Share

Bab 46

Author: Elyssa
Harold terus menasihati dengan nada lembut, tapi bagi Darlene, semua kata-katanya hanya sekadar lewat. Semua orang selalu memintanya untuk memahami Kenward. Dia memang sudah melakukannya. Selama tiga tahun penuh.

Namun, hasil yang didapatkannya adalah Kenward malah membuat anak pertama mereka gugur demi wanita yang dia sebut cinta sejatinya.

Wajah Darlene semakin pucat, hatinya pun semakin dingin. Harold memang orang yang paling baik padanya di Keluarga Bramantyo, tapi pada akhirnya dia tetap kakek kandung Kenward. Jadi, tentu saja dia tetap membela cucunya.

Darlene merasa benar-benar sendirian.

Harold terus berbicara panjang lebar tentang betapa sibuknya Kenward dan betapa berat tanggung jawabnya, sampai-sampai Darlene merasa telinganya hampir kapalan mendengarnya.

"Kamu pikirkan lagi baik-baik. Kasih Kenward satu kesempatan, sekaligus kasih kesempatan buat dirimu juga. Tapi ...." Harold berhenti sejenak, suaranya jadi lembut, "Kalau akhirnya kamu tetap mau bercerai, Kakek juga akan m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 176

    Darlene belum pernah melihat formasi sebesar ini sebelumnya. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah masuk.Kenward duduk, sementara tim pengacara hanya boleh berdiri di belakangnya."Bu Darlene, ini adalah perjanjian perceraian yang disiapkan oleh Pak Kenward." Wesley, ketua tim pengacara, mendorong sebuah dokumen ke hadapan Darlene.Katanya satu dokumen, tetapi sebenarnya itu setumpuk tebal. Jauh lebih tebal dibandingkan perjanjian perceraian yang sebelumnya disiapkan oleh Francis.Darlene merasakan firasat buruk. Dia mengernyit, mengangkat tumpukan perjanjian perceraian itu, lalu membacanya dengan sungguh-sungguh dari kata pertama.Ruang rapat sunyi senyap. Darlene membaca dengan sangat lama. Kenward pun tidak terburu-buru. Dia duduk di seberangnya, dengan sabar menunggu hingga Darlene selesai membaca. Senyuman menawannya tidak berubah sedikit pun.Darlene hampir menghabiskan satu jam penuh sebelum akhirnya selesai membaca."Bagaimana? Kalau nggak ada masalah, silakan tanda ta

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 175

    Ucapan Darlene mengalir begitu saja, dan kontraknya pun jelas sudah lama dipersiapkannya."Jangan-jangan ... sejak awal kamu memang sudah merencanakan ini?" Swara mengerutkan kening menatap Darlene. Darlene hanya tersenyum tanpa menjawab.Studionya memang kekurangan tenaga kerja, sementara dana yang ada juga pas-pasan. Mencari orang yang kompeten, berpengalaman, tapi tidak menuntut gaji tinggi, jelas mustahil.Kebetulan, Darlene yakin setelah kejadian ini, Gianna pasti tidak akan mau menerima Swara lagi. Di sisi lain, mempertahankan Swara berarti bisa menghemat biaya. Baginya, ini solusi yang sama-sama menguntungkan.Akhirnya, Swara menandatangani kontrak magang itu. Setelah selesai menandatangani, dia masih sempat menyindir Darlene, "Jangan kira hanya karena kamu memberiku pekerjaan ini aku akan berterima kasih.""Aku nggak berharap kamu berterima kasih. Kamu nggak menjelek-jelekkanku di belakang saja sudah cukup."Dengan wajah memerah, Swara keluar dari ruang rapat.Darlene mengangka

