Share

Pernikahan Jebakan
Pernikahan Jebakan
Author: NariaPranata

Prolog

Author: NariaPranata
last update Last Updated: 2021-12-24 14:56:08

Aylee beringsak mundur, jantungnya berdegup begitu kencang, aliran darah seolah berhenti di urat-urat nadinya hingga wajahnya kini nyaris pucat. Nafasnya terengah seolah paru-parunya tak dapat lagi menghirup udara. Gabe semakin maju, wanita cantik bermata coklat itu kini terjebak di antara dinding dan tubuh atletis Gabe.

Gabe tersenyum menang, tangannya menyibak rambut coklat terang Aylee, menyelipkan rambut panjang itu di belakang telinganya. Gabe lantas mencium telinga Aylee lembut, menekankan bibirnya di sepanjang leher Aylee, wanita itu melenguh. Tak disangka bahwa sentuhan itu nyatanya begitu membuainya. Gabe tersenyum di sela ciumannya. Dengan agresif ia lantas mencium bibir Aylee yang merekah, seolah memang gadis itu menunggu ciuman dari Gabe. Keduanya berciuman tanpa ampun, Gabe begitu brutal menciumnya, memainkan bibir Aylee dengan rakusnya bak singa yang sedang kelaparan. Sejurus kemudian Gabe menanggalkan gaun tidur Aylee, menyibak dadanya, bibirnya nyaris mendarat di area itu. Namun Aylee tiba-tiba Aylee terbangun, ternyata semuanya hanya mimpi.

Nafasnya tersengal, ia menutupi dadanya yang masih terbungkus rapi di balik gaun tidurnya. Matanya mengedar pandang sekeliling kamarnya. Tak ada Gabe di situ.

Ia mengelap keringat yang membasahi keningnya. Beranjak dari tempat tidurnya, Aylee berjalan menuju dapur. Ia melihat jam di layar ponselnya, sudah jam tiga pagi dan pria itu masih belum pulang.

Usai meneguk air mineral yang sedetik lalu diambilnya dari kulkas, ia mulai menelepon pria yang sudah beberapa bulan ini menjadi suaminya. Namun seperti yang Aylee duga, pria itu tak akan menjawab telepon darinya. Ia pastilah sedang menginap di apartemen kekasihnya, Michelle Morgan.

Aylee menertawai diri sendiri, bisa-bisanya ia mimpi dicumbu oleh pria brengsek yang sudah menikahinya secara paksa. Okay, ralat. Bukan dipaksa sebetulnya, lebih tepatnya dijebak. Lelaki brengsek itu adalah Gabriel Ferdinand suaminya, yang kerap ia panggil Gabe.

Gabriel Ferdinand adalah bosnya di perusahaan tempat Aylee bekerja, pada awalnya pria itu begitu manis dan baik padanya, sewajarnya seorang pria yang tertarik dengan wanita, Gabe, cukup meyakinkan. Aylee tentu saja mudah dibuai olehnya, selain dari ia CEO muda, ia memiliki paras rupawan dengan tubuh atletis sempurna yang membuat banyak wanita jatuh hati padanya, termasuk Aylee. Gabe yang belum ada sebulan memacarinya, langsung melamar Aylee. Tentu saja gadis polos itu girang bukan main, ia tanpa pikir panjang menerima lamaran Gabe. Namun begitu pernikahan itu usai terlaksana, di malam pertama yang harusnya mereka bercumbu mesra, Gabe justru membisikkan satu kalimat yang membuat Aylee menjatuhkan air matanya dengan begitu mudah.

“Jangan harap aku mau menyentuhmu, kamu cantik tapi tak cukup membuatku menginginkanmu. Aku menikahimu hanya sebagai kedok agar orang tuaku tak terus-terusan memisahkanku dari Michelle. Kamu tipikal sempurna untuk orang tuaku, namun bukan untukku.” Begitu tak punya perasaan saat pria itu melontarkan kata-kata menyakitkan baginya.

