LOGIN"Hai, Kelly. Aku ajakin Ariel buat jemput kamu nih. Kita pergi jalan-jalan ke mall bertiga ya!" ujar Donny sambil menggandeng tangan mungil putra mereka memasuki ruang kantor Kelly.Wanita itu menghela napas antara geli dan serba salah. Dia telah menjalani separuh sidang gugatan cerai. Donny selalu hadir untuk meminta rujuk kepada hakim. Proses perceraian mereka pun jadinya berlarut-larut sampai molor beberapa bulan lamanya."Mama ... Mama, ayo kita ke mall. Aku mau beli hotwheels seri terbaru ada mobil racing dan truk kontainer!" rengek Ariel rewel menarik-narik tangan Kelly."Okay, Sayang. Mama bereskan barang ke tas sebentar ya. Kamu duduk manis sama papa di sofa!" jawab Kelly santai. Dia pun tak ada rencana lain sepulang kerja karena papa mamanya berangkat ke Yogyakarta menjenguk Candy yang sudah melahirkan.Donny pun bertanya, "Btw, Kel ... aku baca di grup keluarga, kabarnya Candy hari ini melahirkan ya? Anaknya cowok apa cewek?" "Cowok, Don. Namanya Jansen Curtis Levine, naman
Josh berlari-lari mencari taksi di Bandara YIA, dia sangat menguatirkan Candy yang melahirkan sendirian tanpa dirinya di rumah sakit melalui prosedur operasi Cesar. "Pak, taksi!" seru Josh terburu-buru melambaikan tangan sambil menjinjing tas kerjanya di sisi kiri.Segera sopir taksi berusia paruh baya itu mempersilakan Josh untuk naik ke mobilnya. Sedan berwarna biru muda metalik yang ditumpangi Josh langsung meluncur menuju pusat kota Yogyakarta, tepatnya ke Rumah Sakit Panti Rapih. "Istri saya sedang melahirkan di sana, Pak. Bisa tolong agak cepat?!" ujar Josh yang bersimbah peluh meskipun AC mobil menyembur kencang."Baik, Pak. Tapi, saya nggak mau langgar lampu merah ya. Takut malah kecelakaan!" jawab sopir taksi itu sembari melirik melalui spion tengah mobil."Betul, yang aman-aman saja, Pak. Saya masih pengin ketemu istri dan bayi kami!" jawab Josh tersenyum masam. Dia baru merasakan gugupnya menjadi calon ayah kali ini. Putra pertama yang memang telah dinanti-nantikan selama
Hari-hari yang dijalani Candy sebagai hakim muda di kota Yogyakarta diwarnai juga dengan kehamilannya. Hubungan LDR bersama Josh justru membuat mereka semakin bergairah di setiap pertemuan pada akhir pekan. Alasan itulah yang menyebabkan Candy hamil.Di usia pernikahan yang keempat jelang lima tahun, mereka mendapatkan keturunan. Hari Jumat itu dijalani Candy seperti biasa, sibuk dengan jadwal sidang di periode kehamilan akhir. Sebenarnya hari perkiraan kelahirannya sudah lewat tiga hari. Bahkan, Josh cerewet menegur Candy untuk ambil cuti saja dari tugas dinasnya sebagai hakim. Namun, semangat Candy membantu penegakan hukum di tempat dia mengabdi terlalu besar.Pagi itu, kasus yang disidangkan adalah pembunuhan asisten rumah tangga oleh majikan laki-laki yang dinilai tiran. Pengacara kubu terdakwa mengajukan alasan pembelaan diri karena kliennya dalam kondisi terancam bahaya. Bukti dan saksi telah dihadirkan di persidangan keempat. Hari ini adalah sidang putusan yang akan dibacakan o
(Percakapan berbahasa Inggris langsung diterjemahkan ke Indonesia)"Daddy, kenapa Bu Gisel ikut pulang bersama kita?" tanya Nathan yang cerdas. Dia penasaran karena biasanya hanya ada Randy berdua bersamanya.Randy duduk di bangku belakang sedan bertiga dengan Nathan dan Gisella. Sementara sopir pribadinya mengemudi di depan. Dia membelai rambut tebal warna hitam legam di kepala Nathan seraya menjawab, "Mulai hari ini kita akan selalu bertiga, Dad sayang Bu Gisel dan juga Nathan. Kamu juga sebaiknya mulai panggil Mommy ke Bu Gisel karena dia yang melahirkan Nathan!""Nathan tidak mengerti, Dad. Siapa dia? Kenapa aku harus panggil dia mommy? Sejak kecil Nathan hanya bersama Dad dan kakek nenek di Singapura," protes Nathan tak mau memanggil Gisella dengan sebutan ibu."Sudah, Randy. Mungkin butuh waktu agar Nathan bisa menerimaku kembali. Kami terpisah ketika dia masih berusia enam bulan, wajar kalau tidak ingat sama sekali pada saya!" ujar Gisella membela putranya meskipun ada sisi hat
"Don, maaf ya. Aku masih ragu-ragu untuk menerima kamu lagi. Banyak yang bilang kalau pria selingkuh itu penyakit bawaan yang sulit disembuhkan. Mungkin hari ini kamu bilang sudah insaf. Namun, aku akan lebih hancur kalau setelah kita balikan ternyata kamu menjalin hubungan lagi dengan perempuan-perempuan di luar sana!" tolak Kelly. Dia memotong dua slice kue tiramisu lalu menaruh di piring kertas sekali pakai. Sepotong kue dia serahkan ke Donny.Mendengar jawaban istrinya, Donny agak kecewa. Namun, itu wajar terkadang godaan untuk tidak setia dengan mudahnya muncul dalam dirinya. Setidaknya Kelly mengisyaratkan ada kesempatan kecil bagi dia membuktikan ucapannya bukan sekadar janji kosong."Aku akan berusaha meyakinkan kamu lagi, Kel. Mungkin kamu masih nggak mau kita serumah untuk saat ini, nggakpapa sih. Tenangkan dirimu dulu!" ujar Donny mencoba menjadi suami pengertian. PR yang harus dia kerjakan karena hilangnya kepercayaan Kelly terhadapnya masih banyak."Syukur kalau kamu paha
"Lepasin aku, Don! Sorry ya, udah nggak napsu sama barang bekas ... obralan pula. Nanti malahan aku kena penyakit kelamin menular dari kamu pula!" hardik Kelly jutek. Dia meronta-ronta sekuat tenaga sampai Donny terguling dari sofa ke lantai yang keras dengan bunyi bergedebuk.Raut wajah Donny merah padam antara kesakitan bercampur amarah. Dia tak menyangka Kelly akan menolaknya seperti itu. "KELLY VIVIAN WIJAYA?!" bentak Donny memanggil nama lengkap istrinya."Jangan salahkan aku, Don. Kamu yang mulai duluan. Sebaiknya tinggalkan kantorku atau kupanggil petugas sekuriti buat usir kamu!" ancam Kelly serius. Donny pun bangkit dari lantai lalu dia melangkah keluar meninggalkan ruangan istrinya. Terpaksa Donny membereskan barang pribadinya ke kotak lalu meminta OB untuk membawakan ke lantai basement tempat mobilnya diparkir. Setelah itu dia menemui Pak Prasetyo karena ada beberapa fee jasa lawyer yang belum diberikan bulan ini, memang belum tanggal gajian biasanya.Tanpa banyak drama Do







