Share

Bab 121

Author: AliceLin
last update Last Updated: 2025-10-14 20:19:38
Melihat wajah masam istri kecilnya saat menerima kalung yang dimenangkannya dari pelelangan, kening Arnold mengernyit. “Kenapa? Bukannya kamu suka kalungnya?”

“Siapa bilang aku suka? Aku ….” Sherin menghentikan ucapannya, lalu menghembuskan napas kasar sambil meletakkan kalung itu di atas meja.

‘Sepertinya percuma saja aku bicara dengannya. Dia sama sekali tidak akan mengerti,’ sungut gadis itu di dalam hati.

Arnold mengangkat alis. “Kalau memang ada barang yang kamu mau, tinggal katakan saja, aku akan mendapatkannya untukmu. Tidak usah sungkan.”

Sherin memutar bola matanya dan mencebikkan bibirnya dengan malas. "Apa kamu takut aku tidak tahu kalau kamu sangat kaya?" cibirnya.

Arnold nyaris tertawa karena tidak menyangka niat baiknya justru disalahartikan. Ia belum sempat membuka mulut ketika gadis itu menyipitkan matanya dengan penuh curiga.

“Jangan bilang …," gumam gadis itu dengan nada menyelidik, “ ... kamu mengajakku ke acara ini, lalu memberikan kalung ini, cuma karena ingin
AliceLin

siapa yang mau jadi buruan Arnold?

| 13
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
LuckyStar
sahabat bapaknya terus siapa perempuan yg tertutup jaring itu
goodnovel comment avatar
Imelda
akuuu dong mau jdi buruan Arnold ga bakal nolak deehh ak... wkwkwkwk
goodnovel comment avatar
Popy Try
balas dendam sama Jovan kayaknya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 285

    Sembari mengusap pergelangan tangannya yang memerah, Clarissa mendongak dengan tatapan remeh. Ia terkekeh kecil. “Bagaimana dengan lahan proyek yang akan kamu kembangkan? Apa kamu tidak takut aku mencemarkan nama baikmu dan membocorkan rahasia pembicaraan rapat kita tadi kepada lawan bisnismu, Arnold?”“Kamu pikir aku tidak menyiapkan rancangan cadangan?” balas Arnold dengan acuh tak acuh.Clarissa tercengang, tetapi kemudian ia tersenyum tipis. “Baiklah … aku akan pergi,” lirihnya seraya bangkit dari duduknya.Dengan tubuh yang masih gemetar, ia menatap Arnold lurus-lurus. “Aku tidak tahu seperti apa wanita yang berhasil menaklukkanmu, Arnold. Tapi, aku ingin tahu … apa dia sanggup menerima masa lalu?”Dahi Arnold mengernyit dalam. Sebelum ia sempat mempertanyakan maksud ucapan itu, Clarissa sudah berbalik dengan angkuh. “Tenang saja. Aku akan pergi seperti yang kamu inginkan.”Wanita itu pun melangkah keluar dengan langkah goyah. Namun, langkahnya terhenti sesaat ketika melihat satu

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 284

    Sudut bibir Clarissa perlahan mengembang samar. “Arnold, aku tidak tahu kalau kamu ternyata pandai berbohong.”Dahi Arnold mengernyit. Sebelum ia sempat merespon, wanita itu telah bergerak mendekat, lalu dengan lancang melingkari lehernya.“Kamu sengaja bicara seperti ini untuk membuatku cemburu, kan? Padahal tidak ada salahnya kamu akui saja kalau kamu─”Sentakan kasar Arnold memutus ucapan Clarissa. Wanita itu pun terhuyung mundur hingga pinggangnya membentur pinggiran meja dan membuatnya meringis pelan.Namun, Arnold tidak menunjukkan simpati sedikit pun dan malah melayangkan tatapan sinis padanya. “Berhentilah berhalusinasi dan menganggap dirimu masih begitu penting sampai aku harus membuatmu cemburu, Clarissa.”“Jadi … kamu benar-benar … sudah menikah?” Suara Clarissa terdengar bergetar. Ia menatap Arnold dengan lekat seolah ingin mencari kebohongan di mata pria itu. Akan tetapi, yang ia temukan hanyalah tatapan dingin dan asing yang tidak menyisakan sedikit pun kehangatan.Seola