“Jadi kamu menjebakku? Kamu menikahiku agar kamu bisa terus berhubungan dengan dia tanpa takut dicurigai mama dan papa?” Gabe tersenyum sinis, begitu menakutkan. Citranya yang manis saat dia menjadi kekasihnya kini hilang sama sekali. Aylee mengerti kenapa orang tua Gabe tak menyukai Michelle, sebab gadis itu seorang aktris ibu kota yang punya banyak skandal, itu berbanding terbalik dengan citra keluarga Gabe yang terpandang dan sempurna tanpa cela. Aylee sendiri bukan dari keluarga pengusaha, kedua orang tua Aylee adalah dosen di Universitas ternama di negara ini. Keluarga Aylee cukup disegani karena riwayat pendidikan dan attitude mereka yang baik. Itulah mengapa orang tua Gabe sangat menyetujui hubungan Gabe dan Aylee, lebih-lebih di keluarga Gabe tidak ada anak perempuan, jadi ibu Gabe, Natasya Ferdinand sangat menyukai menantunya itu.

“Aku akan bicara dengan orang tuamu,” ancam Aylee dengan suara bergetar, ia masih shock dengan kenyataan pilu yang menimpanya. Gabe memegangi dagu Aylee.

“Coba saja bilang. Aku akan menceraikanmu, kamu tentu ingat Ayahmu memiliki riwayat penyakit jantung, jika dia tahu anaknya dicerai belum sehari setelah pernikahan, kamu tentu tahu apa yang akan terjadi.” Bahkan pria brengsek itu mengancam Aylee, membuat gadis itu tak berdaya dibuatnya.

Aylee menitikkan air matanya lagi ketika mengingat kejadian itu. Sudah hampir empat bulan ini ia bergumul dengan rasa pedih, harga dirinya seolah tak ada lagi. Lelaki itu membuat Aylee merasa menjadi wanita paling tak diinginkan, ia begitu rendah di mata suaminya.

Dering ponsel Aylee berbunyi. Ia segera melihat layar di ponselnya, namun bukan Gabe yang meneleponnya. Nama ‘Martin my Bestie' yang tertera.

“Pagi sekali kamu meneleponku?” jawab Aylee sembari ia berjalan menuju kamarnya kembali.

“Aku baru pulang dari Lounge. Kepalaku pusing, aku tak bisa tidur, Ay.” Suara Martin dari seberang.

“Kamu minum?” Aylee sedikit khawatir dengan pria yang sejak ia berumur sepuluh tahun sudah menjadi sahabatnya itu.

“Aku hanya minum sedikit, Ay. Kamu tahu mereka ke lounge untuk merayakan keberhasilanku mendapat kontrak film itu, mana mungkin aku tak ikut minum? Hanya sekedar menghormati manajemenku.” Aylee mengerti, kini pria kesayangannya itu memang sudah beberapa tahun ini sudah terjun ke dalam industri hiburan, tentu itu akan lekat dengan dunia malam seperti itu. Apa pun itu, asalkan Martin bahagia, ia ikut bahagia.

Martin yang tampan mengawali kariernya sedari sekolah menengah atas dengan menjadi seorang model, menjadi aktor papan atas adalah mimpinya, dan kini segala kerja kerasnya mulai menunjukkan hasil. Ia kini akhirnya mendapatkan proyek perdananya sebagai seorang pemeran utama dalam sebuah film.

“Kalau begitu harusnya kamu tidur. Kenapa malah meneleponku?”

“Selain dari aku rindu suaramu, aku ingin menyampaikan sesuatu padamu.” Aylee terdiam, ia cukup penasaran dengan perkataan Martin. Namun ia juga takut mendengar kabar yang akan membuatnya sedih.

“A-ada apa memang?” Aylee gugup.

“Coba tebak!” ucap Martin, namun belum sempat Aylee berbicara suara Martin kembali terdengar.

“Suamimu barusan bersama kami. Michelle adalah lawan mainku di film ini.” Aylee menghela nafas berat, kini Gabe sudah begitu terang-terangan menunjukkan hubungan mereka rupanya. Ia bahkan ikut merayakan keberhasilan Michelle di Lounge, Aylee yakin mereka juga pada akhirnya memesan kamar di hotel tersebut. Aylee menjilat bibirnya, ia lantas memaksakan diri untuk tersenyum, lantas suaranya berusaha ditegarkan.

