Share

Bab 180

Penulis: Emily Hadid
Belasan foto berturut-turut, semuanya adalah foto Clara menemani Alain dan putrinya makan kentang goreng dan hamburger.

Di foto-foto itu, Clara tersenyum lembut. Dia bukan hanya merawat Aliyah dengan penuh perhatian, Aliyah juga sesekali menyuapi Clara dan Alain, sementara Alain pun sangat memperhatikan Clara.

Orang yang tidak tahu pasti akan mengira mereka adalah keluarga.

Menyusuri foto-foto itu satu per satu, semakin bahagia senyuman Clara, wajah Rendra justru semakin muram.

Di sampingnya, melihat wajah Rendra menggelap, Caroline segera meletakkan sendok di tangannya, menoleh ke arahnya sambil bertanya dengan suara lembut, "Rendra, ada apa?"

Rendra keluar dari WhatsApp, meletakkan ponselnya kembali ke atas meja. Wajahnya datar saat menyahut, "Nggak ada apa-apa."

Melihat itu, Caroline segera tersenyum sambil menyendokkan makanan untuk Rendra. "Kamu tadi juga nggak makan banyak. Makan lagi sedikit ya."

Menghadapi kelembutan Caroline, yang terlintas di benak Rendra justru adalah gambar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 184

    Dia tidak berniat menyakiti Rendra.....Sementara itu, di kamar utama sebelah.Mengingat kepanikan Clara barusan, teringat bagaimana dia sampai memanggil "Kak Rendra", Rendra merasa ingin tertawa.Clara tetap sama seperti dulu. Sebenarnya, tadi dia juga tidak mengerahkan seluruh tenaganya. Kalau tidak, dia sudah berhasil menaklukkan Clara.Hanya saja, melihat Clara begitu panik, melihatnya seperti saat masih kecil dulu, Rendra sengaja menggodanya sedikit.Rendra duduk di tepi ranjang, mengangkat tangan dan menyeka darah di dahinya. Setelah itu, dia bangkit, mengambil kotak P3K, lalu masuk ke kamar mandi untuk menangani lukanya.Dia tidak membangunkan Kinara dan yang lainnya. Setelah lukanya selesai ditangani, Rendra juga mengganti seprai, sarung bantal, dan selimut di ranjang.Selesai melakukan semua itu, Rendra pergi ke kamar sebelah dan mengetuk pintu kamar Clara. "Clara, buka pintunya."Dia menambahkan, "Tadi aku yang menakutimu. Aku minta maaf. Buka pintunya. Aku mau lihat tanganm

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 183

    Clara kembali jatuh ke sofa. Dia bertanya, "Rendra, sebenarnya kamu mau apa? Lagi pula saat kamu menginterogasiku seperti ini, bukankah aku juga berhak bertanya padamu? Bukannya kamu bilang baru akan pulang dua hari lagi? Kenapa hari ini tiba-tiba pulang lebih awal?"Menghadapi kelincahan Clara, Rendra justru bertanya, "Jadi, kamu suka Alain?"Selesai berkata begitu, Rendra langsung mengulurkan tangan mengambil ponsel dari meja kecil.Melihat itu, Clara seketika merebut ponselnya. "Jangan asal menelepon! Jangan bikin lingkungan kerjaku jadi rumit! Jangan selalu samakan urusan sampahmu denganku!"Baru saja Clara selesai berbicara, Rendra tiba-tiba membungkuk dan langsung mengangkatnya ke pundak.Clara kaget setengah mati. Kedua tangannya memukul punggung Rendra. "Rendra, kamu ngapain? Turunkan aku!"Rendra sama sekali tidak mendengarkannya. Dengan tenaga tidak ringan tetapi juga tidak berlebihan, dia melemparkan Clara ke atas ranjang, lalu menindihnya dalam pelukannya. Dia sudah menahan

