Chapter: Di ApartemenTak hanya sekedar kecupan, dua bibir Langit mulai bereaksi, memberikan lumatan-lumatan lembut pada tipis Arumi. Wajah Arumi sedikit terdorong karena gerakan pria itu yang terus mencondongkan diri ke arahnya. Kedua jari tangannya meremas kemeja Langit agar kakinya tidak sampai kehilangan keseimbangan. Setelah puas, barulah Langit melepaskan tautan bibir mereka. Pandang mereka bertemu dalam diam untuk beberapa saat. Sebelum akhirnya Langit mengajak Arumi untuk makan malam. “Kita makan sekarang ya? Kamu pasti udah lapar kan?”“Boleh, Om.” Angguk Arumi patuh. Langit membimbing Arumi menuju meja island berbahan marmer putih yang elegan. Ia menarikkan salah satu kursi tinggi untuk istrinya, lalu mulai menata bungkusan makanan yang mereka beli tadi ke atas piring porselen yang ada di rak dapur.“Maaf ya, malam ini kita cuma makan makanan cepat saji. Besok saya akan minta jasa mengurus apartemen untuk belanja dan mengisi kulkas, jadi kita bisa masak atau bikin sesuatu yang lebih sehat dan
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Di Apartemen“Makasih, karena kamu udah mau jujur soal amnesia itu. Saya tahu, butuh keberanian besar untuk mengakui kalau kamu sengaja menjauhi saya pada orang lain,” ucap Langit dengan nada yang sangat tulus. “Saya sempat merasa gagal menjadi suami karena kamu lebih memilih menghilang daripada bersandar pada saya. Tapi setelah mendengar ceritamu dari Eva tadi ... saya sadar, beban yang kamu pikul memang terlalu berat, dan keputusasaan memaksamu menghilang.”Arumi menunduk, memainkan jemarinya di pangkuan. Rasa hangat sekaligus bersalah kembali menyergapnya. “Arum yang seharusnya minta maaf, Om. Arum egois. Arum pikir dengan lari, semuanya selesai. Arum nggak mikirin perasaan Om yang udah banyak berkorban buat Arum.”Langit mengulurkan tangan kirinya, meraih tangan Arumi dan menggenggamnya erat. “Lupakan soal itu. Sekarang kita sudah bersama lagi, dan saya tidak akan membiarkan ‘Aurora’ mengambil kamu dari saya. Kamu adalah Arumi saya. Selamanya.”Mobil itu terus melaju, membelah hiruk pikuk J
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Takut Om Pergi“Jadi Lo sebenarnya selamat dari kecelakaan itu dan nggak amnesia sama sekali?” tanya Eva, saat ia dan Arumi jalan-jalan sebentar berdua di taman dekat gedung. “Eum, gue sengaja menghilang dari Om Langit, Va,” jawab Arumi, suaranya seperti menahan beban yang besar. “Astaga, Arumi!” Eva spontan berhenti dan menoleh ke arah Arumi. “Ada apa sih sama Lo? Om Langit itu udah baik banget sama Lo. Lo liat kan, apa yang udah dia lakuin selama ini sama lo. Dia jagain lo dengan nikahin lo. Mau lo cari dimana cowok kayak Om Langit itu, Rum? Mudah ngasih komitmen, setia, sabar. He is a limited edition man.”“Iya, gue tau, Va. Waktu itu gue juga terlalu terbawa emosi. Masalah yang terjadi di hidup gue terus datang kayak … kayak nggak ngasih gue kesempatan buat sekedar narik napas, Va. Eh, tapi ujung-ujungnya, semakin gue menghindar, semakin dia dekat ke gue.” Eva tersenyum tipis. Ia paham apa yang Arumi rasakan. Tapi hidup kan tetap harus berjalan. Tak ada gading yang tak retak, namun bukan bera