“Aku tidak apa-apa, Martin,” ucap Aylee berbanding terbalik dengan hatinya yang kembali hancur lebur. Namun ini sudah biasa untuknya, bahkan ia pernah menjumpai hal yang lebih gila dari ini. Gabe bahkan pernah mengajak Michelle ke rumah mereka dan bercinta dengan Michelle dengan Aylee masih berada di rumah itu. Hati wanita mana yang tak sakit? perlakuan Gabe betul-betul membuat Aylee merasa jijik pada dirinya sendiri, karena ia tak mampu membuat pria itu sedikit saja tertarik padanya, bahkan pria itu justru seperti menganggapnya tak ada. Adakah pernikahan yang lebih buruk dari ini?.

“Aku akan membalas perbuatannya padamu, Ay. Aku bersumpah!” gertak Martin, pria tampan itu terdengar serius. Tanpa sepengetahuan Aylee pria itu lantas tersenyum licik. Pria itu punya rencana. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Bintu Ikhwani
Keren, Mbak. ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pernikahan Jebakan   Kehamilan Aylee

    Aylee menggigit bibir bawahnya, Jemarinya saling bertautan, pertanda ia begitu gugup saat ini. Martin berlari kecil menuju kamar mandi Aylee, di atas wastafel itu ia mendapati testpack milik Aylee. “Ya Tuhan!” Martin menggelengkan kepalanya. Ia berjalan menuju Aylee yang duduk di kursi kerjanya. “Kau tak akan memberitahukan ini pada Gabe kan?”Aylee meremas rambutnya. “Lalu aku harus apa? Ini anaknya.”Martin bersimpuh di depan Aylee, memeluk lutut wanita yang terlihat kacau itu. “Memangnya jika kau beri tahu ini, dia akan meninggalkan Michelle?”“Tentu, dia akan meninggalkan Michelle. Dia begitu menginginkan bayi ini, lebih dari apa pun.”Martin ternganga, ia begitu takut hal itu akan terjadi. “Dengar, itu mustahil. Ayahmu tak akan mengizinkanmu, Aylee.”“Dia akan berubah pikiran, dia akan memikirkan masa depan cucunya juga. Aku yakin dia akan menerima Gabe jika Gabe mau meninggalkan Michelle untukku. Bukankah itu bagus?”

  • Pernikahan Jebakan   Testpack

    Aylee membasuh wajahnya dengan gusar di depan wastafel, ia mengamati wajahnya yang dinilainya terlihat agak lelah. Sejurus kemudian dia memegangi perut bawahnya. Air matanya tak bisa lagi hanya menggenang di pelupuk mata, kini air matanya terjun bebas mengaliri pipi. “Tidak mungkin, aku tidak mungkin hamil kan?”Aylee terpejam melihat testpacknya, ia tak berani melihat hasilnya. Namun perlahan ia membuka matanya, dan mendapati alat pengecekan kadar hcg itu bergaris dua. “Oh, ya Tuhan...” Aylee memejamkan matanya. “Gabe... Aku harus bagaimana?” Aylee lunglai, ia terduduk di kamar mandinya. Perasannya saat ini begitu kacau, satu sisi ia bahagia karena perjuangannya dan Gabe pada akhirnya membuahkan hasil, namun di lain sisi, tentu hal ini tak ia inginkan, mengingat hubungannya dan Gabe kini bukan suami-istri lagi. “Bagaimana mungkin ternyata justru bayiku yang tumbuh tanpa sosok ayahnya.” Aylee terisak seorang diri. **Usai melakukan syutingnya,

