Chapter: Cium Saya, GraceRaymond tidak langsung menjawab, ia justru menghempaskan punggung Grace ke dinding pembatas. Kedua tangannya masih cengkeraman kuat kedua pergelangan tangan gadis itu.Sudut butik yang remang dan terhalang oleh deretan manekin gaun malam berpayet tebal menjadi tempat persembunyian yang sempurna bagi pria itu untuk melepas topengnya.“Saya mau menagih kepatuhanmu, Grace,” bisik Raymond, wajahnya menunduk melihat kepada Grace, begitu dekat hingga ujung hidungnya hampir bersentuhan dengan pelipis gadis itu. Aroma parfum maskulin yang pekat langsung mengurung indra penciuman Grace, memicu sesak yang terasa teramat sangat.“Bapak gila! Ini tempat umum! Lepasin aku!” Grace meronta pelan, berusaha menjaga volume suaranya agar tidak memancing perhatian pelayan butik atau, yang lebih buruknya lagi, didengar oleh Selena dari dalam ruang ganti.“Tempat umum justru membuat permainan menjadi lebih menarik, Gracia?" Ray menyeringai tipis, sepasang netra tajamnya mengunci tatapan ketakutan Grace de
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Pilihan Yang Bagus GraceMobil hitam mengkilap milik Ray sudah tiba di depan sebuah butik mewah dan terkenal paling mahal di Ibu Kota. Meski Ray berprofesi sebagai dosen, tapi pria itu adalah seorang pebisnis properti yang cukup sukses. Konon ia menjadi seorang dosen karena permintaan sang ibu yang dulu ingin sekali menjadi seorang tenaga pendidik, namun tidak kesampaian. Ray sendiri sebenarnya ingin menjadi seorang pengacara. “Kita sudah sampai.” Ray langsung membuka pintu, begitu juga dengan Selena dan Grace. “Buruknya bagus banget, Sayang,” ucap Selena seraya memeluk lengan Ray. “Kamu suka?” tanya Ray seraya membalas pelukan Selena dengan mengusap punggung tangan wanita itu. Namun, sekilas matanya melirik ke arah gadis yang ada di samping calon istrinya. “Suka banget, Mas. Maksih ya?” “Ayo kita masuk,” ajak Ray. Ia lalu melangkah bersamaan dengan Selena. Sementara Grace hanya mengikuti dari arah belakang. Langkah kaki Grace terasa begitu berat, seolah sepasang sepatunya terbuat dari logam besi yang
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: Di Antara Dua Pilihan“Pak?! Mau apa ke sini?” tanya Grace dengan dua bola mata yang melotot. Raymond tersenyum tipis. Bahkan sangat-sangat tipis. Namun, hal itu justru terlihat begitu menyebalkan di pandangan Grace. “Pergi, Pak. Nanti Tante Selena bisa liat!” usir Grace panik. Namun, bukannya menurut, Ray justru melangkah maju, memaksa Grace mundur selangkah ke dalam kamarnya sendiri. Tangan kekar pria itu bergerak cepat meraih tepi pintu kamar, lalu menutupnya hingga menyisakan celah sempit, mengisolasi mereka dari pandangan luar. “Kamu mengusir saya?” tanya Ray, matanya menatap intens ke arah bibir Grace yang kini terpoles lipstik harum berwarna peach. “Jangan macam-macam, Pak! Ini kamar aku! Keluar nggak?! Kalau nggak, aku bakalan teriak,” desis Grace dengan volume suara yang ditekan habis-habisan, takut jika suaranya menembus hingga ke lantai bawah. Kedua tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. “Teriak? Kamu yakin?” tanya Ray meremehkan. “Ya sudah, teriak saja. Memang itu yang saya mau