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Di Firma Hukum EvaLangkah kaki Arumi terhenti, saat dua bola matanya menangkap sosok yang selama ini selalu ada untuknya. Yang selalu mendukungnya, menyemangati dirinya saat dia terpuruk. Namun, tak pernah tahu tentang masa lalunya yang begitu hitam. “E–eva?” lirih Arumi, matanya mulai berkaca-kaca. “Arumi …?!” teriak Eva. Ia langsung berlari, mengitari meja resepsionis hingga bunyi heelsnya terdengar seperti derap langkah kaki kuda yang berpacu. Eva langsung menghambur, menubruk tubuh Arumi dengan pelukan yang begitu erat hingga sahabatnya itu hampir kehilangan keseimbangan. Ia terisak, menangis kejer di bahu Arumi. Suara tangis yang pecah tapi penuh dengan rasa syukur sekaligus kerinduan yang mendalam.“Ya Tuhan, Arumi! Lo masih hidup? Ke mana aja?! Gue kira Lo udah …,” ucap Eva di sela-sela tangisnya. Tangannya meremas jaket tebal yang dikenakan Arumi, seolah takut jika ia sedikit saja melonggarkan pelukan, sahabatnya itu akan kembali tenggelam ke dalam dinginnya air sungai sore itu. Arumi mema
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: Bertemu Sahabat Lama“Gimana kalau kita sewa pengacara aja. Dengan begitu, Arumi nggak harus muncul ke publik, biar pengacaranya saja yang mengurus masalah ini,” ucap Grace memberi saran. “Pengacara?” tanya Selena. Langit diam sejenak, dahinya tampak bertaut seperti orang yang sedang berpikir. Ia menoleh ke arah Arumi, dan menatap istrinya untuk beberapa saat. “Iya, Tan. Untuk kasus Arumi ini, kita bisa sewa pengacara yang bisa dipercaya. Tapi aku nggak punya kenalan pengacara.” Grace tampak menyesal. Ruangan itu kembali hening. Semua orang benar-benar tampak berpikir tentang saran yang Grace berikan. Gadis itu benar, Arumi bisa terbebas dari jerat Marco bila jika Arumi membawa masalah ini ke meja hijau.Dan saat mereka sedang berpikir, tiba-tiba Langit kembali bersuara. “Saya tahu siapa yang bisa bantu kamu, Arumi,” ucap sang pria dewasa. Arumi menoleh kepada Langit. “Siaap, Om?” tanyanya penasaran. “Kamu pasti kenal dia. Bahkan sangat-sangat kenal. Dia sahabat lamamu.”“Sahabat lama?” gumam Arumi.
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: Grace Tahu Siapa Arumi“Ada apa, Om?” tanya Arumi saat menyadari perubahan raut wajah suaminya. Selena dan Grace juga melihat pada Langit. “Anak buah Marco, mereka mendatangi hotel untuk mencari saya. Mereka juga membuat keributan di sana. Ini benar-benar sudah tidak dapat ditolerir lagi,” ucap Langit kesal.“Marco? Siapa dia, Om?” tanya Grace yang belum tahu apa-apa. “Hmm … itu Sayang. Orang jahat yang mau nyelakain Om Langit dan Arumi,” jelas Selena. “Celakain? Emang kenapa, Tan?” Grace kembali bertanya. “Ceritanya panjang. Nanti Tante cerita ya?” ucap Selena seraya mengelus punggung tangan Grace. Arumi yang sejak tadi hanya diam, tiba-tiba bersuara. “Ini tentang masa lalu aku, Grace ….”Grace menatap Arumi lekat-lekat, siap mendengarkan apa yang ingin temannya itu katakan. Namun belum sempat Arumi melanjutkan, Langit sudah lebih dulu memotongnya. “Arumi … nanti saja,” ucap pria itu sembari memegang tangan Arumi. “Nggak apa, Om. Biar aja Grace tau.” Arumi tersenyum dan kembali beralih pada peremp
Last Updated: 2026-04-06

Mengejar Cinta Mayor Bintang
Anya, seorang mahasiswi keperawatan militer yang disiplin, telah lama memendam perasaan pada Mayor Bintang Dirgantara. Baginya, Bintang adalah sosok komandan sekaligus pria impian yang ingin ia miliki.
