แชร์

Bab 128 - Permintaan Anak

ผู้เขียน: Dandelion
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-25 11:19:38

Katerina sudah tahu akan ada saatnya Daniel bertanya tentang apa itu sosok ayah. Tapi ia tak pernah menyangka jika saat itu akan datang secepat ini. Bahkan usia Daniel belum genap tiga tahun.

"Mama, tadi di sana ada teman Daniel yang lagi sama Mama dia. Terus ada satu orang lagi katanya namanya Papa. Kata teman Daniel kalau ada Mama juga ada Papa. Emang Papa itu apa, Mama?"

Katerina berdehem sebentar, matanya tak sengaja menatap ke arah Matthias yang kini telah berdiri di belakang Daniel. Mungkin laki-laki itu heran dengan Daniel yang tak tahu apa itu 'Papa'. Seharusnya anak diusianya sudah mengenal sosok ayah, tapi kenapa masih bertanya?

"Papa itu pasangannya Mama. Tapi nggak semuanya harus ada keduanya, Niel. Ada yang cuma punya Mama aja dan ada juga yang cuma punya Papa aja."

Katerina berusaha menjelaskan sepelan mungkin pada Daniel. Jujur ia bingung bagaimana caranya mengatakan pada balita itu.

Seperti mengerti kebimbangan Katerina, Matthias mencoba mengalihkan perhatian Daniel. M
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Dandelion
Siap bosku... ditunggu ya
goodnovel comment avatar
Resta Diah
ayoo thor sehari up 2 lg
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 147

    Katerina kembali ke meja di mana Daniel, Matthias, Salsa dan Ben berada di sana. Tangannya membawa dua piring berisi makanan untuknya dan Daniel. Dari kejauhan ia bisa melihat anaknya sudah kembali ceria dan kini sedang bercanda dengan Salsa. Rasa lega menyelimuti hatinya.Tidak ada hal paling membahagiakan bagi seorang ibu selain melihat anaknya tersenyum bahagia."Niel, sini makan dulu. Mama ambilin ayam kecap."Daniel memang suka sekali dengan ayam kecap. Anak itu akan makan sangat lahap jika dengan lauk itu.Kini anaknya kembali berpindah ke pangkuan Katerina, makannya minta disuapi sang ibu meski Salsa sudah menawarkan diri untuk melakukannya."Kalian ambil makan saja dulu, biar kita makan sama-sama." Ucap Katerina pada Salsa, Ben, dan juga Matthias."Untuk Ben dan Matthias, semoga makanannya cocok di lidah kalian, ya." LanjutnyaMereka tertawa mendengar apa yang dikatakan Katerina. Memang benar lidah orang Indonesia dengan orang Eropa pasti berbeda. Terlebih di hampir semua maka

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 146

    "Niel digendong sama Uncle aja, mau?" Andrea mengulurkan tangannya kepada Daniel yang masih berada di gendongan Katerina. Namun anak itu menggeleng, tidak mau lepas dari gendongan sang ibu. "Biar Papa saja yang berdiri di sebelah Elsa. Kamu ke sini, Nak." Ucapnya pada Katerina yang masih melirik tajam pada Elsa. Akhirnya tanpa berkata apa-apa, Katerina berpindah tempat dengan masih menggendong Daniel. Nanti setelah acara ini selesai, ia akan membuat perhitungan dengan Elsa. Apa sebenarnya masalah perempuan itu dengannya? Sesaat setelah mereka selesai berfoto bersama, Katerina langsung turun dari panggung pelaminan dan saat akan duduk untuk memangku Daniel, suara Salsa tiba-tiba terdengar. "Hallo, ponakan Onty." Daniel yang biasanya langsung menyambut sapaan itu dengan ceria, kali ini tidak. Wajahnya masih tertekuk di pundak Katerina. Hal itu tentu saja membuat Salsa, Ben, dan juga Matthias bingung. Mereka bertiga memang datang bersama ke pernikahan Andrea. "Kenapa?" Salsa berbisi

