Home / Romansa / Perjanjian Terlarang / Rencana Barbara

Share

Rencana Barbara

Author: Susi_miu
last update Petsa ng paglalathala: 2025-01-06 12:59:51

“Aku hanya penasaran bagaimana supaya bisa mengubah suamiku itu. Apa menurutmu dengan punya anak?” tanya Barbara lambat. Ada ekspresi penyesalan ketika dia mengatakan hal tersebut. Samuel tidak akan memahaminya dan dia tidak berniat bercerita lebih banyak.

“Punya anak dariku atau Abi?”

Alih – alih menyerahkan saran, pria itu malah berbalik tanya seolah – olah ada begitu banyak pilihan, tetapi Barbara perlu mengambil salah satu. Ya, hanya satu dan tak seorang pun dapat mengubah per
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Kalea 123
perasaan cerita ini seperti jln ditempat,kyk ga ada gambarannya kedepan bagaimana ,sama sekali ga ketebak.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Perjanjian Terlarang   Lagi

    Pemandangan di depan sana ... seharusnya bukan kejutan besar. Moreau tidak tahu. Hanya terpaku, seolah butuh waktu lebih lama untuk mencerna situasi mendadak yang harus ditangani tanpa berusaha meledakkannya secara berlebihan. Dia hamil. Lagi. Kali ini dengan suasana berbeda. Si kembar meminta adik. Abihirt juga menginginkan bayi. Namun, terhadap hubungan rumit mereka ... apa yang bisa Moreau katakan?Semua seperti tiga dimensi yang begitu kabur. Dia berusaha tetap tenang dan akhirnya mengatur napas supaya tidak berdebar secara berlebihan.Kesalahan di masa lalu adalah menyembunyikan kehamilannya dari Abihirt. Moreau rasa, dia tidak punya hak untuk melakukan hal yang sama.Mereka perlu berbagi supaya Abihirt bisa lebih terbuka. Ingin pria itu tahu bahwa dia masih berusaha menaruh kepercayaan, meski sangat dibutuhkan pondasi yang kokoh mengenai prospek tersebut.Tidak terlalu buruk saat sudah mencobanya. Moreau tersenyum sambil memegang alat test pack sebagai tuj

  • Perjanjian Terlarang   Mungkin?

    Percikan air menjadi sumber suara paling keras di pagi hari. Moreau tidak tahu mengapa dia terbangun dan merasakan efek tidak nyaman di perutnya. Semua masih baik – baik saja semalam. Bukan seperti sekarang ini. Sensasi membakar yang juga sampai di ujung tenggorokan. Berulang kali Moreau membungkuk di depan wastafel. Berharap bisa memuntahkan sesuatu, meski itu nyaris terdengar percuma. “Ada apa denganmu?” Sebaliknya, suara serak dan dalam Abihirt meninggalkan sensasi mengejutkan. Moreau tidak akan mengatakan apa – apa, jika pria itu akhirnya menyadari sesuatu yang tidak biasa di antara mereka. Dia segera membasuh wajah dengan cepat, sambil memperhitungkan saat – saat ketika langkah Abihirt dibawa lebih dekat. Dari pantulan cermin, posisi mereka terlihat hampir tidak berjarak. Tidak ada penyangkalan. Lagi pula, Moreau kembali merasakan sesuatu yang membara panas di tubuhnya. Dia lagi – lagi membungkuk. Walau masih diliputi hasil yang sama. “Kau sakit, Moreau?” Kali ini sua

  • Perjanjian Terlarang   Gangguan

    Moreau mengerang saat pinggul seksi itu terus menumbuknya. Tubuh mereka sudah licin berkeringat, tetapi Abihirt tidak akan berhenti sebelum keinginan pria tersebut benar – benar tuntas.Erangan mereka beradu bebas ke udara. Moreau menyukai saat – saat Abihirt menggeram kenikmatan, sementara kedua tangan pria itu tak tinggal diam. Terus meremas payudara dan memainkan puncaknya.Wajah Abihirt begitu sempurna dengan taburan keringat mengucur dari kening. Apa lagi, saat mata kelabu itu menatap serius ke arahnya.Moreau seperti tidak memiliki pilihan selain terjebak dengan pemandangan yang begitu menakjubkan. Kejantanan Abihirt terasa penuh dan sesak. Dia menengadah begitu mulut pria itu jatuh menyesap puting yang mengeras. Sesekali Abihirt memberi gigitan kecil. Mengirim sinyal ... betapa nikmatnya penyatuan mereka di bawah sana. Seperti membiarkan paket kombo menyerang, sedangkan dia sudah cukup kewalahan. Moreau tanpa sadar memindahkan jari – jari tangan ke bahu Abihi

