Chapter: Saya Cinta KamuPintu apartemen Ray terbuka, pria itu mempersilahkan Grace masuk lebih dulu. Tatapan matanya yang berbeda dari biasanya seketika membuat Grace runtuh dalam sekejap. Ray tahu jika pernikahannya tak wajar, tapi kenapa justru ia yang begitu peduli pada Grace? Bukankah harusnya ia yang dihibur?Grace melangkah masuk dengan langkah pelan, nyaris diseret. Di belakangnya Raymond menyusul dan langsung menutup pintu. “Silahkan duduk dulu. Saya buatkan kamu minuman,” ucap Ray. Grace tidak menjawab, masih mematung di tempatnya. Tatapannya terus melekat pada punggung Raymond yang melangkah ke arah mini kitchen apartemennya. Setelah pria itu hilang di balik pantry, barulah ia duduk. Tak lama, Raymond sudah kembali dari dapur dengan membawa secangkir teh hangat yang asap tipisnya masih membumbung pelan. Ia meletakkan cangkir itu di atas meja kaca di hadapan Grace, lalu duduk di samping gadis itu tanpa mengikis seluruh jarak yang ada.“Minum dulu. Kamu pasti butuh sesuatu untuk menenangkan pikir
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Selanjutnya Bagaimana?“Nanti saya beritahu,” jawab Ray menggantung. “Sekarang lebih baik kita pulang. Bahaya, kalau sampai Selena tahu kamu sudah tahu tentangnya. Saya tidak mau kamu kenapa-kenapa.”Mendengar itu, hati Grace seperti ditampar. Ia tertegun sejenak, seraya terus menatap Raymond yang terus melihat ke arah Selena untuk kemudian melangkah tanpa perempuan itu lihat. “Pak …,” lirih Grace tiba-tiba. “Iya, kenapa?” tanya Ray tanpa memutar tubuh sepenuhnya, ia hanya menoleh sedikit ke arah Grace, memperlihatkan profil rahangnya yang tegas berlatar remang cahaya lorong kafe. Sepasang iris matanya yang tajam menatap Grace lurus-lurus, menunggu lanjutan kalimat dari bibir gadis itu yang masih gemetar.Grace mengepalkan jemarinya kuat-kuat di samping tubuh. Hatinya berkecamuk hebat—berperang antara rasa tidak percaya dan ketakutan yang merayapi seluruh tubuhnya. “Bapak ... Bapak lagi nggak bohongin aku kan?” lirih Grace lagi, suaranya hampir tenggelam oleh desir angin yang membentur dinding kafe. R
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: Maafkan SayaRaymond melumat bibir Grace dengan kehangatan yang dalam dan mendominasi. Ia menahan bagian belakang kepala gadis itu agar tidak bisa berpaling. Ciumannya tidak lagi terasa mengintimidasi kasar seperti biasanya. Justru terasa begitu mengikat dan penuh intonasi keharusan yang memutus seluruh napas keponakan istrinya itu. Grace mencoba meronta, jemarinya memukul dada tegap Raymond dengan sisa tenaganya yang kian terkikis. Namun, bukannya melepaskan, Raymond justru menarik pinggang Grace semakin rapat, membiarkan tubuh molek gadis itu menempel sempurna pada lekuk tubuhnya di balik pilar yang remang.“Mmhhpp ... Pak ... le–lepas …!” bisik Grace terputus-putus saat Raymond perlahan mengurai ciuman panasnya, menyisakan jarak tipis tempat napas mereka yang berpacu saling bersahutan.“Bapak kenapa, sih? Kenapa terus ngelakuin ini ke aku?” tanya Grace putus asa. “Dengar saya baik-baik, Gracia,” bisik Raymond serak dengan iris mata tajam yang menancap kuat ke dalam iris mata Grace. Tangannya
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Permainan GilaPRANG! Bunyi nyaring dari kaleng tempat sampah yang terguling memecah keheningan sudut kafe tersebut. Selena dan Saveya seketika menoleh serentak ke arah sumber suara dengan raut wajah terperanjat. “Apa itu?” tanya Selena terkejut. “Tidak tahu, Sayang,” jawab Saveya. Mereka lalu sama-sama bangkit dan melangkah ke arah asal suara yang muncul. Grace mematung, seluruh tubuhnya langsung gemetar hebat. Jantungnya serasa mau melompat keluar dari dada sewaktu mendengar derak langkah kaki Selena yang mulai mengikis jarak menuju area tanaman gantung. Ketakutan yang membakar membuat kakinya seolah tertanam di tanah, tak sanggup digerakkan untuk melarikan diri. “Mati aku ... mati aku …,” bisik Grace panik dalam hatinya. Namun, sebelum Selena sempat menyibak dedaunan dan menyingkap keberadaannya, tiba-tiba saja sebuah lengan kekar berbalut kemeja hitam tiba-tiba saja muncul dan langsung menyergap tubuhnya dari belakang. Sebuah telapak tangan hangat dan besar menutup rapat
