author-banner
LV Edelweiss
LV Edelweiss
Author

Novels by LV Edelweiss

Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa

Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa

WARNING! 🔞 Banyak mengandung adegan dewasa implisit. Arumi terpaksa menggantikan posisi ibunya sebagai mempelai wanita usai ibunya menghilang begitu saja. Awalnya, Langit, pria yang seharusnya menjadi calon Ayah Tiri Arumi, mengatakan tidak akan pernah menyentuhnya. Namun, entah mengapa, malam ini semuanya menjadi berbeda. "Biar saya ajari kamu, cara berciuman yang benar, Arumi." - Langit
Read
Chapter: Langit Kembali Ke Kamar Arumi
“Bukannya kamu punya pacar, Rangga?” tanya pemilik suara berat itu.Langkah kaki Arumi terhenti begitu saja, ia lalu menoleh, melihat kepada Langit yang sudah berdiri tak jauh dari mereka. Matanya membola, jantungnya berdegup kencang.“Om, Langit?” seru Rangga. “Kok tiba-tiba nanya pacar aku?” tanyanya penasaran. Langit melangkah maju perlahan. Ia lalu berhenti tepat di depan Rangga dan juga Arumi. Auranya begitu dingin dan mendominasi hingga Rangga refleks menurunkan rentangan tangannya.Tatapan Langit menghujam langsung ke arah Arumi, seolah sedang memperingatkan istrinya itu bahwa pelukan apapun dengan pria lain adalah pelanggaran berat.“Saya hanya tidak ingin keponakan Selena terjebak dalam masalah karena terlalu ‘ramah’ pada wanita lain yang jelas-jelas hanya sepupunya dan terlihat tidak nyaman,” ucap Langit dengan nada bicara yang datar namun tajam.“Tidak nyaman? Tidak nyaman gimana ya maksud Om? Aurel tadi keliatan happy-happy aja tuh,” bantah Rangga, meski suaranya sedikit
Last Updated: 2026-02-26
Chapter: Arumi Cemburu Berat
Pintu kayu berat itu berderit pelan, seakan-akan menjadi saksi bisu atas kekacauan yang baru saja terjadi di dalam ruang ganti tersebut.Arumi muncul dari balik celahnya dengan wajah yang diusahakan tampak senormal mungkin. Sayangnya, binar di matanya yang sayu tak bisa sepenuhnya berbohong di depan ibu angkatnya.Di sana, ​Selena berdiri dengan tangan yang bersedekap di dada. Matanya yang tajam langsung menyapu sosok Arumi dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dirinya tak langsung bicara, namun keheningan itu justru terasa jauh lebih mengintimidasi bagi Arumi ketimbang rentetan pertanyaan.“Kenapa lama benget, Aureli?” tanya Selena dengan nada rendah yang bergetar, pertanda jika ia sedang menahan emosi. “Dan kenapa pintunya harus dikunci? Sejak kapan kamu punya kebiasaan mengunci pintu saat sedang membantu orang lain?” cecarnya.“Ma … i—itu, tadi … tadi kunci pintunya agak rusak, kalau nggak dikunci dari dalam suka kebuka sendiri,” alibi Arumi sembari meremas jemarinya di balik punggu
Last Updated: 2026-02-24
Chapter: Ketahuan?
Mendengar pertanyaan Langit, jantung Arumi kembali berdetak cepat. Perasaannya menjadi karuan, seolah ia berada pada sebuah persimpangan yang membuat dirinya dilema.“O—om ... jangan gini, nanti ada yang denger,” bisik Arumi parau. Bukannya menjawab pertanyaan Langit, ia justru mengalihkan pembicaraan. Tangannya gemetar hebat, berusaha menahan bidang dada Langit yang kini bersentuhan langsung dengan pakaiannya.Napasnya memburu, dadanya naik turun dengan cepat. Di cermin besar yang mengelilingi mereka, ia bisa melihat betapa kontrasnya tubuh mungilnya yang terkurung dalam dekapan protektif seorang Langit.​Pertanyaan pria itu barusan persis seperti sebuah jebakan. Jika ia menjawab ‘iya’, maka ia harus merelakan suaminya untuk menjadi suami dari wanita lain. Namun jika ia menjawab ‘tidak’, itu artinya ia harus siap menghadapi badai amukan dari Selena dan semua keluarga wanita itu.“Kenapa kamu nggak jawab, Arumi? Apa kamu benar-benar rela melihat saya bersanding di pelaminan dengan wan
