LOGINMoreau meringis sebagai reaksi murni. Sudah tahu jika pembicaraan Barbara tidak akan terlalu jauh terhadap apa yang mungkin mereka hadapi pada saat – saat seperti ini. Masih begitu banyak pengetahuan tertinggal di bahu Barbara. Wanita itu tidak akan benar – benar tahu jika dia tidak berusaha mengatakannya.
“Sebenarnya, Mom ... aku tidak sengaja menjatuhkan ponselku ke dalam air. Jadi, itu membuatnya rusak.” Ketegangan terasa meraup seluruh atmosfer di sekitar udara. Moreau tidak me“Aku dan Mommy pernah ke rumah sakit. Di salah satu gedung di rumah sakit itu pernah terjadi kebakaran. Ada begitu banyak mobil pemadam. Aku melihat para pemadam kebakaran itu bekerja dengan sigap. Mereka hebat, Daddy. Aku ingin seperti mereka. Aku ingin membantu banyak orang yang berada dalam musibah.”Ketika Abihirt memberi respons dengan baik; mendukung apa pun keinginan bocah kecil mereka. Moreau diam – diam tersenyum. Tidak pernah menyangka bahwa sikap takjub Arias terhadap peristiwa yang baru saja diceritakan itu, ternyata memiliki dampak besar. Memang sempat terjadi kebakaran di rumah sakit; kejadian yang sudah cukup lama, dan hal tersebut menjadi alasan mengapa Moreau seolah dikejutkan oleh ingatan Arias yang begitu tajam.“Sekarang bagaimana denganmu, Princess. Apa cita-citamu?”Lore mungkin termenung mengamati percakapan antara saudara kembar dan ayahnya.Moreau tidak bisa menahan reaksi yang segera muncul ke permukaan setelah gadis kecil itu mengerjap. Dia
“Kau tidak berencana memasukkan Lore ke pelatihan khusus?”Suara serak dan dalam Abihirt tiba – tiba mencuak ke permukaan setelah mereka terlalu lama hanyut ke dalam permainan anak – anak. Memang secara tidak langsung terlibat, tetapi menyaksikan mereka tenang, menyusun banyak boneka di atas lantai, sudah menjadi bagian dari prospek membuat Moreau termenung.Dia mengerjap cepat sambil menatap Abihirt dengan kernyitan dalam. “Pelatihan khusus? Maksudmu?” dan bertanya. Beberapa kesimpulan sudah bersarang serius di puncak kepala, tetapi Moreau ingin memastikan kembali tujuan pria itu ketika membawa mereka ke dalam percakapan seperti ini.“Latihan ice skating mungkin?”Pertanyaan Abihirt terdengar ragu – ragu. Barangkali karena pria itu tahu pembicaraan ini terlalu mendadak. Memang sangat mendadak. Moreau sendiri tak pernah memikirkan bahwa salah satu dari si kembar akan mengikuti jejaknya. Dia hanya ingin mereka menikmati hidup seperti biasa. Tidak harus diikuti dengan latihan keras atau
Tidak tahu harus seperti apa menjelaskan suasana yang sedang dia hadapi saat ini. Di tengah keramaian ... beberapa bagian mengingatkan bagaimana dulu; begitu banyak pasang mata memandang rendah ke arahnya.Moreau juga tak bisa memungkiri ... terkadang, gemuruh bentuk dukungan penonton seakan menyeretnya ke dalam arus ketika dulu; Barbara berhasil menyeret masa untuk berada di pihak wanita itu. Dia tidak mengerti mengapa akhirnya seperti ini. Mengapa masih harus terjebak pada saat – saat, yang seharusnya tidak lagi menjadi masalah besar setelah lima tahun berlalu.Ya, semua orang memeriahkan kemenangan. Sementara, dia duduk nyaris terlalu kaku di antara kerumunan. Sulit sekali menggambarkan perasaan ekspresif, meski akan terdengar lebih adil jika Moreau berusaha berdamai dengan situasi yang pernah begitu membekas.Dia nyaris tanpa sadar mendekap tubuh Arias. Bocah kembar memang ... masing – masing berada di pangkuannya dan Abihirt. “Kau baik – baik saja?” pria itu segera berbisik, se
