Share

Map Rahasia

Penulis: JolaSky
last update Tanggal publikasi: 2024-01-16 22:57:51

Hati wanita mana yang tak luluh ketika mendengar dirinya menjadi sosok yang amat berarti bagi prianya. Bolehkan Nova meneteskan air mata haru saat mendengar pengakuan yang begitu tulus dari Angga, hati Nova luluh seketika.

Rona merah tipis-tipis menjadi tanda bahwa wanita itu tak bisa menahan kebahagiaan di hatinya.

Angga mendesak tubuh Nova hingga tubuh Nova mematuk sandaran sofa. “Apa yang mau kamu lakukan, mas?”

Bulu roma Nova berdiri ketika kulit Angga mulai bergesekan dengan kulit Nova. P
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Titik Balik 1

    Di atas kursi roda dengan selang infus masih menempel di tangan, Angga menghirup udara segar yang menyelimutinya sejak lima belas menit lalu. Matanya diam-diam mengintai langkah dan tawa anak kecil saling bersahutan yang mengisi telinganya. “Ini sarapanmu, Tuan.” Kursi beton di pinggiran taman tepat di samping Angga terisi. Chris datang bersama baki berisi nasi dan sup ayam dengan uap yang masih mengepul di atas mangkuk. Angga hanya menatap setiap gelagat pria itu dalam diam. Masih mencerna fakta bahwa sosok di depannya kini adalah saksi hidup yang menyimpan rekaman rahasia masa lalu perjalanan cinta dan fakta kelam keluarganya. “Tuan, kau baik-baik saja?” Chris bertanya lagi saat tidak melihat reaksi apapun dari Angga. “Berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikan itu!” tegas Angga, kilat matanya tajam. “Mulai detik ini kau kupecat!” Keputusan itu terdengar seperti petir yang mengintai masa depan Chris. Wajah pria itu berubah kaku, bibir bawahnya bergetar kecil. Sesuatu yang m

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Batas Akhir

    Langit sudah berubah menjadi keabuan saat Angga membuka matanya perlahan. Dinding kamar serba biru, dan detak jarum jam mendominasi keheningan di ruangan itu mengajarkan ketenangan dalam diam. Bulu mata lentik Angga bergetar kecil, dadanya masih nyeri sesekali, dan kepalanya masih berdenyut. Sebelah tangan terangkat pelan, nyaris tak memiliki tenaga bahkan untuk sekedar memijat pelipis. “Angga? Kamu sudah bangun?” Seseorang di samping Angga berdiri, disusul derit kursi yang memekak telinga. Pandangan Angga teralih padanya. Wajah cantik pemilik sorot mata indah itu kini berdiri setengah menunduk demi mensejajari sudut pandang. Kulit pucat wanita itu dan rahang yang menirus, seakan memberitahu Angga banyak hal yang dititipkan di pundaknya. “Sayang…” Angga berucap lirih di balik masker oksigen yang menutupi hidungnya. Mata sesekali mengerjap mengoreksi fokus penglihatan. “Aku… kenapa?” Senyum lega di wajah Nova lepas setelah berjam-jam dikekang rasa khawatir. “Penyakit jantung kamu

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Cinta Akan Menemukan Jalannya

    Awan hitam menggantung rendah di langit pekat. Bintang-bintang yang biasanya bertabur menghias malam tak satupun menunjukkan dirinya. Gemuruh petir pelan menyambar. Bergantian dengan kilat keemasan yang muncul sepersekian detik di langit malam ini. Angga masih duduk di kursi yang sama, setelah kepergian Chris beberapa jam lalu. Dadanya nyeri tiap kali dia berusaha menyanggah kenyataan bahwa, dirinya adalah akar dari semua kekacauan yang ada. “Ini kopi hitamnya, Tuan.” Seorang pelayan menaruh cangkir kopi panas di sisi kanan meja kerjanya, lalu bergegas pamit karena tak cukup memiliki keberanian menghadapi Angga dengan segala suasana hatinya yang memburuk. Pandangan Angga bergeser pelan, pada cangkir kopi yang masih mengepulkan uap tipis ke udara. Permukaannya nampak tenang, dalam dan keruh seolah sepakat menggambarkan isi pikiran Angga selama ini. Fakta bahwa Andre memilih mengirim video perselingkuhannya dulu dengan sengaja pada Nova, adalah hal yang tidak pernah Angga sangka seb