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: Gairah Langit Di Ruang Ganti
“Om, jangan gila, deh!” Arumi membalas masih dengan bisikan tapi kali ini ada sedikit getar. Ia meronta pelan, berusaha melepaskan cengkraman tangan Langit yang terasa panas di kulit lengannya yang kecil.“Siapa yang kamu bilang gila, hm?” Langit tak terima dikatakan seperti itu oleh istrinya sendiri.“Kalau Om ngelakuin itu, Om bukan cuma hancurin Arumi, tapi Om juga hancurin Mama! Tolong, Om ... satu hari ini aja, kendaliin emosi Om Langit.”​Apapun yang Arumi katakan, Langit tetap tidak mau melepaskan lengan Arumi. Ia justru selangkah lebih maju, mengikis jarak hingga aroma maskulinnya yang tajam—aroma yang semalam begitu lekat di tubuh Arumi—kembali menyerbu indra penciuman perempuan berambut pendek itu.“Apa katamu? Satu hari?” Langit mendengus sinis, matanya menatap tajam ke arah pintu butik tempat Selena dan Rangga menghilang. “Kamu tahu betapa tersiksanya saya melihat kamu diperlakukan seperti pelayan oleh Selena tadi? Melihat kamu disentuh sembarangan oleh keponakannya dan ka
Last Updated: 2026-02-21
Chapter: Kamu Milik Saya!
Arumi tersentak kaget, bahunya sampai menciut mendengar suara denting piring milik Langit. Ia segera menyingkirkan tangan Rangga dari dahinya dengan gerakan hati-hati. Melirik takut-takut ke arah Langit yang kini menatap Rangga seolah-olah ingin menelan pria muda itu hidup-hidup.“E … Rangga, a—aku … aku nggak apa-apa, kok. Beneran,” bisik Arumi terbata, mencoba meredam suasana yang terasa kembali mendidih.​Mata Langit berkilat tajam, napasnya terdengar sedikit berat menahan amarah yang hampir meledak melihat tangan pria lain menyentuh kulit istrinya tepat di depan matanya sendiri. Menurutnya, setiap inci tubuh Arumi adalah wilayah terlarang bagi siapa pun. Dia yang berkuasa atas Arumi. Hanya dia yang berhak.“Tapi wajahmu—”.“Dia bilang, dia baik-baik saja, Rangga,” potong Langit. “Justru sentuhan tanganmu bisa membuat dia sakit, nanti,” sambungnya dengan suara yang sangat rendah namun sarat akan sindiran.​Rangga tertegun, tangannya yang masih menggantung di udara perlahan ditarik
Last Updated: 2026-02-21
Chapter: Arumi Bukan Pembantu!
Gelas di tangan Arumi bergetar pelan, menciptakan riak kecil pada sisa jus jeruk yang ada di dalamnya. Ia merasa seolah sedang berdiri di tepi jurang yang curam, dan Langit baru saja memberi dorongan kecil di punggungnya. Tatapan pria itu—yang terlihat begitu tenang namun penuh dengan sandiwara—benar-benar membuat Arumi ingin menghilang detik itu juga. Ia tahu, Langit bukanlah pria yang sabaran.“Ng—enggak usah, Om! Udah bener kok. Udah nggak bocor sama sekali!” seru Arumi dengan nada yang sedikit tinggi, saking paniknya. Ia segera menunduk, menghindari tatapan menyelidik Selena yang mulai terasa berat.“Oh, baguslah kalau sudah benar. Jangan sampai airnya terbuang percuma, Arumi. Mubazir,” ucap Langit dingin, namun matanya berkilat nakal, menikmati kepanikan yang ia ciptakan di wajah istrinya itu.“Heh, iya, Om.” Arumi tersenyum lebar tapi hambar.“Ya udah, sudah cukup membahas masalah kerannya. Lanjut makan dulu,” ujar Selena seraya menyendok lagi nasi gorengnya. “Mas mau lagi?” ta
Last Updated: 2026-02-20
Menjadi Selingkuhan Suamiku