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 174

    Sambil menggenggam ponselnya, Darlene merasa jantungnya berdebar kencang.Selama Kenward tidak berubah pikiran, kali ini dia akhirnya bisa benar-benar memutuskan hubungan dengan Kenward.Di sisi lain, Ella sudah menyanyikan dua lagu. Barulah setelah itu Darlene menerima balasan dari Kenward.[ Berlaku. ]Kenward hanya membalas satu kata itu.Darlene mengerutkan kening. Dia sempat ingin membahas lebih lanjut soal detail perceraian, tetapi kemudian pesan dari Kenward masuk lagi.[ Nanti dibicarakan setelah aku kembali ke dalam negeri. ]Kalimatnya singkat dan nada bicaranya dingin.Darlene menghela napas. Dia hanya berharap kali ini tidak terjadi masalah lagi.Keesokan harinya, Darlene tetap berangkat kerja seperti biasa. Di studio, Fanny dan Niken sudah ada. Swara tidak datang. Darlene menelepon Swara, "Hari ini kamu izin? Kalau nggak izin, ini dihitung mangkir kerja."Sebenarnya Swara sudah berada di bawah gedung, hanya saja dia tidak naik ke atas.Di ujung telepon, suasana hening seje

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 173

    Dari kejadian itu pula, Garry tanpa sengaja menebak identitas asli Maestro BYC."Kalau begitu, apa Darlene punya alasan yang sulit diungkapkan? Kalau sejak awal dia mengaku sebagai Maestro BYC, dia sama sekali nggak perlu ikut kompetisi seperti ini. LD Jewelry Fashion Week justru akan berlomba-lomba mengundangnya," kata Garry."Hmm ... memang ada alasan yang sulit dijelaskan ...." Peter menggaruk kepala, tapi tidak bisa menjelaskan secara rinci. Karena dia sendiri juga tidak tahu kenapa Darlene begitu tidak suka menjadi terkenal.Namun, ada satu hal yang bisa dia pastikan. Sumber inspirasi desain seri Piano milik Darlene bukan berasal dari pengalaman yang indah. Dan peristiwa buruk itu, Darlene sama sekali tidak pernah membicarakannya.Garry pun berjanji pada Peter bahwa dia tidak akan membocorkan identitas Darlene sebagai Maestro BYC.Setelah upacara penghargaan berakhir, Darlene dikerumuni media, kolektor, dan para tokoh besar industri hingga nyaris tidak bisa bergerak. Para desainer

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 172

    Setelah Peter selesai rapat dewan, dia langsung mengemudi menuju Gedung Konferensi Internasional, bahkan hampir menerobos lampu merah. Sambil melirik jam dan menghitung waktu, dia berlari begitu turun dari mobil.Saat dia mendorong pintu aula terbuka, Darlene tepat sedang melepaskan karya rancangannya dari kepala model di atas panggung. Hiasan rambut itu tidak simetris.Ketika Darlene mengaitkan dua ujung renda logam yang menjuntai, dalam sekejap hiasan rambut tersebut berubah menjadi sebuah model tiga dimensi.Peter tersenyum penuh arti. Darlene menang. Bahkan sebelum nilai diumumkan, dia sudah bisa memastikan hasilnya.Tepuk tangan menggema dari bangku penonton.Adelio, yang baru kembali dari toilet, berdiri dengan wajah penuh semangat dan bertepuk tangan.Tak jauh dari sana, Swara juga ikut bertepuk tangan, ekspresinya dipenuhi ketidakpercayaan. Darlene tidak mengatakan apa pun. Dia hanya memperlihatkan karyanya kepada para juri dengan tenang. Dia percaya, karyanya sendiri sudah cuk

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 171

    Dilihat dari sisi perhiasannya saja, hiasan rambut karya Darlene adalah yang paling menonjol.Swara menatap Darlene yang sedang menunduk serius mengoperasikan mikroskop. Semakin lama dia melihat, alisnya semakin berkerut."Aku benar-benar nggak tahu kalau bos kita punya keterampilan setinggi ini?" Fanny menyenggol Niken dengan sikunya."Apa mataku yang salah? Dia ini pakai teknik pemasangan seperti apa? Aku sama sekali nggak melihat capit logamnya," ujar Niken dengan wajah tercengang.Di barisan depan, Garry dan Lorentio yang duduk di kursi VIP masing-masing tenggelam dalam pikiran sendiri."Wanita bernama Darlene ini ...." Garry terlebih dulu membuka mulut, tatapannya tidak lepas dari panggung. Lorentio malah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ekspresi wajahnya berubah-ubah.Bagi orang awam, menyaksikan proses pembuatan perhiasan secara langsung adalah hal yang sangat membosankan. Adelio sudah hampir tidak tahan setelah duduk selama dua jam. Namun demi melihat Darlene, dia bertahan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status