Share

Bab 22

Author: Piemar
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-11 16:00:12

Setelah berbelanja, satu jam setengah kemudian, Jingga tiba di penthouse. Di belakangnya, ke dua tangan asisten Wira penuh dengan goodie bag berisi belanjaan. 

“Apa perlu bantuan menyusun barang?” tawar pria berkumis tipis itu ketika mereka sudah berada tepat di ambang pintu penthouse.

Jingga menelengkan kepalanya kemudian menyambar belanjaannya dari tan

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 23

    Beberapa menit lalu, raut wajah Arjuna sedikit melunak. Meskipun kepalanya ingin meledak karena melihat kekacauan yang diciptakan oleh istri kontraknya, amarahnya perlahan menguap tergantikan rasa simpatik melihat gadis itu terluka. Jingga diam seribu bahasa tatkala Arjuna mengobati lukanya. Tatapannya kosong hingga Arjuna lebih dulu memanggilnya. “Kenapa?” Jingga menunduk. Matanya berkaca-kaca. Setiap kali mengingat kelakuan ayah tirinya, dadanya terasa sesak. Pria itu problematik. Ia selalu mengulangi kesalahan yang sama. Naasnya ibunya selalu saja memaafkannya. Semoga saja, perkataan ibunya yang akan menceraikannya tempo hari bisa terlaksana. “Enggak apa-apa.” Jingga mengusap sudut matanya dengan tangan yang tidak terluka. Ia tidak berniat berbagi kesedihan dengan pria di depannya. Cukup, ia menelan kepahitan hidup sendiri. Ia tidak mau berhutang budi lagi pada siapapun. Karena ia tahu, di dunia ini tidak ada yang gratis selain oksigen. Arjuna tidak bertanya lebih lanjut. Ia h

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 22

    Setelah berbelanja, satu jam setengah kemudian, Jingga tiba di penthouse. Di belakangnya, ke dua tangan asisten Wira penuh dengan goodie bag berisi belanjaan.“Apa perlu bantuan menyusun barang?” tawar pria berkumis tipis itu ketika mereka sudah berada tepat di ambang pintu penthouse.Jingga menelengkan kepalanya kemudian menyambar belanjaannya dari tangan Wira. “Gak usah, Pak. Aku bisa.”“Yakin?” Salah satu alis Wira naik, ragu.“Yakin.” Balas Jingga enteng. Ia membuka pintu kemudian membawa masuk belanjaannya meski tampak rempong bagi orang yang melihatnya.“Ingat ya Pak Arjuna itu sangat rapi. Dan, jangan pernah memindahkan barang apapun tanpa seijinnya.&rdq

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 21

    Jingga tidak menyangka jika Arjuna bisa semarah itu padanya hanya karena ucapannya. Mungkin beberapa orang tidak suka membahas keluarga dengan orang asing. Sialnya, ia lupa posisinya juga yang merupakan orang asing yang tiba-tiba saja hidup serumah dengan Arjuna. Kemungkinan kedua, Arjuna tidak suka dengan topik yang dibahas oleh Jingga. Topik tersebut terlalu sensitif soalnya.Beberapa menit kemudian, perjalanan kembali hening. Hanya suara halus mesin AC yang terdengar. Namun, Jingga tiba-tiba teringat sesuatu.Gadis itu menoleh ke arah Arjuna yang masih terfokus pada jalannya. Ia mengamatinya agak lama, berusaha memahami apa sih yang sedang dipikirkan oleh pria dingin itu?Berduaan dengannya seperti berduaan dengan dosen killer yang sedang mengoreksi makalah yang ia buat. Atau, mengoreksi hasil k

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 20

    “Kucing persia?” Suara Arjuna terdengar rendah tetapi berhasil membuat nyali Jingga menciut.Gadis bersurai panjang itu beringsut mundur, melihat wajah dingin si pria es batu. Perkara salah kata saja seperti kejatuhan bom.Namun, ketika bibir Arjuna terbuka hendak memuntahkan kata-kata amarah, suara Saraswati mengusik ketegangan tersebut. Wanita itu datang menghampiri mereka.Jingga mengelus dada berkali-kali akhirnya. Gadis itu memang agak sukar mengontrol sikap spontanitasnya.Wanita berparas teduh tersebut mengajak mereka masuk ke dalam rumah. Mereka akan melihat Raden Widjayakusuma yang sudah bangun.Pria berusia delapan puluh tahunan itu mengalami penyakit komplikasi hingga stroke ringan yang meny

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 19

    “Cukup,” suara Arjuna terdengar tegas. Semua kepala menoleh ke arahnya. Ke dua tangannya mengepal kuat di atas meja makan. Urat-urat hijau di punggung tangannya sampai terlihat. Sementara itu Jingga merasa aura tak sedap menguar dari suami kontraknya. ‘Please, kalian masa berantem sih gara-gara aku. Sebegitu berharganya diriku,’ batin Jingga, sibuk berhalusinasi di tengah situasi genting saat itu. Gadis berambut panjang hitam nan legam itu bergantian melihat suaminya lalu melihat wanita menor yang berada di seberangnya. Wanita bermulut pedas itu menatap Arjuna dengan tatapan yang diselimuti kebencian. “Kamu merasa kan?” sergah Fani dengan melayangkan tatapan tajam ke arah Arjuna. “Saya tahu, kamu memang cerdik. Tapi gak gini juga! Masa pernikahan dijadikan ajang main-main cuma demi—”Ia memang terus berusaha menyudutkan Arjuna dengan berbagai cara. Ambisinya satu yakni ia ingin harta warisan keluarga besar Widjayakusuma jatuh pada suaminya, Chandra. “Fani, cukup! Apapun yang Arjun

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 18

    Tangan kekar Arjuna melingkar tegas melintasi pinggang Jingga, menarik tubuhnya makin merapat tanpa ampun hingga Jingga terkesiap kaget.Tatapan Jingga dan Arjuna bersirobok sesaat. Namun, Jingga berusaha sekuat tenaga mengendalikan keterkejutannya. Ia sadar, di sini ia berperan sebagai istri sah Arjuna. Alih-alih marah, Jingga justru semakin merapatkan tubuhnya pada pinggul Arjuna.Bagai buah simalakama, kini gantian Arjuna yang terkejut. Matanya mengerjap beberapa kali, tak menduga respon agresif itu.“Kenapa Sayang?”Glek Arjuna meringis mendengar sebutan Sayang dari istri kontraknya. Mendadak jantungnya berdegup kencang. Mengabaikan panggilan menggelikan itu, Arjuna menggamit tangan Jingga menuju meja makan. Di kursi ujung, Senopati menyambut keponakannya dengan senyum sumringah. Bibirnya hendak bersuara tetapi suara seorang wanita keburu menyelanya cepat. “Akhirnya kau datang juga, Arjuna,” seru wanita paruh baya berpenampilan ala sosialita. Gaun yang dipakainya modis dilengk

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status