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Tidak Sudi“Grace, Sayang. Kamu udah tidur?” Suara Selena terdengar cemas di balik pintu. Grace membuang napas panjang. Ia lalu membersihkan sejenak wajahnya dari sisa-sisa air mata sebelum membuka pintu. “Iya, Tan,” sahut Grace lirih. “Ini, obat kamu. Tadi Tante minta tolong Om Ray buat beliin. Siap minum obat, kamu langsung istirahat ya?” “Makasih ya, Tante.”“Sama-sama, Sayang.” Selena mengelus lembut kepala keponakannya. “Ya udah, tante mau antar Om Ray balik dulu.”Grace mengangguk pelan. Setelah Selena berlalu, ia pun kembali menutup pintu. Grace menatap kantong kresek berisi obat di tangannya dengan pandangan kosong. Rasa mual kembali mengaduk isi perutnya saat ia menyadari jika obat ini dibeli oleh tangan yang sama, yang beberapa menit lalu mencengkeram rahangnya dengan kasar dan menciumnya. Dengan perasaan muak, Grace melangkah ke arah tempat sampah di sudut kamar dan langsung membuang obat-obat tersebut begitu saja. Ia tidak sudi memasukkan apa pun yang berasal dari Raymond ke d
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Masalah Yang MenyiksaTok ... Tok ... Tok ...“Grace? Sayang, kamu di dalam?” suara lembut Selena terdengar dari balik pintu, memecah kesunyian lorong belakang yang sejak tadi terasa mencekik. Nada suaranya dipenuhi rasa cemas yang tulus. “Kamu kok lama banget, Sayang? Perut kamu masih sakit? Kita ke rumah sakit aja ya?”Mendengar suara wanita yang teramat disayanginya itu, jantung Grace berdegup kencang berlipat ganda. Rasa bersalah yang teramat besar menghujam dadanya begitu telak hingga ia merasa hampir tidak bisa bernapas.Sambil menahan isak tangisnya yang dipaksa berhenti, Grace buru-buru bangkit dari lantai kamar mandi dan menarik napas dalam-dalam. “I–iya, Tan! Grace ... Grace udah selesai kok. Sebentar lagi keluar,” jawab Grace, mati-matian menstabilkan suaranya agar tidak terdengar bergetar atau sengau karena habis menangis.Ia langsung berbalik menghadap cermin wastafel. Tatapannya nanar melihat pantulan dirinya sendiri. Bibirnya tampak sedikit memerah akibat ciuman paksa Raymond tadi, dan ma
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Ciuman MenyakitkanMendengar itu, Grace terperanjat. Otaknya mendadak blank. Matanya membelalak sempurna, menatap pria paruh tiga puluhan di hadapannya dengan ekspresi yang tak bisa lagi didefinisikan antara syok, takut, dan muak.“Apa?! Nikah? Dengan Bapak?” cicit Grace, suaranya naik satu oktaf karena tak mampu menahan rasa tidak percaya yang menggunung.“Eum,” sahur Ray singkat. “Bapak gila, ya?! Bapak kesini untuk ngelamar Tante Selena! Tante Selena yang ada di depan, bukan aku!” Ray masih menatap Grace, kedua tangannya sudah tak lagi di dalam saku celananya. Satu tangannya kini justru beralih menumpu pada daun pintu di sisi kepala Grace, mengunci pergerakan gadis itu sepenuhnya.“Saya tahu siapa yang saya lamar di depan tadi, Grace,” jawab Raymond dengan ketenangan yang mengerikan. Suara baritonnya begitu rendah, hampir menyerupai bisikan setan di telinga Grace.“Menikahi Selena adalah gerbang saya untuk masuk ke dalam keluarga ini. Tapi kamu tahu sendiri, siapa yang sebenarnya saya inginkan sej
Last Updated: 2026-06-28

Mengejar Cinta Mayor Bintang
Anya, seorang mahasiswi keperawatan militer yang disiplin, telah lama memendam perasaan pada Mayor Bintang Dirgantara. Baginya, Bintang adalah sosok komandan sekaligus pria impian yang ingin ia miliki.
Namun, harapan Anya hancur saat mendengar kabar bahwa Bintang akan segera menikah dengan Bulan, seorang dokter spesialis bedah yang dianggap semua orang sebagai pasangan sempurna bagi sang Mayor.
Di tengah patah hati dan duka yang mendalam, Anya tetap mencoba untuk menerima kenyataan. Akan tetapi, tepat beberapa hari menjelang prosesi pernikahan militer yang megah itu, sebuah prahara terjadi: Bulan menghilang tanpa jejak, tak meninggalkan pesan atau informasi apapun.
