Home / Romansa / Pernikahan Balas Dendam / Gosip Semakin Panas

Share

Gosip Semakin Panas

Author: Miss Mega
last update publish date: 2026-09-18 16:39:28

“Ha, leher? Jangan-jangan …” Alena melotot ketika karyawan itu menunjuk dirinya.

Tangannya refleks terangkat menyentuh leher. Wajah Alena seketika memanas ketika menyadari beberapa pasang mata kini tertuju padanya.

Benar saja.

Ada bekas kemerahan yang samar di lehernya. Bekas yang jelas tidak seharusnya terlihat jika dirinya baru saja keluar dari ruangan atasannya.

Beberapa karyawan wanita langsung saling pandang. Senyum sinis mulai menghiasi wajah mereka.

“Sudah kuduga,” celetuk seorang wanita
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Balas Dendam    Ketika Rahasia Tak Lagi Bisa Disembunyikan

    Keesokan harinya, suasana di departemen desain terasa berbeda.Begitu Alena tiba di kantor, beberapa pasang mata langsung mengarah kepadanya. Tidak ada yang mengatakan apa pun, tetapi bisikan-bisikan kecil terdengar di antara meja kerja.Alena berusaha tidak memedulikannya.Ia meletakkan tas, menyalakan laptop, lalu mulai memeriksa daftar pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu. Ia sengaja datang lebih pagi agar bisa bekerja sebelum kantor dipenuhi karyawan.Namun, ketenangan itu hanya bertahan beberapa menit.Sebuah suara terdengar dari belakangnya.“Alena.”Alena menoleh.Seorang wanita dari tim desain berdiri sambil membawa beberapa lembar dokumen.“Ini hasil evaluasi desain kemarin.”Alena menerimanya. “Terima kasih.”Wanita itu tidak langsung pergi.“Katanya desain kamu akan langsung diperiksa Pak Azam?”Alena mengernyit.“Memangnya kenapa?”“Tidak apa-apa.” Wanita itu tersenyum tipis. “Cuma aneh saja. Karyawan lain harus melewati beberapa tahap, sedangkan kamu bisa langsung m

  • Pernikahan Balas Dendam    Gosip Semakin Panas

    “Ha, leher? Jangan-jangan …” Alena melotot ketika karyawan itu menunjuk dirinya.Tangannya refleks terangkat menyentuh leher. Wajah Alena seketika memanas ketika menyadari beberapa pasang mata kini tertuju padanya.Benar saja.Ada bekas kemerahan yang samar di lehernya. Bekas yang jelas tidak seharusnya terlihat jika dirinya baru saja keluar dari ruangan atasannya.Beberapa karyawan wanita langsung saling pandang. Senyum sinis mulai menghiasi wajah mereka.“Sudah kuduga,” celetuk seorang wanita dari sudut ruangan.“Pantas saja betah banget di ruangan Pak Azam. Ternyata bukan cuma urusan pekerjaan.”“Padahal Pak Azam itu atasan kita. Kok bisa-bisanya dia bersikap seperti itu?”“Ya, namanya juga perempuan yang suka cari perhatian.”Bisikan demi bisikan terdengar semakin jelas.Alena menelan ludah. Dadanya terasa sesak mendengar ucapan-ucapan tersebut. Ia ingin membantah, ingin mengatakan bahwa Azam bukan sekadar atasannya.Pria itu adalah suaminya.Namun, Alena tidak mungkin mengatakann

  • Pernikahan Balas Dendam    Gosip Baru.

    Hari berganti hari, kini sudah dua bulan Alena bekerja di perusahaan sang suami. Banyak karyawan yang menyukai Alena disana. Bagiamana tidak, wanita ramah dengan paras cantik serta penuh sopan santun. Jelas membuat banyak karyawan suka pada sosok Alena. Apalagi Alena juga termasuk karyawan yang cerdas. Terbukti saat ia diminta membuat rancangan untuk prodak terbaru Galaxy grup. Alena mampu mempersembahkan maha karya yang begitu apik. Dan itu jelas semakin membuat para karyawan terpesona pada sosok Alena. Namun, tak sedikit pula yang membenci Alena. Itu karena mereka sudah terhasut oleh kata-kata Mery. Iya Mery dan Nara semakin kesal ketika Nara yang rencananya akan kembali ke Galaxy grup dengan bantuan Nyonya Reina. Nyatanya gagal total, karena Azam menolak mentah-mentah usulan itu. Alhasil kini, Zen lah yang merangkap sebagai sekertaris Azam.Hal itu membuat Mery dan Nara mengubah rencana mereka. Mereka berdua kini justru memanfaatkan interaksi Alena dengan Azam yang kini semakin

  • Pernikahan Balas Dendam    Kesalahpahaman Berujung Kemesraan.