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 182

    Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa saat Zafran mengatur pernikahannya dengan Rendy, mental Clara hampir hancur. Dia begitu cemas sampai berhari-hari dan bermalam-malam tidak bisa tidur. Pada akhirnya, dia mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk menemui kakeknya sendiri dan menjelaskan semuanya.Barulah setelah itu Zafran menanyakannya secara langsung.Hanya saja, tak pernah dia sangka, kebahagiaan yang dia genggam sepenuh hati justru ditukar dengan tiga tahun seperti ini.Sambil menatap mata Rendra, Clara kembali teringat acara konferensi pers penandatanganan akuisisi Grup Nexus pagi tadi, di mana Rendra terang-terangan berdiri menjadi pelindung bagi Caroline.Memikirkan hal itu, Clara kembali teringat akan penghinaan dan juga sikap dingin Rendra yang berulang kali dia terima selama tiga tahun ini.Clara menelan ludah, hendak mengatakan sesuatu, tetapi Rendra justru memperlihatkan raut muram. Dia lalu duduk tegak, tersenyum seolah-olah tak terjadi apa-apa, dan berkata, "Sudahlah, a

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 181

    Gerakan Rendra yang sedang mengangkat cangkir teh seketika terhenti. Dia menatap Clara begitu saja.Setelah menatapnya sejenak, dia terkekeh-kekeh dan berkata, "Hal yang kamu lakukan di belakangku ternyata cukup banyak juga."Setelah Rendra selesai berbicara, pelayan mulai menyajikan hidangan. Rendra tidak berkata apa-apa lagi, melainkan menyendokkan sup dan nasi untuk Clara.Saat menyuapi lauk untuknya, dia selalu menyingkirkan bumbu yang tidak disukai Clara, bahkan duri ikan pun dia buang lebih dulu.Perhatian Rendra hari ini terlihat jelas oleh Clara, tetapi dia tidak mengatakan apa pun. Dia hanya menunggu dengan tenang, menunggu Rendra berterus terang padanya. Karena kelembutan Rendra hari ini sangat mirip dengan perpisahan sebelum berpisah.Setelah makan, Rendra mengajak Clara berjalan-jalan di tepi sungai. Dia menggenggam tangannya dan mereka kembali seperti dulu.Hingga lewat pukul 9 malam, mobil berhenti di depan Awana Bay. Clara yang tertidur sejenak pun terbangun dan mendapat

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 180

    Belasan foto berturut-turut, semuanya adalah foto Clara menemani Alain dan putrinya makan kentang goreng dan hamburger.Di foto-foto itu, Clara tersenyum lembut. Dia bukan hanya merawat Aliyah dengan penuh perhatian, Aliyah juga sesekali menyuapi Clara dan Alain, sementara Alain pun sangat memperhatikan Clara.Orang yang tidak tahu pasti akan mengira mereka adalah keluarga.Menyusuri foto-foto itu satu per satu, semakin bahagia senyuman Clara, wajah Rendra justru semakin muram.Di sampingnya, melihat wajah Rendra menggelap, Caroline segera meletakkan sendok di tangannya, menoleh ke arahnya sambil bertanya dengan suara lembut, "Rendra, ada apa?"Rendra keluar dari WhatsApp, meletakkan ponselnya kembali ke atas meja. Wajahnya datar saat menyahut, "Nggak ada apa-apa."Melihat itu, Caroline segera tersenyum sambil menyendokkan makanan untuk Rendra. "Kamu tadi juga nggak makan banyak. Makan lagi sedikit ya."Menghadapi kelembutan Caroline, yang terlintas di benak Rendra justru adalah gambar

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 179

    Setibanya di restoran hamburger, mereka memilih meja di dekat jendela. Clara dan Aliyah duduk di sofa panjang, sementara Alain duduk sendiri di seberang mereka.Karena akhirnya bisa keluar sebentar, Aliyah senang bukan main. Dia makan hamburger dan kentang goreng dengan wajah berseri-seri, sesekali bahkan menyuapi kentang goreng kepada Clara dan Alain.Clara juga merawatnya dengan sangat telaten, membantu menyelipkan tisu di bagian kerah bajunya. Ketika mulut serta tangannya kotor, dia segera mengelap hingga bersih.Sambil menjaga Aliyah, Clara teringat pada ibunya. Teringat pada sedikit kasih sayang seorang ibu yang dia miliki.Jika ibunya bisa menemaninya lebih lama, masa kecilnya pasti akan jauh lebih bahagia. Jika pernikahannya dengan Rendra berjalan normal, mungkin sekarang dia juga sudah menjadi seorang ibu.Setelah makan siang, mereka mengantar Aliyah kembali ke rumah sakit. Setelah menenangkan Aliyah hingga tertidur, Alain mengantar Clara kembali ke kantor.Sambil menggenggam s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status