Partager

Bab 41

Auteur: Stary Dream
last update Date de publication: 2026-05-23 20:37:32

Ompreng itu dilempar hingga isinya tercecer berhamburan ke lantai. Aluna lagi-lagi mengerjap air matanya. Ia merunduk untuk membereskan bekas makanan Fiona. Tapi wanita itu suka sekali menghardiknya.

"Dasar menantu nggak berguna! Apa kamu pikir mama kucing sampe dikasih ikan rebus itu!" Bentaknya kesal.

Mentang-mentang dokter menganjurkan makanan rebus untuk Fiona. Aluna malah seenaknya memberikan ikan dan ayam kukus untuk Fiona. Oh.. kalau begitu Fiona marah sekali!

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 104

    "Bagaimana keadaan Arkan, mbak?"Pada siang hari Farah datang seorang diri mengunjungi keponakannya. Di atas ranjang Arkan terlihat masih tertidur dengan nyenyak."Begitulah. Tadi masih ada muntah dua kali. Makannya juga masih sedikit.""Kasihan sekali.." gumam Farah memandang lekat Arkan. "Dari hasil usg juga ditemukan tukak di lambungnya.." sambung Fiona."Oh, apa itu?""Semacam sakit yang lumayan parah di lambung. Arkan memang ada sakit maag. Biasanya dia rutin minum obat. Tapi.. beberapa bulan ke belakang Arkan nggak memperhatikan dirinya sendiri. Dia makan atau tidak aku juga kadang tidak tahu."Fiona jadi merasa bersalah karena kurang perhatian pada putra tunggalnya. Ah, bukan karena tidak perhatian. Lebih tepatnya Arkan yang tak mau menerima kasih sayang dari ibunya sendiri."Apa mbak Fiona sudah memberitahu Arkan kalau kita sudah menemukan anak-anaknya?"Fiona mendelik ke arah adiknya. Wanita i

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 103

    Arkan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami muntah hebat. Hasil pemeriksaan dokter, Arkan mengalami dehidrasi tingkat sedang disertai dengan gastritis. Pria ini pun membutuhkan perawatan lebih lanjut. "Arkan.." lirih Fiona memanggil sambil menangis. Mendengar suara itu membuat mata Arkan yang terpejam jadi terbuka. Ia pun menatap ibunya dengan mata yang memerah. Pedih sekali hati Fiona melihat keadaan putranya saat ini. Ada selang infus yang terikat di tangannya. Begitu juga dengan wajah Arkan yang pucat pasih. Fiona meminta ampunan kepada Yang Kuasa karena selama ini tak memperhatikan kondisi putranya. "Nak.. apa yang terjadi?" "Aku nggak apa-apa." Jawab Arkan dengan helaan nafas berat. Fiona menggeleng sambil menangis. Dia sungguh bersedih dengan keadaan putranya. Kabar sakitnya Arkan juga sampai ke telinga keluarga besar, termasuk Brastya. Saat Aamir pulang ke rumah, ayahnya ini langsung mengajukan pertanyaan. "Arkan dirawat di rumah sakit." Ucap Brastya mema

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 102

    "Aluna.." Farah menatap tak percaya ke arah wanita cantik yang berada di sisi Aamir. Aluna yang melihat wanita parah baya itu bergegas menyembunyikan anak kembarnya ke belakang. "Tante. Adel!" Aamir terkejut bukan main. "Sedang apa kalian disini?" "Kami ingin membeli makan siang. Jadi mampir kemari." Jawab Adelina masih terperangah. "Apa itu benar kamu, mbak Aluna?" Tanyanya. "Iya." Sahut Aluna dengan mulut bergetar. Dia lalu memandang Langit. "Langit." Langit mengerti. "Ayo kita pergi!" "Aluna!" Cegah Aamir. "Aluna." Kini Farah ikut memanggil. Matanya beralih pada dua anak kecil yang bersembunyi di balik tubuh ibunya. "Itu anakmu?" "Iya, anakku." Kedua tangan Aluna menggenggam kedua anaknya. Ia lalu berjalan melewati Farah dan Adel sambil dikawal oleh Langit. "Aluna!" Panggil Aamir mengejar. Pria ini tak memperdulikan kehadiran Farah