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: Siapa Saveya?Hari berlalu, tapi Grace masih dengan rasa penasarannya. Benarkah Selena mengkhianati Ray, sang mantan dosen yang sudah merenggut kesuciannya itu? Grace tak tahu. Namun, ia tetap akan berusaha untuk mencari tahu. Hingga di suatu pagi, tanpa sengaja Grace mendengar percakapan Selena dengan seseorang di telepon. Wanita dewasa itu hendak bertemu dengan seseorang yang ia panggil dengan sebutan ‘Sayang’. Mungkinkah itu selingkuhannya? Saat Selena menutup panggilan dan melangkah keluar rumah, Grace pun mengikutinya. Ia menggunakan taksi untuk membuntuti mobil sang tante guna mencari tahu apa yang sebenarnya perempuan itu sembunyikan. Jantung Grace berdegup kencang menghantam dadanya. Tangannya yang dingin meremas kain celananya kuat-kuat, berusaha menahan gelombang kecemasan yang makin memuncak seiring roda taksi bergulir membelah jalanan Ibu Kota yang cukup padat. “Tolong ikuti mobil hitam di depan itu terus ya, Pak. Jangan sampai kita kehilangan jejak,” bisik Grace lirih pada
Last Updated: 2026-09-26
Chapter: Selena Selingkuh?Pagi menjelang. Grace bangun dan langsung mandi seperti biasa. Setelah memakai pakaiannya, ia pun segera turun untuk sarapan. Namun, saat membuka pintu kamar, tiba-tiba saja ia melihat Selena sudah berdiri di tepi tangga dengan posisi membelakanginya. Wanita dewasa itu tampak sedang berbicara dengan seseorang di dalam telepon. “Iya, Sayang. Aku tahu. Ini semua cuma formalitas. Mana mungkin aku tertarik sama dia,” ucap Selena dengan nada serius. Dahi Grace bertaut. ‘Sayang?’ Siapa yang Selena panggil dengan sebutan sayang itu? Apa itu Raymond? Jika iya, kenapa mereka berbicara melalui telepon? Kenapa tidak bicara langsung saja? Bukankah Raymond ada di sini? Di rumah ini?Grace terus memperhatikan Selena. Perempuan dewasa itu masih menempelkan ponsel di daun telinganya. “Pokoknya kamu nggak perlu takut. Aku cintanya cuma sama kamu.”Deg! Mata Grace membelalak pelan di balik bayang-bayang pintu kamarnya. Rasa ingin tahunya membuncah, mengalahkan bayang-bayang ketakutan dari kejadian
Last Updated: 2026-09-21

Menjadi Selingkuhan Suamiku
(Area 21+) Bijaklah dalam memilih bacaan.
Kayla, atau biasa disapa dengan Key, memergoki suaminya berselingkuh dengan seorang perempuan di sebuah hotel berbintang. Tak terima dikhianati, ia pun berencana untuk membuat suami dan perempuan jalang tersebut tewas dalam sebuah kecelakaan.
Namun apesnya, hari sial tak pernah ada di dalam kalender. Bukannya membuat suami dan sang pelakor tewas, Key justru mengalami kecelakaan tunggal hingga menyebabkan dirinya tewas di tempat.
Sayangnya, Key tidak menyadari jika dirinya sudah mati. Sebab pasca insiden maut itu terjadi, ia justru terbangun dan tahu-tahu sudah berada dalam sebuah kamar hotel bersama suaminya.
"Morning, sayang. Maaf ya, aku tadi harus balas pesan dari istriku dulu," terang Brayan seraya menyapu wajah Key dengan bibirnya.
"Istri?" Key terkejut mendengarnya. Seingatnya, sebelum kecelakaan terjadi, dia dan Brayan sudah menikah resmi secara agama dan negara. Itu artinya, ia adalah istri sahnya Brayan, kenapa tiba-tiba berganti menjadi ani-ani?
