Share

Bab 1797

Author: Anggur
Setelah terdiam sejenak, Stella kembali berkata kepada kakak sepupunya, “Besok malam aku ikut kamu pulang, tapi aku ada janji makan bareng dulu sebelum itu.”

“Janji makan sama siapa? Biar aku temani, habis itu malamnya kita langsung pulang.”

“Kamu nggak kenal. Kalau ikut yang ada malah jadi canggung nanti.”

“Kalau nggak kenal, ya tinggal kenalan. Pokoknya kalau malam ini kamu nggak ikut aku pulang, bakal aku pantau terus setiap kegiatan kamu di sini.”

“Sekarang sudah malam, mau beli tiket juga susah.”

“Aku pinjam jet pribadi temanku. Pesawatnya sudah dalam perjalanan kemari dan sebentar lagi bakal sampai. Kita pulang naik itu.”

“Kamu sudah siapin semuanya? Terus, kamu ada kasih tahu papaku?”

Stella tidak suka dengan apa yang Kenny lakukan padanya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Stella juga cukup kecewa karena ayahnya lebih percaya Kenny daripada dirinya sendiri.

“Aku cuma menuhin tugas dari Om Petrus,” kata Kenny.

Pada akhirnya, Stella pun mau tidak mau harus ikut Kenny perg
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4105

    “Tanpa perlindungan dari Gatara Group dan mamaku, mereka bakal sangat berhati-hati dalam berinvestasi. Itu juga butuh waktu lama, aku butuh strategi yang lebih cepat,” balas Felicia. “Ikuti strategiku saja. Bagi mereka itu lebih sederhana, dan bagiku juga lebih cepat.” Felicia terlalu malas untuk menyusun strategi baru untuk menjebak mereka dengan metode bisnis. Dengan kecerdasan Ivan dan kedua adiknya yang tidak seberapa, tidak perlu repot-repot untuk menyusun strategi serumit itu. Jika mereka memang berniat untuk membunuh Felicia, biar saja mereka datang. Jika Felicia tidak mati, maka giliran mereka yang celaka. Saat Patricia masih hidup pun dia pernah berpesan kepada Felicia. Setelah Felicia mengambil alih, jika mereka masih terus mengganggu, mereka tidak perlu diberi ampun. Sebagai seorang ibu, Patricia mengaku dia tidak pernah tega kepada anaknya sendiri. Saat itu Felicia merasa ibunya benar-benar tak punya perasaan. Jika dipikirkan lagi ada benarnya juga. Dia bahkan tega membu

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4104

    “Mereka menganggap keluarga kami jadi begini gara-gara kehadiranku. Sejak awal mereka memang nggak peduli sama aku, apalagi sekarang, mereka jadi benci dan mau membunuhku. Di antara kita berdua, pada akhirnya mereka pasti harus memilih satu target, yaitu aku. Dengan membunuhku, mereka mungkin belum bisa mendapatkan harta warisan leluhur, tapi minimal mereka bisa mewarisi peninggalan mamaku.” Felicia mendadak tersenyum sinis dan berkata, “Aku mau bikin surat wasiat. Andaikan aku nggak selamat, aku mau bagi semua hartaku jadi tiga. Satu untuk Vandi, satu untuk negara, dan satu lagi untuk kamu, Odelina.” “Felicia!” Odelina dan Vandi berseru di saat yang bersamaan, lalu Odelina dengan serius berkata, “Jangan ngomong begitu. Aku juga nggak mau mewarisi hartamu. Berapa pun harta yang kamu punya, kamu turunkan untuk anak-anak kamu.” Vandi juga berkata, “Felicia, hidup dan mati aku cuma untuk kamu. Di mana pun kamu berada, di situ juga aku hadir. Kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu, ngg