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Kebenaran Chris

    Ruang kerja itu terasa lebih hidup. Dinding yang semula dicat dengan warna gelap, mengalami perubahan drastis di setiap permukaannya. Warna hitam kelam berganti jadi warna putih bersih yang diselingi dengan warna biru langit di beberapa sisi tertentu. Meja besar yang terlihat gagah, berdiri tegak tak jauh dari jendela besar di belakangnya. Setiap sudutnya sempurna. Di atasnya, satu laptop berdiri dengan posisi terbuka. Sinar layarnya redup karena terlalu lama diabaikan oleh sang pemilik. Di belakang meja kerja itu, ada singgasana lain yang menjelaskan kembalinya sebuah kekuasaan yang sempat hilang dari tangan seorang pria bernama Savangga. Kursi dengan punggung tinggi itu berputar pelan kala pemandangan di luar jendela tidak lagi menarik perhatiannya. “Jadi, sebenarnya siapa dirimu?” Tatapan Angga kini memaku sosok pria tinggi kurus dengan kacamata yangs etia bertengger di hidungnya. Sebuah dokumen disodorkan padanya dengan satu jari. “Apa aku harus mencari tahu sendiri kebenaranny

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Jalan Sepakat

    Di luar sana, dua wanita yang Angga kenal dengan baik saling bertukar rasa. Pintu kaca pembatas ruang makan dengan teras belakang adalah sekat nyata menuju masa depan yang sedang di tata ulang. Semua kesalahpahaman, semua penolakan, buyar dalam semalam. Lewat pengertian dua wanita yang bergumul dengan perasaan yang sama. Dalam diam Angga memantau Rachel dan Nova dari jauh. Lekukan di wajahnya adalah tanda lega. Pencariannya telah berakhir. Kekecewaannya terhadap diri sendiri telah terbayar dengan harga yang tak ternilai. Angga masih mematung di tempat yang sama. Tidak peduli udara dingin menghujani kepalanya dari AC central yang berada tepat di atasnya. Dia membiarkan suhu dingin itu menyelimutinya. Sebab, bagaimanapun dinginnya saat ini, ada kehangatan yang menjalar saat melihat dua wanita saling memahami perasaan satu sama lain. Mata Angga tidak lepas dari setiap pergerakan Nova. Tepat ketika wanita itu berbalik, mengakhiri obrolan yang terasa semakin intens itu, Angga menarik dir

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Sebuah Klarifikasi

    Angin malam terasa menusuk kulit. Untuk Nova yang berdiri diantara hembusannya perlu memeluk tubuhnya sendiri demi sebuah perlindungan. Rachel menarik kursi, lalu mempersilahkannya duduk di sana. “Duduk dulu, Mbak. Supaya kita lebih nyaman ngobrolnya,” katanya sambil tersenyum hangat. “Terima kasih.” Nova mencari posisi duduk yang nyaman. Sambil sesekali memperhatikan setiap gerakan Rachel dalam diam. “Apa yang mau kamu bicarakan, Rachel?” Rachel tidak kunjung membalas, melainkan hanya menatap Nova dengan sorot yang dalam. Keheningan dibiarkan merajai cukup lama diantara dua orang wanita yang tinggal satu atap dengan Angga. “Aku ingin minta maaf, Mbak Nova,” kata Rachel pelan. Mata Nova yang cukup jeli dengan pencahayaan yang minim ini mampu melihat getar kecil di bibir Rachel. Gugup. Satu hal yang bisa Nova tangkap dari setiap gestur yang Rachel tunjukkan padanya. “Aku ingin minta maaf karena sudah membuat Mbak Nova salah paham. Sejujurnya, aku hanyalah pengasuh Celva. Bukan seor

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Hilang Memori

    "Vira? Apakah kamu baik-baik saja?" Pertanyaan Ameera serta sentuhannya di tangan Vira mengagetkan wanita itu. Sejak menginjakkan kaki di restoran favorit mereka, Vira lebih banyak diam. Ameera tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Vira. Diamnya wanita itu lantas membuat suasana ber

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Perintah

    “Berita duka cita. Pada hari ini, keluarga besar Vineta Furniture harus kehilangan atasan tercinta kita, Pak Reno. Beliau meninggal dunia tadi malam karena kecelakaan. Manajemen memutuskan untuk menghentikan operasional serentak hari ini untuk memberikan penghormatan terakhir pada beliau. Saya harap

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Gagal Masalah Hati

    Lima orang tim forensik keluar dari ruang rapat di ujung lorong. Dua diantaranya adalah sosok senior, melangkah lebih dulu disusul Rossie dan Javier di belakang mereka. Salah satu dokter senior berbalik ketika teringat sesuatu, yang lantas juga menghentikan langkah sepasang sahabat itu. “Kalian berd

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Harapan

    Dua buah manik mata keoranyean menatap sendu pada layar ponsel yang sejak tadi dalam genggaman. Seorang wanita duduk di balik jendela yang membatasi dirinya dengan hiruk pikuk orang-orang yang mencari tempat berteduh. Rintik hujan semakin mendukung perasaannya saat ini. Patah hati terdalam sepanjang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status