مشاركة

[86]

مؤلف: Major_Canis
last update تاريخ النشر: 2026-05-08 13:00:00

Agak lama Daven mencerna ucapan asisten kepercayaannya itu. Manik mata birunya terus menatap Arsen lekat. Membuat Arsen menunduk canggung. “Jika Anda keberatan, saya segera memberi info—“

“Tidak,” sela Daven segera. “Hanya saja ini mengejutkanku.” Alis Daven kemudian terangkat. “James?” Nada suaranya merendah, tapi ada ketajaman di sana. “Dia pikir aku punya waktu untuk selingkuhan istriku? Benar-benar pria yang tak tahu malu.”

“Saya bisa menolaknya kalau Anda mau,” ulang Arsen

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [87]

    “Aku akan menjemputmu tepat waktu,” kata Chase sembari menyalakan mesin mobil. Ia baru saja mengantarkan Josh bertemu Miss Spencer. Dan kali ini gilirannya mengantarkan Althea sampai sekolah.Seharusnya ia juga berkantor, mengurus beberapa berkas terkait dengan kurikulum ajar yang dikelola yayasan yang ia pegang. Sayangnya, Chase memiliki urusan yang lebih penting—bersama Chris, bertemu Daven Callister dan membahas mengenai proyek yang sempat tertunda.“Kau tak ke kantor?” Althea tampak heran karena jarang sekali Chase memiliki urusan di luar kantor.“Mungkin satu atau dua hari aku tak berkantor. Ada Nyonya Teana yang akan menggantikanku sementara.”“Kuharap urusanmu segera selesai, Chase.”“Terima kasih, Sayang,” sahut Chase sembari mengerling jahil ke arah Althea.Wanita itu sudah terbiasa dengan tingkah konyol yang Chase miliki. Jadi ia memilih untuk menikmati sisa perjalanan sebelum tiba di sekolah. Bersandar nyaman dan sedikit merileksk

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [86]

    Agak lama Daven mencerna ucapan asisten kepercayaannya itu. Manik mata birunya terus menatap Arsen lekat. Membuat Arsen menunduk canggung. “Jika Anda keberatan, saya segera memberi info—““Tidak,” sela Daven segera. “Hanya saja ini mengejutkanku.” Alis Daven kemudian terangkat. “James?” Nada suaranya merendah, tapi ada ketajaman di sana. “Dia pikir aku punya waktu untuk selingkuhan istriku? Benar-benar pria yang tak tahu malu.”“Saya bisa menolaknya kalau Anda mau,” ulang Arsen hati-hati.Daven diam sejenak, langkahnya kembali bergerak. “Kau tak perlu melakukannya. Arahkan dia ke kedai kopi dekat bandara. Kalau dia mau bicara, aku akan dengar.”Arsen mengangguk, walau dalam hati bertanya-tanya, apa Daven sudah kehilangan kewarasannya? Dia bahkan meluangkan sedikit waktunya untuk bertemu dengan pria, yang punya andil merusak rumah tangganya.***Kedai kopi itu tak terlalu ramai siang ini. Aroma kopi pekat bercampur dengan bunyi denting sendok

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [85]

    Pagi ini, Daven baru saja menyelesaikan rapat singkat dengan tim direksinya. Ia tak punya cukup waktu untuk membahas hal lain lantaran sore ini, jadwal penerbangannya ke SunCity. Pertemuannya dengan Chris Miller jangan sampai tertunda lagi.“Kalau begitu, pastikan apa yang saya inginkan bisa segera terkirim ke email,” kata Daven sembari merapikan berkasnya. Arsen juga sudah bersiap untuk mengekori ke mana pun bosnya pergi.Namun saat akan meninggalkan ruangan, ponselnya bergetar. Nama yang muncul di layar membuat alisnya terangkat. “Ajudan Theo Blake?” gumamnya pelan sebelum mengangkat. “Ada apa dia menghubungiku?”“Maaf mengganggu, Tuan Callister. Tuan Blake ingin berbicara dengan Anda secara pribadi. Jika memungkinkan, beliau meminta Anda datang mengunjunginya.” Nada formal itu cukup jelas, tapi terselip tekanan yang membuat Daven tahu, ini bukan sekadar ajakan basa-basi.“Baiklah,” kata Daven sembari melirik jam di tangannya. Setidaknya ia masih memili