    Alena melangkah mantap menuju ruangan Azam. Bumil itu sebenarnya masih malas berhadapan dengan Azam, sang suami. Namun, apa boleh buat. Ia harus profesional karena ini adalah panggilan kerja. Alena langsung mengetuk pintu ruangan Azam. Akan tetapi, pintu tak kunjung dibuka. Alena menghembuskan nafas beratnya, mulai merasakan kekesalan di hatinya. "Dasar kekanak-kanakan!" gerutu Alena langsung membuka pintu ruangan Azam. "Akhhh!" Alena sontak berteriak ketika tiba-tiba saja, tangannya ditarik dari belakang. Rupanya Azam sengaja tidak membuka pintu dan membiarkan Alena membukanya sendiri. Sementara, pria itu bersembunyi di balik pintu. "Pak tolong lepaskan say—eummm!" protes Alena langsung dibungkam dengan ciuman oleh Azam. Pria itu mencium begitu bringas namun, masih dengan kelembutan. Ciuman Azam begitu panas, seolah pria itu tengah menegaskan sesuatu. Merasakan ada sesuatu yang lain dari suaminya. Alena yang tadinya berontak kini mulai mengalungkan tanganya. Membalas ciuman Azam

  • Pernikahan Balas Dendam    Semakin Salah Paham.

    Nara langsung mengadu pada Nyonya Reina. Gadis licik itu tak mau begitu saja pergi dari Galaxy group. Rencananya bahkan belum sepenuhnya ia jalankan. "Kamu tenang saja, aku akan membuat Azam menerimamu kemabli. Tapi, ingat jangan pernah berbuat gegabah lagi! Dan mulai sekarang aku yang akan mengendalikan dan menyusun rencana. Jangan pernah berbuat diluar perintahku mengerti!" ucap Nyonya Reina geram. Wanita paruh baya itu begitu kesal dengan sikap Nara yang terlalu gegabah. "Baik Nyonya kali ini aku berjanji tidak akan bertindak gegabah lagi." Nara berkata seraya tertunduk menyesali tindakannya yang terlalu cepat. Nara begitu Pedenya berpikir jika Azam pasti akan tergoda padanya. Karena bagaimana pun, Nara sedang berperan sebagai wanita masa lalunya. Sementara, dilain tempat, Azam tengah gelisah. Pria itu terus menatap jam dinding yang terpampang di ruangannya. Azam begitu menantikan saat-saat jam pulang kantor. Pria itu ingin secepatnya bertemu dan berbicara menjelaskan kesalahpah

  • Pernikahan Balas Dendam    Salah Paham.

    Keesokan harinya Alena Kembali masuk ke kantor. Insiden kemarin yang mengakibatkan Mery sang manajer dihukum akibat ulahnya pada Alena. Ternyata membuat Mery justru tambah membenci Alena. Apalagi kemarin sore setelah pulang dari kantor. Nara yang sempat menggantikan tugas Alena karena suruhan Zen. Memutuskan untuk bertemu dengan Mery. Dalam pertemuan itu, Nara rupanya langsung mengajak Mery bekerja sama. Nara nyalin betul jika Mery pasti membenci Alena. Apalagi ketika Zen juga ikut memarahinya. Mery rupanya adalah salah satu karyawan yang mengagumi bahkan menaruh rasa pada Zen. Wanita itu begitu sakit hati ketika Zen, dengan terang-terangan memarahinya hanya karena seorang Alena. Dan karena itulah Mery semakin membenci Alena.Hingga wanita itu langsung mengiyakan begitu Nara mengajaknya bekerjasama. Sedangkan Nara, wanita itu tersenyum penuh kemenangan. Mendengar Mery yang mau bekerjasama dengannya. Karena itu artinya Nara tidak perlu menggunakan tangannya untuk mengerjai Alena."Z

  • Pernikahan Balas Dendam    Kehormatan yang Terenggut.

    Azam benar-benar sudah kehilangan kendali. Teriakan serta jeritan Alena tak ia dengarkan sama sekali. Pria itu seakan menulikan telinganya, yang ada di otaknya hanyalah kebencian dan dendam. Dalam sekali tarik lingerie tipis itupun telah lepas dari tubuh Alena. Azam melempar lingerie yang sudah ta

  • Pernikahan Balas Dendam    Dendam Azam

    Azam malangkah tegap menuju lantai dua kamarnya. Pria itu tersenyum devil membayangkan penampilan Alena yang mengenakan lingerie yang telah ia kirimkan beberapa jam lalu. Pria itu rupanya telah memiliki rencana untuk bersenang-senang dengan wanita yang sangat dicintai oleh adik tirinya itu. Azam b

  • Pernikahan Balas Dendam    Menjadi suami istri

    "Bagaimana para saksi, sah?""Sah!""Sah!"Perkataan Pak penghulu yang disambut kata "sah" dari para saksi menegaskan jika Azam telah selesai mengikrarkan ijab kabul. Artinya Alena kini telah resmi menjadi istri sah dari seorang Azam Dirgantara.Azam menatap Alena yang duduk disampingnya kemudian m

  • Pernikahan Balas Dendam    Permintaan Azam

    "Aku ingin keponakanmu Alena Geraldine, bisa kau berikan dia pada ku?" tutur seorang pria berparas tampan dengan senyum sinis menatap pria paruh baya dihadapannya.Sambil menyilangkan tangannya, pria itu menatap dengan senyum sinisnya. Ia sangat yakin jika pria paruh baya dihadapannya itu pasti tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status