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4103

    Dengan sedikit nada cemas Vandi berkata, “Felicia, ini terlalu berbahaya. Kamu nggak menguasai ilmu bela diri, seandainya ….” Vandi tidak akan bisa bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Felicia. Sekalipun saat ini Felicia sudah bukan lagi kepala keluarga Gatara, Vandi telah ditugaskan untuk menjaga keselamatan Felicia. Bagi pusat pelatihan di mana Vandi berasal, ini sudah menjadi tugasnya secara resmi. Vandi diwajibkan untuk melayani dan menjaga nyawa Felicia apa pun yang terjadi. Jika terjadi sesuatu pada Felicia, maka it adalah tanggung jawab yang harus Vandi emban. Dia yang akan membayarnya kepada pusat pelatihan di mana dia bernaung, karena ini juga akan memengaruhi reputasi institusi tersebut. “Jangan khawatir, aku pasti baik-baik saja. Lagi pula kamu tetap melindungi aku dari kegelapan. Vandi, aku percaya sama kamu! Kamu juga harus percaya sama diri sendiri. Aku nggak bisa bela diri, tapi dari kecil aku sudah terbiasa berkelahi sama orang lain. Aku pun

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4102

    Dengan rona wajah memerah Felicia berkata kepada Odelia, “Aku benar-benar nggak suka acara minum-minum begini.” “Aku juga nggak suka, tapi apa boleh buat.” Andaipun Odelina tidak mengambil alih Gatara Group, dia masih memiliki perusahaannya sendiri dan tetap harus menghadiri acara semacam itu. Seraya tersenyum, Felicia menepuk bahu Odelina dan berkata, “Nanti aku nggak bisa lagi menemani kamu untuk acara seperti ini lagi. Semua orang memakai topeng mereka masing-masing, nggak ada yang benar-benar tulus. Aku paling benci menghadiri kegiatan yang penuh kebohongan begini.” “Aku nggak akan mengecewakan harapan kalian semua.” Vandi datang membawakan dua gelas air madu untuk mereka. Dia memberikan gelas itu dan berkata, “Silakan diminum dulu air madunya supaya lebih enakan.” “Aku nggak mabuk,” ujar Felicia bergumam, tetapi tangannya tetap bergerak mengambil gelas itu dari Vandi. “Kamu sudah minum banyak sampai mukamu merah begitu, tapi masih bilang nggak mabuk. Mabuk bukan berarti har

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4101

    Walau berkata yang buruk tentang Felicia, Cakra sadar bahwa hanya Felicia yang memiliki kekejaman yang hanya dimiliki oleh pemimpin keluarga Gatara. Pada akhirnya, Patricia tetap lebih menyayangi putri kandungnya sendiri karena menyadari Felicia mewarisi sifat cerdik, kompeten, dan kebengisan yang diturunkan melalui darahnya. Namun sayang, putri yang begitu Patricia cintai, yang begitu dia lindungi dengan sepenuh hati, malah memilih jalan yang berbeda dengannya. Terkadang Cakra jadi berpikir. Andaikan pada saat itu pelayan rumahnya tidak menukar Felicia dengan Fani sehingga Felicia sejak lahir diasuh oleh kedua orang tua kandungnya, dengan kepintaran yang dia miliki, apakah dia bisa menjadi lawan yang berat bagi beberapa keluarga besar di Mambera? Satu hal yang pasti, sekalipun Felicia tidak bisa, setidaknya dia tidak akan menentang orang tua dan kakak-kakaknya seperti yang dia lakukan sekarang. “Si Vandi itu susah ditebak orangnya. Kita nggak tahu seberapa kuat dia,” kata Julio. E

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4100

    Kalau saja dari awal Ivan tahu Felicia akan berpihak ke mereka dan membuat hidupnya berantakan, dia akan mencegah ibunya untuk bertemu kembali dengan Felicia. Fani jauh lebih baik dari Felicia. Fani masih memiliki banyak keterbatasan meski sudah dididik langsung oleh ibunya, tetapi itu membuat Fani tidak jauh berbeda dengan Ivan dan yang lain. Jika Fani tidak mati dan mengambil alih Gatara Group, Patricia juga tidak akan mati. Cakra tidak harus mengalami kecacatan dengan menjalani hidup seperti kasim. Apa yang mereka miliki di keluarga Gatara juga tidak akan diberikan kepada orang lain. Ivan dan dua adiknya akan terus mendapatkan kenaikan pangkat dan bisa hidup santai. Mereka tidak akan hidup bak anjing gelandangan seperti sekarang. Ada rumah, tetapi tidak bisa pulang. Sang ibu dipaksa untuk mengakhiri nyawa sendiri. Sang ayah hidup dengan kecacatannya dan membuat kesehatannya terus menurun. Ivan dan adik-adiknya sudah banyak sekali kehilangan. Aset yang ibu mereka tinggalkan juga 90

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status