Namun, harapan Anya hancur saat mendengar kabar bahwa Bintang akan segera menikah dengan Bulan, seorang dokter spesialis bedah yang dianggap semua orang sebagai pasangan sempurna bagi sang Mayor.
Di tengah patah hati dan duka yang mendalam, Anya tetap mencoba untuk menerima kenyataan. Akan tetapi, tepat beberapa hari menjelang prosesi pernikahan militer yang megah itu, sebuah prahara terjadi: Bulan menghilang tanpa jejak, tak meninggalkan pesan atau informasi apapun.
Keluarga besar Bintang panik sebab martabat sang Mayor berada di ujung tanduk. Di tengah kekacauan dan keputusasaan Bintang yang bingung antara mempertahankan harga diri atau membatalkan segalanya, Anya hadir.
Dengan keberanian yang melampaui logika, Anya menawarkan diri untuk menggantikan posisi Bulan di pelaminan.
Bagi Anya, ini adalah kesempatan memenangkan cintanya. Namun bagi Bintang, ini adalah semua hanya kesepakatan darurat demi menjaga nama baik keluarganya.
Read
Chapter: Bab 47Plak!Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi mulus Rea. Dan itu diberikan oleh ayahnya sendiri, Kolonel Andika Pramudia. Entah sudah kali yang ke berapa pria paruh baya itu memukul putrinya sendiri. Namun kali ini, sangat wajar jika Sang Komandan melakukannya lagi. “Bisa-bisanya kamu bikin Papa malu seperti ini? Selama ini, Papa didik kamu dengan baik, Papa turuti semua kemauan kamu. Tapi lihat, apa yang kamu lakukan di kampus? Membully temanmu sendiri? Benar-benar keterlaluan kamu, Rea!” Kolonel Andika kembali melayangkan telapak tangannya, hendak menampar Rea kembali, tapi tak jadi.“Sudah, cukup Pak.” Tiba-tiba saja Anya bersuara. Sedari tadi ia hanya berdiri dan diam saja, kali ini ia merasa harus berbicara. Biar bagaimana pun, ia tidak sanggup melihat teman sekelasnya terus ditampar di depan matanya.Sebab membalas kekerasan dengan kekerasan, sejatinya tidak akan merubah apa-apa.Semua orang yang ada di ruangan itu melihat kepada Anya. Anya pun maju lebih mendekat kepada R
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 56“Anya ... ada apa? Kenapa kamu menangis? Bilang sama saya, Anya. Apa yang terjadi?” Anya masih diam. Hanya isak tangis pilu yang terdengar keluar dari mulutnya. Wajahnya benar-benar terlihat sedih dan pilu. Ditambah dengan kehadiran laki-laki yang sangat ia cintai, semakin bertambahlah hancur hatinya. Ya, yang saat ini berdiri di depan Anya adalah Bintang. “Anya! Jawab saya. Siapa yang sudah merundung kamu lagi? JAWAB SAYA ANYA!” teriak Bintang, yang sudah tidak tahan lagi melihat Anya terus diam dan diam saat dibully. Dan Ini adalah kali pertama ia membesarkan suara pada Anya, sejak menjadi istrinya. Hal itu pun menarik perhatian para security yang berjaga di pos keamanan. Mereka langsung bergerak mendekati Anya dan Bintang. “Ada apa, Pak?” tanya salah seorang dari mereka. Tak menjawab pertanyaan security, pandangan Bintang terus tertuju kepada Anya. Melihat perempuan itu dengan tatapan menuntut. Menunggu istrinya untuk buka suara dan mengatakan yang sebenarnya. Tahu jika su