Keluarga besar Bintang panik sebab martabat sang Mayor berada di ujung tanduk. Di tengah kekacauan dan keputusasaan Bintang yang bingung antara mempertahankan harga diri atau membatalkan segalanya, Anya hadir.
Dengan keberanian yang melampaui logika, Anya menawarkan diri untuk menggantikan posisi Bulan di pelaminan.
Bagi Anya, ini adalah kesempatan memenangkan cintanya. Namun bagi Bintang, ini adalah semua hanya kesepakatan darurat demi menjaga nama baik keluarganya.
Read
Chapter: Bab 112“Setelah itu, kemana Bunda dan … ayah pergi?” Bintang semakin penasaran dengan cerita Anne. “Ke stasiun, Bin. Bunda dan … Ayah ke stasiun. Dia membawa Bunda ke suatu tempat yang jauh dari jangkauan orang-orang yang mengejar kami,” jelas Anne. ““Orang-orang yang mengejar kami”?” tanya Bintang mengulang kata-kata Anne. “Berarti, Ayah tahu, siapa mereka?” Anne bergeming. Tatapannya mendadak kosong, menerawang jauh menembus kepulan kabut masa lalu yang kembali menyesakkan dada. Suasana di kebun bunga belakang mendadak terasa hening, hanya menyisakan desau angin sore yang menerpa wajah mereka berdua. Bintang berhenti sejenak untuk bertanya. Ia tidak ingin mendesak Anne. Sebagai seorang prajurit terlatih, ia tahu kapan harus menekan dan kapan harus memberi ruang. Bintang juga membiarkan ibu mertuanya untuk menstabilkan emosi yang sempat naik-turun akibat mengingat kembali memori menyakitkan saat bersama ayah mertuanya dulu. Setelah beberapa saat, Anne pun mengembuskan napas pan
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 111“Dua puluh satu tahun yang lalu, saat mengetahui kalau Bunda mengandung, Arjuna Abrisam adalah orang yang paling bahagia saat itu. Siang dan malam dia jagain Bunda. Belikan makanan apapun yang Bunda pengen. Ajak Bunda jalan-jalan di sela-sela jam dinasnya. Bunda selalu merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini karena memiliki dia.”Anne tersenyum getir, seolah bayangan masa lalu yang indah itu sedang menari-nari di atas kelopak bunga Aster di depannya. Matanya mulai berkaca-kaca menahan rindu yang teramat sangat.Bintang mendengarkan dengan saksama. Setiap kata yang keluar dari bibir ibu mertuanya diserapnya baik-baik, menyusun kepingan-kepingan informasi tentang sosok perwira legendaris yang kini takdirnya bertautan erat dengan dirinya. “Sayangnya, kebahagiaan itu hanya sesaat Bunda rasakan. Tepat saat usia kandungan Bunda sembilan bulan, badai itu pun datang tanpa Bunda duga sama sekali. Tengah malam, Arjuna Abrisam, ayahnya Anya, dia pulang dengan berlumuran darah. Peru
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: Bab 110Anya langsung bangkit dari posisinya, menatap suaminya dengan mata bulat yang membelalak panik.“Om, mana yang sakit? Perutnya kenapa? Apa efek obatnya, atau lukanya kegesek pas meluk aku tadi?!” cecar Anya beruntun, insting keperawatannya langsung keluar. Wajahnya yang semula sembab kini berubah pucat pasi. “Sini, biar aku cek dulu ya?” Bintang masih memegangi perutnya, tapi ringisan di wajah tegasnya perlahan memudar, berganti dengan senyum canggung yang dipaksakan.Detik berikutnya, terdengar suara keruyukan yang cukup jelas dari perutnya.Kruuukkk .…Kamar yang semula tegang itu mendadak hening. Anya mengerjapkan matanya beberapa kali, menatap perut Bintang lalu beralih menatap wajah suaminya yang kini mulai salah tingkah.“Om ...?” panggil Anya, nadanya berubah menyelidik.Bintang berdeham pelan, mencoba menyelamatkan harga dirinya sebagai seorang Mayor yang baru saja ketahuan merana karena urusan cacing perut. “Itu ... perut saya sepertinya ….?” ucap Bintang menggantung, su