Menyadari jika ia berubah menjadi perempuan selingkuhan suaminya sendiri, Key pun memanfaatkan keadaan. Satu persatu rahasia tentang Brayan pun akhirnya terbuka. Mulai dari alasan sang suami berselingkuh, hingga penyebab kecelakaan Key yang ternyata ulah sosok misterius yang selama ini menjadi duri dalam rumah tangga Key dan Brayan.
Lalu, apa yang akan Brayan katakan saat ia tahu jika yang menjadi selingkuhannya adalah istrinya sendiri? Sampai kapan Key akan bertahan dalam tubuh selingkuhan suaminya? Apakah ia akan kembali hidup dalam tubuhnya, atau justru mati seperti saat kecelakaan terjadi?
Read
Chapter: Sosok Lain“Cerai?” ulang Rava, suaranya terdengar cukup santai, tanpa keterkejutan sedikitpun.Lisa memberi anggukan sebagai jawaban. “Ya sudah, kita cerai. Kalau itu maumu,” sambung Rava yang kemudian berlalu ke kamar, meninggalkan Lisa yang hanya menghela napas berat karena persetujuan cerai darinya. “Dasar pria tak tahu diri. Dia pikir, dia sudah hebat? Lihat saja nanti, aku akan buat kamu menyesal, Rava!” Lisa meraih ponselnya dan langsung mendial nomor Brayan. Ia tidak mau tahu, apakah Brayan akan mengangkat panggilan teleponnya atau tidak. Yang jelas, saat ini, dia benar-benar ingin pisah dari Rava. Lagi pula, dia sudah dapat apa yang selama ini ia inginkan, bukan. Rumah, tabungan, dan beberapa aset lainnya. Anggap saja menjadi janda adalah konsekuensi untuk menjadi kaya raya. *** Dering ponsel mengalihkan fokus Brayan dari gadis bernama Keira itu. Ia lalu menatap layar benda pipih tersebut dan menghela napas berat. “Lisa? Ada apa dia meneleponku?” tanya Brayan pada diri sendiri. I
Last Updated: 2026-09-07
Chapter: Gadis Bisu ItuBrayan terpaku di tempatnya berdiri, seolah pasokan udara di dalam ruangan itu mendadak menguap habis. Pandangannya beralih perlahan dari suster di ambang pintu kembali ke arah perempuan yang terbaring di atas bangsal.Bisu?Perempuan itu masih menatapnya Brayan. Lalu tak lama kemudian tangan kanannya terangkat, jemarinya bergerak cepat mempraktikkan beberapa gerakan bahasa isyarat yang tidak dipahami oleh Brayan, lalu berakhir dengan menyentuh dadanya sendiri dan mengarahkannya pada Brayan dengan gestur menunduk santai.“Dia tuna wicara sejak lahir, Pak, tapi dia bisa mendengar apa yang kita bicarakan dengan baik. Atau istilah medisnya, mutisme,” tambah suster seraya melangkah mendekat untuk memeriksa kantung infus. “Kami tahu dari kartu identitas yang ada di sistem rumah sakit. Dia pernah beberapa kali ke rumah sakit ini. Namanya Keira.”“Keira …,” bisik Brayan lirih. Nama itu meluncur dari bibirnya dengan getaran yang amat halus, seperti bisikan tak percaya.Struktur wajah yang
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Siapa Namamu?Dengan tangan yang gemetar hebat, Brayan segera mematikan mesin mobil dan melepaskan sabuk pengamannya. Deru napasnya memburu, diburu rasa panik yang menjalar ke seluruh tubuh.Ia memutar gagang pintu dan keluar dari mobil. Hawa dingin sisa hujan seolah membekukan kulit wajahnya. Namun hawa panas kecemasan jauh lebih menguasai dirinya saat ini. Brayan melangkah tergesa mengitari bagian depan mobil yang sedikit penyok.Di atas aspal basah yang menyerap genangan air hujan, tergeletak sebuah sepeda dengan roda depan yang sudah bengkok.Tak jauh dari sana, seorang perempuan terbaring miring, menyembunyikan wajahnya yang tertutup helai-helai rambutnya yang basah.“Mbak ... Mbak, Anda tidak apa-apa?” panggil Brayan dengan suara bergetar, berlutut di samping tubuh yang tak bergerak itu.Jantung Brayan bertalu-talu. Jemarinya yang ragu meraih pundak perempuan itu karena berniat akan menolongnya.Namun, saat tubuh berbalut dress biru muda itu perlahan terbalik dan wajahnya tersorot temaram