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 55“Woi ... ngelamun aja!” Aurel datang dan langsung menggebrak meja.“Ih, apaan sih kamu? Selalu aja bikin aku kaget.” Anya cemberut.“Ya lagian, kamu. Pagi-pagi udah senyam-senyum sendiri. Ini pasti ada hubungannya sama Mayor Bintang, kan?” tebak Aurel.“Mang siapa lagi?” Anya membuka tas dan kembali memasukkan bahan-bahan kuliahnya. Mengingat dosen yang harusnya masuk pagi ini berhalangan datang, jadinya jadwal kuliah mereka pagi ini terpaksa ditiadakan.Sebagian mahasiswa memilih untuk ke kantin. Ada juga yang ke perpustakaan. Namun tidak sedikit juga yang memilih bertahan di dalam kelas ketimbang di lapangan yang panasnya cetar membahana.“Heh, cerita dong. Gimana kemarin?” Aurel mulai dengan penyelidikannya. Mengingat, kemarin dia meninggalkan dua manusia beda profesi itu di depan asrama temannya. Ia pun penasaran bagaimana kelanjutan setelah ia pergi? Apakah terjadi perang dunia ke tiga?“Apanya?” Anya bertanya balik.“Ih, itu … Mayor Bintang, sama mantannya. Mereka kan ketemu tuh
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Bab 54“Aaahh ....” Anya mendesah manja. Posisinya kini sudah berada di bawah Bintang. Pria itu terus menciumi batang lehernya dengan gerakan lembut dan penuh perasaan, membuat Anya hanyut dalam rasa yang sulit untuk dideskripsikan. Setelah dari leher, bibir Bintang perlahan turun ke bagian bukit kembar milik Anya. Dengan gerakan cepat dan gesit, ia pun berhasil menyingkap mini dress istrinya dan langsung “melahap” apa yang ada di depannya. “Ouhhh ….” Anya kembali mendesah. Kedua tangannya mencengkram seprai karena sensasi yang begitu luar biasa. Rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Bintang mengulum, dengan tangan satunya meremas milik Anya yang kenyal dan padat. Dan setelah merasa puas bermain di sana, ia bangkit dan menjarak sedikit. Menatap dalam ke arah istrinya dengan satu tangan yang membelai pucuk kepalanya. “Terima kasih Anya. Kamu sudah membuat kekhawatiran saya sedikit berkurang,” bidik Bintang dengan napas yang masih terengah-engah. Anya tersenyum jengah. Dengan
Last Updated: 2026-04-08
Chapter: Bab 53Terkejut, Anya segera bangkit dan duduk sembari melihat kepada Bintang. “Ke—kesakitan, Om? Apanya yang sakit, Om?” tanyanya panik. Ia benar-benar takut, sesuatu yang buruk terjadi pada suaminya. Mengingat umur laki-laki itu juga sudah tidak lagi muda. Bisa saja kan, Sang Mayor punya riwayat penyakit jantung atau hipertensi akut yang kambuh secara tiba-tiba. “Rasanya, ngilu ... sekali, Anya.” Bintang terlihat meringis. “Ngilu? Apa sih, Om?” Anya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang suaminya katakan. Sakit? Ngilu? Apanya? Dengan dibantu oleh Anya, Bintang bangkit perlahan dan duduk bersila. Melihat kepada sosok cantik di depannya dengan wajah lesu mirip seperti orang yang sedang sakaratul maut. “Anya ....” lirih Bintang. “Iya, Om?” Anya terus melihat Bintang dengan tatapan menuntut. Dahinya masih mengernyit karena bingung. Hobi betul tentara satu itu dalam membuat seorang Anya penasaran. Tanpa berkata apa-apa lagi, Bintang pun segera meraih tangan Anya dan membawanya