  • Perjanjian Terlarang   Urusan yang Belum Selesai

    Rasanya, perhatian Moreau terlalu sering teralihkan; antara menimbang bahan – bahan adonan atau sesekali memastikan anak – anak tidak melakukan sesuatu yang berlebihan. Mereka memang sedang berada di dapur. Dia terlalu sibuk dengan pelbagai aktivitas, sementara Lore dan Arias duduk manis di meja bar, menunggu kapan mendapat giliran untuk bisa menawarkan bantuan. Moreau tersenyum ketika mendapati mereka sedang menatap dengan sangat menggemaskan ke arahnya. Anak – anak tidak cukup berani membuat kekacauan di sini, meski dia lebih yakin bahwa mereka memiliki insting jahil; mungkin sedang menunggu kapan waktu itu tiba. Tidak. Moreau akan tetap mengawasi mereka. Tepung sudah ditimbang sesuai takaran. Dia menyisihkannya terlebih dahulu, kemudian beralih ke bahan adonan lainnya. “Mommy, kenapa tepungnya sangat sedikit? Bukankah nanti hasilnya juga akan sedikit? Aku mau bolu yang banyak mommy. Kita bikin banyak – banyak.” Mata kelabu Lore melotot penuh rasa penasaran ketika jari – jem

  • Perjanjian Terlarang   Big Daddy

    Beberapa situasi yang Moreau hadapi membuat rasa waspada terkumpul menjadi sesuatu yang bertingkat – tingkat. Sehingga, gerakan singkat mana pun ... dengan muda menarik perhatiannya. Dia segera bangun dan mendapati pemandangan di mana Abihirt terlihat berusaha mengumpulkan nyawa.Perhatian pria itu intens memperhatikan situasi di sekitar. Moreau tidak akan berusaha mengatakan apa pun sampai tiba – tiba wajah tampan—yang terduga masih begitu mengantuk, menoleh ke arahnya.“Pagi, Mommy.”Suara serak dan dalam Abihirt terdengar persis seseorang ... baru saja terbangun dari tidur lelap. Memang mungkin demikian yang pria itu rasakan. Obat tidur telah merangsang saraf untuk menghadapi kondisi, yang sebenarnya ... Moreau tidak setuju jika Abihirt akan terus – terusan menggantungkan hidup terhadap kapsul tersebut.“Bagaimana tidurmu semalam?”Namun, dia tidak coba membicarakan ini secara gamblang. Biarkan semua berjalan pelan – pelan. Sekarang ... Abihirt terduga mengatu

  • Perjanjian Terlarang   Mencintaimu

    Abihirt kembali ke kamar utama lebih cepat ketika biasanya ... pria itu akan menemani anak – anak lebih dulu. Membaca cerita dongeng, lalu akan meninggalkan mereka setelah tertidur. Sekarang sedikit berbeda. Moreau sendiri nyaris tidak menemukan jawaban yang tepat saat si kembar menanyakan keberadaan ayah mereka; bertanya – tanya mengapa bukan Abihirt yang seharusnya—menjadi orang terakhir yang mereka temui sebelum terlelap. Masih mengenai pembicaraan mereka di dapur.Moreau hanya tidak mengerti ... mengapa Abihirt menghindari beberapa aktivitas usai menjemput anak – anak pulang. Seolah pria itu sudah menebak apa yang akan mereka bicarakan. Padahal tidak. Moreau sudah berkata bahwa dia tidak akan memaksa Abihirt, tetapi mungkin ... menjadi salahnya tidak menjelaskan semua itu dari awal.Sekarang, perhatian yang dia berikan nyaris begitu terpaku ke arah ranjang. Suasana di kamar masih begitu benderang. Moreau tidak ingat kapan Abihirt punya kebiasaan tidur seperti ini. A

  • Perjanjian Terlarang   Sudah Sangat Merindukan

    “Mommy, apa Daddy tidak ingin menemui kami lagi? Daddy tidak ingin bermain dengan kami lagi? Mengapa Daddy tidak pernah datang?” Moreau selalu mendengar pertanyaan yang sama selama beberapa hari terakhir. Nyaris tidak bisa memikirkan alasan pasti untuk memberi tahu anak – anak. Mereka terl

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Perjanjian Terlarang   Mungkin yang Akan Hilang?

    “Kau mau ke mana?”Suara pria itu seperti menahan rasa sakit, tetapi bentuk kekhawatiran Moreau tidak tersampaikan, mengingat sedang didesak kebutuhan untuk mencari anting yang hilang. Masih dengan minat menerobos pergi; dia dipaksa mundur begitu satu tangan Abihirt benar &

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Perjanjian Terlarang   Konfrontasi

    “Tidak becus!”“Aku hanya memberimu satu pekerjaan mudah, dan kau malah membiarkan pelacur itu lolos begitu saja?”Kemarahan Menesis meledak luar biasa hebat ketika informasi tidak menyenangkan itu sampai di telinganya. Sorot mata di sana memancarkan bara yang me

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Perjanjian Terlarang   Memberi Tahu si Kembar

    “Bagaimana kabar Tuan Abi? Apa dia baik – baik saja?” Demikian yang Caroline tanyakan ketika kali pertama Moreau menginjakkan kaki di rumah. Dia sudah menunggu sepanjang malam. Berharap akan ada saat – saat di mana Abihirt membuka mata, tetapi tidak, sehingga memutuskan untuk kembali—pulang

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status