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Bab 109Bintang yang menyadari perubahan raut wajah istrinya langsung membawa jemarinya untuk menyelipkan anak rambut Anya ke belakang telinga. Ia bisa merasakan embusan napas berat yang keluar dari celah bibir perempuan itu. “Kenapa? Kamu keberatan kalau harus tinggal di rumah bersama Mama dan Bunda?” tanya Bintang lembut, mencoba mengulik isi hati Anya. Anya menggeleng pelan. Ia menundukkan wajahnya, menatap jemari Bintang yang kini bertautan dengan jemarinya di atas kasur. “Nggak gitu, Om. Aku senang kok … bisa bareng Mama sama Bunda. Cuma ....” Anya menggantung kalimatnya sejenak, beralih menatap dada kiri Bintang dengan tatapan cemas. “Om kan baru aja keluar dari rumah sakit. Lukanya bahkan belum sembuh total. Masa udah harus langsung ikut Latihan. Apa nggak bisa didelegasikan ke perwira yang lain, Om?” Mendengar kekhawatiran yang tulus itu, Bintang menghela napas panjang. Ia membawa tubuh Anya kembali merapat, menyandarkan dagunya di puncak kepala istrinya. “Latgabma ini age
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Bab 108“Aaahh … akhirnya,” seru Bintang bahagia. Ia sudah berbaring di atas ranjang tempat tidurnya. Anya hanya melirik dan tersenyum sembari terus merapikan barang-barang bawaan mereka selama di rumah sakit. “Anya …,” panggil Bintang tiba-tiba. “Hm, iya, Om. Ada apa?” sahut Anya tanpa menoleh. “Saya kangen,” ucap Sang Mayor jujur. Gerakan tangan Anya spontan berhenti dan membeku sejenak. Ia lalu menoleh perlahan dan menatap Bintang dengan senyum jengahnya. Tanpa kata-kata Bintang pun menepuk kasur dua kali, kode agar Anya mendekat dan duduk di sampingnya. Mengerti, Anya pun langsung bangkit dan melangkah mendekati suaminya itu. “Kok kangen sih, Om. Aku kan selalu ada di dekat Om. Nggak pernah ninggalin Om Bintang.” Dengan gerakan tegas tapi tidak kasar, Bintang pun menarik Anya merapat ke tubuhnya hingga wajah mereka nyaris tak berjarak. “Saya kangen belaian istri saya, Anya. Selama di rumah sakit, saya tidak bisa menyentuhmu, peluk kamu … cium kamu,” jawab Bintang juj
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 107Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Bintang diizinkan pulang. Kepulangan Sang Mayor disambut dengan pengamanan yang jauh lebih ketat dari biasanya. Meski Bintang bersikeras bahwa dirinya sudah pulih total dan bisa berjalan sendiri, Langit dan Kapten Bima tetap siaga mendampingi di sisi kanan dan kirinya sejak keluar dari pintu lobi rumah sakit Kasih Ibu.Anya berjalan di sebelah Bintang, membawa tas berisi sisa perlengkapan selama rawat inap. Sorot matanya tak lagi sekeruh beberapa hari lalu, namun gurat waspada kini jelas tercetak di wajah ayunya.Rahasia besar yang pecah malam itu mengubah kepercayaan Anya sepenuhnya. Setiap sudut koridor rumah sakit dan setiap pasang mata berseragam loreng kini terasa seperti ancaman yang mengerikan. “Kenapa harus dikawal sebanyak ini, Bim?” bisik Bintang pada Bima.“Ini sesuai proses, Mayor. Sudah, kamu ikuti saja,” jawab Bima dengan nada yang sama berisiknya. “Iya, tapi ini bisa memancing atensi semua orang. Kamu lihat tuh,
Last Updated: 2026-07-02

Menjadi Selingkuhan Suamiku
(Area 21+) Bijaklah dalam memilih bacaan.
