Share

Promil?

Author: LV Edelweiss
last update publish date: 2026-05-10 22:55:30
Arumi spontan mematikan kompor dan menoleh ke arah Eva. “Maksud, Lo?” tanyanya.

“Maksud gue, Marco dan dua bokap gila lo itu kan udah resmi ditahan, tapi tadi malam gue dapet info dari kenalan gue di kepolisian kalau mereka nggak bakal dapet penangguhan penahanan.”

​Arumi terkejut. Jemari tangannya mencengkeram sodet sedikit lebih erat. “Kok bisa gitu, Va?”

“Rupanya bisnis si Marco sialan itu sudah legal. Gilak nggak tuh?”

Arumi kembali diam dan berbalik menghadap ke kompor. Ia lalu me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Status Baru Yang Menyiksa

    Paginya—setelah mandi dan memakai setelan piyamanya—Grace duduk di depan jendela kamarnya. Ia terus melihat pemandangan yang ada di depannya dengan tatapan kosong. Suara gelak tawa Selena dan Ray semalam masih terngiang jelas di telinganya, membuatnya susah tidur hingga pukul empat pagi. Dua lingkaran hitam di bawah matanya menjadi bukti betapa menyiksanya malam pertama pasangan pengantin baru itu baginya.Setiap kali ia mencoba memejamkan mata, yang ia lihat justru bayangan Raymond saat menyentuhnya yang beradu acak dengan suara bisikan pria itu di depan kamarnya, menciptakan kekacauan yang meremukkan dadanya.​Tok, tok, tok.​Ketukan pelan pintu kamar membuat Grace terlonjak kaget. Jantungnya mendadak berdegup kencang. Dengan helaan napas berat, ia bangkit dari kursi dan berjalan perlahan menuju pintu.​Begitu pintu terbuka, tampak Selena sudah berdiri di sana dengan gaun rumahan yang anggun. Wajah wanita itu tampak begitu segar, merona, dan memancarkan binar kebahagiaan yang sempu

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Permainan Belum Selesai

    Pernikahan selesai. Para tamu undangan tampak mulai meninggalkan lokasi acara. Grace masih berdiri tak jauh dari Selena. Senyum manis yang sejak tadi ia tunjukkan pada semua orang perlahan menghilang dan berganti dengan raut wajah datar. ​Ia menatap Selena dari kejauhan. Tantenya itu tampak begitu bersinar, memancarkan binar kebahagiaan sejati saat berbincang dengan sisa tamu yang ada. Selena telah mendapatkan apa yang ia impikan: pria matang, mapan, dan sempurna di matanya. Seharusnya Grace merasa lega karena tujuannya melindungi kebahagiaan Selena telah tercapai.Namun, entah mengapa, rasanya seperti ada yang lain di hatinya? Perasaan nyeri yang tiba-tiba saja menjalar perlahan dan mengusik relung hatinya.​Apakah rasa sesak ini murni karena ketakutan dan bayang-bayang ancaman Raymond yang kini resmi menjadi paman tirinya? Atau ... ada bagian terlarang dari dirinya yang cemburu melihat pria itu menggandeng jemari wanita lain di depan matanya?“Nggak! Grace, apa yang kamu pikirka

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Pernikahan Selena Dan Ray

    “Ada apa, Grace?” tanya Selena penasaran. “Itu, Tan. Grace … grace mau lanjut kuliah, boleh?” tanya Grace yang kemudian menundukkan wajah dan menggigit bibir bawahnya. Selena terdiam sesaat. Tak lama, sebuah senyuman tulus muncul di wajah yang sudah tak lagi muda tapi masih terlihat cantik itu. “Ya ampun, Grace. Kenapa kamu harus takut-takut gini sih ngomongnya? Kenapa kamu nggak bilang dari kemarin?” tanya Selena seraya mengelus lembut lengan keponakannya. Grace mengangkat wajah. Ia tatap sesaat dua netra Selena seperti sedang mencari kekesalan di dalam sana, tapi tak ia temukan. “Tan, Tante nggak marah?” tanyanya Grace masih belum yakin. “Kenapa Tante harus marah, Sayang? Itu kan rencana yang bagus. Kapan, kapan kamu mau kembali kuliah? Atau, jurusan apa yang mau kamu ambil? Apa kamu akan kuliah di jurusan yang waktu itu, apa namanya?” “Nggak, Tan. Grace nggak mau kuliah di Australia lagi. Grace mau ke tempat lain, boleh?” “Tempat lain?” Kening Selena sedikit berkerut. “Eum

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Grace mengaku?