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: Bab 52Diam. Mayor Bintang membisu tanpa jawaban. Pernyataan yang ia lontarkan barusan, justru menjadi jebakan untuk dirinya sendiri. Lantas, sekarang mau bagaimana lagi? “Kok diem?” tanya Anya. Ia semakin maju dan terus mendekatkan wajahnya pada wajah suaminya. “Hmm ... Anya, nasi kamu masih belum habis.” Tunjuk Bintang, mengalihkan pembicaraan. “Aku udah kenyang, Om.” “Oh ....” Bintang terus menjauhi Anya seperti orang ketakutan. Bahkan lengan kanannya sudah menabrak tembok ruangan itu karena saking gugupnya. Benar-benar aneh sekali. Padahal siang tadi, ia baru saja mencium perempuan itu dengan membabi-buta. Kenapa sekarang kembali lagi ke setelan pabrik? “Kok Om menghindar gitu?” tanya Anya yang mulai tersinggung dengan gelagat suaminya. “Menghindar? Tidak ... saya tidak menghindari kamu.” “Lah, itu apa juga? Om geser-geser terus kayak nggak mau dekat-dekat sama aku. Om jijik ya sama aku? Atau karena aku nggak pintar ciuman?” Anya mulai marah. “Astaga, bukan begitu Anya.
Last Updated: 2026-04-05

Menjadi Selingkuhan Suamiku
(Area 21+) Bijaklah dalam memilih bacaan.
Kayla, atau biasa disapa dengan Key, memergoki suaminya berselingkuh dengan seorang perempuan di sebuah hotel berbintang. Tak terima dikhianati, ia pun berencana untuk membuat suami dan perempuan jalang tersebut tewas dalam sebuah kecelakaan.
Namun apesnya, hari sial tak pernah ada di dalam kalender. Bukannya membuat suami dan sang pelakor tewas, Key justru mengalami kecelakaan tunggal hingga menyebabkan dirinya tewas di tempat.
Sayangnya, Key tidak menyadari jika dirinya sudah mati. Sebab pasca insiden maut itu terjadi, ia justru terbangun dan tahu-tahu sudah berada dalam sebuah kamar hotel bersama suaminya.
"Morning, sayang. Maaf ya, aku tadi harus balas pesan dari istriku dulu," terang Brayan seraya menyapu wajah Key dengan bibirnya.
"Istri?" Key terkejut mendengarnya. Seingatnya, sebelum kecelakaan terjadi, dia dan Brayan sudah menikah resmi secara agama dan negara. Itu artinya, ia adalah istri sahnya Brayan, kenapa tiba-tiba berganti menjadi ani-ani?
Menyadari jika ia berubah menjadi perempuan selingkuhan suaminya sendiri, Key pun memanfaatkan keadaan. Satu persatu rahasia tentang Brayan pun akhirnya terbuka. Mulai dari alasan sang suami berselingkuh, hingga penyebab kecelakaan Key yang ternyata ulah sosok misterius yang selama ini menjadi duri dalam rumah tangga Key dan Brayan.
Lalu, apa yang akan Brayan katakan saat ia tahu jika yang menjadi selingkuhannya adalah istrinya sendiri? Sampai kapan Key akan bertahan dalam tubuh selingkuhan suaminya? Apakah ia akan kembali hidup dalam tubuhnya, atau justru mati seperti saat kecelakaan terjadi?