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 101

    "Sepertinya kita tidak perlu menyewa jasa influencer lagi. Percuma!" Langit menyahuti perkataan Aluna saat morning meeting hari itu. "Kenapa, Langit? Apa kamu sudah putus asa?" Bagaimana tidak? Hampir satu bulan, ayam bakar langit itu beroperasi dan selama itu juga warung ayam geprek ini kehilangan pelanggan. Benar. Komentar ataupun ulasan negatif sudah tak ada lagi. Tapi capaian pelanggan yang datang merosot sampai 50%. Lama-lama kalau begini Langit bisa bangkrut juga. Apalagi ia tengah mengembangkan cabang di tempat lain. "Aku punya ide lain. Pasang banner saja diluar sana. Untuk pembelian dua porsi nasi ayam kita berikan gratis satu porsi. Tulis dengan huruf yang besar untuk menarik pelanggan! Ah, satu lagi, Endang. Menyamar lah menjadi pembeli di restoran ayam bakar depan. Aku ingin lihat apa yang menjadi daya tarik mereka!" Langit memberikan perintah. "S

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 100

    "Mas Aamirr.." Astaga! Aluna sampai menatap wajah Langit yang semakin masam tak sedap dipandang. Di depan sana ada Aamir yang baru turun dari mobilnya. Pria itu seperti biasa memberikan senyum cerahnya. Kepribadiannya yang hangat membuat semua orang merasa nyaman akan kehadirannya. Tapi bagi Langit, Aamir bak guntur yang menyuramkan suasana hatinya. Ketika melihat pria itu berjalan mendekat ke arah Aluna, Langit sampai mendengkus kesal. "Hai, Aluna. Mawar bilang udah dua minggu kamu nggak ke salon. Jadi aku kemari!" Ujarnya terkekeh. "Hai, mas." Balas Aluna tersendat. "Aku lagi sibuk di warung makan." "Begitu, ya?" Aamir lalu memperhatikan warung makan yang tak memiliki pengunjung serta sang pemilik yang menatap dengan mata gagaknya dari jauh. "Hai, Langit. Apa kabar?" "Baik." Jawab Langit ketus. "Mau makan disini atau bawa pulang??" Lang

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 99

    "Aku nggak suka kamu terlalu dekat dengan pria itu. Kamu tahu kalau Aamir itu bagian dari keluarga mantan suamimu, tapi kenapa kamu masih mau berdekatan dengannya?" Aluna sampai terperangah mendengar ucapan Langit. Pria itu nampak menggerutu selama perjalanan pulang ke rumah sewa. "Sudah kukatakan kalau mas Aamir itu berbeda, Langit. Dia baik padaku." "Aahhh!" Langit menggeleng. "Aku tahu betul watak pria itu, Aluna. Bisa jadi kebaikannya sekarang karena diam-diam ingin mengambil hak asuh anak-anakmu untuk Arkan!" Aluna tersentak akan ucapan langit. "Pikir saja, Aluna! Kamu sekarang berjuang sendirian menafkahi dua anakmu. Dan Aamir pasti mencari cela agar bisa membantu sepupunya mengambil mereka." "Tidak mungkin mas Aamir melakukan itu." Sela Aluna. "Pegang saja ucapanku, Aluna." Sahut Langit serius. Aluna jadi gelis

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 26

    Tengah malam Arkan mendapat panggilan telepon dari ibunya. Aluna yang sudah tertidur bahkan sampai terbangun. Tak perlu ia bertanya apa yang terjadi, suara Fiona sendiri sampai keluar dari ponsel hendak memecahkan gendang telinga Arkan dan istrinya."Iya. Keputusan yang bagus." Sahut Ark

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 24

    "Kita pindah malam ini.""Pindah? Mau pindah kemana??" Tanya Aluna bingung."Kemana saja! Yang penting kita bisa terbebas dari cengkraman mama!" Jawab Arkan tegas.Aluma tertegun sesaat. Dia masih berdiri di tempatnya karena tak mengerti apa yang terjadi. Tiba-tiba saja

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 23

    Arkan menaruh sendok makan itu sedikit keras ke atas meja hingga membuat dentingan. Ketiga wanita ini terkesiap termasuk Indri yang baru saja mendapatkan kesan pertama."Tante bilang apa barusan?? Istri kedua??" Arkan meminta tantenya ini mengulangi ucapannya."Iya. Istri kedua.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 22

    Arkan bekerja dan Aluna pergi ke salon. Tinggal Fiona saja yang mendekam sendirian di rumahnya.Biasanya dia akan iri dengki bahkan mencibir Aluna jika hendak merawat diri. Tapi kali ini dia tidak banyak bicara.Setelah dari dokter seminggu lalu, Fiona sudah menjahit mulutnya ag

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status