    “Aku harus pulang, Pak,” ucap Grace mendorong dada tegap Ray dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya. Ia lalu bangkit dari ranjang dan memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai dengan terburu-buru. ​Dengan tangan yang gemetar hebat dan air mata yang terus menetes, ia pun mengenakan kembali gaunnya. Setelah semua melekat di tubuhnya, Grace bergegas berlari menuju pintu utama apartemen. Sialnya, langkah kakinya harus kembali terhenti secara mendadak saat melihat panel kunci digital di samping gagang pintu unit tersebut. Ia tidak tahu berapa kode pembukanya. Grace berbalik, hendak menagih akses keluar pada Ray. Namun, belum juga ia bertanya pria itu sudah lebih dulu berdiri di depannya. “Pak. Tolong bu—” ​Ray masih diam dan terus menatap Grace. Pria itu hanya mengenakan celana bahan hitam tanpa atasan, menampilkan garis tubuhnya yang sixpack dan sempurna di bawah remang ruang tengah apartemen itu. “Kenapa harus buru-buru? Ini sudah malam, lebih baik kamu tidur di sin

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    (Konten 21+) Dosa Yang Disengaja

    Bra Grace terbuka, seiring dengan air matanya yang ikut mengalir. Ia tahu, sangat tahu, jika ini tidak benar. Tapi ia juga tidak bisa menolak. Tubuhnya seperti bereaksi otomatis dalam membalas setiap sentuhan sang mantan dosen. “Aahhh ….”Grace mendesah pelan, saat Ray mulai menyentuh dua area sintal miliknya yang putih mulus dan tampak mengencang itu. Gerakan lembut pria itu mampu membuat seluruh saraf di tubuhnya terbakar oleh kenikmatan terlarang yang kini ia rasakan. Tangan Ray lalu perlahan, menyelusuri area paling sensitif dari tubuh perempuan yang ia panggil dengan nama “Gracia” itu, membuat Grace kembali mengejang karena geli. “Pak! Udah, berhenti. A–aku nggak tahan lagi,” ucap Grace yang sudah panas dingin karena perbuatan Ray. Namun, bukannya berhenti, tangan Ray justru semakin liar di bawah sana. Ia memainkan milik Grace seperti sudah terbiasa melakukannya. “Saya sudah bilang kan, kalau saya tidak suka dibantah. Malam ini, saya akan tunjukkan padamu, bagaimana caranya

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Keterpaksaan Yang Nikmat

    Tubuh Grace menegang, kedua kakinya tak lagi menyentuh lantai. Ia refleks mencengkeram bahu tegap Raymond, bukan karena ingin memeluk, melainkan demi menjaga keseimbangannya yang mendadak hilang.Bau harum pewangi ruangan berpadu pekat dengan wangi parfum maskulin Raymond, mengurung seluruh inderanya saat pria itu membawanya masuk semakin dalam menerobos kegelapan apartemen.​Langkah kaki Raymond terdengar mantap dan tanpa ragu. Pintu kamar utama yang terbuat dari kayu jati tebal itu terbuka lebar, menyambut mereka dengan cahaya lampu tidur yang temaram. Dengan hati-hati, Ray menjatuhkan tubuh Grace secara perlahan ke atas ranjang berukuran king size yang dilapisi oleh seprei sutra hitam. Mata Grace kembali membola. Belum sempat ia bergerak untuk bangkit, Raymond sudah lebih dulu mengikis jarak. Pria itu menumpu kedua tangannya di sisi kiri dan kanan kepala Grace, mengurung tubuh gadis itu sepenuhnya dalam naungan bayang-bayangnya yang tinggi besar.Grace terkesiap. Napasnya mulai

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status