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 283

    “Jaga bicaramu, Clarissa.” Netra biru Arnold memicing tajam. “Jangan bicara seolah-olah kita masih punya hubungan apa pun.”Clarissa tertawa renyah, sama sekali tidak menganggap serius ucapan Arnold. Perlahan ia bangkit dari duduknya, lalu melangkah mendekat dengan sepatu hak tingginya yang bergaung pelan di lantai marmer.“Tidak usah berpura-pura,” ucap Clarissa yang kini telah berdiri menghadap Arnold, menyandarkan bokongnya pada pinggiran meja panjang yang menjadi meja rapat mereka sebelumnya. Jemarinya terangkat, lalu perlahan meraih dasi pria itu dan melilitkannya dengan gerakan yang terlihat sensual. “Aku tahu … kamu masih punya perasaan padaku, Arnold.”Sayangnya, godaan wanita itu tidak menggetarkan Arnold sedikit pun. Arnold mendengus dingin. “Apa tidak ada yang bilang padamu? Terlalu percaya diri itu hanya membuatmu terlihat menjijikkan, Clarissa.”Wajah Clarissa langsung berubah nanar, tetapi dengan cepat ia menutupinya dengan senyum tipis yang dipaksakan. Ia melepaskan li

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 282

    “Be-benarkah?” Hailey terperangah. Seulas senyuman mengembang lebar di wajahnya, lalu ia segera menuntun Sherin untuk duduk sejenak di dalam kamar tersebut.Hailey bergegas mengambil sebotol air mineral yang tersedia di dalam kamar tersebut, lalu menyerahkannya kepada Sherin. “Minumlah dulu,” ujarnya setelah membukakan penutup botol mineral tersebut.“Terima kasih,” bisik Sherin lirih.Alih-alih segera meneguknya, ia justru menatap kosong ke arah botol di tangannya. Pikirannya masih tertinggal pada kilasan memori yang baru saja menghantamnya seperti ombak besar."Apa yang kamu ingat, Rin?" tanya Hailey pelan, mencoba menekan rasa penasaran sekaligus cemasnya. "Apa kejadiannya sama seperti yang suamimu ceritakan?”Sherin menarik napas panjang, berusaha menguasai dirinya yang masih gemetar. “Semua sama persis, Hailey,” lirihnya.Bahu Hailey merosot dengan penuh kelegaan. “Syukurlah kalau begitu. Tadi aku pikir kalau dia bohong, aku sendiri yang akan menghajarnya untukmu.”Alih-alih mena

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 281

    “Sudahlah tidak usah dibahas lagi. Sekarang ayo ke Hotel Sharon,” cetus Sherin seraya menyesap minuman latte-nya sebelum beranjak dari tempat duduknya.Siang ini, mereka memang berencana untuk pergi ke hotel di mana dua minggu lalu pernah menjadi lokasi acara J-Charity.Sherin masih merasa penasaran dengan insiden yang menimpanya malam itu. Meskipun Arnold sudah menceritakan bahwa Sherin kebetulan berada di lokasi itu sehingga ikut menjadi target penyerangan, tetapi Sherin tetap saja merasa ada sesuatu hal yang mengganjal di dalam benaknya.Ia masih merasa ada kepingan puzzle yang hilang di dalam ingatannya. Karena itu, ia memutuskan untuk pergi langsung ke lokasi untuk memastikan kehilangan yang dirasakannya itu.“Kamu yakin mau ke sana, Rin?” tanya Hailey dengan cemas.Sebelumnya Sherin telah menceritakan perihal insiden penyerangan yang terjadi pada Arnold dan bagaimana dirinya ikut terseret menjadi korban.“Bagaimana kalau para penjahat itu masih ada di sana?” lanjut Hailey ragu.

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 280

    “Ka-kamu bilang apa?” Sherin tersenyum kikuk, masih tidak percaya dengan pernyataan yang baru saja diungkapkan oleh sahabatnya tersebut. “Kamu bercanda kan, Hailey? Mana mungkin Kak Leon─”“Aku serius, Rin,” potong Hailey, menatap Sherin dengan bersungguh-sungguh. “Dia sudah menyukaimu sejak lama. Jauh sebelum kamu bertunangan dengan Marco.”Sherin terdiam. Senyum di wajahnya perlahan memudar.Hailey pun menceritakan bagaimana ia dapat mengetahui perasaan kakak sepupunya tersebut. Ia juga menceritakan tentang alasan Leon memilih pergi ke luar negeri untuk melarikan diri dari perasaannya sendiri.“Selama ini dia selalu memendam perasaannya karena takut ditolak sama kamu, Rin,” lanjut Hailey dengan nada yang terdengar kesal sekaligus gemas. “Dia takut kamu menjauh kalau tahu perasaannya. Kadang aku sampai kesal sendiri dibuatnya.”Sherin masih membisu, tidak tahu harus bagaimana merespon kebenaran yang baru diketahuinya itu. Namun, ia menyadari bahwa kecemburuan yang pernah Arnold tunju

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status