Kayla, atau biasa disapa dengan Key, memergoki suaminya berselingkuh dengan seorang perempuan di sebuah hotel berbintang. Tak terima dikhianati, ia pun berencana untuk membuat suami dan perempuan jalang tersebut tewas dalam sebuah kecelakaan.
Namun apesnya, hari sial tak pernah ada di dalam kalender. Bukannya membuat suami dan sang pelakor tewas, Key justru mengalami kecelakaan tunggal hingga menyebabkan dirinya tewas di tempat.
Sayangnya, Key tidak menyadari jika dirinya sudah mati. Sebab pasca insiden maut itu terjadi, ia justru terbangun dan tahu-tahu sudah berada dalam sebuah kamar hotel bersama suaminya.
"Morning, sayang. Maaf ya, aku tadi harus balas pesan dari istriku dulu," terang Brayan seraya menyapu wajah Key dengan bibirnya.
"Istri?" Key terkejut mendengarnya. Seingatnya, sebelum kecelakaan terjadi, dia dan Brayan sudah menikah resmi secara agama dan negara. Itu artinya, ia adalah istri sahnya Brayan, kenapa tiba-tiba berganti menjadi ani-ani?
Menyadari jika ia berubah menjadi perempuan selingkuhan suaminya sendiri, Key pun memanfaatkan keadaan. Satu persatu rahasia tentang Brayan pun akhirnya terbuka. Mulai dari alasan sang suami berselingkuh, hingga penyebab kecelakaan Key yang ternyata ulah sosok misterius yang selama ini menjadi duri dalam rumah tangga Key dan Brayan.
Lalu, apa yang akan Brayan katakan saat ia tahu jika yang menjadi selingkuhannya adalah istrinya sendiri? Sampai kapan Key akan bertahan dalam tubuh selingkuhan suaminya? Apakah ia akan kembali hidup dalam tubuhnya, atau justru mati seperti saat kecelakaan terjadi?
Read
Chapter: Aku Tidur Dengan Pak Brayan“Uhuk … uhuk … uhuk ….” Raga Lisa terbatuk-batuk. Ekspresi wajah wanita itu berubah seketika. “Rava?”Rava terpaku sejenak. Ia yakin seribu persen, jika yang saat ini bersamanya bukan lagi Kayla, melainkan Lisa. Tapi pertanyaannya, kenapa bisa dia jiwa ini bertukar begitu cepat? Biasanya, kalau Kayla hadir, wanita sejuta branded itu akan bertahan lama. Bisa satu atau bahkan dua hari. Namun kali ini, tidak sampai sejam pun. “Rava? Apa yang kamu lakukan?” tanya Lisa dengan suara serak, masih setengah terbatuk karena napasnya yang terasa tertahan. Kedua mata Rava membelalak sempurna saat menyadari posisi mereka. Ia sedang mengungkung Lisa di atas ranjang dengan menahan kedua pergelangan tangan istrinya di atas kepala.Pakaian Lisa juga sudah setengah terbuka. Lembar-lembar kelopak mawar yang hancur di sekeliling mereka seolah menjadi bukti atas kegaduhan yang baru saja terjadi.Rava bagai tersengat listrik. Kesadarannya ditarik paksa kembali ke realitas. Sorot mata dingin, bingung,
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Kamu Gila Rava!Kayla menghela napas berat, tubuhnya menegang. Rasa tidak nyaman sekaligus bersalah mulai menggerogoti hatinya. Rongga dadanya terasa sesak karena dekapan Rava yang terlalu kuat, hampir membuatnya kesulitan bernapas. Lebih dari itu, nuraninya berteriak bahwa situasi ini keliru.“Rava, ini tidak benar! Tubuh ini milik Lisa!” Kayla menaikkan nada bicaranya, kembali memberontak dan berusaha memundurkan langkah. Namun, kekuatan fisiknya sebagai jiwa yang menumpang jelas tidak sebanding dengan Rava yang sedang didera ego dan kerinduan mendalam.Bukannya melepaskan, Rava justru menangkup pinggang Kayla, mengunci pergerakannya hingga jarak di antara mereka benar-benar terkikis habis. Tatapan mata Rava yang biasanya tegas kini meredup, dipenuhi keputusasaan yang teramat sangat.“Aku tahu ini tubuh Lisa, tapi jiwamu yang ada di sini, Kayla! Jiwa yang akhir-akhir ini membuatku gila,” bisik Rava bertubi-tubi, mengabaikan penolakan fisik dari wanita di depannya. “Jangan egois dengan menyuruhku
