaimana membuat seseorang marah dan bergairah di waktu yang sama. Penolakan Moreau setidaknya sedikit lebih reda begitu Abihirt memberikan kecupan ringan dari payudara menuju permukaan perut, se

  • Perjanjian Terlarang   Kuku Copot

    Memang sedikit aneh menyadari bagaimana Abihirt memutuskan untuk kembali tidur—cukup lama, hingga setelah bangun, pria itu membuat anak – anak tak ragu mengajukan pelbagai pertanyaan.“Ada apa dengan tanganmu, Daddy? Dan ini kenapa? Daddy tak suka warna kutik merah yang kupilih?”Lore sedari tadi tidak berhenti, meski mereka tahu bahwa Abihirt sudah cukup kewalahan; ntah masih terlalu mengantuk atau benar – benar kelelahan.“Warna merah yang kau pilih sangat bagus, Tuan Putri. Ada insiden kecil. Kuku di jari kelingkingku hilang. Jadi, memang harus membungkusnya seperti ini.” “Kau tak bilang kuku-mu copot!” Moreau buru – buru menambahkan. Sangat kesal karena Abihirt jelas tidak menceritakan semua secara gamblang. Di sini, mungkin pria itu keceplosan karena Lore jelas akan terus mengulik jawaban sampai gadis kecil mereka merasa yakin.“Aku baik – baik saja, Mommy.”“Aku baik – baik saja. Selalu seperti itu,” Moreau menirukan cara bicara Abihirt dengan ekspresi

  • Perjanjian Terlarang   Selesai

    “Dan kau menyelamatkan anjing-mu, begitu?” Semua masuk akal ketika Abihirt tidak lagi mengatakan apa pun. Pria itu memilih diam, selain mengamati setiap detil tindakan yang Moreau lakukan. Sedikit mengganggu. Dia gugup. Namun, tidak mengatakan protes agar iris kelabu—kelam—berhenti menatap

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
  • Perjanjian Terlarang   Barang Bukti

    “Moreau, bisa kau panggilkan Abi sebentar? Dia mungkin masih di kamar. Atau kalau tidak, kau bisa sekalian mencarinya di halaman depan.” Butuh waktu beberapa saat sebelum akhirnya Moreau bersikap setuju. Perlahan, meletakkan satu gelas kosong yang baru saja ditenggak ... ke atas meja bar. P

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
  • Perjanjian Terlarang   Melukainya

    Froy segera menggenggam ganggang kapak. Ini memang terlalu gila. Seringai sinis menyerbuk di sudut bibirnya. Dia tahu Abihirt telah mendeteksi apa pun—menjadi kemungkinan di antara mereka dan mungkin menganggap prospek paling dekat sebagai sesuatu yang mustahil. “Mungkin anjing kesayanganmu

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
  • Perjanjian Terlarang   Gangguan Froy

    “Kau masih saja mendiami-ku, Paman. Aku minta maaf soal Moreau. Tapi, bisakah jangan menghapus namaku dari daftar pemegang proyek besar? Itu sedikit membuatku kurang konsentrasi, karena aku tidak akan mendapat kesempatan untuk selangkah lebih maju. Mengertilah ... semua kulakukan karena—“

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status