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 145 - Pertemuan

    Suara tangisan yang terdengar dari luar mobil membuat Bayu dan Sandi terkejut. Mereka merasa mobil yang dikendarai Sandi tadi tidak menabrak tubuh anak itu karena mengerem dengan kuat setelah melihat ada anak kecil yang tiba-tiba menyebrang jalan."Kita turun saja, Di. Takutnya anak itu sempat terserempet mobil kita.""Baik, Pak."Namun baru saja mereka akan membuka pintu, seorang perempuan terlihat berlari dari arah gedung. hotel dan meraih tubuh anak kecil itu yang masih tengkurap di jalanan.Saat itulah Bayu dan Sandi seketika menghentikan gerakan tangan mereka di gagang pintu mobil. Mereka berdua sama-sama terkejut melihat perempuan itu yang ternyata adalah Katerina, terutama Bayu. Dunia laki-laki itu rasanya berhenti berputar untuk sesaat, jantungnya berdebar kencang melihat sang mantan istri di depan sana.Bayu bisa melihat Katerina yang saat ini menundukkan wajahnya berkali-kali seolah meminta maaf karena anak yang sedang perempuan itu gendong telah berlari tanpa pengawasan.Se

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 144 - Pertemuan

    Eyang Sukma mengangguk. Perempuan baya itu sadar cucu laki-lakinya telah melukai Katerina terlalu dalam, jadi dia tidak berhak mengatur apalagi meminta mantan cucu menantunya untuk mengenalkan Daniel pada Bayu.Meski di dalam hatinya merasa sedih dan kasihan dengan Bayu, tapi ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya pasa Katerina. Toh semua itu juga sudah menjadi konsekuensi dari cucunya yang telah mengkhianati perempuan itu."Kamu tenang saya, Nak. Eyang nggak akan kasih tahu Bayu. Biarkan takdir yang mengatur pertemuan mereka, Eyang sudah tidak ingin ikut campur urusan kalian. Bukan tak peduli, tapi Eyang tahu batasan. Terima kasih karena kamu telah merawat cicit Eyang ini dengan sangat baik."Eyang Sukma lantas mengelus pelan rambut Daniel lalu setelahnya benar-benar pergi keluar dari restoran itu.Di sisi lain, Katerina masih memandang ke arah pintu di mana tadi Eyang Sukma keluar. Ia masih tidak menyangka dengan pertemuan yang baru saja terjadi. Hingga tiba-tiba suara Daniel men

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 143 -

    "Eyang Sukma..."Katerina tak menyangka akan bertemu Eyang Sukma di Mall ini. Setahunya beliau sudah tak suka berada di tempat yang ramai, makanya dulu lebih sering di rumah merawat kebunnya.Tapi mungkin tiga tahun ini, merubah segalanya tanpa ia ketahui.Ia kemudian bangkit dari duduknya dan memeluk perempuan yang tak lagi muda itu. Ia bisa merasakan dekapan hangat yang dulu ia rasakan."Eyang nggak nyangka akan bertemu kamu di sini, Nak. Sudah lama sekali rasanya. Kamu apa kabar?" "Kabar Katerina baik, Eyang. Eyang, apa kabar?""Kabar Eyang lagi kurang baik, Nak."Wajah Eyang Sukma berubah tidak secerah tadi. Katerina ingin bertanya tapi ia urungkan. Ia merasa tidak lagi berhak untuk bertanya. Jadi yang bisa ia lakukan adalah mempersilakannya untuk duduk."Eyang duduk dulu di sini. Mau Katerina pesankan minuman atau makanan?"Eyang Sukma tersenyum, lalu menggeleng. "Tidak usah, Nak. Eyang cuma lagi nunggu Dahlia yang sedang beli baju."Katerina tahu siapa Dahlia, perempuan itu ada

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 142 - Pertemuan

    "Papa?"Farel tampak bingung dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Bayu. Yang bocah itu tahu Papanya adalah Bayu, kenapa sekarang sang Papa justru bawa Papa baru?Sedangkan Riki yang tak tega melihat raut bingung anaknya, akhirnya berbicara. "Aku temannya Papa Bayu jadi kamu boleh panggil aku Papa juga.""Tapi Papaku cuma Papa Bayu. Om bukan Papaku."Deg!Perkataan polos Farel begitu menghujam hati Riki. Meski telah ia coba dengan cara yang halus dengan mengatakan dia adalah temannya Bayu, tetap saja Farel tak mau memanggilnya Papa.Tapi ia tahu, itu bukan salah anaknya, bukan pula salah Bayu. Karena kedua orang itu hanya korban dari keegoisan Amanda. "Papa kenapa udah nggak pulang ke rumah?"Bayu mengulas senyum seperti biasa, tapi belum ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Tangannya terulur mengusap pelan rambut sang anak."Papa lagi sibuk, sayang. Tapi Papa akan berusaha buat main terus sama Farel."Bayu memang sudah tidak lagi tinggal di rumah yang sama dengan Amanda d

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status