Last Updated: 2026-08-24
Chapter: Tangis Brayan Di Makam Kayla“Selamat pagi, Pak. Ini berkas yang Bapak minta tadi,” ucap Rava seraya meletakkan sebuah map ke atas meja Kerja Brayan. Brayan yang dalam posisi duduk hanya melirik sekilas. Ia lalu meraih map tersebut dan menandatanganinya. “Besok kamu gantikan saya meeting dengan klien.” “Saya, Pak?” Rava sedikit terkejut. “Eum. Soalnya saya mau pergi ke suatu tempat.” “Tapi, Pak … saya kan belum pernah melakukan pertemuan dengan klien sebelumnya. Saya takut nanti terjadi kesalahan.” Rava tidak yakin dengan dirinya sendiri. “Tidak masalah. Kamu tidak akan bisa jika tidak mencobanya.” Brayan menutup map dan menyodorkannya lagi ke arah Rava. Rava diam dan mengangguk pelan. Setelah mengambil kembali map itu dia pun berlalu keluar dari ruangan Brayan. Saat sudah di luar, dahinya berkerut bingung. Bukan tentang perintah Brayan, melainkan tentang kemana pria itu akan pergi. ***Pukul empat sore Rava sudah kembali ke rumah. Ia masuk dan mendapati Lisa sedang duduk di sofa dengan raut wajah cemberu
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: Kehampaan BrayanMelihat ekspresi wajah tegang Lisa, tiba-tiba saja Rava menyunggingkan senyum tipis. Kekakuan di wajahnya mencair seketika, berganti dengan kekehan pelan yang bergaung lembut di antara jarak wajah mereka yang begitu dekat.Rava tertawa, lalu pelan-pelan menarik kembali tubuhnya dan menegakkan posisinya. Ia mengacak rambutnya sendiri dengan cengiran ringan, seolah beban berat yang baru saja menggantung di udara hanyalah halusinasi semata.“Astaga, Lis ... kau serius sekali,” ucap Rava seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aku cuma bercanda. Kenapa ekspresimu tegang begitu?”Lisa tertegun, mengerjapkan matanya beberapa kali. Napasnya yang sempat tertahan kini terembus patah-patah. “Be–bercanda?”“Iya, bercanda,” sahut Rava santai. Ia lalu melangkah mundur menghampiri sisi ranjang yang lain untuk mengambil ponselnya dari atas nakas.“Bukankah kata-kata puitis seperti tadi sangat cocok untuk mencairkan suasana. Kamu pikir aku ini seperti Pak Brayan yang punya rahasia besar?” sambungny
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Sosok Di Dalam DirimuMendengar itu, Rava terdiam cukup lama. Ia tidak marah, tapi juga tidak menunjukkan ekspresi menerima kenyataan. Ia hanya menatap Lisa, jauh lebih dalam dari sebelumnya. Lisa ikut diam dan balas menatap tatapan penuh makna Rava. Setelah menyatakan sebuah kenyataan, ada sedikit rasa lega di hatinya. Tapi juga rasa bersalah yang teramat besar. Bukankah harusnya ia mengatakan itu sebelum mereka menikah? “Maksudmu?” tanya Rava setelah terdiam cukup lama. “Aku sudah tidak perawan,” jelas Lisa. Ada sedikit getar dalam suaranya. Lagi-lagi Rava diam. Ekspresi wajahnya datar. Entah ia kecewa, atau sebenarnya sudah menduga sejak awal. Lagi pula, hanya sekian persen dari perselingkuhan yang tidak berakhir di atas ranjang bukan? “Aku sudah tahu,” ucap Rava santai. Ia lalu beranjang dari atas ranjang dan melangkah ke dekat meja rias. “Hah?! Ka–kamu sudah tahu?” tanya Lisa kaget. “Eum,” angguk Rava santai. “Jadi—”“Jadi tidak usah dibahas lagi,” potong Rava cepat. Rava membuka jam tangan
Last Updated: 2026-07-25

Mengejar Cinta Mayor Bintang
Anya, seorang mahasiswi keperawatan militer yang disiplin, telah lama memendam perasaan pada Mayor Bintang Dirgantara. Baginya, Bintang adalah sosok komandan sekaligus pria impian yang ingin ia miliki.