Menjadi Selingkuhan Suamiku

(Area 21+) Bijaklah dalam memilih bacaan. Kayla, atau biasa disapa dengan Key, memergoki suaminya berselingkuh dengan seorang perempuan di sebuah hotel berbintang. Tak terima dikhianati, ia pun berencana untuk membuat suami dan perempuan jalang tersebut tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun apesnya, hari sial tak pernah ada di dalam kalender. Bukannya membuat suami dan sang pelakor tewas, Key justru mengalami kecelakaan tunggal hingga menyebabkan dirinya tewas di tempat. Sayangnya, Key tidak menyadari jika dirinya sudah mati. Sebab pasca insiden maut itu terjadi, ia justru terbangun dan tahu-tahu sudah berada dalam sebuah kamar hotel bersama suaminya. "Morning, sayang. Maaf ya, aku tadi harus balas pesan dari istriku dulu," terang Brayan seraya menyapu wajah Key dengan bibirnya. "Istri?" Key terkejut mendengarnya. Seingatnya, sebelum kecelakaan terjadi, dia dan Brayan sudah menikah resmi secara agama dan negara. Itu artinya, ia adalah istri sahnya Brayan, kenapa tiba-tiba berganti menjadi ani-ani? Menyadari jika ia berubah menjadi perempuan selingkuhan suaminya sendiri, Key pun memanfaatkan keadaan. Satu persatu rahasia tentang Brayan pun akhirnya terbuka. Mulai dari alasan sang suami berselingkuh, hingga penyebab kecelakaan Key yang ternyata ulah sosok misterius yang selama ini menjadi duri dalam rumah tangga Key dan Brayan. Lalu, apa yang akan Brayan katakan saat ia tahu jika yang menjadi selingkuhannya adalah istrinya sendiri? Sampai kapan Key akan bertahan dalam tubuh selingkuhan suaminya? Apakah ia akan kembali hidup dalam tubuhnya, atau justru mati seperti saat kecelakaan terjadi?
Read
Chapter: Bukti Di Ponsel Elena
Semua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap. “Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram. Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu. Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada. “Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu Sudan menunggu kalian,” perintah Brayan. “Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyanya. “M
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Bukti Di Ponsel Elena
Semua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap.“Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram.Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu.Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada.“Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu Sudan menunggu kalian,” perintah Brayan.“Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyanya.“Maaf, Pak
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Bukti Di Ponsel Elena
Semua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap. “Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram. Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu. Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada. “Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu sudah menunggu kalian,” perintah Brayan. “Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyany
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Benarkah Lisa Pelakukanya?
Wajah Lisa mendadak pias, kehilangan seluruh ronanya yang merah. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat sosok Rava berdiri hanya beberapa langkah dari mereka. Pria itu menatap Lisa dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara ketidakpercayaan, amarah, serta luka yang dalam.“Rava ... ini tidak seperti yang kamu pikirkan,” gagap Lisa, suaranya gemetar hebat. Ia mencoba melangkah mendekat, namun Rava justru mundur selangkah, seolah Lisa adalah wabah yang harus dihindari.“Tidak seperti yang aku pikirkan gimana? Jelas-jelas Elena bilang kalau kamu penyebab kematian Ibu Kayla,” ulang Rava. Ia tetap bersikeras dengan apa yang ia yakini. Sedang di dekat mereka, Elena tetap berdiri tenang di posisinya. Senyum tipis yang tadi sempat ia tunjukkan kini hilang sudah, diganti oleh tatapan dingin yang tajam. Ia melipat tangan di depan dada, mengamati drama yang baru saja berhasil ia sulut dengan cukup apik.“Kenapa diam, Lisa?” pancingnya dengan nada suara yang tenang namun mem
Last Updated: 2025-12-26
Chapter: Khayalan Brayan
Desir darah Brayan seolah berhenti. Dengan gelagapan, ia sedikit menggeser posisi duduk menjadi lebih menghadap kepada sosok tersebut.“Kayla?” lirihnya tak percaya.“Iya, Brayan, ini aku. Kayla.” Perempuan itu tersenyum manis. Senyum yang biasa Brayan lihat saat mereka masih di bangku sekolah menengah atas dulu.“Ya Tuhan, Key … kau … kau benar-benar di sini?” tanya Brayan yang masih speechless dengan kehadiran wanita yang pernah menjadi istrinya itu.“Iya, aku datang untuk mengunjungimu. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja setelah kepergianku?” Brayan menggelengkan kepala. Dadanya mendadak terasa sesak. Matanya mulai berkaca-kaca karena genangan air mata yang siap tumpah ruah di wajah.Dengan tangan yang masih gemetaran, Brayan menyentuh lembut sebelah pipi Kayla. Tangisnya tertahan, menciptakan tekanan batin yang sangat luar biasa.“Bagaimana bisa kau ada di sini? Bukannya kau sudah …?” tanya Brayan tapi kata-katanya tak terselesaikan.“Mati? Itu kan, yang mau kau katakan?”
Last Updated: 2025-11-25
Chapter: Pernikahan Rava Dan Lisa
Brayan maju lebih mendekat. Terus mendekat dan mendekat. Nyaris menabrak wajah Lisa dengan wajahnya. “Lisa, aku hanya ingin bilang, terima kasih, untuk yang selama ini sudah kita lewati bersama. Aku tahu, kalau hubungan dulu … adalah sesuatu yang salah. Tapi aku tidak pernah menyesalinya.” Brayan menyentuh sebelah pipi Lisa. Sentuhan yang begitu lembut hingga nyaris membuat Lisa terbuai dan lupa dengan apa yang sebentar lagi dia lakukan.“Mas …?” Lisa menatap wajah Brayan sesaat, lalu setelah itu … ia pun langsung menautkan bibirnya pada bibir sang pria dengan begitu saja. “Sayang sekali kamu tidak mempertahankan aku, Mas,” ucapnya lagi setelah melepaskan ciuman mereka.“Ini yang terbaik untuk kita semua, Lisa. Pergilah,” ucap Brayan.“Eum.” Lisa melepaskan pegangan tangan Brayan dan segera berlalu ke luar kamar hotel itu. Di bawah, para tamu undangan sudah berkumpul dan siap untuk melihat acara pemberkatan Lisa dan Rava. Di depan pintu ballroom hotel, tampak Hendra berdiri dengan
Last Updated: 2025-11-24
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status