  • Pernikahan Jebakan   Fantasi Gabe

    Aylee terdiam tanpa kata, suasana keduanya mendadak canggung nyaris hening. Bahkan hembusan angin malam yang semula semilir mengayunkan helaian rambut Aylee seolah mendadak berhenti manakala Martin berucap demikian. Aylee menelan ludahnya susah payah, ia cukup tercekat mendengar ungkapan cinta Martin yang entah sudah berapa kali terlontar dari mulut pria populer itu. Meski demikian sering, ia tak menyangka pria itu berani mengatakan itu ketika usia perceraiannya baru menginjak satu bulan beberapa hari saja. Pada akhirnya Aylee hanya bisa kembali memalingkan wajah, Martin terlihat bersedih, ia bahkan menengadahkan wajahnya, takut jika air matanya akan jatuh di hadapan wanita pujaannya itu. “Jika kau tak bisa menerimaku karena tak cinta, maka aku tak keberatan kau menerima cintaku karena belas kasih, aku sangat mau kau kasihani, Aylee.” Aylee sontak menoleh padanya. “Kasihanilah aku,” kini air mata Martin kadung jatuh, ia tak sempat menyembunyikan lagi. “Martin

  • Pernikahan Jebakan   Beri Aku Kesempatan

    Aylee mengamati kopi itu, memutar-mutar paper cupnya seolah mencari tahu siapa pengirim americano itu. Maxime memicingkan mata melihat sikap Aylee yang demikian. Ia lantas menyambangi kubikel Aylee.“Mengapa kau hanya menatap minumanmu tanpa meminumnya?”Aylee terkejut mendapati Maxime sudah berada di sampingnya. Aylee ragu-ragu menyodorkan americanonya pada Maxime.“Kau mau ini, Max?”“Kau sendiri tak ingin meminumnya?” Maxime balik bertanya. Aylee menggeleng cepat, ia ragu meminum kopi yang ia bahkan tak tahu siapa yang memberinya.“Dari penggemarmu lagi?”Aylee tersipu.“Kau mau apa tidak?”“Kebetulan aku belum minum kopi. Ini cukup hangat.” Maxime pada akhirnya meminum americano itu. Maxime memang kerap diberi Aylee makanan atau minuman pemberian pengagumnya.“Ini lumayan juga,” komentarnya sambil lalu menuju meja kerjanya.&ld

  • Pernikahan Jebakan   Kiriman Kopi Pagi Hari

    Lucy mengikuti Aylee yang melenggang ke dapur membawa piring-piring bekas makan malam mereka. Ia bermaksud membantu Aylee mencuci piring-piring itu.“Tidak usah repot-repot Lu, biar aku melakukan ini sendiri.” Aylee merebut spons cuci piring yang dipegang Lucy.“Tidak apa-apa, ini tidak masalah.” Lucy kembali merebut spons itu.“Maaf, super model sepertimu harus mencuci piring-piringku,” ucapnya dengan senyum ramah.“Tidak apa, kalau hanya mencuci piring, aku juga bisa.” Lucy menyeringai, namun ia terlihat kikuk melakukannya, kentara sekali ia tak biasa melakukan itu.“Di rumahmu tak ada pelayan?” tanya Lucy. Aylee menggeleng.“Tidak, ibuku biasa melakukan semuanya sendiri. Lagi pula dahulu mereka hanya tinggal berdua, jadi tak begitu butuh pelayan.”Lucy menganggukkan kepalanya tanda mengerti.“Maaf jika aku bertanya seperti ini, apa kau sudah resmi

  • Pernikahan Jebakan   Gemuruh Hati Lucy

    Aylee menyirami bunga di greenhouse milik ibunya, Melisa. Sepulang mengajar, ia tak tahu harus melakukan apa. Tak banyak tugas, juga tak lagi sibuk menyiapkan segala keperluan dan makanan untuk suaminya, Gabriel. Ya, sudah hampir sebulan ini mereka pisah ranjang.“Gabe sudah mengirimkan surat perceraian yang harus kau tanda tangani, Ay.”Ucapan Melisa membuat Aylee seketika menjatuhkan alat penyiramnya.Ia tak kuasa menahan tangisnya, beberapa waktu lalu Gabe menemuinya ke rumah. Namun Robin tentu saja menolak ajakan rujuk Gabe. Walau ia datang bersama Natasya, Robin tetap tak menghendaki Gabe kembali pada Aylee, lebih-lebih jika Gabe memiliki dua istri. Maka kesepakatan cerai pun tak terelakkan lagi.“Jangan menangisi dia lagi, air matamu sudah cukup banyak terkuras menangisi pria brengsek itu. Dia tak pantas kau tangisi demikian. Jika ayahmu tahu kau masih seperti ini, dia bisa terpukul, Ay.”Aylee segera menghapus air mat