Namun, harapan Anya hancur saat mendengar kabar bahwa Bintang akan segera menikah dengan Bulan, seorang dokter spesialis bedah yang dianggap semua orang sebagai pasangan sempurna bagi sang Mayor.
Di tengah patah hati dan duka yang mendalam, Anya tetap mencoba untuk menerima kenyataan. Akan tetapi, tepat beberapa hari menjelang prosesi pernikahan militer yang megah itu, sebuah prahara terjadi: Bulan menghilang tanpa jejak, tak meninggalkan pesan atau informasi apapun.
Keluarga besar Bintang panik sebab martabat sang Mayor berada di ujung tanduk. Di tengah kekacauan dan keputusasaan Bintang yang bingung antara mempertahankan harga diri atau membatalkan segalanya, Anya hadir.
Dengan keberanian yang melampaui logika, Anya menawarkan diri untuk menggantikan posisi Bulan di pelaminan.
Bagi Anya, ini adalah kesempatan memenangkan cintanya. Namun bagi Bintang, ini adalah semua hanya kesepakatan darurat demi menjaga nama baik keluarganya.
Read
Chapter: Bab 118Anya terkejut melihat reaksi suaminya. Ia langsung terduduk di tepi ranjang, menatap Bintang dengan polos sekaligus sedikit cemas karena perubahan intonasi pria itu.“I–iya, Om ... kalau aku hamil, gimana?” ulang Anya dengan suara yang mendadak memelan, ragu-ragu. “Mak–maksud aku ... kalau seandainya Tuhan merencanakan kita dapat momongan lebih cepat, Om siap nggak?” Anya menggigit bibir bawahnya. Bintang menghentikan kegiatannya di depan nakas. Ia lalu meletakkan ponselnya, melangkah perlahan mendekati ranjang. Wajah tegasnya yang sempat tegang perlahan melunak, digantikan oleh sorot mata hangat yang memancarkan rasa haru mendalam.Bintang mendudukkan dirinya tepat di samping Anya. Tangan kokohnya terangkat, meraih jemari lentik istrinya yang sedikit dingin, lalu meremasnya lembut.“Anya,” panggil Bintang dengan suara baritonnya yang tenang dan dalam. “Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu ….”“Aku udah telat seminggu, Om.” Mendengar pengakuan Anya, napas Bintang serasa terc
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: Bab 117Di pelabuhan, kapal TNI angkatan laut sudah menepi. Deretan prajurit berseragam loreng perlahan mulai melangkah turun melalui tangga kapal. Sorak-sorai riuh dan derap musik militer yang membahana di sepanjang dermaga menyambut mereka. Di tengah riuhnya ribuan manusia yang saling berpelukan menumpahkan rindu, sepasang mata bulat Anya terus menyapu barisan tentara itu dengan napas yang berkejaran.“Om Bintang … dimana dia?” gumam Anya pada diri sendiri. Ia lalu melangkah tertatih membelah kerumunan keluarga prajurit. Namun, lama ia mencari, sosok yang dituju tak kunjung ia temukan. Matanya mulai berair. Panik, takut, mulai menggerogoti pikirannya. Bagaimana jika suaminya ternyata tidak ada di sana? “Om Bintang. Om Bintang dimana sih?” tanya Anya lagi. Ia kembali mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru dermaga. Sampai akhirnya, langkahnya terhenti. Tak jauh dari ujung tangga kapal, berdiri seorang pria berpostur tegap dan gagah. Wajah tegasnya tampak sedikit lebih eksotis karena
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: Bab 116Pagi menjelang. Suasana di pelabuhan kapal milik TNI Angkatan Laut sudah dipadati oleh sejumlah anggota TNI AD yang akan berangkat Latgabma ke California, Amerika Serikat. Bintang dan Anya sudah sampai sejak tadi. Setelah pamit pada keluarga besar, mereka langsung menuju ke titik kumpul keberangkatan.Semua perlengkapan sudah dimasukkan ke dalam ransel khusus prajurit. Anya juga hadir dengan seragam Persit dengan rambut yang dicepol rapi, membuat ia terlihat sangat keibuan. Anya merapikan letak kerah kemeja Bintang untuk yang kesekian kalinya. Jemarinya sedikit gemetar, namun senyum ketegaran tak pernah lekang dari bibirnya.Di sekeliling mereka, derap langkah sepatu lars, riuh suara klakson kendaraan taktis, dan perintah-perintah tegas yang diserukan para perwira menyatukan atmosfer haru sekaligus membakar semangat di pelabuhan pagi itu.“Di sana nanti, jangan lupa makan yang teratur. Walaupun di negeri orang, perutnya tetap harus diisi nasi kalau ada, ya?” bisik Anya pelan, mencob
