بيت / Romansa / Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer / Bimbingan Plus-plus Prof. Joseph

مشاركة

Bimbingan Plus-plus Prof. Joseph

مؤلف: agneslovely2014
last update تاريخ النشر: 2025-12-26 19:11:26

Profesor Alena Kinara merosot jatuh terduduk di lantai, dia melemas setelah mengetahui kenyataan pahit bahwa ini hari terakhirnya bekerja sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Buana Dharmapala.

"Apa saya tidak bisa mendapat kesempatan kedua, Pak Dekan?" ucap Prof. Alena seraya memegangi kaki Prof. Andi Santosa.

"Sudah, Anda tak perlu membujuk saya karena keputusan tadi sudah final!" tolak Prof. Andi lalu dia menyingkirkan tangan wanita itu dari kakinya sebelum bergegas pergi.

Olivia pun
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (4)
goodnovel comment avatar
Ugik Kph
rasain tu Prof Alena, kena batunya kan sekarang. makanya jadi dosen tu jangan menyalahgunakan wewenang, jangan licik pada picik
goodnovel comment avatar
Kania Putri
kalo part jost dan canndy udah pasti anuan ini gas berpuluh-puluh ronde juga gpp haha
goodnovel comment avatar
Lola Mareza Lakoca
kenpa ya, gak pernah puas ya mereka bercintanya. sampai gak tau tempat dan waktu gitu.
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Perfect Match (The End)

    "Candy, coba lihat ini!" Josh yang baru saja pulang dari kampus membawa sepucuk surat undangan berwarna merah maroon. Ada inisial RG dengan torehan tinta emas di sisi depan amplopnya."Undangan pernikahan? Dari siapa, Hubby?" balas Candy yang merasa mereka berdua tidak banyak memiliki teman dekat yang sama.Josh tertawa kecil lalu duduk di sofa kamar tidur bersama Candy. Dia membuka amplop undangan dan membacakan untuk istrinya, "Dengan segala kerendahan hati, kami yang berbahagia Randy Cakrabirawa dan Gisella Kartika mengundang Anda sekalian ke pesta resepsi pernikahan kami pada hari Sabtu, 20 Mei—" "Gila banget, aku nggak pernah mengira Randy bakalan ngejar Bu Gisella. Hmm ... dia bener-bener cowok bernyali!" ujar Candy agak terkejut."Sudah kuduga sih sejak di persidangan dulu. Remaja laki-laki itu nggak main-main dengan perasaan cintanya ke Gisella. See ... proven!" balas Josh. "Aku senang dengar mereka bersatu pada akhirnya, berarti bayi Bu Gisella yang diculik papanya Randy ju

  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Kata Maaf Tak Pernah Terlambat

    Di lorong rumah sakit menjelang petang itu, langkah kaki berderap cepat menuju ke ruang bersalin. Seorang perawat menemui Randy lalu berkata, "Tolong ganti pakaian steril terlebih dahulu kalau Bapak ingin mendampingi persalinan!""Ini benar ruang bersalin yang ditempati Gisella Kartika 'kan, Suster?" tanya Randy memastikan."Iya, benar nama pasien memang Gisella Kartika. Silakan ikuti saya untuk berganti baju steril terlebih dahulu, Pak!" jawab Suster Vita.Maka tanpa berpikir dua kali, Randy bergegas mengikuti anjuran perawat. Dia pun berganti pakaian steril lalu bertanya lagi, "Apa anak pasien dan wanita yang mengantar pasien ada di dalam ruangan bersalin juga, Suster?""Maaf, tadi saya belum melihat mereka. Mungkin masih membereskan administrasi di lantai bawah ya, Pak!" jawab Suster Vita lalu mengantarkan Randy masuk ruang bersalin untuk menemui Gisella.Di dalam ruangan berpencahayaan terang berdinding putih itu Gisella setengah berbaring dengan posisi siap melahirkan. Dia meliha

  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Berhenti Kucing-kucingan

    "Dasar jalang!" teriak Nyonya Vania Cakrabirawa seraya mengangkat tangan kanannya untuk menampar Gisella."PLAAKK!" Suara benturan dua permukaan kulit yang keras terdengar nyaring.Namun, yang kena tampar bukanlah Gisella. Suaminya maju menggantikannya. Pipi Randy bengkak memerah karena perbuatan mamanya."Randy, ngapain kamu belain perempuan murahan itu? Jangan terjebak tipu muslihatnya untuk kedua kalinya lagi!" hardik Nyonya Vania dengan nada tinggi."Mama salah menilai Gisella. Aku nggak akan pernah memilih wanita selain dia untuk menjadi pendamping hidupku!" bela Randy seraya merangkul bahu Gisella dengan protektif.Nathan juga ikut menghalangi neneknya. "Jangan sakiti mommy, Nek! Ada adikku di perut mommy." serunya berani.Pak Lukman terhuyung memegangi dada kirinya karena terkejut mendengar kabar bahwa Gisella sedang hamil."Papaa!" seru Nyonya Vania seraya menopang tubuh suaminya.Pak Lukman dibantu duduk di sofa oleh Randy dan mamanya. Gisella pun mengambilkan air mineral di