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [84]

    “Di mana Josh?” tanya Chase heran.“Bersama ayahmu di taman belakang. Katanya ada sesuatu yang ingin ia tunjukkan.” Althea mengiring langkah Chase menuju ruang santai.“Aku yakin beliau pasti menunjukkan Leo.”“Siapa Leo?”“Bukan siapa, tapi apa,” kata Chase sembari tertawa. “Leo, kucing savannah jantan yang baru saja Daddy dapatkan. Hadiah dari teman golf-nya. Katanya akan dia berikan pada Josh.”Althea terperangah. “Kau ... serius?”Tanpa ragu Chase mengangguk. Lalu mengulurkan tangannya lantaran Althea sejak tadi tak mengikuti dirinya—duduk santai menikmati sore hari. Dilatari taman yang tertata rapi, kolam ikan dengan gemericik air yang membuat suasana semakin semarak.“Apa kau bersenang-senang hari ini?” tanya Chase dengan tatapannya yang sehangat mentari pagi. Saat Althea sudah duduk di sampingnya. Ia masih menggenggam tangan wanita itu dengan erat. Mengecup punggung tangan Althea singkat sebagai pelepas rindu karena beberapa ha

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [83]

    “Oh, Josh.” Riana memeluk Josh dengan lembut. Ada rasa iba yang menggelayuti hati wanita itu. Sungguh, mendengar ucapan polos dan jujur dari seorang anak yang besar hanya bersama ibunya, membuat Riana sangat tersentuh. “Ayahmu pasti bangga memiliki anak sepertimu.”“Benarkah?” tanya Josh dengan mengerjap tak percaya. “Mommy hanya bilang, Papa selalu jagaku dari langit. Makanya aku perlu takut sendirian. Lagi pula aku memiliki Mommy. Jadi aku tak pernah merindukan Papa.”Entah disadari atau tidak, ekor mata Riana mengarah pada Althea yang masih berada d area dapur. Wanita itu sejak tadi terdiam. Pasti mendengar semua pembicaraan Riana dan Josh. Dan saat mata mereka bertemu, Riana tanpa kata seolah bicara, “Kau tak perlu mengkhawatirkan apa pun. Aku mengerti kenapa kau mengatakan hal seperti ini pada Josh.”“Mulai hari ini,” bisik Riana sambil mengelus punggung Josh, “Kau memiliki banyak orang yang akan menjagamu. Ada Grannie, GrandDad, Paman Cale dan Pamana Chris

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [82]

    Kediaman Keluarga Miller – SunCity.“Kau ... senang?” tanya Althea sebelum benar-benar turun dari mobil.Siang ini, Althea mendapatkan permintaan dari Riana Miller, ibu Chase, untuk datang ke rumah mereka. Lagi. Bisa dibilang, ini adalah kunjungan kedua Althea dan Josh ke rumah ini. Kendati begitu, Althea merasa cukup tenang.Tak ada tatapan sinis, perkataan yang membuatnya merasa rendah diri, perlakuan yang membuat Althea sedih. Semua itu tak ia dapatkan di keluarga Miller. Bahkan bisa dibilang, mereka menyambut Althea dan Josh dengan sangat baik.“Tentu saja aku senang,” sahut Josh dengan riangnya. “Aku sudah tak sabar bertemu Paman Chase. Oh, GrandDad juga. Beliau bilang ingin memperlihatkanku sesuatu. Aku juga ingin menunjukkan gambar yang kubuat. Miss Spencer bilang, gambarku semakin bagus.”Althea mengusap puncak kepala putranya penuh sayang. “Kalau begitu, ayo kita temui mereka.”Tangan Josh menggenggam tangan ibunya penuh ri

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status