“Aku akan sangat merindukanmu, Amiga.”Moreau terharu saat Juan melebarkan kedua tangan, memberinya petunjuk supaya segera masuk ke dalam dekapan pria itu. Dia tersenyum; harus mati – matian menahan mata yang telah memanas pedih. Juan baru beberapa hari di sini dan rasanya keberadaan pria itu merekat terlalu pekat. Tidak ada pilihan. Perpisahan tetap menjadi ujian utama. Jadwal latihan yang padat tidak bisa membawa Juan bertahan lebih lama di sini. Turnamen sudah dekat. Moreau yakin Juan dan Olivia telah didesak untuk mencetak skor terbaik, meski pelatih mereka bukan lagi pelatih yang sama seperti pelatihnya dulu. Moreau juga tidak ingin tahu tentang kehidupan Mrs. Voudly. Tidak cukup yakin bisa hadir andai wanita itu masih berada di federasi yang sama, meski dia juga tak bisa menjamin bisa melihat aksi panggung Juan.“Kau harus janji untuk menampilkan yang terbaik,” ucap Moreau setelah mengambil beberapa langkah ke belakang, kemudian melirik ke arah si kembar yang menatap dia dan Ju
“Kau terlihat memikirkan sesuatu. Ada yang mengganggumu?” tanya Moreau pelan setelah mengenyakkan punggung ke sandaran jok. Dia memang tidak menolak ketika Abihirt mengajukan ajakan pulang bersama. Pola yang mereka hadapi selalu sama. Gabriel akan membawa mobilnya, sementara ... mereka berdua di sini. Masih dengan kebutuhan menunggu apa yang akan Abihirt katakan. Moreau akan coba mengerti jika pria itu butuh waktu sedikit lebih lama.“Tidak apa – apa. Aku mungkin kelelahan.”Senyum tipis di sana, menyiratkan sesuatu yang berbeda. Moreau tidak tahu mengapa tiba – tiba dia merasa sangat mengerti konflik perasaan yang sedang Abihirt hadapi. Firasat memberi tahu bahwa pria itu sedang berusaha menyembunyikan sesuatu—ntahlah—sesuatu yang berharga—sebisa mungkin darinya.“Kau yakin hanya kelelahan?” dia kembali bertanya, kemudian mendapati Abihirt mengangguk samar.Mesin mobil dinyalakan, tetapi atmosfernya benar – benar berbeda. Mengapa dia mendadak sangat takut? Benak Moreau berusaha meny
Tidak ada keinginan murni untuk mengirimkan foto memalukan miliknya secara suka rela. Namun, Abihirt mengerti bagaimana Moreau akan marah jika dia tidak setuju. Gambar yang baru saja diambil sudah dikirim, dan sekarang merupakan momen paling menyenangkan untuk mengamati setiap detil tindakan yang Moreau lakukan.Satu bagian penting. Abihirt tidak pernah melewatkan kesempatan saat memperhatikan bagaimana pinggul itu bergerak seksi. Moreau benar – benar hampir membuatnya tak bisa menahan diri dan menjadi sedikit tidak waras.Tak bisa menyangkal bahwa pengaruh Moreau memang besar. Sesekali mereka akan melakukan kontak mata saat iris biru terang di sana dengan sengaja melirik ke arahnya. Tidak ada protes, tetapi Abihirt bisa melihat bagaimana Moreau sengaja melotot tajam.Sialnya, dia hanya tersenyum konyol. Berusaha melupakan bahasa isyarat yang melambung ke udara. Ironi. Tidak dibutuhkan waktu lebih lama untuk membuat Abihirt menyadari satu hal.Dia nyaris terpaku menyadari gelombang ba
“Tidak sulit mencari tahu di mana kau akan tinggal.” Pernyataan tersebut terdengar ambigu. Moreau mengangkat sebelah alis tanpa sadar, sembari memperhatikan cara ayah sambungnya meletakkan perangkat masak yang kotor ke atas westafel. Tidak dimungkiri bahwa penampilan Abihirt natural.
“Aku memang mengizinkanmu untuk tinggal sendiri dan belajar menjadi mandiri di sini, tapi tidak berarti kau memiliki kebebasan pergi bersama temanmu.” Tidak tahu harus berapa kali Moreau mendengar kata – kata ibunya yang mengandung makna serupa. Mungkin wanita itu tidak akan pernah benar –
“Kau tidak mencintaiku.” Hanya itu yang Moreau katakan sebagai bentuk antisipasi. Dia tidak ingin terlalu jatuh dan akhirnya terjerembab pada jurang tak bertepi. “Aku mencintamu.” Lagi. Ungkapan Abihirt merupakan bagian dari sikap ingin membantah. Moreau tidak percaya. Dia tak aka
Kelopak mata Moreau mengerjap berulang kali sekadar mengembalikan sesuatu yang terasa begitu hilang. Sulur – sulur siraman lampu ruangan seperti berusaha menerobos masuk agar sepenuhnya meningkatkan pengelihatan di langit – langit yang tampak begitu kosong Dia ada di mana? Benak Moreau