  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Terpergok Mama Randy

    "Mom, ayo naik bianglala bertiga dengan aku dan daddy!" seru Nathan heboh di sebuah taman hiburan keluarga yang berada di daerah kota Seoul. Gisella mengangguk setuju lalu berlari-lari bersama Nathan untuk mengantre tiket naik bianglala. Dari belakang mereka Randy mengeluarkan dompetnya lalu menepuk bahu istrinya untuk memberikan lembaran uang Won Korea Selatan senilai tiga tiket yang tertera di sisi atas loket.Setelah diizinkan naik ke kompartemen bianglala dengan lampu hias terang warna-warni, keluarga kecil itu duduk menunggu roda raksasa tersebut berputar perlahan. Semakin tinggi posisi mereka maka pemandangan indah kota Seoul di malam hari semakin terlihat jelas."Wow, amazing!" desah takjub Nathan dari tempat duduknya sembari memandang ke luar kaca kompartemen.Randy mengecup pipi Gisella spontan, dia berbisik, "Aku nggak sabar buat segera pulang dan memulai bisnis kita, Sayang!""Hmm ... iya, kupikir kamu benar. Besok pagi saja kita pulang, kunjungan ke Pulau Jeju ditunda lai

  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Memulai Bisnis Kosmetika

    Setelah penerbangan selama tujuh jam dari Jakarta, pesawat Cathay Pasific itu mendarat mulus di Bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan. Gisella dan Nathan yang baru pertama kali berkunjung ke sana terkagum-kagum seperti orang udik. Namun, Randy memaklumi reaksi mereka.Dari bandara, mereka naik taksi ke hotel yang berada di kota Seoul. Pemandangan gedung pencakar langit yang bercahaya warna-warni dengan penataan kota yang rapi serta artistik membuat mereka tak bosan-bosannya menatap ke luar jendela kanan dan kiri sepanjang perjalanan.Akhirnya taksi berhenti di Hotel Ultimate City Park, sebuah hotel bintang lima. Sengaja Randy memilihnya agar besok pagi mereka berdua bisa bertemu dengan calon produsen kosmetik rekanan di lobi hotel. Ada area sofa yang disediakan untuk meeting para tamu hotel yang sifatnya gratis sebagai bagian fasilitas.Di lift naik ke kamar mereka di lantai 17, Randy berkata, "Kita mandi dan istirahat sebentar sebelum pergi dinner ke luar hotel ya.""Wow, asyik! Aku

  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Kabar Buruk Di Tengah Malam Bergelora (21+)

    Candy sampai di rumah terlebih dahulu sore itu, dia mandi lalu menemani Jansen bermain di ruang anak bersama neneknya. Rupanya Josh agak sibuk hari itu dengan pekerjaan di kampus yang sempat tertunda karena sidang kasus pro bono tadi pagi di pengadilan.Setibanya Josh di rumah, dia juga langsung mandi karena seharian berkeringat serta bertemu banyak orang terkait pekerjaannya sebagai pengacara. Setelah itu barulah dia bergabung dengan keluarga kecilnya di ruang bermain Jansen. Ada Ariel juga yang baru saja selesai mandi pasca mengikuti les berenang privat bersama pelatih yang khusus dipanggil Kelly ke kediaman Wijaya untuk mengajari putranya."Wah ... rame ya di sini!" ucap Josh dengan senyuman ramah kepada seisi ruangan itu. "Hai, Om Joseph. Baru pulang kantor ya?" balas Ariel yang kini dekat dengan pamannya itu karena tinggal seatap selama berbulan-bulan."Iya nih, Riel. Papa mama kamu belum pulang?" balas Josh ringan seraya duduk bersila di samping Candy yang tersenyum penuh arti

  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Menipu Randy

    Sepulang sekolah SMA di Singapura, Randy langsung pulang dijemput sopir keluarga Cakrabirawa. Dia tidak pernah pergi bermain bersama teman sekolahnya dan cenderung menutup diri. Siang jelang sore itu Randy masuk ke penthouse, tempat tinggalnya bersama orang tuanya di Singapura. Namun, ada yang ber

    last updateآخر تحديث : 2026-03-28
  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Punya Kamu Sempit, Sayang!

    Waktu seolah-olah bergulir perlahan tapi pasti, hari-hari yang dijalani Candy bersama Josh mulai terasa stabil. Dia masih sibuk berkuliah mengejar cita-citanya dengan serius. Sedangkan, Josh terus menjalani dua profesi yang berkecimpung di bidang hukum baik sebagai dosen pengajar maupun menjadi l

    last updateآخر تحديث : 2026-03-28
  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Penculikan Bayi Gisella

    "Pa, kalau memang bayi yang dilahirkan oleh guru les Randy itu ternyata putranya Randy karena pemerkosaan tempo hari, Mama ingin kita merebutnya saja!" ujar Nyonya Vania Cakrabirawa."Hmm ... Papa juga sempat mempertimbangkan hal itu, Ma. Namun, bayi itu baru berusia dua ming

    last updateآخر تحديث : 2026-03-28
  • Permainan Panas: Obsesi Dosen Killer   Pembacaan Vonis Kasus Pemerkosaan Gisella

    Siang menjelang tengah hari, Josh dan Robert Landy menemani klien mereka untuk mendengar putusan hakim atas kasus pemerkosaan yang dilakukan Randy Cakrabirawa.Kedua kubu yang berseteru duduk di sisi yang berbeda. Di kursi terdakwa, Randy sempat beberapa kali melihat ke arah Gisella Kartika. Memang

    last updateآخر تحديث : 2026-03-28
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status