  • Pernikahan Jebakan   Si Nyonya Baru

    Michelle berdiri di depan rumah Gabriel dengan pongahnya. Tangan satu menekan bell rumah Gabriel, satu tangan lagi memegangi gagang koper. Tak selang berapa lama Emma membuka pintu dengan raut wajah kesalnya.“Halo, Emma. Beri sambutan untuk nyonya Ferdinandmu yang baru,” sapa Michelle dengan senyum mengejek pada Emma. Emma memutar bola matanya.“Maaf, nona. Tapi tuan muda tidak berpesan apa pun padaku perihal kedatanganmu. Jadi, aku tak bisa mengizinkanmu masuk begitu saja.” Emma tersenyum tak kalah mengejek. Michelle mendengus kesal, ia lantas menelepon Gabe.“Sayang, aku sudah berdiri di depan rumahmu, namun Emma tak mau memberi izin padaku untuk masuk. Padahal, perutku sedang keram sekarang, kepalaku juga pusing. Tolong beri pengertian padanya sayang.” Nada suaranya dibuat lembut. Emma mendesis melihat kepura-puraan itu.“Dia ingin bicara.” Michelle memberikan ponselnya pada Emma.“Baik tuan

  • Pernikahan Jebakan   Rencana yang Berhasil

    “Tidak Aylee!”Aylee memejamkan matanya.“Lalu harus bagaimana? Kau tak mungkin memiliki dua istri.”“Aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku, namun tidak akan menikahinya.”“Apa dia setuju?” tanya Aylee putus asa. Gabe terdiam.“Ini yang dia mau. Kau menikahinya.” Aylee memejamkan matanya sejenak. Menelan segala sakitnya, mencoba mengontrol emosinya.“Aku tak mau berpisah darimu.” Gabe memeluk erat tubuh Aylee.“Kau harus bertanggung jawab, Gabe.” Aylee melepas pelukan Gabe.“Bantu aku Aylee, bantu aku meyakinkan orang tuamu bahwa aku sungguh mencintaimu.” Gabe terlihat nelangsa.“Sulit meyakinkan mereka dengan kondisi seperti ini. Ini di luar kendali. Kita tidak punya jalan lain, bayimu butuh sosok ayahnya. Nikahi dia.”“Aku tidak mencintainya.”“Itu sudah terlambat, Gabe. Seg

  • Pernikahan Jebakan   Mari Berpisah

    Martin menunggu Aylee di salah satu restoran favorit mereka, ia beralasan ingin bercerita perihal hubungannya dengan Lucy, padahal Martin hanya ingin melihat apakah ada tanda-tanda Michelle sudah mulai merusak hubungan Aylee dan Gabe. Aylee berjalan ke arah Martin, ia melambaikan tangan ketika matanya bersobok dengan mata Martin.“Harusnya kau ajak Lucy juga,” protesnya ketika tak ia dapati Lucy di sekitar Martin. Martin tersenyum kecut.“Aku ingin menceritakan perihalnya padamu, tak lucu jika ia juga berada di sini sementara aku membicarakannya kan?” Martin menggeleng-gelengkan kepalanya. Aylee terkekeh, ia lantas duduk berseberangan dengan Martin.“Well, apa kau pada akhirnya jatuh hati pada gadis muda itu?” tanya Aylee dengan senyum menggoda.“Tidak secepat itu juga... Aku hanya tertarik padanya, dia cukup berbeda dari gadis kebanyakan.”“Aku bisa melihat itu, dia luar biasa, dan tentu saja s

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status