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: Bab 115“Surprise ….” Semua orang di rumah itu muncul dari balik pintu dengan membawa kue serta berbagai pernak pernik ulang tahun. Mereka tampak seperti sudah menyiapkan kejutan itu jauh-jauh hari. Terlihat dari kue, kado serta aksesoris yang ada. “Ya ampun kalian! Kok nggak bilang-bilang sih kalau mau ngasih kejutan?” tanya Anya dengan ekspresi wajah yang masih sedikit syok. “Kalau dikasih tahu, bukan kejutan namanya, Anya,” sahut Andini gemas. Rahayu lalu maju lebih dekat. “Anya, selamat ulang tahun ya, Sayang. Ini kado dari Mama,” ucapnya sembari menyerahkan sebuah paper bag pada Anya. “Makasih, Ma. Apa ini?” tanya Anya penasaran. “Nanti kamu buka saja sendiri.”Sekarang gantian Anne yang maju. Wanita paruh baya itu melangkah perlahan mendekati putri semata wayangnya. Wajahnya yang biasa menyembunyikan ketegaran kini dipenuhi rona haru yang membuncah.Di tangannya, Anne menggenggam sebuah kotak kayu dengan ukiran klasik yang tampak sudah berusia puluhan tahun.“Selamat ulang tahun,
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Bab 114Anya terperanjat. Matanya membola, mulutnya ternganga. Ia benar-benar tidak menyangka jika Bintang akan melamarnya meski mereka sudah menikah. “Om, kenapa Om lamar aku? Aku kan udah jadi istri Om,” tanya Anya. “Iya, saya tahu. Tapi kita menikah begitu dadakan. Saya belum sempat melamarmu. Belum juga sempat mengungkapkan isi hati saya. Jadi … sebelum saya berangkat lagabma, saya mau tidak lagi berpikir kalau pernikahan kita ini hanya sebatas hitam diatas putih. Tapi saya menikahi kamu, karena saya mencintai kamu.”“Hiks, Om….” Anya langsung mendung mendengar ungkapan isi hati Bintang. Meski ia tahu jika Bintang sudah menaruh hati padanya sejak malam pertama mereka, tapi lamaran pria itu tetap membuatnya tersentuh. “Om ….” lirih Anya, air matanya sudah berlinang karena haru. “Dijawab, Anya. Kaki saya sudah pegal ini,” tutur Bintang berpura-pura. Anya tertawa pelan. Lalu dengan perlahan ia pun mengarahkan tangannya untuk mengambil kotak cincin tersebut. “Iya, Om. Aku mau nikah sama
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: Bab 113“Jadi maksud kamu, hilangnya Ayah ada sangkut pautnya dengan orang yang sekarang sedang meneror kamu, begitu?” tanya Anne. Bintang mengangguk pelan. Sorot matanya tidak menunjukkan keraguan sedikitpun saat menatap langsung ke dalam manik mata Anne yang tampak bergetar.“Benar, Bunda. Polanya sangat identik untuk disebut sebuah kebetulan,” jawab Bintang, suaranya terdengar begitu tenang namun sarat akan ketegasan seorang perwira.Ia menjeda sejenak, membiarkan angin sore berembus di antara mereka sebelum kemudian melanjutkan.“Mereka menggunakan taktik yang sama, menghilangkan orang yang mereka anggap sebagai ancaman. Bedanya, puluhan tahun lalu mereka berhasil melakukannya pada Ayah. Tapi sekarang, tidak akan lagi. Karena situasinya sudah berbeda.”Bintang menegakkan tubuhnya, seperti sedang memperlihatkan aura seorang prajurit yang kokoh lagi berani pada ibu mertuanya. “Apa kamu yakin bisa melawan mereka, Bin? Bunda takut kamu kenapa-kenapa. Kasihan Anya kalau sampai kamu mengal
Last Updated: 2026-07-20