Read
Chapter: Bukti Di Ponsel ElenaSemua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap. “Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram. Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu. Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada. “Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu Sudan menunggu kalian,” perintah Brayan. “Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyanya. “M
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Bukti Di Ponsel ElenaSemua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap.“Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram.Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu.Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada.“Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu Sudan menunggu kalian,” perintah Brayan.“Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyanya.“Maaf, Pak
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Bukti Di Ponsel ElenaSemua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap. “Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram. Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu. Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada. “Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu sudah menunggu kalian,” perintah Brayan. “Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyany
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Benarkah Lisa Pelakukanya?Wajah Lisa mendadak pias, kehilangan seluruh ronanya yang merah. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat sosok Rava berdiri hanya beberapa langkah dari mereka. Pria itu menatap Lisa dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara ketidakpercayaan, amarah, serta luka yang dalam.“Rava ... ini tidak seperti yang kamu pikirkan,” gagap Lisa, suaranya gemetar hebat. Ia mencoba melangkah mendekat, namun Rava justru mundur selangkah, seolah Lisa adalah wabah yang harus dihindari.“Tidak seperti yang aku pikirkan gimana? Jelas-jelas Elena bilang kalau kamu penyebab kematian Ibu Kayla,” ulang Rava. Ia tetap bersikeras dengan apa yang ia yakini. Sedang di dekat mereka, Elena tetap berdiri tenang di posisinya. Senyum tipis yang tadi sempat ia tunjukkan kini hilang sudah, diganti oleh tatapan dingin yang tajam. Ia melipat tangan di depan dada, mengamati drama yang baru saja berhasil ia sulut dengan cukup apik.“Kenapa diam, Lisa?” pancingnya dengan nada suara yang tenang namun mem
Last Updated: 2025-12-26
Chapter: Khayalan Brayan Desir darah Brayan seolah berhenti. Dengan gelagapan, ia sedikit menggeser posisi duduk menjadi lebih menghadap kepada sosok tersebut.“Kayla?” lirihnya tak percaya.“Iya, Brayan, ini aku. Kayla.” Perempuan itu tersenyum manis. Senyum yang biasa Brayan lihat saat mereka masih di bangku sekolah menengah atas dulu.“Ya Tuhan, Key … kau … kau benar-benar di sini?” tanya Brayan yang masih speechless dengan kehadiran wanita yang pernah menjadi istrinya itu.“Iya, aku datang untuk mengunjungimu. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja setelah kepergianku?” Brayan menggelengkan kepala. Dadanya mendadak terasa sesak. Matanya mulai berkaca-kaca karena genangan air mata yang siap tumpah ruah di wajah.Dengan tangan yang masih gemetaran, Brayan menyentuh lembut sebelah pipi Kayla. Tangisnya tertahan, menciptakan tekanan batin yang sangat luar biasa.“Bagaimana bisa kau ada di sini? Bukannya kau sudah …?” tanya Brayan tapi kata-katanya tak terselesaikan.“Mati? Itu kan, yang mau kau katakan?”
Last Updated: 2025-11-25
Chapter: Pernikahan Rava Dan LisaBrayan maju lebih mendekat. Terus mendekat dan mendekat. Nyaris menabrak wajah Lisa dengan wajahnya. “Lisa, aku hanya ingin bilang, terima kasih, untuk yang selama ini sudah kita lewati bersama. Aku tahu, kalau hubungan dulu … adalah sesuatu yang salah. Tapi aku tidak pernah menyesalinya.” Brayan menyentuh sebelah pipi Lisa. Sentuhan yang begitu lembut hingga nyaris membuat Lisa terbuai dan lupa dengan apa yang sebentar lagi dia lakukan.“Mas …?” Lisa menatap wajah Brayan sesaat, lalu setelah itu … ia pun langsung menautkan bibirnya pada bibir sang pria dengan begitu saja. “Sayang sekali kamu tidak mempertahankan aku, Mas,” ucapnya lagi setelah melepaskan ciuman mereka.“Ini yang terbaik untuk kita semua, Lisa. Pergilah,” ucap Brayan.“Eum.” Lisa melepaskan pegangan tangan Brayan dan segera berlalu ke luar kamar hotel itu. Di bawah, para tamu undangan sudah berkumpul dan siap untuk melihat acara pemberkatan Lisa dan Rava. Di depan pintu ballroom hotel, tampak Hendra berdiri dengan
Last Updated: 2025-11-24