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Malam Pertama Bersama Siapa?Acara baru saja usai. Lisa dan Rava sudah berada di kamar hotel khusus pengantin yang disediakan oleh Brayan. Meski keduanya sudah resmi menjadi suami-istri, namun masih ada celah kecanggungan di diri mereka masing-masing. “Aku mau mandi dulu,” ucap Lisa seraya melangkah ke arah bilik kamar mandi kamar hotel. “Hm,” Raga hanya menyahut singkat. Lisa sudah hilang dari balik pintu, tapi tatapan Rava masih tertuju ke arah kamar mandi. Ia seperti sedang memikir sesuatu. Sesuatu yang akhir-akhir ini membuat pikirannya kacau dan tidak tenang. Setelah melalui hari-hari bersama Kayla yang ada di dalam raga Lisa, hidupnya seperti pria yang memiliki selingkuhan. Walau Kayla tidak berwujud, namun kehadiran wanita itu cukup memiliki tempat penting di hatinya saat ini. “Apa Kayla akan muncul malam ini?” tanya Rava pada diri sendiri. Tersadar, Rava pun memukul kepalanya. “Astaga, apa-apaan aku ini? Kenapa aku justru berharap Kayla yang datang? Huft!” Rava membuang napas berat, lalu mengaca
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Rekaman CCTVElena berhenti melangkah mundur saat kakinya sudah tak bisa lagi diayunkan. Kedua tangannya menggenggam erat besi teralis, berusaha kuat untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. “Bu Elena, aku yakin, kau pasti punya bukti itu. Kenapa kau tidak memberikannya saja kepada kami. Jika Bu Elena menyembunyikan barang bukti, Bu Elena juga bisa dipidana karena dianggap melindungi tersangka.” Elena menelan ludah dengan susah payah. Kakinya terasa seperti tak mampu lagi untuk menapak. Jantungnya berdegup kencang, tangannya gemetar. “Aku … aku tidak punya bukti apa-apa. Tapi aku punya sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk penyebab kematian Ibu Kayla,” jelas Elena. “Petunjuk? Apa itu?” tanya Ronald. “Sebentar.” Elena membuka ponselnya dan mulai menggerak-gerakkan jari-jarinya seperti sedang mencari sesuatu. Tak lama, ia pun sudah berhenti. Menunjukkan layar ponselnya pada pengacara tersebut. “Apa ini?” tanya pria itu, pandangannya mulai mengarah kepada layar benda pipih itu. “Ini video
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Bukti Di Ponsel ElenaSemua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap. “Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram. Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu. Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada. “Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu sudah menunggu kalian,” perintah Brayan. “Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyany
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Benarkah Lisa Pelakukanya?Wajah Lisa mendadak pias, kehilangan seluruh ronanya yang merah. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat sosok Rava berdiri hanya beberapa langkah dari mereka. Pria itu menatap Lisa dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara ketidakpercayaan, amarah, serta luka yang dalam.“Rava ... ini tidak seperti yang kamu pikirkan,” gagap Lisa, suaranya gemetar hebat. Ia mencoba melangkah mendekat, namun Rava justru mundur selangkah, seolah Lisa adalah wabah yang harus dihindari.“Tidak seperti yang aku pikirkan gimana? Jelas-jelas Elena bilang kalau kamu penyebab kematian Ibu Kayla,” ulang Rava. Ia tetap bersikeras dengan apa yang ia yakini. Sedang di dekat mereka, Elena tetap berdiri tenang di posisinya. Senyum tipis yang tadi sempat ia tunjukkan kini hilang sudah, diganti oleh tatapan dingin yang tajam. Ia melipat tangan di depan dada, mengamati drama yang baru saja berhasil ia sulut dengan cukup apik.“Kenapa diam, Lisa?” pancingnya dengan nada suara yang tenang namun mem
Last Updated: 2025-12-26